<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295</id><updated>2012-01-28T16:34:29.241+07:00</updated><category term='Catatan Sejarah'/><category term='TERTAWA ITU SEHAT'/><category term='WORO-WORO'/><category term='Profil'/><category term='AKSI'/><category term='JALAN-JALAN'/><category term='Renungan'/><category term='Inspirasi'/><category term='Ucapan'/><category term='OPT'/><category term='Kliping Teknologi Informasi'/><category term='TIPS'/><category term='Moral dan Etika'/><category term='OPINI'/><category term='Pariwara'/><category term='IN MEMORIAM'/><category term='Peristiwa'/><category term='BLACK IN NEWS'/><category term='Agens Hayati'/><category term='Catatan Amprokan Blogger Bekasi'/><category term='BANNER'/><category term='Djarum BLACK BLOG Competition 2'/><category term='Reportase'/><category term='Kolom Sastra'/><category term='Predator'/><category term='Artikel Lepas'/><category term='SKETSA'/><category term='Kliping Berita Pertanian'/><category term='INTERMEZO'/><category term='Kliping'/><category term='Wisata Kuliner'/><category term='Pengendalian OPT'/><category term='Agenda Kita'/><category term='KLIPING SEPUTAR HAMA WERENG'/><category term='Catatan Ramadhan'/><category term='Resensi Buku'/><category term='Motivasi'/><category term='SURVEILANS'/><category term='Catatan Blogger Karawang'/><category term='Sentilan-sentilun Metro TV'/><category term='DARI SANA-SINI'/><category term='Resep Tradisional'/><category term='Event'/><category term='MUSUH ALAMI'/><title type='text'>saungURIP</title><subtitle type='html'>Catatan Kaki Sepanjang Perjalanan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>192</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-8384462473541144478</id><published>2012-01-24T17:38:00.002+07:00</published><updated>2012-01-24T17:43:46.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPT'/><title type='text'>Jenis-jenis Belalang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Belalang Kembara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Locusta migratoria manilensis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan dan perkembangan koloni belalang kembara dikenal mengalami 3 fase pertumbuhan populasi yaitu fase soliter, fase transien dan fase gregaria.  Pada fase soliter, belalang hidup sendiri-sendiri dan tidak menimbulkan kerugian atau kerusakan tanaman.  Pada fase gregaria belalang kembara hidup bergerombol dalam kelompok-kelompok dengan jumlah sangat besar, berpindah-pindah tempat dan menimbulkan kerusakan dahsyat.&lt;br /&gt;Perubahan fase soliter ke fase gregaria biasanya dimulai pada awal musim hujan setelah melewati musim kemarau yang cukup kering (di bawah normal).  Pada saat tersebut, biasanya terjadi peningkatan populasi belalang soliter yang berdatangan dari berbagai lokasi ke suatu lokasi yang secara ekologis sesuai untuk berkembang.  Lokasi tersebut adalah langka penduduk, biasanya mempunyai lahan yang terbuka atau banyak rerumputan, tanahnya gembur berpasir, dekat sumber air (sungai, danau) sehingga kondisi tanahnya cukup lembab.  Setelah berlangsung 3-4 generasi apabila kondisi lingkungan memungkinkan akan berkembang menjadi fase gregaria, melalui fase transien.  Lokasi ini dikenal sebagai lokasi pembiakan awal.&lt;br /&gt;Perubahan fase gregaria kembali ke fase soliter (melalui fase transien) biasanya apabila keadaan lingkungan tidak menguntungkan, terutama karena pengaruh curah hujan di atas normal, tekanan musuh alami dan atau tindakan manusia dalam usaha pengendalian.&lt;br /&gt;Belalang kembara fase gregaria aktif terbang pada siang hari dalam kelompok besar.  Pada pagi hari belalang terbang berputar-putar untuk pindah lokasi.  Dalam kondisi angin sepoi-sepoi belalang terbang menentang arah angin, namun pada angin kencang terbang mengikuti arah angin.  Pada senja hari, kelompok belalang hinggap pada suatu lokasi, biasanya untuk kawin dan bertelur pada lahan-lahan kosong, berpasir, memakan tanaman yang dihinggapi.&lt;br /&gt;Pertanaman yang dihinggapi pada malam hari biasanya dimakan habis.  Sedangkan Kelompok besar nimfa biasanya berpindah tempat dengan berjalan secara berkelompok .  Sepanjang perjalanan biasanya memakan tanaman yang dilewatinya.     Tanaman yang paling disukai belalang kembara adalah kelompok Graminae yaitu padi, jagung, sorgum, tebu alang-alang, gelagah dan berbagai jenis rumput.  Selain itu belalang dapat memakan daun kelapa, bambu, kacang tanah, petsai, sawi, kubis daun.  Tanaman yang tidak disukai antara lain kacang hijau, kedelai, kacang panjang, ubikayu, tomat, ubi jalar dan kapas.&lt;br /&gt;Betina meletakkan telur dalam bentuk paket telur di dalam tanah, dan seekor betina mampu mnghasilkan telur sebanyak 270 butir telur. Siklus hidupnya rata-rata 76 hari, stadia telur rata-rata 17 hari, nimfa 38 hari (mengalami 5 instar), dan praoviposisi 21 hari (dengan prakopulasi 11 hari).&lt;br /&gt;Belalang ini pernah eksplosif di Pulau Sumba, Lampung, Sumsel, Kalteng, Kalbar, Sultra, dan Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Valanga&lt;/span&gt; sp.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Valanga dikenal dengan nama walang kayu.  Ukuran dan bentuknya lebih besar daripada Locusta. Belalang ini meletakkan telurnya dalam bentuk paket telur di dalam tanah. Telur dapat tidak menetas selama musim kemarau, dan menetas setelah turun hujan. Stadia telur pada tanah yang lembab menetas 4-5 minggu, stadia nimfa antara 50-80 hari, dan belalang dewasa dapat hidup selama 4 bulan.&lt;br /&gt;Tanaman makanannya adalah jagung, daun/pucuk jati, acasia, albizzia, kelapa, pisang, kluwih, nangka, mangga, kapuk, aren, waru, karet, kopi, kakao, dadap, wijen, jarak. Kapas dan tebu sedikit dirusak, sedang ubi kayu kurang disukai. Pada populasi tinggi semua daun habis dimakan. Tanaman yang tidak disukai adalah padi sawah, sorgum, bambu, alang-alang dan rerumputan lain, dan ubi jalar.&lt;br /&gt;Pengendalian dilakukan secara mekanis, hayati, maupun cara kimia. Di beberapa daerah jenis belalang ini disukai sebagai lauk makan maupun cemilan dan dapat dijual-beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nomadacris&lt;/span&gt; (=&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Patanga&lt;/span&gt;) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;succincta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belalang ini lebih besar daripada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Locusta&lt;/span&gt;, tubuhnya agak lebih pendek daripada Valanga dengan bentuk tubuh yang ramping/ langsing, dominan berwarna coklat, coklat kemerah-merahan.&lt;br /&gt;Pronotum bagian punggung mempunyai garis berwarna keputih-putihan, pada kedua sisinya terdapat satu garis keputih-putihan diantara dua garis berwarna gelap, dan mempunyai mata yang bergaris.&lt;br /&gt;Ekologi belalang ini serupa dengan kedua jenis belalang di atas, berkembang di daerah kondisi kering. Belalang ini pemakan rumput, padi, jagung dan famili graminae lain, disamping juga makan tanaman kedelai, daun mangga, jeruk, cajanus. Belalang ini pernah meningkat populasinya di Kabupaten Belu  (NTT) tahun 1980an menyerang tanaman jagung dan di kabupaten Jeneponto (Sulsel) tahun 2004 menyerang jagung dan kedelai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-8384462473541144478?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/8384462473541144478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-belalang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8384462473541144478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8384462473541144478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-belalang.html' title='Jenis-jenis Belalang'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5308032924645686497</id><published>2012-01-24T15:32:00.006+07:00</published><updated>2012-01-24T17:49:54.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPT'/><title type='text'>Pengendalian Belalang Kembara</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belalang Kembara Mulai Serang Tanaman&lt;/span&gt;..&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.(Kompas, 24/01/2012)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kefamenanu, Kompas - Ribuan hingga jutaan belalang kembara   mengancam tanaman di areal sawah tadah hujan  di Kecamatan Biboki Utara,  Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Kini, belalang   masih berada di padang sekitar 1 kilometer dari sawah seluas 150 hektar  milik warga.(Kompas, 24 Januari 2012).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul besar mengenai hama belalang kembara yang diberitakan di harian Kompas tg 24 Januari 2012 di NTT bukan hal baru lagi, daerah ini merupakan endemis Belalang Kembara setelah Propinsi Lampung.  Untuk mencegah meluasnya hama tersebut perlu kiranya memahami teknik pengendalian yang tepat, berikut cara pengendalian belalang kembara yang sering menyerang tanaman komoditas unggulan.  Semoga tulisan ringan ini mampu memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA PENGENDALIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1).  Pola tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lahan pertanian tanaman pangan yang menjadi ancaman hama belalang kembara (sekitarnya terdapat populasi gregaria) perlu dipertimbangkan untuk mengatur pola tanam dengan tanaman alternatif yang tidak disukai belalang dengan penanaman gilir jenis tanaman, tumpang sari atau diversifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2).  Pengendalian cara mekanis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan gerakan massal pengendalian mekanis sesuai stadia populasi :&lt;br /&gt;Stadia telur&lt;br /&gt;Untuk mengetahui adanya lokasi telur maka harus melakukan pemantauan lokasi dan waktu hinggap kelompok belalang dewasa secara intensif.&lt;br /&gt;Pada areal tersebut atau lokasi bekas serangan yang diketahui terdapat populasi telur, dilakukan kegiatan pengumpulan kelompok telur yaitu dengan melakukan pengolahan tanah, kelompok telur diambili dan dimusnahkan, kemudian lahannya segera ditanami kembali dengan tanaman yang tidak disukai belalang.&lt;br /&gt;Stadia nimfa&lt;br /&gt;Setelah 2 minggu sejak hinggapnya kelompok belalang kembara mulai dilakukan pemantauan terhadap kemungkinan adanya penetasan nimfa.  Pengendalian pada saat nimfa adalah kunci penting (jangan sampai menjadi dewasa). Pengendalian dapat dilakukan dengan memukul atau menjaring.  Pengendalian nimfa dengan cara  menghalau nimfa ke suatu tempat terbuka atau yang sudah disiapkan dan menjaring dengan jaring belalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3).  Pemanfaatan agens hayati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agens hayati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metarrhizium anisopliae&lt;/span&gt; var. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;acridium&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Serratia&lt;/span&gt; sp/bakteri merah, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauveria bassiana&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Enthomophaga &lt;/span&gt;sp. di beberapa negara terbukti dapat digunakan pada saat populasi rendah.  Penggunaan agens hayati efektif sebagai pencegahan secara dini dan penggunaan agens hayati strain lokal lebih diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4).  Penggunaan insektisida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila cara-cara lain sudah ditempuh, populasi masih tetap tinggi alternatif lainnya yaitu penggunaan insektisida yang efektif dan diijinkan sesuai dengan komoditasnya.  Pengendalian yang tepat dilakukan sejak stadia nimfa kecil karena belum merusak, dalam kelompok kecil terdapat populasi yang besar, stadia nimfa lebih peka terhadap insektisida, dan aplikasi dapat dilakukan pada siang hari.  Apabila terpaksa karena terlambat atau populasi tidak diketahui sebelumnya, pengendalian terhadap imago dilaksanakan pada malam hari pada saat belalang beristirahat (mulai belalang hinggap pada senja hari sampai terbang waktu pagi hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5).  Penanaman kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada areal yang terserang belalang dan musim tanam belum terlambat, diupayakan segera diadakan penanaman kembali dengan tanaman yang tidak disukai belalang.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5308032924645686497?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5308032924645686497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/pengendalian-belalang-kembara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5308032924645686497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5308032924645686497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/pengendalian-belalang-kembara.html' title='Pengendalian Belalang Kembara'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-3684857861374079922</id><published>2012-01-15T20:29:00.004+07:00</published><updated>2012-01-28T16:34:29.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPT'/><title type='text'>TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Rob &amp; Kloss)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fSKwJaeoZwc/TyPA9uzX8MI/AAAAAAAABOY/Z6rkNn4s4oI/s1600/tikus01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 244px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-fSKwJaeoZwc/TyPA9uzX8MI/AAAAAAAABOY/Z6rkNn4s4oI/s320/tikus01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702613719949242562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ampai saat ini tikus (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rattus argentiventer&lt;/span&gt; Rob &amp;amp; Kloss)  masih merupakan salah satu organisme pengganggu penting di Indonesia.  Kerusakan yang ditimbulkannya tidak hanya terbatas pada pertanaman di sawah tetapi juga komoditi-komoditi dalam penyimpanan.  Disamping itu distribusi kerusakan tanaman dapat tersebar pada pertanaman padi beririgasi di dataran rendah, pertanaman dataran tinggi dan pertanaman padi pasang surut.  Susut hasil yang diakibatkan oleh serangan tikus swah dapat menyebabkan kerugian ekonomis yang berarti.&lt;br /&gt;Kerusakan serius pada pertanaman padi sampai beberapa ribu hektar dan menyebabkan kerugian yang besar pertama kali dilaporkan pada tahun 1915 di Cirebon, Jawa Barat dan selanjutnya setiap tahun kerusakan yang terjadi bertambah terus bahkan pada tahun 1961 eksplosi serangan tikus terjadi di Jawa dan Madura.  Eksplosi serangan tersebut meliputi areal sekitar 1.822.000 hektar yang terdiri dari 1.000.000 hektar dengan intensitas serangan 35% dan sisanya 822.000 dengan intensitas serangan 28% (Dandi, S dkk 1978).&lt;br /&gt;Tikus merupakan hama klasik yang selalu dapat dijumpai di lapang pada setiap musim tanam, sehingga menjadi kurang diperhatikan dibandingkan dengan organisme pengganggu lain termasuk cara pengendaliannya.  Berbagai cara pengendalian tikus telah dilakukan oleh petani baik secara swadaya maupun dengan bantuan pemerintah (Kementerian Pertanian) namun hasilnya masih belum memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus sawah termasuk famili Muridae, famili ini merupakan kelompok binatang mamalia yang paling berkembang di dunia.  Muridae dapat dijumpai dimana saja pada berbagai habitat, adanya tekanan ekologis hanya berpengaruh sedikit terhadap perubahan struktur dan bentuk.  Semua jenis (spesies) dalam famili ini kelihatan serupa dan kadang-kadang sulit dibedakan.  Muridae adalah satu dari 9 famili di dalam sub ordo Myomorpha dari ordo Rodentia.  Secara skematis dapat ditulis sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo : Rodentia&lt;br /&gt;Sub ordo : Myomorpha&lt;br /&gt;Famili : Muridae&lt;br /&gt;Genus : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rattus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Spesies : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rattus argentiventer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus dapat menyerang semua stadia tanaman, baik stadia vegetatif maupun stadia generatif dan susut hasil yang ditimbulkan dapat menyebabkan kerugian ekonomis yang berarti.  Usaha pengendalian yang intensif biasanya selalu terlambat, karena baru dilakukan setelah terjadi kerusakan yang luas dan berat.  Untuk menghadapi tantangan tersebut, salah satu yang perlu diperhatikan adalah mengenai bioekologi dari hama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Morfologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tikus sawah mirip dengan tikus rumah, tetapi telinga dan ekor lebih pendek. Panjang kepala - badan dan tungkai belakang pada tikus dewasa secara keseluruhan adalah 170 - 208 mm dan 34 - 43 mm.  Ekor biasanya lebih pendek dari panjang kepala-badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Habitat dan tingkah laku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habitat tikus sawah sebagian besar di persawahan dan lingkungannya.  Mempunyai daya adaptasi yang sangat tinggi sehingga tikus sawah dapat menyebar ke dataran rendah sampai dataran tinggi, suka menggali liang untuk berlindung dan berkembang biak.  Membuat terowongan, jalur jalan (runway) sepanjang pematang dan tanggul irigasi.&lt;br /&gt;Tikus sawah termasuk binatang pemakan segala (Omnivora), makan apa saja yang dijumpai.  Apabila makanan berlimpah mereka cenderung memilih makanan yang paling disukai, yaitu biji-bijian khususnya padi yang selalu tersedia di lapang.  Pada saat kondisi lahan diistirahatkan (bera) tikus menginfestasi ke pemukiman penduduk dan gudang-gudang (tempat penyimpanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengendalian Tikus sawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi penting dalam pengendalian tikus sawah adalah pelaksanaan metode pengendalian secara simultan.  Metode pengendalian tikus dapat dibagi menjadi kultur teknis, mekanis dan kimiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1,  Kultur teknis&lt;br /&gt;- Tanam serempak&lt;br /&gt;- Meminimalkan tempat tinggal dan tempat-tempat persembunyian, dan&lt;br /&gt;- Sanitasi lingkungan persawahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara mekanis dan kultur teknis :&lt;br /&gt;- kombinasi pagar plastik dan perangkap sistem bubu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cara Kimiawi&lt;br /&gt;- Pengumpanan/aplikasi rodentisida&lt;br /&gt;- Fumigasi liang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-3684857861374079922?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/3684857861374079922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/tikus-sawah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3684857861374079922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3684857861374079922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/tikus-sawah.html' title='TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer Rob &amp; Kloss)'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-fSKwJaeoZwc/TyPA9uzX8MI/AAAAAAAABOY/Z6rkNn4s4oI/s72-c/tikus01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4629598440704853074</id><published>2012-01-13T14:52:00.003+07:00</published><updated>2012-01-13T15:47:03.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPT'/><title type='text'>Bioekologi Wereng Batang Coklat</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5k-oQStrnpo/Tw_u7cTRXGI/AAAAAAAABN0/H6hTekbpq0Y/s1600/wbc001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5k-oQStrnpo/Tw_u7cTRXGI/AAAAAAAABN0/H6hTekbpq0Y/s320/wbc001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697034758623681634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wereng Batang Coklat/Brown Plant Hopper (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Nilaparvata lugens&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Stal.)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Termasuk ordo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Homoptera&lt;/span&gt;, famili &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Delpahacidae&lt;/span&gt;.  Perkembangan hidupnya dari telur - Nimfa - Imago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Telur:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Berwarna putih bentuknya seperti pisang&lt;br /&gt;- Diletakkan secara berkelompok 8-16 butir/kelompok dalam jaringan pelepah daun&lt;br /&gt;- Jumlah telur 100 - 600/ekor serangga betina&lt;br /&gt;- Stadium telur 7 - 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nimfa:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Mengalami 5 instar&lt;br /&gt;- Maing-masing dibedakan berdasarkan ukuran tubuh dan bentuk bakal sayap&lt;br /&gt;- Nimfa muda umumnya berwarna putih, semakin tua semakin coklat&lt;br /&gt;- Stadium nimfa 12 - 15 hari&lt;br /&gt;- Instar 4 dan 5 dibedakan berdasarkan ada tidaknya bintik hitam pada sayap/bakal sayap&lt;br /&gt;- Sayap brakhiptera transparan dan tulang sayap (vena) nampak jelas, sedangkan bakal sayap    nimfa berwarna coklat tidak transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-BMay3DwaGsE/Tw_vZT_EtGI/AAAAAAAABOA/WAn8xx_PUkI/s1600/SikusWBC.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BMay3DwaGsE/Tw_vZT_EtGI/AAAAAAAABOA/WAn8xx_PUkI/s320/SikusWBC.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697035271787557986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imago:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Dewasa berwarna coklat muda atau coklat tua&lt;br /&gt;- Warna sayap berbintik-bintik pada bagian pertemuan sayap depan&lt;br /&gt;- Panjang serangga jantan 2 - 3 mm&lt;br /&gt;- Bentuk sayap dewasa terdiri dari dua bentuk, bersayap panjang (makroptera) dan bersayap pendek (brakhiptera), terjadi karena pengaruh lingkungan (kondisi tanaman, kepadatan populasi, dan genetik)&lt;br /&gt;- Bentuk brakhiptera lebih berperan untuk berkembang-biak&lt;br /&gt;- Bentuk makrotera berfungsi untuk berpindah tempat, sangat tertarik cahaya lampu&lt;br /&gt;- Umur serangga dewasa 18 - 28 hari&lt;br /&gt;- Siklus hidup berlangsung sekitar 25 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerusakan yang ditimbulkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan tanaman yang ditimbulkan dapat fatal, karena serangan terjadi pada areal yang luas dan berulang kali.  Tanaman padi muda yang terserang akan menguning dan mati, sedang pada tanaman tua pertumbuhan akan merana dan bulir padi akan hampa.  Wereng Batang Coklat (WBC) menghisap cairan tanaman sehingga pada tanaman padi yang terserang secara luas terlihat gejala terbakar (spot hopper burn) yang sering pula disebut puso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Pengendalian:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pengaturan pola tanam&lt;br /&gt;2. Penggunaan varietas tahan&lt;br /&gt;3. Pengendalian hayati ( memanfaatkan patogen serangga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauveria bassiana, Metarrizium anisopliae, Hirsutella citriformis&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;4. Eradikasi (bila ditemukan serangan kerdil rumput dan kerdil hampa dengan pencabutan dan pemusnahan)&lt;br /&gt;5. Penggunaan insektisida : bila dijumpai WBC 10ekor/rumpun pada tanaman berumur &amp;lt; 40 hst atau 20 ekor/rumpun pada tanaman &amp;gt; 40 hst.  Insektisida yang dipilih bersifat selektif, efektif dan diizinkan untuk digunakan pada tanaman padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;Pedoman Rekomendasi PHT pada tanaman pangan&lt;br /&gt;Direktorat Perlindungan Tanaman.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4629598440704853074?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4629598440704853074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/bioekologi-wereng-batang-coklat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4629598440704853074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4629598440704853074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/bioekologi-wereng-batang-coklat.html' title='Bioekologi Wereng Batang Coklat'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5k-oQStrnpo/Tw_u7cTRXGI/AAAAAAAABN0/H6hTekbpq0Y/s72-c/wbc001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5109264970688844777</id><published>2012-01-13T09:27:00.003+07:00</published><updated>2012-01-13T10:13:54.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Berita Pertanian'/><title type='text'>Sekolah Lapangan PHT</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lTI8uTYCs6E/Tw-gN4sg_II/AAAAAAAABNQ/O-POdwEEdT8/s1600/web1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-lTI8uTYCs6E/Tw-gN4sg_II/AAAAAAAABNQ/O-POdwEEdT8/s320/web1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696948214064807042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) adalah sekolah yang diselenggarakan di lapangan.  "Sekolah Lapangan" tersebut, seperti sekolah pada umumnya, juga mempunyai kurikulum, sistem evaluasi belajar dan dilengkapi dengan sertifikat kelulusan.  Pada SLPHT tidak ada istilah murid dan guru, tetapi istilahnya adalah peserta dan pemandu lapangan, karena dalam proses belajarnya peserta dipandu untuk mengetahui, memahami, dan menerapkan PHT sendiri.  SLPHT diikuti oleh 20 - 25 petani peserta yang belajar PHT bersama dengan satu atau dua Pemandu Lapangan.  Tempat belajar utama SLPHT adalah lahan pertanian.  Berikut adalah ciri-ciri SLPHT :&lt;br /&gt;- Petani dan pemandu adalah warga belajar yang saling menghormati&lt;br /&gt;- Perencanaan bersama oleh kelompok petani peserta&lt;br /&gt;- Keputusan ditetapkan secara bersama oleh anggota kelompok petani peserta&lt;br /&gt;- Cara belajar melalui pengalaman/pendekatan pendidikan orang dewasa&lt;br /&gt;- Peserta melakukan sendiri, mengalami sendiri dan menentukan sendiri&lt;br /&gt;- Materi belajar dan praktek terpadu dilapangan&lt;br /&gt;- Lahan belajar adalah lahan usaha tani (agroekosistem)&lt;br /&gt;- Belajar secara utuh selama satu siklus perkembangan tanaman&lt;br /&gt;- Kurikulum yang rinci dan terpadu&lt;br /&gt;- Sarana serta bahan mudah dan praktis, serba guna, dan mudah diperoleh dari lapangan&lt;br /&gt;- Demokratis, kebersamaan, keselarasan, partisipatif, dan  tanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NcSUJxFuczI/Tw-gyyV9ShI/AAAAAAAABNc/UGB-YjPqTYY/s1600/web2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NcSUJxFuczI/Tw-gyyV9ShI/AAAAAAAABNc/UGB-YjPqTYY/s320/web2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696948848014739986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Program SLPHT mempunyai tujuan umum agar petani peserta dan pemandu lapangan dapat memasyarakatkan PHT, sehingga SLPHT yang pada mulanya bersifat lokal, akan terus hidup dan berkembang, dengan dukungan petugas POPT, penyuluh dan aparat pemerintahan setempat.  Pemahaman dan penerapan PHT yang semakin meluas diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi pertanian, serta dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan agroekosistem dan kenyamanan lingkungan hidup.&lt;br /&gt;Kegiatan SLPHT juga mempunyai tujuan khusus bagi para pihak yang berperan serta:&lt;br /&gt;1. SLPHT untuk petugas POPT dan Penyuluh&lt;br /&gt;2. SLPHT untuk PETANI dan MASYARAKAT DESA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip PHT dalam SLPHT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian Hama Terpadu (PHT) bukan hanya sebuah pesan ataupun paket kegiatan, tetapi lebih mendalam lagi.  PHT adalah sebuah cara untuk mengelola pertumbuhan tanaman sehingga dapat memberikan keuntungan yang maksimal.  Ada 4 (empat) prinsip manajemen yang mendasari PHT.  Keempatnya bersifat luwes dapat digunakan di mana saja, disesuaikan dengan daerah dan lahan setempat.  Keempat prinsip tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Budidaya Tanaman Sehat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Memilih bibit yang sehat dari varietas yang cocok dengan kondisi setempat.&lt;br /&gt;- Mengelola kecukupan pengairan dan pemupukan yang berimbang.&lt;br /&gt;- Mengelola gulma secara rasional&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Pelestarian Musuh Alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Menemukan, mengenali dan mengamati musuh-musuh alami (teman petani/mitra tani) di lahan.&lt;br /&gt;- Memelihara keseimbangan lingkungan lahan-lahan agar populasi musuh alami dapat berkembang.  Jangan gunakan Pestisida yang membunuh musuh alami.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ASlRdZ3DugY/Tw-hN-5dcnI/AAAAAAAABNo/SUO8dV1PmF8/s1600/web3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ASlRdZ3DugY/Tw-hN-5dcnI/AAAAAAAABNo/SUO8dV1PmF8/s320/web3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696949315241341554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Pengamatan Berkala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Mengamati secara berkala kondisi tanaman, air, cuaca, organisme pengganggu tumbuhan (OPT), dan musuh alami.&lt;br /&gt;- Menganalisis keadaan dan membuat keputusan dengan membandingkan potensi kehilangan hasil dengan ongkos pengelolaan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Petani Ahli PHT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Petani menguasai teknologi PHT dan mampu menerapkan prinsipPHT serta bertanggung-jawab terhadap lahannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGAT :&lt;br /&gt;PETANI MAMPU : MENYELENGGARAKAN KEGIATAN&lt;br /&gt;MENGAJAR PETANI LAIN&lt;br /&gt;BEKERJA SAMA DENGAN PIHAK LAIN&lt;br /&gt;MEMIMPIN ORGANISASI&lt;br /&gt;MENGAMBIL PRAKARSA&lt;br /&gt;JANGAN LUPA..!!!&lt;br /&gt;PETANI BUKAN MILIK DAN BAWAHAN SIAPAPUN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pedoman SLPHT Tanaman Pangan&lt;br /&gt;Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan&lt;br /&gt;Ditjentan - Kementan (2010)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5109264970688844777?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5109264970688844777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/sekolah-lapangan-pht.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5109264970688844777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5109264970688844777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/sekolah-lapangan-pht.html' title='Sekolah Lapangan PHT'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lTI8uTYCs6E/Tw-gN4sg_II/AAAAAAAABNQ/O-POdwEEdT8/s72-c/web1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1723752635227965049</id><published>2012-01-10T15:16:00.006+07:00</published><updated>2012-01-13T14:51:38.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPT'/><title type='text'>Jenis-jenis Penggerek Batang Padi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-22jQ8L6Nc7k/Tw-U73j1RKI/AAAAAAAABNE/NDPqqqP2B9Y/s1600/pbp.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-22jQ8L6Nc7k/Tw-U73j1RKI/AAAAAAAABNE/NDPqqqP2B9Y/s400/pbp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696935809894401186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;De&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="id"  &gt;wasa ini di Indonesia telah dikenal 6 jenis penggerek batang padi, yang terdiri 5 jenis keluarga (famili) Pyralidae dan 1 jenis famili Noctuidae&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 6.5999pt; margin-top: 5pt; margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="id"  &gt;Tanaman semusim seperti padi keadaan ekologinya berubah-ubah terus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal tersebut mengakibatkan tidak stabilnya keseimbangan antara populasi hama dan musuh alami (predator, parasit, dan patogen).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada tanaman semusim sering terjadi pemutusan masa bertanam yang akan yang akan mengakibatkan tidak berkembangnya musuh alami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi, perkembangan hama meningkat terus tanpa ada faktor pembatas dari alam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bersamaan dengan itu orang lalu menggunakan pestisida secara berlebihan, yang akhirnya mengakibatkan terjadinya resistensi pada hama, kematian musuh alami, timbulnya hama baru karena tidak adanya musuh alami, dan hama berusaha meningkatkan keturunannya karena generasinya terancam punah, terjadilah ledakan hama seperti Penggerek Batang Padi (PBP).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 6.5999pt; margin-bottom: 4.9759pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="sv"  &gt;Jenis-jenis penggerek ini memiliki sifat atau ciri yang berbeda dalam penyebaran dan bioekologi, namun hampir sama dalam cara menyerang atau menggerek tanaman serta kerusakan yang ditimbulkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7772400&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10058400&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;0&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;4&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;6710835&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;3394815&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;153&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;26316&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;32896&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;54&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Trout&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22860000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22860000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110185200&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110185200&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#366 [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.5pt; margin-right: 6.5999pt; text-indent: -13.5pt; margin-bottom: 4.9759pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="width: 6.25pt;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="sv"  &gt;Penggerek Batang Padi Kuning (&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="sv"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Scirpophaga incertulas&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="sv"  &gt;Walkers) Pyralidae&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="sv"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Jumlah telur 50-150 butir/kelompok, diletakkan malam hari selama 3-5 malam sejak malam pertama, stadium telur 6-7 hari. Larva berwarna putih kekuningan, stadium larva 28-35 hari terdiri dari 5-7 instar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pupa berwarna kekuningan atau agak putih, stadium pupa 6-23 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Imago jantan mempunyai bintik-bintik gelap pada sayap bagian depan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Panjang ngengat jantan 14 mm dan betina 17 mm.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Ngengat betina berwarna kuning dengan bintik hitam di bagian tengah sayap depan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ngengat aktif pada malam hari dan tertarik cahaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangkauan terbang dapat mencapai 6-10 km.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lama hidup ngengat 5-10 hari dengan siklus hidup 39-58 hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7772400&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10058400&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;0&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;4&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;6710835&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;3394815&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;153&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;26316&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;32896&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;54&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Trout&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22860000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22860000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110185200&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110185200&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#366 [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7772400&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10058400&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;0&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;5&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;6710835&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;3394815&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;153&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;26316&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;32896&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;54&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Trout&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22860000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22860000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110185200&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110185200&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#366 [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Perubahan kepadatan populasi PBPK di lapangan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim (curah hujan, suhu, kelembaban, varietas padi yang ditanam, dan musuh alami yaitu parasitoid, predator dan pathogen).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2. Penggerek Batang Padi Putih (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Scirpophaga innotata&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt; Walkers) Pyralidae&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jumlah telur 170-260 butir/kelompok, diletakkan diatas daun atau pelepah, mirip telur PBPK ditutupi rambut halus, berwarna coklat kekuning-kuningan, stadium telur 4-9 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Larva panjang 21 mm, berwarna putih kekuningan stadium larva 19-31 hari (kalau mengalami diapauses dapat berlangsung 3 bulan).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pupa stadium 6-12 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ngengat berwarna putih, panjang betina 13 mm dan jantan 11 mm, tertarik cahaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7772400&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10058400&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;0&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;7&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;6710835&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;3394815&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;153&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;26316&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;32896&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;54&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Trout&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22860000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22860000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110185200&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110185200&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#366 [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 3pt 6pt 1.5pt;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;3. Penggerek Batang Padi Bergaris&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chilo suppresalis&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Walkers&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;) Pyralidae&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 2pt 3pt 0pt 1.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;Jumlah telur 20-150 butir/kelompok, stadium telur 4-7 hari. Larva berwarna abu-abu kepala coklat dengan 5 garis coklat sepanjang tubuhnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa larva dalam tiap tunas, stadium larva 33 hari berlangsung 3 bulan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ngengat berwarna coklat muda, warna sayap depan coklat tua, panjang 1,3 mm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 3pt 6pt 1.5pt;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;4&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Penggerek Batang Padi Kepala Hitam (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Chilo polychrysus&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt; Meyrick&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;) Pyralidae&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 2pt 3pt 0pt 1.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Telur berkelompok pada daun dekat pangkal/pelepah, stadium telur 6 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Larva berkepala hitam, stadium larva 30 hari, larva ini hidup bersama-sama dalam satu tunas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pupa berwarna coklat tua, stadium pupa 6 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ngengat berkepala hitam, sayap depan bersisik, bagian tengah berwarna keperakan, sayap belakang kuning muda, panjang 10 - 3 mm.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Siklus hidup 26 - 61 hari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 3pt 6pt 1.5pt;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;5. Penggerek Batang Padi Berkilat (&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chilo auricillius&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;(Aurilicia) Dudgeon) Pyralidae&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 3pt 6pt 1.5pt;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;6. Penggerek Batang Padi Merah Jambu (&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-style: italic; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesamia inferens&lt;/span&gt; Walkers&lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;) Noctuidae&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 2pt 3pt 0pt 1.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jumlah telur 30 - 100 butir butir/kelompok diletakkan diantara pelepah daun batang padi. Tidak terttutup sisik, stadium telur 6 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Larva kepala merah jambu, beberapa larva tiap tunas, stadium larva 28 - 56 hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pupa panjang 18 mm berwarna coklat tua.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ngengat kurang tertarik cahaya, sayap depan bergaris coklat tua memanjang, sayap belakang berwarna putih, panjang ngengat 14 - 17 mm.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7772400&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10058400&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;0&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;8&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;6710835&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;3394815&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;153&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;26316&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;32896&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;54&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Trout&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22860000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22860000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110185200&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110185200&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#366 [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 6.5999pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;  font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:red;" lang="en-US"   &gt;GEJALA SERANGAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 6.5999pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Semua jenis penggerek batang padi menimbulkan gejala sundep, jika menyerang tanaman padi yang belum berbunga (masa vegetatif).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pucuk batang padi menjadi kering, berwarna kuring, dan mudah dicabut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika batang padi digerek pada waktu tanaman berbunga (masa generatif), bulir padi menjadi hampa disebut gejala beluk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 6.5999pt;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;  font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:red;" lang="en-US"   &gt;PENGENDALIAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 6.5999pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Pengendalian hama Penggerek Batang Padi (PBP) dilakukan dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.5pt; margin-right: 6.5999pt; text-indent: -13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="direction: ltr; unicode-bidi: embed;   font-family:Symbol;font-size:100%;color:black;"   &gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="width: 7.75pt;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Memunguti telur/paket telur yang terdapat di persemaian dan daun padi di lapang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 13.5pt; margin-right: 6.5999pt; text-indent: -13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="direction: ltr; unicode-bidi: embed;   font-family:Symbol;font-size:100%;color:black;"   &gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="width: 7.75pt;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;" lang="en-US"  &gt;Sesudah panen dilakukan penggenangan air 1 - 2 minggu, lalu dibajak dalam keadaan basah, agar ulat/pupa yang bersembunyi pada pangkal batang menjadi mati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 6.5999pt;"&gt;&lt;span style=" Arial Narrow&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;" lang="en-US"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7772400&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10058400&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;0&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;6&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;6710835&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;3394815&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;153&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;26316&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;32896&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;54&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Trout&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22860000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22860000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110185200&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110185200&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#366 [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;" lang="en-US"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;Pedoman rekomendasi Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Padi&lt;br /&gt;Direktorat Perlindungan TP. (2003)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1723752635227965049?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1723752635227965049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-penggerek-batang-padi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1723752635227965049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1723752635227965049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/jenis-jenis-penggerek-batang-padi.html' title='Jenis-jenis Penggerek Batang Padi'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-22jQ8L6Nc7k/Tw-U73j1RKI/AAAAAAAABNE/NDPqqqP2B9Y/s72-c/pbp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5748471177755671852</id><published>2012-01-10T14:58:00.001+07:00</published><updated>2012-01-10T15:00:29.308+07:00</updated><title type='text'>HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan SKB Tiga  Menteri yakni Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2011,  Menteri Tenaga Kerja  dan Transmigrasi Nomor 04/MEN/VII/2011, serta  Menteri Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor  SKB/03/M.PAN-RB/07/2011 ,  daftar libur bersama dan cuti bersama 2012 adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1 Januari, Minggu, Tahun Baru Masehi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;23 Januari, Senin, Tahun Baru Imlek 2563&lt;/li&gt;&lt;li&gt;5 Februari, Minggu, Maulid Nabi Muhammad SAW&lt;/li&gt;&lt;li&gt;23 Maret, Jumat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1934&lt;/li&gt;&lt;li&gt;6 April, Jumat, Wafat Yesus Kristus; 6 Mei, Minggu, Hari Raya Waisak Tahun 2554&lt;/li&gt;&lt;li&gt;17 Mei, Kamis, Kenaikan Yesus Kristus; 17 Juni, Minggu, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW&lt;/li&gt;&lt;li&gt;17 Agustus, Jumat, Hari Kemerdekaan RI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;19-20 Agustus, Minggu-Senin, Idul Fitri 1 Syawal 1433 H&lt;/li&gt;&lt;li&gt;26 Oktober, Jumat, Idul Adha 1433 H&lt;/li&gt;&lt;li&gt;15 November, Kamis, Tahun Baru 1434 H&lt;/li&gt;&lt;li&gt;25 Desember, Selasa, Hari Raya Natal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Sedangkan cuti bersama Idul Fitri yakni&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;18 Mei, Jumat, Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;21-22 Agustus, Selasa-Rabu, Cuti Bersama Idul Fitri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;16 November, Jumat, Cuti Bersama Tahun Baru 1434 H&lt;/li&gt;&lt;li&gt;24 Desember, Senin, Cuti Bersama Hari Raya Natal.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Sumber : Website Kementerian Dalam Negeri (uripsr@ymail.com)***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5748471177755671852?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5748471177755671852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5748471177755671852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5748471177755671852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/hari-libur-nasional-dan-cuti-bersama.html' title='HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-2220311796588509461</id><published>2012-01-01T13:48:00.002+07:00</published><updated>2012-01-01T13:57:39.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Lembaran Pertama 2012</title><content type='html'>Detik..demi detik, hari demi hari,hingga bulan demi bulan telah  mengusung banyak cerita, suka..duka..menjadi warna nyata dalam hidup  kita, tapi biarkan semua menjadi kenangan yang terpahat,kini tahun baru  tlah menyambut kita,saatnya kita mengemas kegagalan menjadi kesuksesan,  kita buka lembar kisah baru dengan semangat dan keceriaan.&lt;br /&gt;Di lembar pertama ini mari kita torehkan semangat positif, kita tulis tujuan hidup kita, impian kita yang belum terlaksana pada tahun yang lalu, agar semua keinginan kita bisa tercapai pada tahun ini.  Apa yang kita impikan, apa yang kita citakan dengan kerja keras pantang menyerah tentu ada ada hasilnya dikemudian hari, berpikir positif, mencari terobosan baru, memanfaatkan peluang-peluang yang ada.  Modal kita optimis, bahwa disetiap langkah kita pasti ada kesuksesan yang terselip.  Dari lubuk hati yang paling dalam, kita mencoba menoreh lembaran pertama ini dengan semangat dan semangat berkarya.  Harapan Tahun Baru ini Kita akan memiliki visi baru, misi baru, hidup  baru, hari baru yang akan lebih baik dari hari kemarin.&lt;br /&gt;Selamat tahun baru 2012.(uripsr@ymail.com)8***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-2220311796588509461?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/2220311796588509461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/lembaran-pertama-2012.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2220311796588509461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2220311796588509461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2012/01/lembaran-pertama-2012.html' title='Lembaran Pertama 2012'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7783077699513332123</id><published>2011-12-23T16:09:00.003+07:00</published><updated>2011-12-23T16:22:35.676+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Hindari 3 S dan 3 T</title><content type='html'>Seringkali kita mendengan keluhan dari orang2 disekitar kita yang bilang SULIT, SUKAR, SUSAH (3 S) dan TIDAK BISA, TIDAK MUNGKIN, TIDAK MAMPU (3 T) kalimat itu muncul dari teman2 dilingkungan kantor ataupun dikeseharian dalam kehidupan bermasyarakat.  Semuanya itu merupakan "Problem Maker", maka untuk mengubah semuanya itu kita harus menjadi ""Problem Solver".  Bagaimana sih agar kita menjadi problem solver???  Dibawah ini ada beberapa point yang mampu mengubah sikap hidup kita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karakter prinsip yang benar : a) merespon sesuai dengan nilai2 yang dianut, b) menerima tanggung-jawab atas pilihannya, c) berfokus pada lingkungan pengaruh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Visi dan Misi hidup yang jelas (Visi kita membentuk masa depan kita)&lt;br /&gt;3. Kerja profesional (memiliki impian, memiliki tujuan hidup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari menjadikan diri kita sebagai PROBLEM SOLVER, hidup itu pilihan, maka pilihlah bahagia, kebahagiaan bukan untuk dicari tetapi mari MENJADI BAHAGIA, karena kita yang menciptakan bahagia.  Semoga uraian singkat ini bermanfaat...!&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7783077699513332123?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7783077699513332123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/12/hindari-3-s-dan-3-t.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7783077699513332123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7783077699513332123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/12/hindari-3-s-dan-3-t.html' title='Hindari 3 S dan 3 T'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7339767137147157302</id><published>2011-12-23T15:40:00.003+07:00</published><updated>2011-12-23T16:06:33.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Catatan Akhir Tahun 2011</title><content type='html'>Tiga bulan lebih tidak melakukan aktifitas blogging, entah setan dari mana yang membuat males sehingga tidak satupun postingan muncul, padahal rentang waktu itu antara bulan September sampai dengan Nopember banyak sekali kegiatan Traveling yang menyenangkan.  Rasa malas menulis itu disebabkan karena hilangnya kamera digital sehingga malas memposting tulisan tanpa disertai dengan ilustrasi gambar atau foto.  Ibarat sayuran rasanya hambar tanpa garam begitu pula sebuah tulisan rasanya hambar tanpa dihiasi foto2 pendukung sebagi ilustrasinya.&lt;br /&gt;Motivasi menulis seakan hilang....energi jiwa yang membangkitkan energi fisik seperti tak kuasa membangunkan ke-malas-anku dalam menulis.  Maka aku harus bangkit lagi membiasakan diri menulis sebagai salah satu hiburan yang yang menyenangkan, dan aku bahagia mengerjakannya.  Maka mulai saat ini aku akan buka mata, buka telinga, buka fikiran, buka hati dan buka keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan2 tercecer selama 3 bulan yang belum sempat terposting:&lt;br /&gt;1. Mengikuti Pameran MPTHI di Bumi Sriwijaya Palembang&lt;br /&gt;2. Mengikuti Pameran Pekan Flori-Flora Nasional (PF2N) di Denpasar Bali&lt;br /&gt;3. Mengikuti Safari Kegiatan Ditjen TP di Jawa Tengah (Semarang, Pati, Kudus, Demak, Blora)&lt;br /&gt;4. Mengikuti Apresiasi Pengelola Pameran di Hotel Marbella Dago Pakar Bandung&lt;br /&gt;5. Mengikuti kegiatan Motivasi di Jakarta (PT. Trustco Bandung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang menyenangkan itu terselip catatan kaki tentang kultur budaya daerah yang disinggahi des wisata kuliner daerah setempat disamping wisata panorama alam lainnya.  Namun tidak satupun foto2 pendukung menyertai catatan itu.  Mencoba menguraikan satu-persatu kenangan yang tercecer dalam catatan kaki.  Kegiatan yang paling berkesan adalah motivasi karena kegiatan ini mampu membangkitkan kembali semangat hidup, semoga setelah mengikuti MOTIVASI bisa menciptakan hal2 yang luar biasa dalam hidupku.&lt;br /&gt;Keep Spirit...!&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7339767137147157302?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7339767137147157302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/12/catatan-akhir-tahun-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7339767137147157302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7339767137147157302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/12/catatan-akhir-tahun-2011.html' title='Catatan Akhir Tahun 2011'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-8075826953287419086</id><published>2011-08-30T11:16:00.004+07:00</published><updated>2011-08-30T11:23:05.764+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DARI SANA-SINI'/><title type='text'>Ketupat. Tradisi dengan segudang Filosofi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-D7QIohzbMDg/TlxlC1DLlAI/AAAAAAAABMM/5NDdG_XjoA4/s1600/kupat.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-D7QIohzbMDg/TlxlC1DLlAI/AAAAAAAABMM/5NDdG_XjoA4/s320/kupat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646499132090323970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketupat identik dengan lebaran. Jenis makanan yang terbuat dari beras  dan dibungkus daun kelapa ini selalu jadi santapan utama kala takbir  dikumandangkan. Tapi, tahukah anda jika ketupat memiliki makna berbagai  filosofis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Kali Jaga dipercaya sebagai orang pertama yang memperkenalkan  ketupat pada masyarakat Jawa. Ia juga yang membudayakan dua kali bakda  sejak 1 Syawal, yaitu bakda lebaran dan bakda kupat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seperti saat ini, ketupat pada masa Sunan Kali Jaga dihidangkan  sepekan setelah lebaran. Kala itu, masyarakat di setiap kampung  menganyam ketupat dari selai daun kepala muda. Ketupat lantas dibentuk  segi empat. Setelah dimasak, ketupat dibawa kepada kerabat tertua. Itu  adalah lambang kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, beberapa ahli percaya bahwa ketupat adalah obat untuk  bermaaf-maafan. Ketupat berasal dari kata `ngaku lepat` yang berarti  mengakui kesalahan. itu tercermin dari rumitnya anyaman yang dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketupat pun mencerminkan kebersihan dan kesucian hati  setelah mohon ampun dari segala kesalahan. Itu dilihat dari warna putih  (suci-red) ketupat jika dibelah dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, ketupat mencerminkan kesempurnaan. Jika dilihat dari  bentuknya, ketupat berhubungan dengan kemenangan umat muslim setelah  sebulan berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Metrotvnews.com,&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-8075826953287419086?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/8075826953287419086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/08/ketupat-tradisi-dengan-segudang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8075826953287419086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8075826953287419086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/08/ketupat-tradisi-dengan-segudang.html' title='Ketupat. Tradisi dengan segudang Filosofi'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-D7QIohzbMDg/TlxlC1DLlAI/AAAAAAAABMM/5NDdG_XjoA4/s72-c/kupat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5468351033579005436</id><published>2011-08-04T10:10:00.003+07:00</published><updated>2011-08-04T10:33:09.892+07:00</updated><title type='text'>Monitoring Pengendalian Wereng Batang Coklat</title><content type='html'>Karawang,4/8/2011.  Wereng batang coklat (WBC) masih menjadi ancaman pada musim tanam 2011 saat ini, walaupun masih sporadis namun tetap harus diwaspadai penyebarannya, WBC masih menyerang varietas  yang rentan seperti pandanwangi.  Hasil surveylance pada tanggal 26-27 Juli 2011 yang dilakukan oleh Team Survey BBPOPT menunjukkan bahwa varietas pandanwangi rata-rata terserang WBC terutama di wilayah desa Jatibaru, kecamatan Jatisari, Karawang.  Walaupun penyebaran serangannya masih bersifat sporadis namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.  Populasi 40-50 ekor/rumpun pada varietas rentan merupakan sebuah ancaman bagi daerah lain terutama yang tanaman padi yang berumur muda.&lt;br /&gt;Maka untuk mengantisipasi meluasnya serangan WBC, dilakukan antisipasi dengan cara pengendalian.  Pengendalian dilakukan dengan beberapa cara, baik pengendalian secara alami dengan menggunakan biopestisida (pestisida nabati) maupun dengan kimiawi tergantung situasi masing-masing daerah dan kesiapan kelompok tani dalam pengadaan bahan pengendali OPT.  Untuk populasi yang diatas ambang pengendalian maka alternatif terakhir adalah aplikasi pestisida yang diijinkan (sesuai anjuran dari Pemerintah).&lt;br /&gt;Gerakan pengendalian kali ini dipusatkan di desa Jatibaru, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.  Untuk memudahkan teknik aplikasi maka dibagi menjadi 3 titik pengendalian berdasarkan blok atau kampung sehingga memudahkan aplikasi bagi petani.  Masing-masing blok luas pengendaliannya kurang lebih seluas 15 hektar dengan dipandu oleh petugas dari BBPOPT bekerja sama dengan Mantri Tani dan PPL setempat.&lt;br /&gt;(Bersambung).....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5468351033579005436?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5468351033579005436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/08/monitoring-pengendalian-wereng-batang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5468351033579005436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5468351033579005436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/08/monitoring-pengendalian-wereng-batang.html' title='Monitoring Pengendalian Wereng Batang Coklat'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-8628792456201538447</id><published>2011-08-03T17:43:00.001+07:00</published><updated>2011-08-03T17:45:42.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Istimewanya Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kalau setiap hari ada  waktu istimewa di sisi Tuhan yaitu di 2/3  malam, setiap minggu ada hari  istimewa yaitu hari jum'at dan setiap  tahun ada bulan istimewa yaitu  bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan sebagai  bulan penuh berkah, tentu  amalan-amalan kita di bulan Ramadhan akan  dibalas dengan istimewa disisi  Tuhan dengan berlipat ganda. Karena  mengandung istimewa, mesti  menggugah kesadaran semangat kita untuk  berlomba-lomba dalam  memperbanyak, baik amalan ibadah ritual maupun  amalan ibadah sosial&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semangat  dan kebiasaan dalam bulan suci  Ramadhan, membentuk karakter dan mental  untuk tetap konsisten dan  istiqamah dalam sebelas bulan berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi  apapun  amalan-amalan dibulan suci ramadhaan, semuanya akan kembali pada   kualitas kesadaran pengahambaan dan kualitas ketulusan ,kedalaman   pemahaman akan makna-makna bathin dari ibadah ritual, sangat menentukan   segalanya. Karena itu, yang sampai pada sisi Allah adalah niat kita   (makna bathin) bukan materi atau bentuk lahiriah dari sebuah peribadatan   kita.***&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-8628792456201538447?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/8628792456201538447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/08/istimewanya-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8628792456201538447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8628792456201538447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/08/istimewanya-bulan-ramadhan.html' title='Istimewanya Bulan Ramadhan'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-2733883995523950767</id><published>2011-07-28T06:31:00.003+07:00</published><updated>2011-07-28T07:13:03.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Event'/><title type='text'>Open Turnamen Voli BBPOPT Cup'2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zmSEFjjGrrM/TjCpOtL86RI/AAAAAAAABL8/iEtMORUyfwo/s1600/suzuki2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 195px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zmSEFjjGrrM/TjCpOtL86RI/AAAAAAAABL8/iEtMORUyfwo/s320/suzuki2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634189203953477906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam rangka memperingati hari krida pertanian ke-39, mendukung program pemerintah mengolah-ragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga) khususnya bola voli, kemudian dalam rangka ekspose BBPOPT agar lebih dikenal masyarakat luas terutama masyarakat tani diwilayah Karawang, Subang, Purwakarta, dan Bekasi.  Bahkan secara nasional bahwa institusi milik pusat ini terbuka bagi siapa saja terutama yang memerlukan informasi mengenai hama dan penyakit dan upaya pengendaliannya, begitu disampaikan oleh panitia dalam sambutan pembukaan Open Turnamen Voli pada hari Sabtu, 23 Juli 2011 bertempat di lapangan Voli BBPOPT.  Acara ini terselenggara atas dukungan mitra swasta, menurut pengurus PBVSI Koni Karawang event ini merupakan yang terbesar di tahun 2011 dilihat dari jumlah hadiah yang dibagikan.  Juara 1 (1 unit sepeda motor SUZUKI SPINS), juara 2 (Uang pembinaan senilai 5 juta), juara 3 (uang pembinaan senilai 2,5 juta), dan juara 4 (uang pembinaan senila 1,5 juta), disamping itu juga masing-masing juara diberikan tropy.  Mitra swasta yang mendukung acara ini antara lain:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ZogV2NZ8qUk/TjCpebHoYvI/AAAAAAAABME/cIjTIVQvX68/s1600/Turnamen3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 88px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZogV2NZ8qUk/TjCpebHoYvI/AAAAAAAABME/cIjTIVQvX68/s320/Turnamen3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5634189473981424370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. SUZUKI Motor Jakarta.&lt;br /&gt;2. PT. Empos Tiran (Produsen Rodentisida)&lt;br /&gt;3. PT. Biotis&lt;br /&gt;4. PT. Tritama Wirakarsa (NORDOX)&lt;br /&gt;5. PT. Sari Kresna Kimia (Agro Chemical Industry)&lt;br /&gt;6. PT. Dupont Indonesia&lt;br /&gt;7. PT. Petrokimia Kayaku Gresik&lt;br /&gt;8. PT. Mitra Kreasidharma (MKD Groups)&lt;br /&gt;9. PT. Aman Asri (Puanmur)&lt;br /&gt;10. PT. Arista LifeScience&lt;br /&gt;11. PT. Johny Jaya Makmur (JJM)&lt;br /&gt;12. PT. Bayer CropScience&lt;br /&gt;13. Bank BRI Cikampek&lt;br /&gt;14. PT. Sang Hyang Seri (SHS)&lt;br /&gt;15. Radio ADS&lt;br /&gt;16. Koperasi Mitra Usaha (KMU)&lt;br /&gt;17. Air Mineral AMBIOE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta tim/club yang bertanding sebanyak 16 team yang berlaga selama 2 hari berturut-turut dengan system rally point.  Juara 1 diraih oleh Team BINA REMAJA, Juara 2 Team CIPUTRA, Juara 3 tuan rumah Team BBPOPT, dan Juara 4 diraih Team SIMPATI BARUNA.&lt;br /&gt;Selamat kepada sang juara, juga ucapan terima kasih kepada team yang sudah ikut berpartisipasi pada event ini.  Sampai jumpa pada event berikutnya. (USR)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-2733883995523950767?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/2733883995523950767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/07/open-turnamen-voli-bbpopt-cup2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2733883995523950767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2733883995523950767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/07/open-turnamen-voli-bbpopt-cup2011.html' title='Open Turnamen Voli BBPOPT Cup&apos;2011'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zmSEFjjGrrM/TjCpOtL86RI/AAAAAAAABL8/iEtMORUyfwo/s72-c/suzuki2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5608010350095704717</id><published>2011-06-21T12:37:00.002+07:00</published><updated>2011-06-21T12:51:10.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Arti Sebuah Tanda Kehormatan</title><content type='html'>Jakarta (21/06/2011) Hari Krida Pertanian ke - 39 diperingati di lapangan Kementerian Pertanian, Jl. Harsono RM 3 Ragunan, Jakarta Selatan dengan Inspektur Upacara Wamentan Bayu Krisnamurthi.  Peringatan kali ini agak berbeda dari biasanya, ya biasanya Menteri sendiri sebagai Irup-nya tapi kali ini Pak Wamentan berbagi tugas dengan Menteri Pertanian yang mungkin lagi sibuk di acara Penas XIII di Tenggarong.  Barangkali lebih penting di acara Penas maklum bos besarnya (Presiden) sedang berkunjung kesana.  Sama-sama seremonial tapi bobotnya barangkali lebih maklum di Tenggarong dihadiri 30.000 manusia. Begitulah kira-kira..!&lt;br /&gt;Ada satu kalimat yang perlu digaris bawahi pada saat Wamentan memberikan sambutan, bahwa Acara seperti ini bukan hanya sebagai seremonial belaka tetapi ada semangat untuk memajukan masyarakat pertanian kita, yang harus selalu diapresiasi dan dimotivasi.&lt;br /&gt;Siapakah dia? .....berlanjut makan siang dulu yach...perut dah mau diisi nih.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5608010350095704717?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5608010350095704717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/06/arti-sebuah-tanda-kehormatan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5608010350095704717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5608010350095704717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/06/arti-sebuah-tanda-kehormatan.html' title='Arti Sebuah Tanda Kehormatan'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-3772675887480835898</id><published>2011-06-19T21:47:00.002+07:00</published><updated>2011-06-19T22:01:06.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Blogger Karawang'/><title type='text'>Sekilas tentang Saung Endah</title><content type='html'>&lt;em style="font-style: italic;"&gt;Angin pagi yang berhembus menerpa sekujur tubuh, motor yang digeber kenceng memburu waktu agar on time tiba di lokasi.  Setengah jam perjalanan dari Cikampek menuju Saung Endah tempat berlangsung acara Musyawarah Besar Blogger Karawang tahun 2011.  Sebuah resto yang berdiri di sisi sungai Tarum Timur yang bernuansa alam betul-betul cukup menyejukkan ditengah kota Karawang yang menyengat.&lt;br /&gt;Gemericik  suara air menghiasi suasana saung  Endah, beberapa pemancing mulai menarik joran, seekor ikan mas ukuran besar menggeliat diujung mata kail.  Sementara dipojok lain sepasang kekasih sedang bercengkerama.  Saung Endah bener-bener endah &lt;/em&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tempat yang menawarkan ke teduhan dan kenyaman para pengunjung yang  menikmati makan ala sunda sekaligus memancing di saung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Begitulah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;ilustrasi&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;pemandangan tadi siang yang sempat terekam dalam ingatan, catatan kecil yang sempat menuliskan suasana hati saat itu, sungguh menyenangkan apabila membawa si kecil bermain-main perahu di tengah danau buatan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;itu.  Atau memancing bersama keluarga bahkan membakar langsung hasil tangkapan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ikan.  Wah sungguh menyenangkan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-3772675887480835898?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/3772675887480835898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/06/sekilas-tentang-saung-endah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3772675887480835898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3772675887480835898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/06/sekilas-tentang-saung-endah.html' title='Sekilas tentang Saung Endah'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7959013226581388561</id><published>2011-06-18T21:01:00.003+07:00</published><updated>2011-06-20T19:31:52.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Blogger Karawang'/><title type='text'>Catatan Ringan dari Mubes Blogger Karawang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aUCi0ragLM4/Tf89jJVxEQI/AAAAAAAABLM/_fWNlWC2bmc/s1600/262737_2044964211256_1458920420_32315478_4774967_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-aUCi0ragLM4/Tf89jJVxEQI/AAAAAAAABLM/_fWNlWC2bmc/s320/262737_2044964211256_1458920420_32315478_4774967_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620278533993599234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saung Endah, Karawang (19/06/2011).  Mubes berjalan lancar sesuai rencana, walaupun jam karet masih berlaku alias molor 2 jam, dari rencana jam 9 pagi ternyata dimulai pada pk. 11.00 wib.  Peserta hadir sebanyak 24 blogger (1 diantara adalah bloggerwati) dan beberapa diantaranya pemula (newbie).  Secara aklamasi akhirnya terpilih sdr. Nugraha Bayu Sanjaya sebagai ketua blogger Karawang periode 2011 - 2012.&lt;br /&gt;Pertanggung-jawaban dari ketua sebelumnya (Faizal Muchtar) yang masih menyisakan PR bagi ketua terpilih merupakan tantangan yang harus dihadapi, namun dalam orasinya calon terpilih secara singkat mengatakan akan berusaha menjadi lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.  Modal semangat itulah yang menyebabkan sdr Bayu akhirnya secara mutlak terpilih.  Amanah yang harus dipikul bersama jajaran pengurus yang baru dan seyogyanya mendapat dukungan dari anggota lainnya yang mayoritas memilih Bayu.  Tiada gading yang tak retak begitu pula kepengurusan yang lama, tetapi program kerja yang belum tuntas menjadi PR yang tidak ringan, disinilah dibutuhkan kriteria pemimpin yang Kober, Bener, dan Pinter.  Ketiga kriteria itu harus melekat pada  individu ketua blogger Karawang.  Program-program kerja yang belum selesai harus dituntaskan sesuai jadwal yang ditentukan seperti acara Pasanggiri Mojang Jajaka Karawang (Pemilihan Mojang-Jajaka Karawang tahun 2011) harus berjalan sukses.&lt;br /&gt;Semua akan terasa ringan kalau semua anggota blogger Karawang bersatu padu, sebagai wadah insan kreatif Karawang, seperti yang dituturkan oleh Rohmat Sarman dalam kritikannya bahwa kita harus kreatif dan cerdas mampu membaca kebutuhan zaman.  Semua yang tergabung di Bloggkar ini adalah orang-orang yang kreatif yang mempunyai spesialisasi masing-masing, dari programmer, teknik jaringan, desain web, sampai toko online dan pakar google adsense.&lt;br /&gt;Barangkali kritik itu harus dijawab dengan kerja sungguh-sungguh, nawaitunya ibadah pasti terasa ringan.&lt;br /&gt;Pk.15.00 tidak terasa akhirnya acara berakhir dengan berfoto-ria.  Saung Endah menjadi saksi terpilihnya Nugraha Bayu sanjaya.  Semoga program-programnya kedepan semakin endah.&lt;br /&gt;Semoga.!!!***&lt;br /&gt;Foto: by Bloggkar&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7959013226581388561?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7959013226581388561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/06/catatan-ringan-dari-mubes-blogger.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7959013226581388561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7959013226581388561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/06/catatan-ringan-dari-mubes-blogger.html' title='Catatan Ringan dari Mubes Blogger Karawang'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aUCi0ragLM4/Tf89jJVxEQI/AAAAAAAABLM/_fWNlWC2bmc/s72-c/262737_2044964211256_1458920420_32315478_4774967_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-314639222911076626</id><published>2011-05-10T20:47:00.006+07:00</published><updated>2011-06-18T21:01:05.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SURVEILANS'/><title type='text'>Menjelajahi Bumi Mina Tani....</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surveilance dilakukan pada tangal 10-12 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan tengah bulanan dari LPHP Pati  periode April II 2011 sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas pertanaman padi di Kabupaten Pati mencapai luasan 39.990 hektar, yang tersebar di 21 kecamatan.&lt;br /&gt;OPT utama yang menyerang pertanaman padi terdiri dari Wereng Batang Coklat (WBC) seluas 90 ha terdapat di kecamatan Winong, Tambakromo, Pucakwangi dan Jakenan dengan intensitas serangan ringan.  Penggerek Batang Padi (PBP) seluas 171 ha terdapat di 11 kecamatan serangan terluas di Kecamatan Kayen, Sukolilo, dan Winong dengan intensitas serangan ringan.  Tikus seluas 52 ha menyerang di 5 kecamatan antara lain kecamatan Sukolilo, Tambakromo, Winong, Juwana dan Pati dengan intensitas serangan ringan.  Penyakit Kresek/BLB (Xanthomonas oryzae) seluas 100 ha ditemukan di 4 kecamatan antara lain kecamatan Gabus, Sukolilo, Tambakromo, dan Pati dengan intensitas serangan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasil surveilans di lapangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil surveilans di lapangan khususnya terhadap OPT utama padi yang dilakukan oleh Tim surveilans al:&lt;br /&gt;Varietas padi yang diamati di Kabupaten Pati dominan varietas ciherang dengan kisaran umur tanaman antara 8 hari setelah tanam (hst) sampai dengan 65 hst, jarak tanam system tegel 20x20 cm. Umur tanaman padi dominan 45 hst.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Populasi WBC yang paling tinggi &lt;/span&gt;ditemukan di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kecamatan Pati&lt;/span&gt;, desa Kalidoro dengan rata-rata &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;populasi 6.03 ekor/rumpun&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ditemukan virus kerdil hampa seluas 3.5 Ha&lt;/span&gt; pada varietas pepe.&lt;br /&gt;Padat populasi musuh alami: Ophionea sp, Paederus sp, Miscarspis sp, Spiders (laba-laba) (OPMS) rata-rata berkisar antara 1.00 – 1.27 ekor/rumpun.&lt;br /&gt;Intensitas serangan PBP yang tertinggi ditemukan di  kecamatan Gabus dengan intensitas serangan berkisar antara 0.6 – 3.02 %.&lt;br /&gt;Intensitas penyakit kresek/BLB hanya ditemukan di kecamatan Gabus dengan kisaran serangan antara 0 – 1.84 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Potensi serangan OPT di Kabupaten Pati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pengamatan di lapang keadaan serangan OPT rata-rata masih di bawah ambang pengendalian, namun terdapat penyakit virus kerdil hampa sehingga dikwatirkan daerah tersebut sebagai sumber inokulum penyakit virus kerdil hampa.&lt;br /&gt;Saran rekomendasi :&lt;br /&gt;-    Walaupun populasi WBC masih dibawah ambang tetapi di lokasi ditemukan penyakit virus kerdil hampa sehingga perlu dilakukan pengendalian terhdap vektornya (Wereng coklat) dan dilakukan eradikasi mengingat tanaman masih berumur muda.&lt;br /&gt;-    Apabila terjadi serangan, keringkan petakan sawah 3-4 hari untuk memudahkan teknis pengendalian.&lt;br /&gt;-    Eradikasi myeluruh seluas 3.5 ha mengingat tanaman padi masih muda untuk memutus sumber inokulum.&lt;br /&gt;-    Kendalikan vector (WBC) dengan insektisida yang berbahan aktif bufrofezin, fipronil, amidakloprid, karbofuran, atau teametoksan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ucapan terima kasih kepada: Pimlab LPHP Pati Ir. Sofyan Bakri beserta staf Laboratorium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bpk. Tri Agus Susanto yang mengawal selama surveilance di Kab. Pati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-314639222911076626?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/314639222911076626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/05/menjelajahi-bumi-mina-tani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/314639222911076626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/314639222911076626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/05/menjelajahi-bumi-mina-tani.html' title='Menjelajahi Bumi Mina Tani....'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4625435845702497641</id><published>2011-04-29T02:28:00.003+07:00</published><updated>2011-04-29T02:47:10.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Nyoto Dulu Ah....(Soto Lamongan)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WB1Vb3Siepo/TbnEKAiglUI/AAAAAAAABKI/9MHCA16VQDw/s1600/Resep%2BSoto%2BLamongan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 248px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-WB1Vb3Siepo/TbnEKAiglUI/AAAAAAAABKI/9MHCA16VQDw/s320/Resep%2BSoto%2BLamongan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600723287834400066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti biasa sudah menjadi rutinitas apabila selesai melaksanakan tugas, refreshing adalah hal terpenting setelah penat mendera selama seharian penuh.  Selain istirahat di hotel, memanjakan lidah dengan kuliner lokal adalah wajib.  Kali ini Soto Lamongan pun dicicipi bagaimana rasanya menikmati soto di tempatnya Kota Lamongan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Soto Lamongan makanan khas dari Kota Lamongan (Jawa Timur) seringkali dijumpai di sudut-sudut kota dengan cirinya yang khas, yaitu dengan tenda.    Soto adalah kuliner rakyat  di Indonesia dan setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri, seperti halnya soto Lamongan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang mencirikan soto Lamongan adalah kuahnya yang berwarna kuning. Bahannya dari daging ayam, kaki, dan jeroan ( Ati dan Rempela ).  Bumbunya: Kunir, Jinten , Ketumbar , Laos , Bawang Merah , Bawang Putih ,  Sere, Daun Purut , Kemiri , merica, kecap asin, micin, dan garam,  jangan lupa pula ditambahkan ikan bandeng yang direbus bersama bumbu  tersebut sampai hancur(durinya disingkirkan terlebih dahulu).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk pelengkapnya Suun , Telor, Sladri , Poyah ( Krupuk Udang dan  bawang putih goreng) , lombok (cabe,kemiri,garam). cara menyajikan  dengan nasi putih.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami menikmati kuliner ini di pusat jantung kota Lamongan, wuih..segernya, ternyata tidak jauh beda antara soto lamongan yang ada di Jakarta maupun di tempat asalnya.  Yang sangat beda adalah si penyaji yang manis dan ramah asli gadis Lamongan. Wah..wah...wah...Nikmat..!!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4625435845702497641?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4625435845702497641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/nyoto-dulu-ahsoto-lamongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4625435845702497641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4625435845702497641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/nyoto-dulu-ahsoto-lamongan.html' title='Nyoto Dulu Ah....(Soto Lamongan)'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WB1Vb3Siepo/TbnEKAiglUI/AAAAAAAABKI/9MHCA16VQDw/s72-c/Resep%2BSoto%2BLamongan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6446398477466963447</id><published>2011-04-29T02:21:00.004+07:00</published><updated>2011-04-29T16:17:59.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Serba-serbi  Workshop</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cI0M5rFHakk/TbqCI1QeNMI/AAAAAAAABKg/E_htF-qO7zk/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 365px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cI0M5rFHakk/TbqCI1QeNMI/AAAAAAAABKg/E_htF-qO7zk/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600932174835365058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Acara Workshop Pengendalian Wereng batang Coklat dan penyakit utama padi selain pembahasan RTL juga dimeriahkan dengan acara pameran inovasi teknologi pengendalian OPT.&lt;br /&gt;Bertempat di halaman samping gedung "Graha Bhinneka Karya" (Gd.Korpri) Jl. Kusuma Bangsa, berdiri tenda tempat stand pameran berlangsung.  Pameran diikuti oleh mitra swasta 15 perusaaan pestisida (Formulator), dan 3 instansi pemerintah al, BB-Padi, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), dan BPTPH Prov. Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agenda workshop antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pembuatan RTL sebagai wujud nyata pengendalian Wereng Batang Coklat tahun 2011&lt;br /&gt;- Pameran inovasi teknologi perlindungan tanaman padi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Workshop wereng batang coklat ini bertujuan untuk :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengidentifikasi dan mengevaluasi serangan wereng batang coklat saat ini.&lt;br /&gt;b. Mengevaluasi varietas padi tahan wereng batang coklat dan definisi ketahanan&lt;br /&gt;c. Meningkatkan produksi untuk mencapai target 70,6 juta ton GKG.&lt;br /&gt;d. Mengkoordinasikan semua institusi terkait dalam rangka mencapai target produksi 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tempat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara workshop pengendalian wereng batang coklat dilaksanakan di Graha Bhinneka Karya, Gedung Korpri, Lamongan pada 20 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Peserta:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta workshop pengendalian wereng batang coklat adalah Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian Kabupaten di Jawa Timur (Gresik, Sidoarjo, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Kediri, Tulungagung, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi), BPTPH, BPTP, Badan SDM, LPHP se-Jawa Timur, HKTI, KTNA, Koordinator POPT, Bakorluh, Bapeluh, Swasta, Gabungan kelompok tani, dan kelompok tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agenda Kegiatan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pendaftaran - Panitia&lt;br /&gt;- Laporan pelaksanaan workshop&lt;br /&gt;- Sambutan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;- Arahan sekaligus pembukaan workshop&lt;br /&gt;- Laporan situasi hama dan penyakit padi di Jawa Timur&lt;br /&gt;- Teknik pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL)&lt;br /&gt;- Pembagian grup pembuatan RTL berdasarkan kabupaten&lt;br /&gt;- Ishoma&lt;br /&gt;- Presentasi RTL masing-masing kabupaten (Diskusi)&lt;br /&gt;- Rangkuman hasil diskusi RTL&lt;br /&gt;- Pembacaan rumusan dan penutupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pameran Inovasi Teknologi Perlindungan Tanaman&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- BB-Padi&lt;br /&gt;- BBPOPT&lt;br /&gt;- BPTPH Prov. Jawa Timur&lt;br /&gt;- PT. Bayer Indonesia&lt;br /&gt;- PT. Dupont Indonesia&lt;br /&gt;- PT. Tritama Wirakarsa&lt;br /&gt;- PT. Arysta Life Science&lt;br /&gt;- PT. FMC&lt;br /&gt;- PT. BASF&lt;br /&gt;- PT. Vitafarm&lt;br /&gt;- PT. Petrokimia Kayaku&lt;br /&gt;- PT. Petrosida Gresik&lt;br /&gt;- PT. Centa Brasindo Abadi&lt;br /&gt;- CV. Saprotan Utama&lt;br /&gt;- PT. Mitra Kreasi Dharma&lt;br /&gt;- PT. Biotis&lt;br /&gt;- PT. Agricon&lt;br /&gt;- PT. Tanindo Subur Prima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi serangan wereng batang coklat (WBC) pada tahun 2011 ini menjadi sangat penting walaupun serangannya yang sampai puso belum terlalu luas.  Hal ini disebabkan, pada tahun 2011 atas instruksi Presiden SBY agar produksi nasional mencapai 70,6 ton GKG dan surplus beras 10 juta ton sampai 2015. (USR)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6446398477466963447?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6446398477466963447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/serba-serbi-pameran-workshop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6446398477466963447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6446398477466963447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/serba-serbi-pameran-workshop.html' title='Serba-serbi  Workshop'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cI0M5rFHakk/TbqCI1QeNMI/AAAAAAAABKg/E_htF-qO7zk/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-8513783755111477545</id><published>2011-04-29T01:44:00.004+07:00</published><updated>2011-04-29T16:13:46.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Apa itu RTL...???</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vdNOZvQonqc/TbqBKyNVtII/AAAAAAAABKY/aJXmPO2yNDU/s1600/RTL.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vdNOZvQonqc/TbqBKyNVtII/AAAAAAAABKY/aJXmPO2yNDU/s320/RTL.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600931108865029250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh-oleh dari Lamongan bukan sotonya, tetapi RTL (Rencana Tindak Lanjut) pengendalian hama wereng batang coklat (WBC) dan hama penyakit utama padi, sebagai wujud nyata pengendalian WBC tahun 2011.  Dengan mengambil Tema "Normalisasi Produksi Padi Pasca Ledakan Wereng Batang Coklat"&lt;br /&gt;RTL itu sendiri bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi serangan wereng batang coklat saat ini (MK. 2011).  Mengevaluasi varietas padi tahan wereng batang coklat dan definisi ketahanan.  Meningkatkan produksi untuk mencapai target 70,6 juta ton gabah kering giling (GKG), serta mengkoordinasikan semua institusi terkait dalam rangka mencapai target produksi tahun 2011.&lt;br /&gt;Namun demikikian untuk mencapai target pada MK. 2011 dalam perjalanannya mengalami hambatan dengan adanya OPT, terutama wereng batang coklat yang telah merusak tanaman padi seluas 105.000 ha pada tahun 2010.  WBC saat ini merupakan hama global, bukan saja menjadi hama pada pertanaman padi di Indonesia, tetapi juga telah banyak menyerang pertanaman padi di hina, Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Malaysia, Filipina, Jepang, bahkan Korea.&lt;br /&gt;Nah,...RTL merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan OPT secara terkoordinasi antar institusi Pusat maupun Daerah dalam rangka mencapai target produksi di tahun 2011.&lt;br /&gt;Semoga..!!!(USR)***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-8513783755111477545?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/8513783755111477545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/apa-itu-rtl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8513783755111477545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8513783755111477545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/apa-itu-rtl.html' title='Apa itu RTL...???'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vdNOZvQonqc/TbqBKyNVtII/AAAAAAAABKY/aJXmPO2yNDU/s72-c/RTL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6017422014197266062</id><published>2011-04-29T01:30:00.005+07:00</published><updated>2011-04-29T16:10:46.368+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>SPOT STOP...!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-w3yrB9JVNl4/TbqAUUFCODI/AAAAAAAABKQ/y9ZNyeZE83s/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-w3yrB9JVNl4/TbqAUUFCODI/AAAAAAAABKQ/y9ZNyeZE83s/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600930173064198194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Arahan Dirjen Tanaman Pangan pada saat pembukaan Workshop Wereng Batang Coklat dan Penyakit utama padi di Lamongan (20/4) yang baru lalu.  Workshop menghasilkan kertas kerja yang merupakan dasar kita untuk mengimplementasikan secara nyata di tingkat lapang.  Langkah nyata dalam pengendalian wereng batang coklat melalui RTL di Jawa Timur ini merupakan rangkaian dari workshop-workshop yang telah ada sebelumnya, dimulai dari Jawa Tengah (Tegalgondo), Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.  Setelah itu tidak ada lagi workshop serupa artinya permasalahan eksplosif hama wereng sudah bisa diatasi.  Tidak ada lagi laporan adanya spot-spot hopperburn akibat serangan wereng batang coklat terhadap tanaman padi.&lt;br /&gt;SPOT STOP...!!!&lt;br /&gt;Mampukah kita?  Pertanyaan besar yang menyeruak diantara benak para hadirin yang memenuhi aula gedung Korpri Jl. Kusuma Bangsa Lamongan.  Kunci sukses pengendalian adalah terkoordinasi antara pusat dan daerah dalam mengambil kebijakan yang cepat.  Aparat yang sinergis, tanggap terhadap segala permasalahan OPT yang berkembang.&lt;br /&gt;Petani bersama pemerintah harus mempunyai semangat yang sama dalam  menghentikan penyebaran wereng coklat. Dirjen Tanaman Pangan,Udhoro  Kasih Anggoro, dalam Workshop Pembuatan Rencana Tindak Lanjut  Pengendalian Wereng Coklat dan Hama Penyakit  Utama Padi di Lamongan,  Jawa Timur, Rabu (20/4/2011), memaparkan empat strategi yang diterapkan  untuk mempertahankan ketahanan pangan.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Udoro menjelaskan strategi pertama, yaitu perluasan areal tanam untuk  meningkatkan produktivitas dari 5,1 ton menjadi 5,3 ton per hektar.  Strategi  kedua, pengamanan produksi dengan cara menurunkan serangan  organisme pengganggu tanaman (OPT) dan menurunkan kehilangan hasil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Strategi   ketiga, penguatan kelembagaan petani dan pembiayaan untuk petani.  Sementara strategi keempat,  penguatan produktivitas melalui varietas  yang sesuai kondisi lahan di wilayah setempat sehingga terjadi  peningkatan sebesar 0,3 kuintal per hektar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia berharap dengan  strategi tersebut, maka upaya surplus sebesar 70,6 ton gabah kering  giling (GKG) menjadi kenyataan.   "Upaya ini sebagai penerjemahan  instruksi presiden yang isinya gerakan lawan hama dengan langkah nyata  sebaik-baiknya," ujar Udhoro.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Made Jana Mejaya menyampaikan, &lt;em&gt;workshop &lt;/em&gt;sebelumnya  dilaksanakan di Tegalgondo, Solo, Jawa Tengah,  pada 31 Maret 2011,  yang dihadiri perwakilan dari tujuh kabupaten/kota eks karesidenan  Surakarta dan yang kedua di Sukamandi pada 12 April 2011 dihadiri  perwakilan 10 kabupaten di Jawa Barat dan Banten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Workshop&lt;/em&gt;  di Lamongan dihadiri perwakilan 15 kabupaten di Jawa Timur yang  mengalami serangan hama wereng, yakni Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso,  Gresik, Jember, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Ngawi, Ponorogo,  Sidoarjo, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung. Kegiatan itu dilaksanakan  dalam rangka normalisasi produksi padi pascaledakan wereng coklat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lamongan  merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya cukup parah diserang  wereng coklat. Respons atas rencana tindak lanjut ditunjukkan oleh  Gubernur Jawa Tengah dengan menyuplai 40 ton bibit kepada petani. Dengan  adanya RTL, mampu bermanfaat bagi petani dan  mampu mengamankan  produksi beras nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa  Timur Wibowo Eko Putro berharap bisa melaksanakan Inpres Nomor 5 Tahun  2011 tentang Bantuan Penanggulangan Padi Puso. Dia menyebutkan, pada  2010 sekitar 21.000 hektar padi di Jawa Timur mengalami puso. Penyebab  kegagalan panen tersebut adalah wereng, banjir, dan kekeringan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wibowo menyatakan, peran Jawa Timur dalam pengadaan beras nasional sebesar 17 persen. Petani Jatim perlu &lt;em&gt;&lt;em&gt;survive&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;  dalam melawan OPT.   "Bukan penggantiannya yang diharapkan, melainkan  bagaimana melindungi petani dalam mempertahankan produksi pertanian,"    kata Wibowo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wakil Bupati Lamongan Amar Saifudin menyatakan,  Pemkab Lamongan siap bersinergi dalam pelaksanaan RTL. Pemkab Lamongan  berusaha memperbaiki infrastruktur pertanian berupa pembangunan jalan,  perbaikan irigasi, serta perbaikan sarana pertanian lainnya.&lt;/p&gt;Pakar Wereng Batang Coklat dari BB-Padi, Profesor Baehaki Suherlan Effendi, mengatakan bahwa RTL  adalah kegiatan yang berkelanjutan yang dilakukan secara terus-menerus.  Diperlukan kebersamaan dalam menanam padi, terutama dalam tanam serentak  atau berjemaah.      &lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6017422014197266062?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6017422014197266062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/spot-stop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6017422014197266062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6017422014197266062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/04/spot-stop.html' title='SPOT STOP...!!!'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-w3yrB9JVNl4/TbqAUUFCODI/AAAAAAAABKQ/y9ZNyeZE83s/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6343483910556751083</id><published>2011-03-16T15:48:00.008+07:00</published><updated>2011-03-21T14:09:30.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengendalian OPT'/><title type='text'>Pengamatan dan Pengendalian Busuk pelepah</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Oleh: Baskoro Sugeng Wibowo - Pemerhati masalah Penyakit Tanaman Pangan BBPOPT Jatisari.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-0cFllpdO7ts/TYb5kOcQAuI/AAAAAAAABJo/_NXXD0AGLbE/s1600/sarocladium1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 247px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-0cFllpdO7ts/TYb5kOcQAuI/AAAAAAAABJo/_NXXD0AGLbE/s320/sarocladium1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586426788546872034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Busuk pelepah merupakan penyakit padi yang disebabkan oleh jamur pathogen &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Sarocladium oryzae&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt; (Sawada) dengan sinonim &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Acrocilindrium oryzae&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt; (Sawada).Busuk pelepah (Sheath Rot) merupakan penyakit padi pada saat ini masih rendah, sehingga masih dkelompokan dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;minor disease.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Penyakit busuk pelepah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebenarnya bukan merupakan penyakit yang baru, bahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah dikenal lebih dari 23 tahun yang lalu, pada tahun 1987 Tim Penyakit padi Sentra Peramalan Hama (sekarang BBPOPT) bersama dengan expert dari Jepang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Shizuo Mogi &lt;/span&gt;(ATA-162) telah mendeteksi keberadaan penyakit busuk pelepah tersebut. Pada lima tahun terakhir, setelah terjadi perubahan agroekosistem antara lain dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;introduksi beberapa varietas varietas baru dan juga adanya Dampak perubahan Iklim,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyebaran semakin meluas dan tingkat keparahan penyakit busuk pelepah semakin meningkat. Infeksi busuk pelepah dapat terjadi pada padi hibrida maupun non-hibrida. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Sehingga diperkirakan dalam kurun waktu 3-5 tahun ke depan potensi penyakit busuk pelepah akan menjadi salah satu penyakit yang mematikan dan mengakibatkan kerugian berarti. Peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit busuk pelepah harus dimulai dari sekarang, dengan mengenali tanda, gejala dan epidemiologi penyakit ini. Secara visual gejala penyakit akan lambat oleh karena infeksi terjadi pada stadia generatif ( pada bagian pelepah yang membungkus malai) disamping itu kondisi di lapang seringkali terjadi serangan komplek serangan OPT, khususnya dengan gejala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beluk. serangan beluk. Seiring dengan semakin pesatnya perubahan agroekosistem di sekitar kita, kelihatannya berpengaruh pula terhadap penyakit penyakit potensial. Peningkatan virulensi yang mengakibatkan meningkatnya keparahan, dan meluasnya sebaran penyakit busuk pelepah ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Disebut dengan busuk pelepah karena penyakit ini secara visual dapat dikenali dengan infeksi pada bagian pelepah daun paling atas. Gejala awal bercak berbentuk bulat atau oval, berukuran 0,5 – 1,5 Cm, warna abu abu di tengahnya dan&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;coklat abu abu dipinggirnya. Bercak dapat melebar menutupi seluruh pelepah daun. Infeksi yang berat mengakibatkan malai tidak muncul sama sekali , sebagian muncul  dan muncul semua tapi hampa . &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Infeksi penyakit busuk pelepah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengakibatkan bulir hampa dan berpotensi gagal panen apabila infeksi dalam skala luas.Penyakit busuk pelepah dan gejala hama beluk seringkali ditemukan di sawah, sehingga bagi orang awam sulit membedakan diantara keduanya. Bulir bulir hampa yang ditemukan di lapangan akan susah dibedakan, seperti dinyatakan oleh petani dari Tangerang ,Banten pak Yusuf dan Mansyur yang menyebutnya sawah terserang &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;hama uban&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;., pada kenyataannya hampa pada bulir padi yang disebabkan oleh busuk pelepah dan beluk.Mengenali gejala serangan OPT dengan tepat sangat penting dilakukan, karena akan menentukan tindakan pengendalian. &lt;/span&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:nudefaultunits priv="1004"&gt;1&lt;/b:NuDefaultUnits&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7560000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10692000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:dxldefaulttab priv="1504"&gt;359410&lt;/b:DxlDefaultTab&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;1&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;2&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;16750899&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;6737151&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;16772054&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;13382502&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;26265&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;39&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Prairie&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22858575&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22852950&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110183775&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110178150&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#39f [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0pt; text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Gejala&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Gejala awal bercak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bulat atau oval pada pelepah yang berukuran 0.5 Cm—1,5 Cm, warna abu abu di bagian tengah dan coklat abu dipinggirnya. Bercak dapat melebar menutupi seluruh permukaan pelepah daun, mengakibatkan malai tidak muncul tau muncul sebagian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 170%;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="en-US" &gt;Infeksi busuk pelepah dapat terjadi dalam satu rumpun, yang mengakibatkan tanaman kerdil dan sebagian besar bulir hampa. &lt;/span&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} b\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:publication type="OplPub" oty="68" oh="256"&gt;   &lt;b:ohprintblock priv="30E"&gt;281&lt;/b:OhPrintBlock&gt;   &lt;b:nudefaultunits priv="1004"&gt;1&lt;/b:NuDefaultUnits&gt;   &lt;b:dptlpagedimensions type="OplPt" priv="1211"&gt;    &lt;b:xl priv="104"&gt;7560000&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl priv="204"&gt;10692000&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:DptlPageDimensions&gt;   &lt;b:dxldefaulttab priv="1504"&gt;359410&lt;/b:DxlDefaultTab&gt;   &lt;b:ohgallery priv="180E"&gt;259&lt;/b:OhGallery&gt;   &lt;b:ohfancyborders priv="190E"&gt;261&lt;/b:OhFancyBorders&gt;   &lt;b:ohcaptions priv="1A0E"&gt;257&lt;/b:OhCaptions&gt;   &lt;b:ohquilldoc priv="200E"&gt;276&lt;/b:OhQuillDoc&gt;   &lt;b:ohmailmergedata priv="210E"&gt;262&lt;/b:OhMailMergeData&gt;   &lt;b:ohcolorscheme priv="220E"&gt;279&lt;/b:OhColorScheme&gt;   &lt;b:dwnextuniqueoid priv="2304"&gt;1&lt;/b:DwNextUniqueOid&gt;   &lt;b:identguid priv="2A07"&gt;0``````````````````````&lt;/b:IdentGUID&gt;   &lt;b:dpgspecial priv="2C03"&gt;5&lt;/b:DpgSpecial&gt;   &lt;b:ctimesedited priv="3C04"&gt;1&lt;/b:CTimesEdited&gt;   &lt;b:nudefaultunitsex priv="4104"&gt;1&lt;/b:NuDefaultUnitsEx&gt;   &lt;b:ohimpositionengine priv="440E"&gt;285&lt;/b:OhImpositionEngine&gt;  &lt;/b:Publication&gt;  &lt;b:printerinfo type="OplPrb" oty="75" oh="281"&gt;   &lt;b:ohcolorsepblock priv="30E"&gt;282&lt;/b:OhColorSepBlock&gt;   &lt;b:opmoutsideprintmode priv="B04"&gt;1&lt;/b:OpmOutsidePrintMode&gt;   &lt;b:finitcomplete priv="1400"&gt;False&lt;/b:FInitComplete&gt;   &lt;b:dpix priv="2203"&gt;0&lt;/b:DpiX&gt;   &lt;b:dpiy priv="2303"&gt;0&lt;/b:DpiY&gt;   &lt;b:dxloverlap priv="2404"&gt;0&lt;/b:DxlOverlap&gt;   &lt;b:dyloverlap priv="2504"&gt;0&lt;/b:DylOverlap&gt;  &lt;/b:PrinterInfo&gt;  &lt;b:colorseperationinfo type="OplCsb" oty="79" oh="282"&gt;   &lt;b:plates type="OplCsp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplcsp type="OplCsp" priv="11"&gt;     &lt;b:ecpplate type="OplEcp" priv="213"&gt;      &lt;b:color priv="104"&gt;-1&lt;/b:Color&gt;     &lt;/b:EcpPlate&gt;    &lt;/b:OplCsp&gt;   &lt;/b:Plates&gt;   &lt;b:dzloverprintmost priv="304"&gt;304800&lt;/b:DzlOverprintMost&gt;   &lt;b:cproverprintmin priv="404"&gt;243&lt;/b:CprOverprintMin&gt;   &lt;b:fkeepawaytrap priv="700"&gt;True&lt;/b:FKeepawayTrap&gt;   &lt;b:cprtrapmin1 priv="904"&gt;128&lt;/b:CprTrapMin1&gt;   &lt;b:cprtrapmin2 priv="A04"&gt;77&lt;/b:CprTrapMin2&gt;   &lt;b:cprkeepawaymin priv="B04"&gt;255&lt;/b:CprKeepawayMin&gt;   &lt;b:dzltrap priv="C04"&gt;3175&lt;/b:DzlTrap&gt;   &lt;b:dzlindtrap priv="D04"&gt;3175&lt;/b:DzlIndTrap&gt;   &lt;b:pctcenterline priv="E04"&gt;70&lt;/b:PctCenterline&gt;   &lt;b:fmarksregistration priv="F00"&gt;True&lt;/b:FMarksRegistration&gt;   &lt;b:fmarksjob priv="1000"&gt;True&lt;/b:FMarksJob&gt;   &lt;b:fmarksdensity priv="1100"&gt;True&lt;/b:FMarksDensity&gt;   &lt;b:fmarkscolor priv="1200"&gt;True&lt;/b:FMarksColor&gt;   &lt;b:flinescreendefault priv="1300"&gt;True&lt;/b:FLineScreenDefault&gt;  &lt;/b:ColorSeperationInfo&gt;  &lt;b:textdocproperties type="OplDocq" oty="91" oh="276"&gt;   &lt;b:ohplcqsb priv="20E"&gt;278&lt;/b:OhPlcqsb&gt;   &lt;b:ecpsplitmenu type="OplEcp" priv="A13"&gt;    &lt;b:color&gt;134217728&lt;/b:Color&gt;   &lt;/b:EcpSplitMenu&gt;  &lt;/b:TextDocProperties&gt;  &lt;b:storyblock type="OplPlcQsb" oty="101" oh="278"&gt;   &lt;b:iqsbmax priv="104"&gt;1&lt;/b:IqsbMax&gt;   &lt;b:rgqsb type="OplQsb" priv="214"&gt;    &lt;b:oplqsb type="OplQsb" priv="11"&gt;     &lt;b:qsid priv="104"&gt;4&lt;/b:Qsid&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase priv="80B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase&gt;     &lt;b:tomfcopyfitbase2 priv="90B"&gt;-9999996.000000&lt;/b:TomfCopyfitBase2&gt;    &lt;/b:OplQsb&gt;   &lt;/b:Rgqsb&gt;  &lt;/b:StoryBlock&gt;  &lt;b:colorscheme type="OplSccm" oty="92" oh="279"&gt;   &lt;b:cecp priv="104"&gt;8&lt;/b:Cecp&gt;   &lt;b:rgecp type="OplEcp" priv="214"&gt;    &lt;b:oplecp priv="F"&gt;Empty&lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="111"&gt;     &lt;b:color&gt;16750899&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="211"&gt;     &lt;b:color&gt;6737151&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="311"&gt;     &lt;b:color&gt;16772054&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="411"&gt;     &lt;b:color&gt;13421772&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="511"&gt;     &lt;b:color&gt;13382502&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="611"&gt;     &lt;b:color&gt;26265&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;    &lt;b:oplecp type="OplEcp" priv="711"&gt;     &lt;b:color&gt;16777215&lt;/b:Color&gt;    &lt;/b:OplEcp&gt;   &lt;/b:Rgecp&gt;   &lt;b:ischeme priv="304"&gt;39&lt;/b:IScheme&gt;   &lt;b:szschemename priv="618"&gt;Prairie&lt;/b:SzSchemeName&gt;  &lt;/b:ColorScheme&gt;  &lt;![if pub11]&gt;  &lt;![endif]&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if pub]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;b:page type="OplPd" oty="67" oh="265"&gt;   &lt;b:ptlvorigin type="OplPt" priv="511"&gt;    &lt;b:xl&gt;22858575&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;22852950&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOrigin&gt;   &lt;b:oid priv="605"&gt;(`@`````````&lt;/b:Oid&gt;   &lt;b:ohoplwebpageprops priv="90E"&gt;266&lt;/b:OhoplWebPageProps&gt;   &lt;b:ohpdmaster priv="D0D"&gt;263&lt;/b:OhpdMaster&gt;   &lt;b:pgttype priv="1004"&gt;5&lt;/b:PgtType&gt;   &lt;b:ptlvoriginex type="OplPt" priv="1111"&gt;    &lt;b:xl&gt;110183775&lt;/b:Xl&gt;    &lt;b:yl&gt;110178150&lt;/b:Yl&gt;   &lt;/b:PtlvOriginEx&gt;  &lt;/b:Page&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="3075" fill="f" fillcolor="white [7]" strokecolor="black [0]"&gt;   &lt;v:fill color="white [7]" color2="white [7]" on="f"&gt;   &lt;v:stroke color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:left ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:top ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:right ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:bottom ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;    &lt;o:column ext="view" color="black [0]" color2="white [7]"&gt;   &lt;/v:stroke&gt;   &lt;v:shadow color="#ccc [4]"&gt;   &lt;v:textbox inset="2.88pt,2.88pt,2.88pt,2.88pt"&gt;   &lt;o:colormenu ext="edit" fillcolor="#39f [1]" strokecolor="black [0]" shadowcolor="#ccc [4]"&gt;  &lt;/o:shapedefaults&gt;&lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Siklus Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Sampai saat ini informasi mengenai siklus penyakit busuk pelepah di Indonesia masih sangat terbatas. Meskipun penyakit ini telah banyak diteliti di India di daerah yang mempunyai iklim mirip Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Sakthivel (2001) menguraikan siklus hidup penyakit busuk pelepah yang disebabkan oleh jamur patogen &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;S. Oryzae &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Jamur patogen bertahan dan terbawa oleh benih yang terinfeksi, sisa pertanaman, tanah, singgang dan gulma. Pada benih dapat bertahan sampai dengan 4 bulan, pada pelepah daun yang disimpan disuhu kamar bertahan 7 bulan dan pada pelepah pada pertanaman dilapang bertahan 10 bulan. Beberapa gulma yang dapat berperan sebagai inang alternatif adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Eleusine indica, Monochoria vaginalis, Cyperus teneriffae &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;dan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;C. Iria. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Tanaman bambu juga dilaporkan dapat terinfeksi oleh penyakit ini. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;S. oryzae&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;menginfeksi melalui stomata atau luka. Infeksi oleh &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;S. Oryzae &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;akan mudah terjadi setelah tanaman lemah oleh serangan penggerek batang padi, kutu, atau infeksi penyakit virus tanaman yang lain. Kondisi lingkungan yang ideal untuk perkembangan penyakit ini adalah suhu 20—30&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;&lt;sup&gt;o &lt;/sup&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;C dan kelembaban 65—85%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Di Indonesia infeksi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;S. oryzae &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;telah tersebar di beberapa tempat antara lain. Maros (Sulawesi Selatan) dan Purwakarta ( Jawa Barat) tanpa diikuti dengan serangan OPT lain, Tanggerang (Jawa Barat) di lokasi yang terserang berat Penggerek batang padi, Subang dan Bekasi setelah terserang berat oleh Wereng Coklat, Purwakarta (Jawa Barat), Manggarai(NTT), Siak ( Riau) komplek serangan dengan infeksi penyakit &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Cercospora&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt; sp.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 16.5pt; text-indent: -16.5pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="en-US"  style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 94%; font-weight: bold;font-family:&amp;quot;;font-size:130%;"  lang="fi" &gt;Upaya Waspada Sejak Dini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="line-height: 94%; font-style: italic; font-weight: bold;font-size:130%;" lang="fi" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Secara teknis upaya pengendalian masih sangat terbatas oleh karena sangat terbatasnya informasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit busuk pelepah ini. Meskipun demikian mewaspadai penyakit ini lebih dini merupakan tindakan bijaksana yang dapat dilakukan , sambil menunggu informasi pengendalian yang paling tepat . Antara lain dapat dilakukan dengan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 16.5pt; text-indent: -16.5pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-size:130%;color:black;"  &gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="width: 10pt;font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Meningkatkan kemampuan pengamatan dalam mengenal tanda dan gejala penyakit busuk pelepah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 16.5pt; text-indent: -16.5pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-size:130%;color:black;"  &gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="width: 10pt;font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Mengkaji epidemiologi dan potensi merugikan penyakit busuk pelepah yang ada di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 16.5pt; text-indent: -16.5pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="direction: ltr; unicode-bidi: embed;font-size:130%;color:black;"  &gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="width: 10pt;font-size:130%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Melakukan budidaya tanaman sehat yang disesuaikan untuk menekan penyakit ini antara lain&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 33.75pt; text-indent: -17.25pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Sanitasi gulma yang telah dikenal sebagai inang alternatif,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 33.75pt; text-indent: -17.25pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Seleksi benih, khususnya yang berasal dari daerah endemis penyakit busuk pelepah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 33.75pt; text-indent: -17.25pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Aplikasi pupuk secara berimbang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 33.75pt; text-indent: -17.25pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Menjaga jarak tanam agar tidak terjadi gesekan antar tanaman yang mengakibatkan luka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 33.75pt; text-indent: -17.25pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-size:130%;" lang="fi" &gt;Mengendalikan OPT lain yang dapat mempermudah terjadinya infeksi penyakit busukpelepah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 33.75pt; text-indent: -17.25pt; margin-bottom: 0pt; line-height: 94%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 94%;font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  lang="fi" &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Sumber : Baskoro Sugeng Wibowo BBPOPT Jatisari - Karawang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="" lang="en-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6343483910556751083?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6343483910556751083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/03/pengamatan-dan-pengendalian-busuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6343483910556751083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6343483910556751083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/03/pengamatan-dan-pengendalian-busuk.html' title='Pengamatan dan Pengendalian Busuk pelepah'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-0cFllpdO7ts/TYb5kOcQAuI/AAAAAAAABJo/_NXXD0AGLbE/s72-c/sarocladium1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6089775840833174007</id><published>2011-03-16T11:01:00.002+07:00</published><updated>2011-03-21T14:22:04.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Berita Pertanian'/><title type='text'>Jamur Busuk Pangkal Batang Menyerang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Y0UmacpHPq4/TYb8JbCAJFI/AAAAAAAABKA/biK2OrhMkvY/s1600/004.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Y0UmacpHPq4/TYb8JbCAJFI/AAAAAAAABKA/biK2OrhMkvY/s320/004.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586429626604856402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;BANYUASIN, KOMPAS - Hasil  panen padi sejumlah petani Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, turun  sekitar 50 persen. Tanaman padi mereka terserang jamur busuk pangkal  batang, petani setempat menyebut sebagai jamur potong leher, yang  menyebabkan bulir padi kosong.&lt;p&gt;Serangan penyakit tersebut paling tidak  terpantau di Kecamatan Tanjung Lago dan Kota Terpadu Mandiri Telang,  Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Dari tiga hektar sawah  saya, satu hektar dipastikan terserang jamur potong leher,” kata Kadek  Suoarti (30), petani dari Desa Mulyasari, Kecamatan Tanjung Lago, Senin  (14/3).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agus Miyarto (35), petani di Dusun Empat, Kota Terpadu  Mandiri Telang, rugi hampir 2,9 ton atau sekitar 56 persen dari hasil  panen biasanya. Akibat serangan hama jamur potong leher tersebut, panen  padi dari empat hektar sawahnya turun menjadi 35 karung atau sekitar 2,3  ton beras.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Padahal, biasanya empat hektar sawah tersebut menghasilkan setidaknya 80 karung atau sekitar 5,2 ton beras,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Agus, jamur tersebut menyerang saat padi berusia sekitar 2,5 bulan atau  saat mulai mengeluarkan malai berbulir. Selanjutnya, batang malai padi  yang terserang akan membusuk dan bulir padi kosong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penularan  jamur tersebut berlangsung cepat. Dalam sepekan, jamur busuk pangkal  batang mampu menjangkiti satu petak sawah dan terus menular ke  petak-petak lainnya. Jamur ini menyerang berbagai jenis padi, mulai dari  IR-42, Ciherang, maupun Srikaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Papua dilaporkan, panen  padi petani di Merauke terancam tidak diserab Bulog karena mutu beras di  bawah standar mutu yang ditetapkan pemerintah. Beras banyak memiliki  patahan di atas standar mutu pemerintah, yaitu 20 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kami  minta jaminan pemerintah daerah dengan surat tertulis. Kami bisa  melonggarkan standar kualitas, tetapi pemda mau menjamin penyaluran  beras hasil pembelian itu kepada PNS. Kami tidak mau ambil risiko,” ujar  Kepala Bulog Sub-Divisi Regional Merauke, Arif Mandu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arif mengatakan, dari target pembelian beras petani sebesar 10.000 ton pada musim panen rendengan, Bulog baru membeli 1.000 ton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari  Jawa Timur dilaporkan, pengusaha penggilingan padi di Jember kesulitan  menjual beras ke Bulog, karena harga gabah hingga musim panen raya  berakhir diperkiraan masih akan bertahan di atas harga pembelian  pemerintah (HPP). Saat ini HPP gabah kering panen Rp 2.640 per kg dan  beras Rp 5.060 per kg.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Candra Irawan, pengusaha penggilingan padi  di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, mengatakan, harga pembelian  gabah dari pedagang perantara sekitar Rp 2.700-Rp 2.750 per-kg. Ia  menjual beras ke pedagang besar sekitar Rp 5.400 per-kg.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meskipun  harga gabah di atas HPP, yaitu sekitar Rp 2.800 per kg, petani di  Mojokerto menilai harga itu masih rendah. Petani berharap harga gabah Rp  3.500 per kg. (IRE/RWN/SIR/UTI/TIF)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: Kompas, 15 Maret 2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6089775840833174007?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6089775840833174007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/03/jamur-busuk-pangkal-batang-menyerang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6089775840833174007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6089775840833174007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/03/jamur-busuk-pangkal-batang-menyerang.html' title='Jamur Busuk Pangkal Batang Menyerang'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Y0UmacpHPq4/TYb8JbCAJFI/AAAAAAAABKA/biK2OrhMkvY/s72-c/004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-832406053396301965</id><published>2011-03-14T20:39:00.004+07:00</published><updated>2011-03-21T14:17:22.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SURVEILANS'/><title type='text'>Serangan OPT dibawah 10%, mampukah kita..???</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fT92jBbAGeM/TYb7Ip1qylI/AAAAAAAABJw/RB5B39x6ZBQ/s1600/majalengka.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fT92jBbAGeM/TYb7Ip1qylI/AAAAAAAABJw/RB5B39x6ZBQ/s320/majalengka.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586428513888160338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana kita menyikapi judul tersebut diatas??? Beragam tanggapan pun muncul dari beberapa kalangan terutama para petugas lapangan seperti POPT (Pengendali Organisme pengganggu Tumbuhan).  Ada yang pesimis dan ada pula yang optimis, mari kita dengarkan suara yang pesimis seperti apa sih argumentasi mereka.  Berikut hasil rekam jejak suara-suara mereka yang sempat ditanyakan pada saat acara pencanangan panen padi 10 ton per hektar pada luas area 10.000 hektar di desa Tunggak jati, Karawang Barat (kamis 10/3).&lt;br /&gt;"Melihat kondisi iklim sekarang ini rasanya sulit menekan serangan OPT dibawah 10%". celetuk seorang petugas manakala Pak Dirjen menyampaikan bahwa keberhasilan kinerja kita diukur dari keberhasilan kita dalam menekan serangan OPT dibawah 10%.&lt;br /&gt;Ucapan Pak Dirjen tersebut merupakan cambuk bagi para petugas lapang baik itu Mantri Tani, PPL, dan POPT-PHP agar mereka terpacu dan bekerja saling sinergis dan dinas terkait harus cepat dalam mengelola permasalahan OPT.  Cepat bertindak dan terukur sehingga mampu mengelola masalah OPT (hama-penyakit) tanaman padi.  OPT sendiri bersifat dinamis dan  cepat berkembang biak sehingga dibutuhkan kecepatan bertindak, birokrasi yang bertele-tele apalagi dalam hal rekomendasi maka niscaya akan kecolongan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5jyPr_HYT7M/TYb7ZhUyJMI/AAAAAAAABJ4/-_aL2GWgHFk/s1600/garawangi1.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5jyPr_HYT7M/TYb7ZhUyJMI/AAAAAAAABJ4/-_aL2GWgHFk/s320/garawangi1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586428803660522690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa daerah yang cepat bertindak maka tidak terjadi eksplosif/ledakan hama terutama wereng coklat yang perlu ditangani dengan segera.  Tetapi daerah yang kurang tanggap pada laporan POPT yang memberikan rekomendasi maka akan dapat diketahui setelah terjadi ledakan serangan wereng coklat berupa hopper burn.  Kurang tanggapnya terhadap early warning system membuat beberapa daerah pada musim tanam tahun kemarin mengalami puso.&lt;br /&gt;Maka untuk menjawab tantangan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang disampaikan oleh Pak Dirjen maka semua jajaran dinas pertanian baik struktural maupun fungsional harus bekerja saling bahu-membahu dan sinergis dengan petugas lapang (Mantri Tani, PPL, dan POPT) mengawal petani.&lt;br /&gt;Untuk kelompok yang optimis menganggap himbauan tersebut merupakan tantangan yang harus diwujudkan bahwa menekan serangan dibawah 10% target yang harus direalisasikan bukan untuk dijadikan polemik.  Syaratnya adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, saling kerjasama, tanggalkan ego sektoral yang berlebihan, mari sejahterakan petani, jangan melihat warna baju atau bendera dari mana kita berasal.  Obyek kita adalah satu PETANI INDONESIA.  Amankan produksi mereka.  Satu kata kunci SINERGIS di lapangan untuk kemakmuran petani agar terhindar dari serangan OPT.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-832406053396301965?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/832406053396301965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/03/serangan-opt-dibawah-10-mampukah-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/832406053396301965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/832406053396301965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/03/serangan-opt-dibawah-10-mampukah-kita.html' title='Serangan OPT dibawah 10%, mampukah kita..???'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fT92jBbAGeM/TYb7Ip1qylI/AAAAAAAABJw/RB5B39x6ZBQ/s72-c/majalengka.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4704566814333104253</id><published>2011-02-10T15:24:00.001+07:00</published><updated>2011-02-10T15:46:55.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agens Hayati'/><title type='text'>KOMPOS PLUS</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVOl4DryRkI/AAAAAAAABJE/Bv93Tz277oI/s1600/Produk%2BAH.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVOl4DryRkI/AAAAAAAABJE/Bv93Tz277oI/s320/Produk%2BAH.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571979546467649090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBUATAN KOMPOS + (Trichoderma sp)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan pupuk sebagai sumber unsur hara bagi tanaman adalah merupakan hal yang mutlak, agar tanaman menjadi sehat, tahan terhadap serangan OPT dan dengan demikian diharapkan mampu mencapai produksi yang optimal.  Namun mengandalkan pupuk an organik untuk memperbaiki kesuburan tanah, selain mengganggu keseimbangan agroekosistem, juga akan menyulitkan petani bila persediaannya terbatas dan harganya relatif mahal.&lt;br /&gt;Alternatif yang memberikan harapan bagi petani dalam mengatasi hal diatas adalah dengan memanfaatkan jerami padi sebagai kompos (pupuk organik).  Dengan menggunakan agens hayati Trichoderma proses pengomposan dapat dipercepat, sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani sesuai kebutuhannya dan dapat dilakukan dengan biaya yang lebih hemat dan mudah dilaksanakan.&lt;br /&gt;Agens Hayati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agens antagonis pathogen tumbuh yang telah banyak dikembangkan saat ini adalah Trichoderma.  Cendawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt; efektif pada tanah masam, cendawan ini sangat menyukai bahan yang banyak mengandung selulosa.  Trichoderma bersifat antagonis terhadap beberapa pathogen tular tanah, seperti fusarium.&lt;br /&gt;Teknik Pembuatan Kompos Jerami&lt;br /&gt;Bahan yang dibutuhkan adalah: 1) jerama 1m3, 2) Pupuk Urea 300 gram, 3) Pupuk TSP 150 gram, 4) Kapur 500 gram, 5). Trichoderma 1 kg, 6) Pupuk kandang 20 kg.&lt;br /&gt;Cara pembuatan&lt;br /&gt;•    Jerami ditumpuk dipinggir pematang sawah dengan ukuran 1m3 (1m x 1m x 1m) yang dipadatkan&lt;br /&gt;•    Urea SP36, pupuk kandang dan kapur diaduk sampai rata.&lt;br /&gt;•    Jerami yang telah ditumpuk tadi dibagi atas 4 lapis masing-masing setebal 25 cm.&lt;br /&gt;•    Campuran pupuk kandang yang telah diaduk tadi ditaburkan diantara lapisan jerami setebal 25 cm, kemudian ditaburkan jamur Trichoderma.&lt;br /&gt;•    Tumpukan jerami yang telah diberi perlakuan tadi disiram dengan air sampai rata, kemudian tutup dengan plastic hitam.&lt;br /&gt;•    Satu kali dalam 10 hari tumpukan jerami dibalik dan diaduk untuk mempercepat proses pematangan kompos.&lt;br /&gt;•    Biarkan selama 3 minggu, jerami akan melapuk menjadi kompos dan siap untuk digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara aplikasi&lt;br /&gt;Kompos jerami padi diaplikasikan di lahan dengan menaburkan secara merata pada saat sebelum tanam atau pengolahan tanah tahap dua.&lt;br /&gt;Teknik perbanyakan Trichoderma&lt;br /&gt;A.    Media beras/jagung&lt;br /&gt;Bahan: beras/jagung, bibit inokulum, air bersih.&lt;br /&gt;Alat: dandang, kompor, klep matches, kantong plastik ukuran ¼ kg, kotak plastik, sendok teh, sendok makan, lampu spiritus/lilin, baskom, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;•    Beras/jagung dimasak menjadi nasi 1/3 matang kemudian dipindahkan kedalam baskom lalu masukkan kedalam kantong plastik 2 – 3 sendok makan setelah itu dibungkus dan digulung.&lt;br /&gt;•    Dikukus dalam dandang sampai ¾ matang (10-15 menit) saat air mendidih, angkat dan pindahkan kantong tersebut kedalam baskom/diatas meja yang bersih dan biarkan dingin.&lt;br /&gt;•    Inokulasikan bibit Trichoderma sebanyak ½ - 1 sendok the untuk setiap kantong nasi, kemudian tutup ujung kantong dengan klep matches dengan posisi vetikal terhadap kantong plastik tersebut lalu digoncang agar bibit merata pada nasi di dalam kantong.&lt;br /&gt;•    Tempatkan pada rak-rak yang tidak terkena cahaya matahari langsung, setelah 1 (satu) minggu sudah bisa diaplikasikan ke lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Media dedak, Serbuk gergaji/sekam padi&lt;br /&gt;Bahan: dedak padi, serbuk gergaji/sekam padi.&lt;br /&gt;Alat: dandang, kompor, klep matches, kantong plastik ukuran ¼ kg, kotak plastic, sendok teh, sendok makan, lampu spiritus/lilin, baskom, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;•    Campur dedak padi dengan serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1 di dalam baskom lalu siram dengan air panas sampai membentuk bubur dan biarkan selama 24 jam.&lt;br /&gt;•    Remas/peras bubur dedar agar airnya keluar lalu masukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg sebanyak 3 sendok makan, lalu tutup plastic dan digulung.&lt;br /&gt;•    Dikukus dalam dandang selama 30 menit saat air mendidih lalu angkat dan pindahkan ke kantong yang berisi dedak tersebut ke dalam baskom/diatas meja yang bersih dan dinginkan.&lt;br /&gt;•    Inokulasikan bibit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt; sebanyak ½ sendok teh untuk setiap kantong, tutup ujung kantong dengan klep matches dengan posisi vertical terhadap kantong plastik tersebut, kemudian digoncang agar bibit merata pada dedak di dalam kantong.&lt;br /&gt;•    Tempatkan pada rak-rak yang tidak terkena cahaya matahari langsung, setelah 1 (satu) minggu sudah bisa diaplikasikan ke lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat KOMPOS JERAMI PLUS + (Trichoderma sp)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompos jerami&lt;br /&gt;Kompos jerami mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, memudahkan pertumbuhan akar tanaman, menyimpan air tanah lebih lama.  Tanah menjadi gembur dan tidak padat, aerasi tanah bagus, penyimpanan unsur hara oleh tanaman menjadi lebih mudah.  Menambah daya serap air dan memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah.  Harga relatif lebih murah dan dapat dibuat sendiri serta ramah lingkungan,&lt;br /&gt;Trichoderma sp&lt;br /&gt;•    Sebagai aktifator /pengurai dalam pembuatan kompos.&lt;br /&gt;•    Mempercepat pematangan pupuk kandang: caranya 1 kg pupuk kandang mentah ditaburkan diatas 1 kg Trichoderma secara merata, dalam waktu 3 minggu siap digunakan.&lt;br /&gt;•    Mengendalikan OPT jamur tular tanah.  Contoh: penyakit rebah kecambah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phytium&lt;/span&gt; sp, layu fusarium dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Phythopthora&lt;/span&gt; pada tanaman sayuran.  Caranya masukkan kedalam lobang tanam 1 (satu) genggam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt; 1 minggu sebelum tanam dengan cara menaburkan atau dicampur pada saat pemberian pupuk kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Berbagai Sumber.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4704566814333104253?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4704566814333104253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/kompos-plus.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4704566814333104253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4704566814333104253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/kompos-plus.html' title='KOMPOS PLUS'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVOl4DryRkI/AAAAAAAABJE/Bv93Tz277oI/s72-c/Produk%2BAH.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6054303251184831802</id><published>2011-02-10T15:06:00.005+07:00</published><updated>2011-02-10T15:50:34.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agens Hayati'/><title type='text'>AGENS HAYATI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mdp0K4YOsfk/TVOmtaQennI/AAAAAAAABJM/nB3M4uWY3v8/s1600/agens%2Bhayati2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mdp0K4YOsfk/TVOmtaQennI/AAAAAAAABJM/nB3M4uWY3v8/s320/agens%2Bhayati2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571980463060196978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian agens hayati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agens hayati adalah setiap organisme yang dalam semua tahap perkembangannya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan dalam proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluannya.&lt;br /&gt;Jenis organisme yang termasuk agens hayati&lt;br /&gt;Organisme yang termasuk dalam agens hayati, yaitu spesies, subspecies, varietas, semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan (fungi), bakteri, virus, mikoplasma.&lt;br /&gt;Pengelompokan agens hayati&lt;br /&gt;Agens hayati dikelompokan dalam: 1) Musuh alami, terdiri atas: predator, parasitoid, pathogen serangga, dan antagonis pathogen, 2) Biopestisida.&lt;br /&gt;Predator: adalah hewan yang memangsa hewan lain.  Predator membunuh beberapa individu mangsa selama satu siklus hidup.  Yang termasuk predator antara lain kumbang coccineliddae, laba-laba, tawon, tungau predator, belalang sembah.&lt;br /&gt;Parasitoid: Serangga parasitoid stadia belum dewasa (nimfa, larva) berkembang pada atau di dalam satu inang, memakan jaringan inangnya dan akhirnya membunuh inangnya.  Parasitoid dewasa hidup bebas dan mungkin memangsa.  Yang termasuk parasitoid, antara lain serangga yang tergolong dalam family Braconidae, Ichneumonidae, dan Trichogrammatidae.&lt;br /&gt;Patogen serangga&lt;br /&gt;Organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada serangga.  Seperti halnya tumbuhan, manusia dan hewan lainnya, serangga dan tungau juga dapat terinfeksi pathogen.  Yang termasuk dalam pathogen serangga, antara lain bakteri, cendawan, virus, dan nematoda.&lt;br /&gt;Antagonis pathogen&lt;br /&gt;Mikroorganisme yang menyebabkan terhambat, disintegrasi dan atau matinya pathogen.  Yang termasuk dalam antagonis pathogen, antara lain bakteri dan cendawan, virus, dan nematode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biopestisida&lt;br /&gt;Pestisida yang bahan aktifnya berasal dari mahkluk hidup, yaitu mikroorganisme (pestisida mikroba) dan tanaman (pestisida nabati).&lt;br /&gt;Keuntungan yang diperoleh&lt;br /&gt;1.    Agens hayati memiliki inang spesifik dan kisaran inang sempit;&lt;br /&gt;2.    Aman bagi lingkungan, digunakan sebagai alternative pengendalian yang aman bagi organisme bukan sasaran termasuk manusia dan serangga-serangga yang berguna;&lt;br /&gt;3.    Dapat dipadukan dengan cara pengendalian lainnya, misalnya kultur teknis, varietas tahan, dan kimiawi.&lt;br /&gt;Prosedur umum pengembangan agens hayati&lt;br /&gt;1.    Eksplorasi&lt;br /&gt;2.    Isolasi&lt;br /&gt;3.    Identifikasi&lt;br /&gt;4.    Uji keefektifan&lt;br /&gt;5.    Uji keamanan&lt;br /&gt;6.    Uji kestabilan genetik dari agens antagonis (tidak menurun virulensinya)&lt;br /&gt;7.    Uji potensi produksi massal&lt;br /&gt;8.    Formulasi agens antagonis yang efisien tetapi tetap efektif&lt;br /&gt;9.    Uji kestabilan dalam bentuk formulasi dan masa simpangan&lt;br /&gt;10.    Potensi pasar&lt;br /&gt;11.    Evaluasi biaya produksi&lt;br /&gt;12.    Analisis perolehan dari investasi&lt;br /&gt;13.    Pengujian lapang&lt;br /&gt;14.    Membuat hak paten agens pengendali hayati&lt;br /&gt;15.    Komersialisasi dan pemasyarakatan produk biopestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;1.    Hoffman, M.P. and Frodsham, A.C. 1993 Natural Enemies of Vegetable Insect Pests. Ithaca, N.Y. A Cornell Cooperative Extension Publication.&lt;br /&gt;2.    Shepard, B.M, Carner, G.R, Barrion, A.T, Ooi, PAC, Van Den Berg. 1999.  Insect and their Natural Enemies Associated with Vegetables &amp;amp; Soybean in Southeast Asia.  South Carolina: Quality rinting Company.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6054303251184831802?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6054303251184831802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/agens-hayati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6054303251184831802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6054303251184831802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/agens-hayati.html' title='AGENS HAYATI'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mdp0K4YOsfk/TVOmtaQennI/AAAAAAAABJM/nB3M4uWY3v8/s72-c/agens%2Bhayati2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4426473529658499934</id><published>2011-02-10T11:49:00.005+07:00</published><updated>2011-02-10T11:59:17.158+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SURVEILANS'/><title type='text'>Survey OPT Di Pekalongan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNvk4p3LbI/AAAAAAAABI0/pM7eA_XD67w/s1600/akibat%2Bser%2Bwbc.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNvk4p3LbI/AAAAAAAABI0/pM7eA_XD67w/s320/akibat%2Bser%2Bwbc.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571919843461377458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Luas pertanaman padi di Kabupaten Pekalongan mencapai luas 15.916 Ha yang tersebar di 19 Kecamatan.&lt;br /&gt;Komposisi varietas yang ditanam meliputi varietas Ciherang (7201 Ha), IR-64 (4862), Conde (423 Ha), Mekongga (335 Ha), Muncul (30 Ha), Ketan (135 Ha), Hibrida (23 Ha), Situbagendit (475 Ha), Cigeulis (130 Ha), PP (45 Ha), Membramo (524 Ha), Bernas Prima (10 Ha), Intani-2 (28 Ha), Inpari (70 Ha), umbul (56 Ha), Ciliwung (373 Ha), Cempaluk (4 Ha), Cisadane 358 Ha), Merauke ((4 Ha), Logawa (10 Ha) dan lokal (380 Ha).&lt;br /&gt;OPT utama yang menyerang tanaman padi terdiri dari WBC (26.3 Ha) dengan intensitas serangan ringan sampai berat  PBP (278.5 Ha intensitas serangan ringan sampai berat, Tikus (805.9. Ha) ringan sampai berat, Penyakit Hawar daun bakteri/BLB (207.6 Ha) ringan sampai berat. Penyakit Blast (9 Ha) ringan sampai berat dan penyakit Tungro (16.35 Ha) ringan sampai berat.&lt;br /&gt;(Laporan periode Januari I - 2011)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hasil surveilance di Kabupaten Pekalongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Varietas tanaman padi yang diamati di Kabupaten Pekalongan dominan varietas Ciherang dengan kisaran umur tanaman 3 - 8 MST.&lt;br /&gt;Populasi WBC ditemukan di semua kecamatan yang disurvey meliputi kecamatan Kedungwuni, Bojong, Kajen, dan Kesesi. Padat populasi WBC berkisar  antar &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;0.50 – 101&lt;/span&gt; ekor/rumpun, yang paling tinggi di&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Kecamatan Kesesi&lt;/span&gt;, desa Kesesi dengan rerata populasi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;100,5&lt;/span&gt; ekor/rumpun.&lt;br /&gt;Padat populasi musuh alami (OPMS) berkisar antara 0.3 – 1.23 ekor/rumpun, sedangkan jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyrtorrinus&lt;/span&gt; sp berkisar antara 0.07 – 4.67 ekor/rumpun.&lt;br /&gt;Intensitas serangan PBP berkisara antara 4,33 % - 12,5 % ditemukan hampir di semua lokasi yang disurvey.&lt;br /&gt;Intensitas serangan Penyakit Hawar Daun Bakteri/BLB berkisar antara 0,74% - 14,4%.&lt;br /&gt;Saran dan Rekomendasi sama seperti di Kab. Pemalang (Baca Survey OPT di Pemalang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Foto: Panen lebih awal akibat serangan Wereng Coklat, foto diambil di Desa Kesesi, Kec. Kesesi tgl 3 Februari 2011). USR***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4426473529658499934?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4426473529658499934/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/survey-opt-di-pekalongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4426473529658499934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4426473529658499934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/survey-opt-di-pekalongan.html' title='Survey OPT Di Pekalongan'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNvk4p3LbI/AAAAAAAABI0/pM7eA_XD67w/s72-c/akibat%2Bser%2Bwbc.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-3688668622724816508</id><published>2011-02-10T10:34:00.006+07:00</published><updated>2011-02-10T11:22:46.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SURVEILANS'/><title type='text'>Survey OPT di Pemalang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNnQHqZAiI/AAAAAAAABIs/VpFHBmoQ8Nw/s1600/pengamatan%2Bsampai%2Bnyungsep.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNnQHqZAiI/AAAAAAAABIs/VpFHBmoQ8Nw/s320/pengamatan%2Bsampai%2Bnyungsep.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571910690619851298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Surveilance pengamatan keadaan lapang organisme pengganggu tumbuhan (OPT) padi di kab. Pemalang , dilaksanakan pada tanggal 1-3 Februari 2011.  Surveilance pengamatan OPT tanaman padi ini berdasarkan pada:  laporan tengah bulanan keadaan luas serangan OPT utama padi periode Januari I (1-15 Januari 2011) sebagai acuan/pegangan dalam menentukan daerah sasaran survey, hasil surveilance pada pengamatan keliling yang ditentukan secara purposive sampling.  Tujuan dari surveilance ini untuk memantau perkembangan serangan OPT utama tanaman padi dan upaya-upaya pengendalian yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keadaan pertanaman dan serangan OPT di Pemalang :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Luas baku pertanaman padi di kabupaten pemalang mencapai luas 25.223 hektar yang tersebar di 14 kecamatan.  Komposisi varietas yang ditanam meliputi ciherang (15.047 Ha), IR-64 (2621 Ha), HIbrida (102 Ha), mekongga (384 ha), ketan (7 ha), situbagendit (2634 ha), memberamo (84 ha), cimelati (93 ha), inpari (6 ha), merauke (5 ha), conde (784 ha), ciliwung (2200 ha), cisadane (716 ha), sintanur (50 ha), lokal (271 ha), dan lain-lain (28 ha).&lt;br /&gt;Empat jenis OPT utama yang menyerang pertanaman padi terdiri dari wereng batang coklat (WBC) (631 ha) dengan intensitas serangan ringan sampai berat.  Penggerek batang padi (PBP) (201 ha) serangan ringan sampai sedang.  Tikus (271 ha) serangan ringan, Penyakit hawar daun bakteri/BLB/kresek (38 ha) serangan ringan sampai berat, dan penyakit tungro (40 ha) serangan ringan sampai sedang. (Sumber Data LPHP Pekalongan peride Januari I 2011).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hasil surveilance lapangan (tgl 1-3 Februari 2011)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Varietas padi yang diamati di kabupaten Pemalang dominan varietas ciherang dengan kisaran umur tanaman 2-8 minggu setelah tanam (MST).&lt;br /&gt;Populasi wereng batang coklat (WBC) yang paling tinggi ditemukan di 2 kecamatan yang disurvey meliputi kecamatan Pemalang dengan rata-rata populasi berkisara antara 72,8 s/d 428,2 ekor/rumpun (terdapat spot hopperburn), dan kecamatan Taman rata-rata populasi 5,90 s/d 212,1 ekor/rumpun.&lt;br /&gt;Intensitas serangan PBP di kecamatan Pemalang berkisar antara 0,52 s/d 2,32 % yang tersebar di desa Pelutan, Danasari, Lawangrejo, dan Sewaka.  Di kecamatan Taman berkisar antara 0,92 s/d 1,76 % tersebar di desa Benjaran, Cibelok dan Jebed Selatan.&lt;br /&gt;Intensitas serangan penyakit hawar daun bakteri/BLB/krese di kecamatan Pemalang 6,3% pada tanaman umur 8 MST, hanya ditemukan di desa Lawangrejo.&lt;br /&gt;Padat populasi musuh alami (OPMS) berkisar antara 0,3 s/d 0,87 ekor/rumpun, sedangkan musuh alami jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyrtorinus&lt;/span&gt; sp, berkisar anatar 0,6 s/d 1,87 ekor/rumpun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Potensi serangan OPT di kabupaten Pemalang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan diperkirakan serangan WBC akan menyebar pada daerah dengan umur tanaman yang masih muda, khususnya pada daerah-daerah yang berdekatan dengan lokasi yang sudah terinfestasi wereng coklat, mengingat di kecamatan Pemalang masih terdapat pengolahan tanah, persemaian dan tanaman muda (1-3 MST) merupakan sebagai pemicu peningkatan populasi wereng batang coklat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saran rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan petani dalam pengendalian wereng coklat, sehingga operasional pengendalian dapat dengan cepat dilakukan melalui pengamatan rutin, aplikasi pestisida berbahan aktif bufrofezin, untuk daerah lain yang padat populasi masih rendah gunakan agens hayati patogen serangga&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Beauveria bassiana&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metharrhizium anisopliae&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Penuluhan kepada petani tentang pemakaian pestisida yang baik dan benar sesuai dengan kaidah 6 tepat, yaitu tepat mutu dan jenis, dosis, konsentrasi, cara, waktu dan tepat sasaran.&lt;br /&gt;Sosialisasikan teknologi pengendalian ramah lingkungan menggunakan agens hayati.&lt;br /&gt;Kerjasama antar petugas terkait (PPL dan POPT) agar selalu sinergis bahu-membahu mengendalikan wereng coklat, terutama dinas pertanian setempat agar cepat tanggap terhadap perkembangan WBC yang semakin meluas.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-3688668622724816508?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/3688668622724816508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/survey-opt-di-pemalang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3688668622724816508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3688668622724816508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/survey-opt-di-pemalang.html' title='Survey OPT di Pemalang'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNnQHqZAiI/AAAAAAAABIs/VpFHBmoQ8Nw/s72-c/pengamatan%2Bsampai%2Bnyungsep.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4076052370212425790</id><published>2011-02-10T10:14:00.002+07:00</published><updated>2011-02-10T10:26:55.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KLIPING SEPUTAR HAMA WERENG'/><title type='text'>Hama yang Ditakuti dan Cara Membasmi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNZ_TthmTI/AAAAAAAABIc/OBPFJCw2d-c/s1600/populasi%2Btinggi1.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNZ_TthmTI/AAAAAAAABIc/OBPFJCw2d-c/s320/populasi%2Btinggi1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571896108145285426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kompas Rabu, 09/02/2011.  Ukuran tubuhnya saat dewasa hanya sekitar 3 milimeter.  Namun, kemampuan berkembang biak, daya sebar, daya serang, dan tingkat  kerusakan yang ditimbulkannya luar biasa. Karakteristik itu menempatkan  wereng batang coklat sebagai hama utama tanaman padi. &lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Balai  Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT)&lt;/span&gt; memperkirakan,  wereng batang coklat yang disingkat sebagai wereng coklat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nilaparvata  lugens&lt;/span&gt; Stal) menyerang 47.005 hektar hingga 81.686 hektar padi di Indonesia musim ini (MT 2010/2011).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemampuan  wereng coklat berkembang biak sangat tinggi. Sebuah laporan ilmiah  tentang Taksonomi dan Bioekologi Wereng Batang Coklat yang ditulis  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hiroichi Sawada&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gaib Subroto&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahyudin&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Toto Hendarto&lt;/span&gt; dalam buku  Wereng Batang Coklat tahun 1992 menyatakan, jumlah telur yang dihasilkan  seekor wereng coklat betina selama hidupnya ada 1.474 butir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada  beberapa spesies yang termasuk dalam genus Nilaparvata. Namun, hanya  Nilaparvata lugens Stal yang menjadi hama penting pada tanaman padi di  Indonesia. Wereng batang coklat termasuk dalam famili Delphacidae yang  memiliki ciri utama bintik hitam pada sayap depan dan taji pada ujung  tibia tungkai belakang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siklus hidup wereng, di daerah tropis  dengan suhu 20-30 derajat celsius, mencapai 23-32 hari. Artinya, dalam  satu periode tanam padi, wereng dapat menyelesaikan siklus tiga  generasi. Kondisi lingkungan, penanganan, dan kerentanan varietas  menjadi faktor kecepatan perkembangbiakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Firdaus Natanegara&lt;/span&gt;,  ahli wereng di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BBPOPT &lt;/span&gt;menyebutkan, wereng coklat mampu beradaptasi  dengan varietas baru dengan membentuk biotipe atau koloni baru yang  lebih ganas. Serangan wereng coklat mengakibatkan warna daun dan batang  padi berubah menjadi kuning, kemudian kecoklatan, dan akhirnya kering.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wereng  dewasa menetap di pangkal tanaman. Selain mengisap cairan sel tanaman,  wereng menularkan virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Jika terserang  virus kerdil rumput, padi beranak banyak, daun menjadi pendek, dan tidak  bermalai. Sementara virus kerdil hampa membuat daun pendek, kaku,  anakan bercabang, dan malai hampa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Migrasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Migrasi  wereng dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, dan iklim. Migrasi  biasanya terjadi antara matahari terbit hingga terbenam karena  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nilaparvata lugens&lt;/span&gt; memerlukan cahaya dalam penerbangan. Penerbangan bisa  berlangsung dalam kondisi suhu rendah, kelembaban tinggi, angin yang  lemah, maupun angin berkecepatan lebih dari 11 kilometer per jam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut  Firdaus, pada proyek penelitian kerja sama Jepang-Indonesia tahun  1986-1992, wereng diketahui bermigrasi hingga jarak ratusan kilometer.  Migrasi jarak jauh diketahui setelah sekelompok wereng yang disemprot  warna merah di persawahan daratan China ditemukan menyerang padi di  Jepang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Firdaus, migrasi wereng di Indonesia tidak sejauh rute China-Jepang karena padi sebagai sumber pakan ada di mana-mana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepala  BBPOPT Gaib Subroto&lt;/span&gt; menambahkan, sebelum tahun 1970-an, wereng coklat  tidak diperhitungkan sebagai hama di Indonesia. Situasi berubah saat  program intensifikasi gencar dilaksanakan pemerintahan Soeharto, antara  lain dengan menyemprotkan insektisida organosfat berspektrum luas secara  massal dengan pesawat udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-21s1gjvU7PQ/TVNaVI9Vu-I/AAAAAAAABIk/nPn23QNZ7Ns/s1600/pengamatan%2Bwbc%2Bdi%2BPekalongan.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-21s1gjvU7PQ/TVNaVI9Vu-I/AAAAAAAABIk/nPn23QNZ7Ns/s320/pengamatan%2Bwbc%2Bdi%2BPekalongan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571896483215948770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buletin Peramalan OPT Edisi XII  Tahun 2010&lt;/span&gt; tertulis, tahun 1976/1977, wereng coklat mengakibatkan  serangan berat pada 450.000 hektar padi sawah dan kehilangan hasil  sekitar 364.500 ton beras. Pemakaian pestisida mengakibatkan ledakan  serangan hama tahun 1979 dan 1986.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemakaian insektisida yang tak  tepat jenis, konsentrasi, dosis, volume, cara, waktu, dan sasaran  semprot memicu meluasnya serangan wereng coklat. Sebab, selain wereng  menjadi kebal, hal itu memicu terbunuhnya musuh alami wereng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ledakan  wereng coklat mendorong terbitnya Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 1986  tentang Pengendalian Hama Terpadu yang berujung pada pencabutan subsidi  pestisida.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jamur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demi menghindari terbunuhnya musuh alami, petani dianjurkan mengembangkan jamur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauveria bassiana&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metharrizium anisopliae.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penggunaan  agen hayati itu relatif murah; aman terhadap lingkungan, manusia, dan  hewan; efisien dalam jangka panjang; serta efektif untuk pengendalian  OPT sasaran. Kekurangannya, pengendalian berjalan lambat, tidak dapat  diramalkan, dan butuh pengawasan ketat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laboratorium Pengamatan  Hama dan Penyakit Tanaman (LPHPT) Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan  Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah  di Surakarta salah satu yang mengembangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauveria bassiana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Kami  mengembangkan jamur ini karena perbanyakannya mudah dikerjakan oleh  petani,” kata Ketua &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LPHPT Surakarta V Driyatmoko,&lt;/span&gt; Senin (7/2).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mendapatkan bibit murni &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauveria bassiana,&lt;/span&gt; dilakukan pemurnian jamur yang diperoleh dari lapangan di laboratorium.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;”Bibit lantas diperbanyak melalui media cair atau padat,” kata staf fungsional LPHPT Surakarta, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sri Hartati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proses  perbanyakan dapat dilakukan oleh petani. Media cair menggunakan ekstrak  kentang gula, sedangkan media padat menggunakan beras atau jagung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika spora jamur sudah tumbuh di media cair, ditambahkan gula pasir dan bubuk detergen, lalu disemprotkan ke tanaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jamur menjadi parasit bagi wereng sehingga lama-kelamaan wereng mati. Efektivitas akan terlihat setelah seminggu.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (Mukhamad Kurniawan dan Sri rejeki)&lt;/span&gt;***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber Kompas 09/02/2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterangan Foto:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.Populasi tinggi wereng coklat pada rumpun padi di Desa Pelutan , Pemalang (Survey tgl 1-3 Feb 2011)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Staf teknis BBPOPT sedang melakukan pengamatan wereng di sawah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4076052370212425790?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4076052370212425790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/hama-yang-ditakuti-dan-cara-membasmi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4076052370212425790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4076052370212425790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/02/hama-yang-ditakuti-dan-cara-membasmi.html' title='Hama yang Ditakuti dan Cara Membasmi'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TVNZ_TthmTI/AAAAAAAABIc/OBPFJCw2d-c/s72-c/populasi%2Btinggi1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6878414357654040297</id><published>2011-01-20T09:11:00.002+07:00</published><updated>2011-01-20T09:14:07.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KLIPING SEPUTAR HAMA WERENG'/><title type='text'>Waspadai Wereng (Kompas 20/01/2011)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TTeaT6YZMoI/AAAAAAAABIQ/1rYGdoXehF8/s1600/Picture22.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 267px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TTeaT6YZMoI/AAAAAAAABIQ/1rYGdoXehF8/s320/Picture22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564085531519300226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karawang, Kompas - Petani dan pengamat lapangan di  sejumlah sentra padi di Indonesia perlu terus mewaspadai serangan wereng  batang coklat. Karakteristik perkembangbiakan yang cepat dan daya rusak  yang tinggi menempatkan wereng sebagai organisme utama yang mengganggu  ketahanan pangan.&lt;p&gt;Secara kumulatif, wereng batang coklat (WBC)  menyerang 30.342 hektar padi di Indonesia pada musim tanam (MT)  2009/2010 dan 96.498 hektar pada MT 2010. Pada MT 2010/2011, WBC  diramalkan menyerang 81.686 hektar terutama di Pulau Jawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala  Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BB POPT) Gaib  Subroto, di Karawang, Jawa Barat, Rabu (19/1), mengatakan, sekecil apa  pun populasi WBC yang ditemukan pada musim ini berpotensi menjadi sumber  serangan pada musim tanam mendatang. Wereng terus berpindah mencari  sumber pakan baru dan berkembang biak dengan pesat di lingkungan yang  mendukung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siklus hidup wereng hanya 28 hari. Laju  perkembangbiakannya mencapai 2.000 kali per musim tanam dengan daya  sebar dan daya serang tinggi. Selain mengisap cairan sel tanaman, wereng  juga menebar virus kerdil hampa dan kerdil rumput yang memicu gagal  panen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gaib menuturkan, selain karakteristik itu, kondisi cuaca  yang lembab dapat memicu ledakan populasi wereng. Kewaspadaan juga perlu  ditingkatkan karena beberapa titik serangan musim ini ditemukan di  lokasi yang belum terserang sebelumnya, seperti di Purwakarta dan  Karawang (Jawa Barat), Sukoharjo (Jawa Tengah), serta Nganjuk, Ngawi,  Lamongan, dan Bojonegoro (Jawa Timur).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Firdaus Natanegara,  pelaksana teknis BB POPT, menambahkan, pengamatan ekstra perlu  ditingkatkan di sentra padi Pulau Jawa, seperti Pandeglang (Banten),  Karawang, Subang, Indramayu (Jabar), Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Pati,  Demak, Kudus, Grobogan (Jateng), serta Jember, Lumajang, dan Banyuwangi  (Jatim). Di sejumlah daerah itu, serangan wereng sering ditemukan meski  dalam skala kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait itu, BB POPT menerjunkan tim guna  meredam serangan wereng. Bersama pengamat OPT di tingkat kota/kabupaten,  tim mengidentifikasi, merumuskan rekomendasi, dan melaksanakan  pembasmian. Upaya itu diharapkan dapat mencegah meluasnya area serangan.  (mkn)***&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber: Kompas, Kamis 20/01/2011&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6878414357654040297?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6878414357654040297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/waspadai-wereng-kompas-20012011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6878414357654040297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6878414357654040297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/waspadai-wereng-kompas-20012011.html' title='Waspadai Wereng (Kompas 20/01/2011)'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TTeaT6YZMoI/AAAAAAAABIQ/1rYGdoXehF8/s72-c/Picture22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4894733347936067667</id><published>2011-01-18T06:12:00.002+07:00</published><updated>2011-01-18T06:24:14.911+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sentilan-sentilun Metro TV'/><title type='text'>Kangen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TTTPkrCWCbI/AAAAAAAABII/g_AExiv5qng/s1600/sentilan.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 189px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TTTPkrCWCbI/AAAAAAAABII/g_AExiv5qng/s320/sentilan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563299668644202930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/metromain/newsprograms/2011/01/03/7864/391/Kangen"&gt;Kangen&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara TV favorit di Metro TV yang paling aku suka, rasanya nyesel kalau ga nonton acara ini, hukumnya wajib nonton sentilan - sentilun.&lt;br /&gt;Salah satu tayangan favorit sengaja aku dokumentasikan di blog ini agar bisa dinikmati yg lain.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4894733347936067667?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4894733347936067667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/kangen.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4894733347936067667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4894733347936067667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/kangen.html' title='Kangen'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TTTPkrCWCbI/AAAAAAAABII/g_AExiv5qng/s72-c/sentilan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4496043930246679312</id><published>2011-01-13T15:23:00.002+07:00</published><updated>2011-01-13T15:36:55.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Mendadak jadi BusMania</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS65kzgc0HI/AAAAAAAABIA/_ziEWJIKIl0/s1600/Bismania.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS65kzgc0HI/AAAAAAAABIA/_ziEWJIKIl0/s320/Bismania.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561586631801884786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seringkali bepergian menggunakan moda transportasi darat menambah hobi baru yang telah ada, selain blogging kini ada hobi baru sebagai pengamat Bus, jenis moda transportasi ini sering sekali menemani acara pergi antar kota antar propinsi.  Segala merk bus, jenis mesin, chasis dan segala tetek-bengek yang menyangkut per-bus-an diperhatikan sedetail mungkin.&lt;br /&gt;Yang menarik adalah desain bus darimana desain yang dikeluarkan oleh Perusahaaan Karoseri seperti Marcopolo yang anggun ataupun New Travego.&lt;br /&gt;Masing-masing ciri karoseri dan desain bus menjadi pengamatan tersendiri, bagaimana kenyamanan tempat duduk didalam bus.  Sementara jenis Marcopolo yang masih menjadi favorit para Busmania, bentuknya yang anggun menjadi raja jalanan di malam hari.  Lampu belakang yang mirip tanduk, dan lampu depan dihiasi lampu kecil berderet menyala warna biru menambah anggunnya sosok bus yang memakai desain ini.&lt;br /&gt;Saya betul2 jatuh cinta dengan karoseri jenis ini, wah..jadi ketularan virus busmania, ini semua gara2 teman yang meracuni saya sehingga menjadi Busmania community.&lt;br /&gt;Keluar kota menggunakan bus mesin mercedes benz tipe marcopolo anti getar sungguh nyaman, semalam dijalanan dilalui tanpa terasa.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4496043930246679312?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4496043930246679312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/mendadak-jadi-busmania.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4496043930246679312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4496043930246679312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/mendadak-jadi-busmania.html' title='Mendadak jadi BusMania'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS65kzgc0HI/AAAAAAAABIA/_ziEWJIKIl0/s72-c/Bismania.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7365942024032315938</id><published>2011-01-13T14:52:00.004+07:00</published><updated>2011-01-13T15:08:52.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Sensasi Ikan Wader</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6y_iWLKNI/AAAAAAAABH4/GJhcQttzzMg/s1600/kuliner.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6y_iWLKNI/AAAAAAAABH4/GJhcQttzzMg/s320/kuliner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561579394470455506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jangan sekali-kali menyepelekan kuliner tradisional, seringkali kita memandang sebelah mata kurang menghargai kuliner tradisional.  Dari segi promosi memang kalah dari resto2 junk-food disetiap sudut kota.  Namun urusan rasa tak kalah dari restoran cepat saji, hanya penyajian dan kurang promosi sehingga kalah bersaing.  Adalah rumah makan "Sari Rahayu" yang terletak di jalan raya Semampir, Banjarnegara.  Restoran sederhana ini menyajikan menu andalan Ikan Kali jenis Wader yang digoreng garing plus lalapan segar, sambal terasi dadakan yang membangkitkan selera bersantap makan.  Selain menu andalan tersebut juga disediakan aneka pepes ikan dari waduk/bendungan Mrican.  Menu lokal yang dikemas apik membuat pengunjung penasaran untuk memanjakan lidah mencecap gurihnya ikan wader.&lt;br /&gt;Cocolan lalapan segar ditemani sambal terasi, sayur asem, nasi putih yang masih panas mengebul membuat selera makan bangkit.  Asap yang masih mengepul, menghantarkan aroma kelezatan, asap putih berseliweran bagai asap dupa yang membuat lidah terlena merasakan nikmatnya santap siang setelah beraktifitas.&lt;br /&gt;Inilah nikmatnya sehabis melakukan surveilance, jam istirahat digunakan untuk berburu wisata kuliner tradisional sekaligus memanjakan lidah. Hmmmmm.....!!!&lt;br /&gt;Bener2 mak..nyuussss...!!! Mau...????&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7365942024032315938?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7365942024032315938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/sensasi-ikan-wader.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7365942024032315938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7365942024032315938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/sensasi-ikan-wader.html' title='Sensasi Ikan Wader'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6y_iWLKNI/AAAAAAAABH4/GJhcQttzzMg/s72-c/kuliner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4387683642554361183</id><published>2011-01-13T14:32:00.004+07:00</published><updated>2011-01-13T14:46:06.175+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Segarnya Es Siwalan...!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6tsPLG9AI/AAAAAAAABHo/iUr9pqgxROI/s1600/siwalan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6tsPLG9AI/AAAAAAAABHo/iUr9pqgxROI/s320/siwalan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561573565348115458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jalan-jalan di Kabupaten Tuban menyusuri desa ke desa di Wilayah timur menambah pengalaman, disamping mengenal budaya dan tradisi masyarakat setempat kita juga disuguhkan beragam kuliner tradisional sepanjang jalan.  Masih di wilayah Tuban banyak sekali dijajakan minuman tradisional dari buah lontar (siwalan) yang masih muda mirip kelapa muda.&lt;br /&gt;Harganya yang relatif murah membuat kios2 tradisional dipinggir jalan dipenuhi pembeli yang ingin merasakan sensasi minuman tradisional "Es Siwalan".&lt;br /&gt;Buahnya yang masih muda dikupas sampai daging buahnya kelihatan yang mirip buah kolang-kaling, selanjutnya diiris-iris sebagai campuran air nira (air dari sadapan buah lontar).&lt;br /&gt;Air sadapan ini seringkali dijadikan tuak setelah mengalami fermentasi beberapa hari, rasanya mirip ciu yang memabukkan apabila diminum terlalu banyak.&lt;br /&gt;Air sadapan (nira) dari pohon lontar plus buah yang masih muda ditambah es batu, sungguh menyegarkan apalagi diminum di tengah teriknya matahari. Mak..Nyuuussss...sebagai pelepas dahaga.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4387683642554361183?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4387683642554361183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/segarnya-es-siwalan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4387683642554361183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4387683642554361183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/segarnya-es-siwalan.html' title='Segarnya Es Siwalan...!!!'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6tsPLG9AI/AAAAAAAABHo/iUr9pqgxROI/s72-c/siwalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4960913936343382362</id><published>2011-01-13T14:11:00.005+07:00</published><updated>2011-01-13T14:30:44.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SURVEILANS'/><title type='text'>Turun ke Sawah....!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6pkhPgSEI/AAAAAAAABHY/xt3f2_Vwrok/s1600/survey1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6pkhPgSEI/AAAAAAAABHY/xt3f2_Vwrok/s320/survey1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561569034712926274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesekali turun kebawah melihat secara langsung permasalahan yang dihadapi para petani di pedesaan sungguh sangat mengasyikan, selain menampung uneg-uneg para petani terkadang menerima juga umpatan dan caci maki apabila mereka gagal panen.  Sakit kah..???&lt;br /&gt;Tentu tidak karena saya mengetahui betul permasalahan yang dihadapi dilapang, kita harus menyelami dengan bahasa petani yang mudah dimengerti.  Wajar petani marah karena gagal panen karena serangan OPT (baca: hama - penyakit).&lt;br /&gt;Tetapi sering juga kita mendapat pujian kalau hasil panennya memuaskan, yang terpenting adalah kita mendampingi petani disaat suka dan duka, manakala dibutuhkan kita siap sedia memberikan saran dan jadikan mereka partner kerja.  Sesungguhnya kita yang harus melayani mereka bukan sebaliknya kita minta dilayani, sebagai abdi masyarakat, memposisikan diri kita sebagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;soulmate petani&lt;/span&gt;.  Disaat terpaan hama-penyakit terjadi karena dampak fenomena iklim, membuat permasalahan semakin kompleks di lapang.  Selain dibutuhkan pendampingan juga memberikan solusi yang cerdas bagi petani, tentu dengan bahasa petani agar kita bisa diterima dilingkungan mereka.&lt;br /&gt;Dalam kondisi apapun jikalau petugas sering turun kebawah melakukan monitoring ataupun surveilance para petani merasa senang karena diperhatikan.  Jangan sekali-kali mengecewakan mereka.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4960913936343382362?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4960913936343382362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/turun-kebawahturba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4960913936343382362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4960913936343382362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/turun-kebawahturba.html' title='Turun ke Sawah....!!!'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TS6pkhPgSEI/AAAAAAAABHY/xt3f2_Vwrok/s72-c/survey1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1487286612429402874</id><published>2011-01-13T13:01:00.003+07:00</published><updated>2011-01-13T13:11:43.371+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SKETSA'/><title type='text'>Sekapur Sirih....</title><content type='html'>"Jangan pernah merasa bekerja.  bermain dan bergembiralah, soal efek berupa hasil atau rejeki itu bonus atas apa yang kita sukai".&lt;br /&gt;Saya suka kalimat ini yang ditulis oleh sahabatku di jejaring sosial facebook, semakin direnungkan ternyata betul adanya dan semakin dipraktekan di keseharian ternyata meringankan juga.  Bekerja bukan merupakan "beban" tapi justru sesuatu yang sangat menyenangkan sehingga rutinitas bekerja kita berjalan sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;Yah...saya sangat setuju dan mulai awal tahun ini akan mencoba berbuat seperti yang dituliskan tersebut diatas, sederet kalimat yang enak untuk dimaknai, tentu dengan sikap yang ikhlas.&lt;br /&gt;Menjalaninya dengan ikhlas akan enteng dan ringan, lama-kelamaan akan menjadi kebiasaan sehingga dalam menapaki hari-hari kerja tidak membosankan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1487286612429402874?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1487286612429402874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/sekapur-sirih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1487286612429402874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1487286612429402874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/sekapur-sirih.html' title='Sekapur Sirih....'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7026746099506294748</id><published>2011-01-01T01:09:00.000+07:00</published><updated>2011-01-01T01:12:45.698+07:00</updated><title type='text'>Catatan Awal Tahun 2011</title><content type='html'>Hargailah setiap detik yang kita miliki. Terlebih karena kita menggunakannya bersama-sama dengan orang-orang yang tercinta dalam menjalani hidup ini. Ingat kemarin merupakan sejarah. Besok masih misteri. Hari ini adalah hadiah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7026746099506294748?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7026746099506294748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/catatan-awal-tahun-2011.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7026746099506294748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7026746099506294748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2011/01/catatan-awal-tahun-2011.html' title='Catatan Awal Tahun 2011'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-3689514508158304318</id><published>2010-12-31T10:42:00.005+07:00</published><updated>2010-12-31T11:16:09.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Catatan Penutup Akhir Tahun 2010</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TR1Y8j5B3II/AAAAAAAABHI/RwuVjtDT5do/s1600/DSC_0064.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TR1Y8j5B3II/AAAAAAAABHI/RwuVjtDT5do/s320/DSC_0064.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556695312694893698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Catatan di akhir tahun 2010 ini sengaja saya kutip dari Buku Kebijaksanaan Hidup karya Kahlil Gibran.  Dalam sederet kalimat dibawah ini ada hal yang menyentuh jiwa untuk direnungkan, tentang hakikat hidup dan kehidupan.&lt;br /&gt;Kahlil Gibran adalah tokoh fenomenal paling berpengaruh di dunia.  Dia diakui tidak hanya sebagai seorang penyair, tetapi juga filosof besar abad dua puluh.  Karya-karyanya diterbitkan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanisan itu lebih dekat dengan kepahitan ketimbang kedekatannya dengan kebusukan, tidak peduli bagaimanapun manis baunya.  Esensi dari segala hal di bumi, yang terlihat dan yang tidak, adalah spritual.  Begitu memasuki kota yang tak terlihat badanku diselimuti oleh jiwaku.  Dia yang mencoba memisahkan tubuh dari jiwa, atau jiwa dari tubuh berarti menjauhkan hati dari kebenaran.  Bunga dan harumnya adalah satu, mereka yang mengingkari warna dan bentuk bunga adalah orang-orang buta, yang berkata bahwa bunga hanya memiliki wangi yang mengambang di udara.  Mereka itu seperti orang-orang, tanpa indera penciuman, yang menganggap bunga itu tidak lain hanya bentuk dan warna tanpa keharuman.&lt;br /&gt;Segala sesuatu di alam berada dalam dirimu, dan segala sesuatu dalam dirimu berada di alam.  Kamu dalam sentuhan tanpa batas dengan segala yang dekat, dan terlebih lagi jarak tidak akan lagi memisahkan kamu dari segala yang jauh.  Semua hal dari yang terendah sampai yang tertinggi, dari yang terkecil sampai yang terbesar, berada dalam dirimu sebagai hal-hal yang setara.  Dalam satu atom didapati semua unsur-unsur bumi.  Satu titik air mengandung semua rahasia laut.  Dalam satu gerak pikiran didapati semua gerakan dari semua hukum keberadaan.&lt;br /&gt;(Dikutip dari Kebijaksanaan Hidup Kahlil Gibran)&lt;br /&gt;Selamat tinggal tahun 2010, selamat datang tahun 2011.&lt;br /&gt;Mari kita buka lembaran baru dengan karya.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-3689514508158304318?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/3689514508158304318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/catatan-penutup-akhir-tahun-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3689514508158304318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3689514508158304318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/catatan-penutup-akhir-tahun-2010.html' title='Catatan Penutup Akhir Tahun 2010'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TR1Y8j5B3II/AAAAAAAABHI/RwuVjtDT5do/s72-c/DSC_0064.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4947233264075278714</id><published>2010-12-04T11:21:00.006+07:00</published><updated>2010-12-10T14:36:34.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Peresmian Lab. Vapor Heat Treatment (VHT) di BBPOPT</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPnFCiFUUFI/AAAAAAAABGs/ZvWXz0ic2lM/s1600/peresmian%2Bvht1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPnFCiFUUFI/AAAAAAAABGs/ZvWXz0ic2lM/s320/peresmian%2Bvht1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546681063382995026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lalat buah merupakan OPT yang banyak menimbulkan kerugian, bahkan sampai ditolaknya ekspor produk hortikultura.  Untuk mengatasi serangan lalat buah tersebut dan terbawanya lalat buah pada produk ekspor, beberapa negara telah menetapkan diberlakukannya perlakuan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thermal treatment &lt;/span&gt;pada produk hortikultura.  Dalam rangka kerjasama bilateral dengan pemerintah Jepang dalam konteks kerjasama ekonomi telah disepakati bahwa pemerintah Jepang bersedia memberikan hibah berupa alat &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Vapor Heat Treatment&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(VHT).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disamping untuk mengendalikan lalat buah VHT tersebut dilaporkan dapat digunakan untuk mengendalikan OPT pasca panen lainnya, misalnya penyakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;antraknose&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stem end rot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peresmian pengoperasian mesin VHT (menekan tombol mesin VHT oleh Menteri Pertanian &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ir H. Suswono, MMA&lt;/span&gt; didampingi Duta Besar Jepang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mr. Kojiro SHIOJIRI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;,  &lt;/span&gt;Chief Representative JICA Indonesia&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Mr.Motofumi Kohara&lt;/span&gt;. dan Dirjen Hortikultura &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Hasanudin Ibrahim, Sp.I.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pertanian Suswono mengatakan, "Pembangunan Laboratorium Vapor  Heat Treatment (VHP) ini adalah implementasi IJ-EPA yang ditanda tangani  kedua pemimpin negara pada 20 Agustus 2007 lalu di Jakarta," ungkapnya  pada peresmian laboratorium yang dibangun di kawasan Balai Besar  Peramalan Pertanian di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (4/12).&lt;br /&gt;Laboratorium tersebut diharapkan menjadi kunci untuk pencapaian  target ekspor pertanian khususnya holtiluktura. Holtikultura menjadi  andalan perekonomian masyarakat maupun devisa negara. Terdapat  sedikitnya 323 jenis komoditas holtikultura yang sangat potensial. Hanya  saja angka ekspor masih kecil karena terhambat ketatnya standar di  negara tujuan ekspor.&lt;br /&gt;Acara dilanjutkan dengan peninjauan keliling laboratorium dipandu oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mr. Yoshikatsu Oda/JICA Expert&lt;/span&gt; dan press release.  Hadir dalam acara tersebut pejabat eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Dinas Propinsi Jawa Barat, BPTPH Prov Jabar, Dinas Pertanian Kab. Karawang, Cirebon, Indramayu dan Majalengka, serta tamu undangan dari kalangan Importir dan petani mangga.&lt;br /&gt;Kotabaru-Karawang, 4 Desember 2010.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4947233264075278714?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4947233264075278714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/peresmian-lab-vapor-heat-treatment-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4947233264075278714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4947233264075278714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/peresmian-lab-vapor-heat-treatment-di.html' title='Peresmian Lab. Vapor Heat Treatment (VHT) di BBPOPT'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPnFCiFUUFI/AAAAAAAABGs/ZvWXz0ic2lM/s72-c/peresmian%2Bvht1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-462342113555170209</id><published>2010-12-04T07:32:00.005+07:00</published><updated>2010-12-10T14:30:36.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Berita Pertanian'/><title type='text'>Pengelolaan Lalat Buah dengan Teknologi Uap Panas</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPmMp0qXJYI/AAAAAAAABGk/QIN66xndiY8/s1600/Picture3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPmMp0qXJYI/AAAAAAAABGk/QIN66xndiY8/s320/Picture3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546619066222323074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi pertanian adalah adanya serangan hama yang menyebabkan menurunnya mutu produksi dan mengakibatkan kerugian besar secara ekonomi.  Dalam kasus serangan hama lalat buah family Tephritidae adalah yang paling serius pada produksi tanaman hortikultura terutama pada mangga yang mengakibatkan kerugian secara ekonomi.  Keberadaan lalat buah di suatu Negara memiliki implikasi karantina, yaitu:&lt;br /&gt;•    Ketatnya peraturan karantina yang diterapkan untuk perdagangan oleh pasar Negara-negara pengimpor;&lt;br /&gt;•    Mahalnya akses pasar. Teknologi diperlukan dalam memenuhi kendala pemasaran;&lt;br /&gt;•    Pengawasan harus dilakukan di daerah produksi;&lt;br /&gt;•    Survei karantina harus dilakukan di lokasi pintu masuk.&lt;br /&gt;Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan kerjasama teknis untuk membangun kompetensi untuk memenuhi persyaratan SPS-WTO, meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan staf teknis, memperkuat fasilitas untuk pengembangan metode pengelolaan lalat buah dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vapor Heat Treatment (VHT).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPnI0tYi6LI/AAAAAAAABG0/4UeDTfen0FI/s1600/mesin%2BVHT.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 275px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPnI0tYi6LI/AAAAAAAABG0/4UeDTfen0FI/s320/mesin%2BVHT.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546685223944775858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;VHT akan menjadi salah satu perlakuan pasca panen yang menjanjikan.  Perlakuan ini relative mudah untuk diterapkan, berpotensi menghambat perkembangan serangga dan tidak meninggalkan residu kimia dalam produk yang diperlakukan.&lt;br /&gt;VHT akan menjadi alternative yang tepat untuk memenuhi permintaan pasar internasional dan menyediakan buah yang bebas dari lalat buah.  Oleh karena itu, diperlukan pengembangan VHT untuk mengendalikan lalat buah pada produk hortikultura di pasca panen.&lt;br /&gt;Proyek ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura dan Pusat Karantina Tumbuhan.  Proyek ini mendukung kelancaran alih teknologi kepada staf teknis tentang penerapan desinfestasi lalat buah dengan VHT.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alih teknologi desinfestasi dengan VHT terhadap lalat buah pada buah-buahan tropis untuk memenuhi persyaratan karantina.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menentukan prosedur standar teknik desinfestasi lalat buat dengan VHT pada mangga gedong.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keluaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Meningkatkan kapasitas staf teknis dalam membiakkan lalat buah di laboratorium;&lt;br /&gt;2.    Meningkatkan kapasitas staf teknis dalam uji desinfestasi lalat buah dengan VHT;&lt;br /&gt;3.    Membentuk system data dan analisis hasil uji desinfestasi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Mengidentifikasi spesies lalat buah yang dipelihara di laboratorium secara berkala guna mencegah kontaminasi spesies;&lt;br /&gt;2.    Memperbaiki metode pemeliharaan pertumbuhan lalat buah, termasuk peneluran, pemeliharaan larva dan dewasa,&lt;br /&gt;3.    Menetapkan metode pengujian agar memperoleh buah dengan kuantitas dan kualitas yang tepat pada waktu yang tepat,&lt;br /&gt;4.    Menentukan tingkat toleran paling panas diantara semua spesies target melalui perendaman air panas,&lt;br /&gt;5.    Menentukan tingkat toleran paling panas diantara semua spesies target dengan VHT (uji kerentanan),&lt;br /&gt;6.    Melakukan uji mortalitas skala kecil guna menentukan kondisi mortalitas 100% dari spesies yang paling toleran panas dengan VHT.&lt;br /&gt;7.    Mengkonfirmasi gejala dan kerusakan yang disebabkan oleh panas karena VHT dan mengambil tindakan guna menghindari kerusakan panas,&lt;br /&gt;8.    Melakukan uji panas guna menghindari kerusakan panas oleh VHT,&lt;br /&gt;9.    Melakukan uji mortalitas skala besar guna membuktikan kondisi mortalitas 100% dari spesies yang paling toleran terhadap panas karena VHT.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengelola Proyek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian sebagai Project Director&lt;br /&gt;2.    Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura (Ditjen Horti) sebagai Project Coordinator.&lt;br /&gt;3.    Direktur Perlindungan Tanaman Hortikultura, Ditjen Horti dan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Pertanian, sebagai Project Managers.&lt;br /&gt;4.    The Japanese Chief Advisor.&lt;br /&gt;5.    Japanese Experts and Indonesia Counterparts.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode Proyek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2009-Maret 2013 (3,5 tahun)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Manfaat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melalui pengenalan teknologi perlakuan uap panas merupakan pengelolaan hama yang ramah lingkungan.  Manfaat yang diharapkan dari kerjasama dengan Pemerintah Jepang adalah:&lt;br /&gt;•    Peningkatan pendapatan dari penjualan mangga dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik.&lt;br /&gt;•    Peningkatan ekspor mangga.&lt;br /&gt;Kontribusi dari Pemerintah Jepang&lt;br /&gt;1.    Bangunan Laboratorium&lt;br /&gt;2.    Mesin VHT skala uji (2 unit)&lt;br /&gt;3.    Biotron (3 unit)&lt;br /&gt;4.    Penyimpan buah (1 unit)&lt;br /&gt;5.    Generator set (1 unit)&lt;br /&gt;6.    Peralatan pendukung lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Japan International Cooperation Agency&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-462342113555170209?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/462342113555170209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/pengelolaan-lalat-buah-dengan-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/462342113555170209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/462342113555170209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/pengelolaan-lalat-buah-dengan-teknologi.html' title='Pengelolaan Lalat Buah dengan Teknologi Uap Panas'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPmMp0qXJYI/AAAAAAAABGk/QIN66xndiY8/s72-c/Picture3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7107844355043143103</id><published>2010-12-01T15:44:00.002+07:00</published><updated>2010-12-01T15:54:13.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>PINTU GERBANG BBPOPT JATISARI DIHAJAR</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPYMagIxyDI/AAAAAAAABGU/50mwpsJs4do/s1600/laka2.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPYMagIxyDI/AAAAAAAABGU/50mwpsJs4do/s320/laka2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545633640596228146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kotabaru, Karawang (01 Desember 2010) .Kecelakaan tunggal terjadi mobil Toyota Innova nopol B 2437 CS dari arah Cikampek menabrak pintu gerbang Kantor BBPOPT sekitar pk. 15.00 WIB, dalam kecelakaan tersebut sopir mengalami luka, mobil bagian depan ringsek.  Saat kejadian kondisi hujan lebat, jalan aspal didepan kantor tidak terlihat tertutup oleh genangan air hujan,  diduga sang sopir menghindari genangan air, dalam kecepatan tinggi mobil oleng langsung menabrak pintu gerbang.&lt;br /&gt;Suara tubrukan yang keras antara mobil dan pintu pagar tertutup oleh suara derasnya gemuruh air hujan sehingga tidak terdengar oleh karyawan, hanya disaksikan oleh seorang karyawati yang kebetulan ada diluar kantor.&lt;br /&gt;Pintu gerbang kantor BBPOPT terpental masuk ke dalam, beruntung mobil tamu yang di parkir dekat pintu terhindar dari lemparan pintu gerbang yang terbuat dari besi.&lt;br /&gt;Saat dikonfirmasi sang sopir masih dalam keadaan shock sehingga belum bisa diwawancarai.&lt;br /&gt;Kecelakaan tersebut sempat menyita perhatian karyawan-karyawati BBPOPT, begitu ada teriakan dari karyawati yang melihat kejadian itu, langsung berlari berhamburan karyawan/wati melihat lokasi kejadian.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPYNEWVsc7I/AAAAAAAABGc/CmuXZ2Cc6KA/s1600/laka3.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPYNEWVsc7I/AAAAAAAABGc/CmuXZ2Cc6KA/s320/laka3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545634359520555954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa karyawan tanpa komando langsung mengevakuasi sang sopir untuk diamankan di dalam kompleks kantor.&lt;br /&gt;Limabelas menit setelah kejadian Polisi PJR langsung mengevakuasi korban untuk dilakukan perawatan di Puskesmas terdekat.&lt;br /&gt;Jalur pantura jalan raya kaliasin memang terkenal rawan kecelakaan, lokasi kejadian 6 km sebelum cikampek merupakan jalur yang perlu diwaspadai oleh para pengendara kendaraan bermotor terutama pada saat hujan lebat, karena sebagian air hujan menggenangi jalan tepatnya di depan kantor Balai Besar Peramalan OPT Jatisari, Karawang, Jawa Barat. (USR)***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7107844355043143103?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7107844355043143103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/pintu-gerbang-bbpopt-jatisari-dihajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7107844355043143103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7107844355043143103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/12/pintu-gerbang-bbpopt-jatisari-dihajar.html' title='PINTU GERBANG BBPOPT JATISARI DIHAJAR'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPYMagIxyDI/AAAAAAAABGU/50mwpsJs4do/s72-c/laka2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4810966776984697360</id><published>2010-11-27T12:24:00.002+07:00</published><updated>2010-11-29T08:53:18.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agens Hayati'/><title type='text'>Pestisida Nabati Efektif terhadap Wereng Batang Coklat</title><content type='html'>Secara umum, pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan.  Dengan adanya kemajuan dalam bidang ilmu kimia dan pengembangan alat-alat analisis, banyak senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan telah diisolasi dan diidentifikasi bahkan telah disintesis.&lt;br /&gt;Kandungan senyawa-senyawa tumbuhan dapat menunjukkan berbagai macam aktivitas biologi pada serangga seperti penghambatan/penolakan makan, aktivitas penolakan peneluran, aktivitas penghambat pertumbuhan dan perkembangan, dan efek kematian, karena itu bioaktif tersebut dapat digunakan untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).&lt;br /&gt;Hasil deskripsi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat terdapat 54 jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida nabati. Saat ini penelitian terhadap tumbuhan bahan pestisida nabati terus berkembang.&lt;br /&gt;Beberapa contoh tumbuhan yang telah diuji efektivitas daya racunnya antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Nimba/Mimba (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Azadirachta indica&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian Tanaman yang digunakan adalah daun dan biji, mengandung senyawa kimia zat Azadirachtin, Meliantriol, Salanin. Efektif untuk hama wereng coklat.&lt;br /&gt;Nimba mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama dan mampu berperan sebagai insektisida, fungisida, bakterisida, nematisida, moluskisida, antivirus, dan mitisida.&lt;br /&gt;Nimba tidak membunuh hama secara cepat tetapi berpengaruh terhadap penghambatan daya/ nafsu makan, pertumbuhan, reproduksi, pemandulan, peletakan telur, proses ganti kulit, perkawinan, daya tetas telur dan pembentukan khitin yang akhirnya dapat menyebabkan kematian hama.&lt;br /&gt;Cara sederhana membuat larutan siap semprot adalah dengan menumbuk biji sampai halus masukkan dalam air sambil diaduk-aduk dan dibiarkan 24 jam kemudian disaring, untuk 1 kg biji yang telah ditumbuk halus dilarutkan kedalam 20 lt air.  Untuk daun jumlahnya 2 kali (2 kg daun mimba yang telah ditumbuk dilarutkan dalam 20 lt air).&lt;br /&gt;Mengingat nimba mudah ditanam oleh petani, maka dapat dikatakan bahwa nimba adalah sebagai biopestisida mandiri bagi petani di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Gadung Racun (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dioscorea hispida&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan adalah umbi, sebagai pestisida, yang mengandung zat diosgenin dan saponin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Bengkuang (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Pachyrryzus erosus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan adalah biji polong, yang mengandung zat pachyrrizid (rotenoid) merupakan racun yang menghambat operasional sel. Diketahui efektif terhadap beberapa OPT antara lain ulat grayak, ulat krop dan ulat daun kubis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  Rumput Babandotan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ageratum conyzoides&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun, batang, bunga dan akar, sebagai pestisida yang mengandung zat saponin, polifenol, flavonoid dan minyak atsiri&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Sirsak (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Annona  muricata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; L)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian tumbuhan yang digunakan adalah biji dan daun, yang mengandung zat annonain, bermanfaat sebagai insektisida menyebabkan kematian sel, sebagai penolak serangga dan penolak tidak mau makan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.    Selasih (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Ocimum bacilicum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan biji, mengandung zat juvocimene, yang bersifat toksis/ mengganggu perkembangan serangga.&lt;br /&gt;Selasih lebih dikenal sebagai pemikat lalat buah.  Daun diekstrak lalu dicampur sedikit air, dan lebih efektif dengan cara menyuling sehingga menghasilkan minyak atsiri.  Dipasang dengan menggunakan perangkap lalat buah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI SECARA UMUM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;•    Bahan tumbuhan ditumbuk/digiling sampai halus, dicampur  air dengan perbandingan 100 gr bahan dalam 1 lt air.&lt;br /&gt;•    Saring ekstrak bahan tumbuhan tersebut pada tempat yang sudah disiapkan.&lt;br /&gt;•    Untuk menekan/menghentikan aktifitas enzim/zat pengurai adalah dengan cara menambahkan zat pelarut metanol/etanol 70 % sebanyak 10 ml atau detergen sebanyak 10 gr teteskan atau masukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk atau dengan menggunakan alat ekstraktor selama 2 jam, kemudian biarkan ekstrak tersebut selama 24 jam (sehari semalam).&lt;br /&gt;•    Setelah dibiarkan selama 24  jam ekstrak tersebut baru bisa digunakan dengan cara disaring terlebih dahulu agar tidak terjadi penyumbatan pada alat semprot&lt;br /&gt;•    Beberapa hasil percobaan menunjukkan hasil yang efektif dengan cara mencampur beberapa tumbuhan bahan nabati seperti daun nimba dengan lengkuas dan serai, daun nimba dengan umbi gadung, daun sirsak dengan rimpang jeringau dan bawang putih; serta dapat dicampur dengan detergen atau sabun colek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba (USR)***&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4810966776984697360?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4810966776984697360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/pestisida-efektif-terhadap-wereng.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4810966776984697360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4810966776984697360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/pestisida-efektif-terhadap-wereng.html' title='Pestisida Nabati Efektif terhadap Wereng Batang Coklat'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6089146625630395785</id><published>2010-11-27T11:53:00.003+07:00</published><updated>2010-11-28T09:49:19.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agens Hayati'/><title type='text'>Bengkuang sebagai Pestisida Nabati</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCSOuxS4jI/AAAAAAAABGE/OlqKFqymww8/s1600/daun%2Bbengkuang.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 282px; height: 179px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCSOuxS4jI/AAAAAAAABGE/OlqKFqymww8/s320/daun%2Bbengkuang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544091923063693874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Secara sederhana pembuatan pestisida nabati dilakukan melalui beberapa proses penanganan bahan tumbuhan secara baik agar bahan tersebut tidak kehilangan aktifitas hayatinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(bioactivity).&lt;/span&gt;  Kehilangan aktivitas hayati dapat terjadi pada tahap pengkoleksian, penyimpanan, dan persiapan bahan atau material tumbuhan.&lt;br /&gt;Soeharjan (1994) mengemukakan beberapa teknik yang sederhana untuk menghasilkan bahan pestisida nabati yaitu: 1) penggerusan, penumbukan, pembakaran atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta, 2) perendaman untuk produk ekstrak, 3) ekstraksi penggunaan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus untuk menghasilkan produk berupa ekstrak yang dikerjakan dengan tenaga terampil dan dengan peralatan yang khusus.&lt;br /&gt;Untuk memperoleh bahan yang diharapkan memiliki aktifitas biologi dikenal dua cara koleksi yaitu koleksi bahan baku segar dan koleksi kering.  Bahan baku segar akan lebih baik bila langsung diekstraksi dengan menggunakan pelarut tertentu beberapa kali seperti aseton atau alcohol.  Proses ekstraksi bahan merupakan proses awal memperoleh bahan sebagai pestisida nabati.&lt;br /&gt;Dalam keadaan yang tidak memungkinkan memperoleh bahan baku segar, dapat dilakukan pengeringan bahan yang dilakukan secara hati-hati menggunakan mesin pengering beku (freeze dryer) atau bahan dikeringudarakan di tempat teduh dan berangin (dalam ruangan pada suhu ruang), agar tidak terjadi kerusakan atau perubahan pada komponen kimia yang dikandung bahan tersebut.  Namun untuk penggunaan yang sederhana dan mudah dilakukan oleh petani, dapat dilakukan ekstraksi sederhana baik untuk bahan segar maupun bahan kering melalui tahapan seperti yang dijelaskan dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ekstraksi bahan segar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Bagian tumbuhan segar (daun dsb) dibersihkan dari kotoran yang melekat, dicuci, kemudian ditumbuk dan dicampur dengan air dengan konsentrasi 25 – 100 g/l air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BENGKUANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pachyrrhyzus erosus&lt;/span&gt; Urban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCSXwrkwCI/AAAAAAAABGM/I36IcSA90Eo/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 247px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCSXwrkwCI/AAAAAAAABGM/I36IcSA90Eo/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544092078195392546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bengkuang dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi (1-1000 m dpl).  Bengkuang merupakan tumbuhan semak semusim yang tumbuh membelit.  Batang bulat, berambut dan berwarna hijau.&lt;br /&gt;Daun tunggal, bulat, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, tulang daun menyirip, permukaan berbulu, panjang 7-10 cm, lebar 5-9 cm, berwarna hijau.&lt;br /&gt;Bunga majemuk, bentuk tandan, letak di ketiak daun, tiap tangkai terdiri atas 2-4 kuntum, berwarna ungu kebiruan.  Buah polong berbentuk pipih dan berwarna hijau.  Biji keras, bentuk ginjal, berwarna kuning kotor.&lt;br /&gt;Akar tunggang berumbi.  Perbanyakan tanaman dengan biji.&lt;br /&gt;Bagian tanaman yang digunakan: biji, mengandung rotenon yang merupakan racun penghambat operasional sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPT sasaran:&lt;br /&gt;Hortikultura:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Croccidolomia binotalis, Aphis fabae, A.craccivora, Bombix mori, Dysdercus megalopygus, Epilachna varivestis, Myzus persicae, Nezara viridula, Plutella xylostella&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spodoptera litura&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman pangan:&lt;br /&gt;Serbuk atau tepung biji bengkuang dapat digunakan untuk melindungi benih tanaman dari serangan hama gudang.  Serangga yang teracuni mati kelaparan yang disebabkan oleh kelumpuhan alat-alat mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara aplikasi&lt;br /&gt;Biji dan daun dicuci, ditumbuk, ekstraknya diencerkan dengan aquades.  Alkohol dan petroleum eter dapat digunakan sebagai pelarut.  Aplikasi dilakukan dengan penghembusan atau penyemprotan ke bagian tanaman.&lt;br /&gt;Ekstrak biji bengkuang bersifat toksik terhadap larva ulat krop dengan LC50 : 11,48 %.  Tingkat kematian terendah 13 % pada 4 hari setelah perlakuan dengan konsentrasi 12,5 % (125 gram per liter air) (Soekarto, et al, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6089146625630395785?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6089146625630395785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/bengkuang-sebagai-pestisida-nabati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6089146625630395785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6089146625630395785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/bengkuang-sebagai-pestisida-nabati.html' title='Bengkuang sebagai Pestisida Nabati'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCSOuxS4jI/AAAAAAAABGE/OlqKFqymww8/s72-c/daun%2Bbengkuang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-4544297589377800879</id><published>2010-11-27T11:43:00.001+07:00</published><updated>2010-11-27T11:49:21.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN  DENGAN PADI SRI</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCNvfkgXsI/AAAAAAAABF8/ZQmlqensxhg/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 275px; height: 183px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCNvfkgXsI/AAAAAAAABF8/ZQmlqensxhg/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544086988361064130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perusahaan di mana pun juga tumbuh dan berkembang bersama masyarakat dan warga sekitar.  Ironis menyaksikan sebuah perusahaan berkembang pesat sementara taraf hidup masyarakat di sekitarnya begitu rendah dan memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sewajarnya apabila perusahaan ikut ambil bagian untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat.  Mengikuti jalan pikiran tersbut, dewasa ini banyak perusahaan yang memasukkan upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari program tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility/CSR).  Salah satu contoh upaya di bidang ini adalah keberhasilan panen padi dengan metode system of rice intensification (SRI) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang didukung oleh PT. HM Sampoerna Tbk.&lt;br /&gt;Sampoena melalui Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK Sampoerna).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lumbung Padi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan inisiatif CSR di Karawang memiliki arti penting.  Sejak lama, kabupaten Karawang dikenal sebagai “lumbung padi” Jawa Barat karena merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di provinsi tersebut.  Akan tetapi, julukan tersebut terancam sirna karena produksi padi Karawang terus menurun.&lt;br /&gt;   Data Dinas Pertanian Karawang menyebutkan, selama kurun waktu 18 tahun, yaitu antara tahun 1989 dan 2007, alih fungsi lahan teknis menjadi lahan pemukiman dan industri mencapai 2.578 hektar atau 135,6 hektare per tahun.  Selain itu, faktor debit air irigasi yang semakin menurun, ketergantungan kepada sarana produksi pertanian non-organik yang semakin meningkat, dan tingkat kesuburan lahan yang semakin menurun secara keseluruhan berdampak terhadap penurunan produktifitas hasil panen.  Berbagai kendala tersebut menjadi awan gelap yang membayangi nasib petani Karawang.&lt;br /&gt;   Yang lebih memprihatinkan, banyak generasi muda mulai meninggalkan bidang pertanian karena dianggap kurang menjanjikan.  Mereka lebih memilih bekerja di sektor industri.&lt;br /&gt;   Menanggapi kondisi tersebut, Sampoerna tergerak melakukan inisiatif yang dapat mengembalikan potensi utama kawasan, yakni sebagai lumbung padi.  “Sebagai salah satu warga usaha dan bagian dari masyarakat di Karawang, sudah sepatutnya kami tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi oleh warga sekitar tempat operasional kami berada.  Menjaga kelestarian Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi di Jawa Barat serta mendorong pencapaian ketahanan pangan adalah salah satu prioritas program Corporate Social Responsibility kami untuk wilayah ini” jelas Niken Rachmad, Director Communications PT HM Sampoerna Tb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Upaya yang dilakukan adalah menerapkan metode yang tepat untuk mendorong produksi padi.  Yang dipilh adalah metode SRI, yang merupakan teknik budidaya tanaman padi yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman melalui perbaikan pola pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara.&lt;br /&gt;   Metode yang dikenal ramah lingkungan ini ditemukan pada 1983 di kepulauan Madagaskar dan telah berhasil dikembangkan di sejumlah negara.  Di Indonesia SRI telah dikembangkan di 14 provinsi dengan hasil yang menggembirakan.  Untuk provinsi Jawa Timur sejak tahun 2007 pengembangan SRI telah dilakukan oleh PPK Samporna meliputi di Madiun, Ngawi, Jombang, Malang, Mojokerto, Pasuruhan, Jember, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Bangkalan, dan Sampang.&lt;br /&gt;   Dengan tujuan memperluas cakupan area penerapan padi SRI dan juga sebagai bentuk komitmen Sampoerna dalam program ketahanan pangan, bekerjasama dengan Tim Pengembang Padi SRI dari Merdeka Indonesia Sempurna dan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang melalui petugas penyuluh lapang (PPL) setempat di lahan percontohan Kabupaten Karawang di Desa Puseur Jaya seluas 1,3 hektar dan Desa Sukaluyu seluas 2 hektar dengan melibatkan lima petani binaan, budidaya padi metode SRI, Pengendalian Hama terpadu, Pembelajaran Ekologi Tanah (PET), teknis pembuatan kompos, MOL (Mikro Organisme Lokal) dan Pestisida Organik serta penanganan pasca panen.&lt;br /&gt;   Sekolah lapang ini bertujuan selain untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada para petani, juga untuk memonitor dan melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh petani dan petugas SRI.  Sampai saat ini terdapat 40 orang kader petani dari hasil Training of Tarainer.&lt;br /&gt;   Dalam rangka panen perdana SRI, pada 25 Mei 2010 lalu di lahan pertanian Desa Sukaluyu dilangsungkan kegiatan anen Perdana SRI Musim Tanam I periode Januari-April 2010 yang dihadiri oleh H. Nachrowi M. Noor Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, DR. Ir. Agus Sofyan Direktur Perluasan Areal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Prof. DR. Ir. Iswandi Anas MSc. Ketua INA SRI (Indonesia System of Rice Intensification), Lembaga Swadaya Masyarakat terkait, kelompok tani dari wilayah Kabupaten Karawang, sekaligus juga tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen PT. HM Sampoerna Tbk.&lt;br /&gt;   Pada musim tanam pertama tersebut lahan pertanian yang menerapkan metode SRI di Desa Puseur Jaya, hasil panennya meningkat 35,9 persen mencapai 9,48 ton per hektare, lebih baik dibandingkan hasil panen padi non SRI yang rata-rata hanya mencapai 6,24 ton per hektare.  Setelah hasil panen musim pertama yang terbukti baik tersebut, maka pada musim tanam kedua diperluas area tanamnya menjadi 13,3 hektare dengan melibatkan 21 petani binaan.&lt;br /&gt;   Niken achmad, Director Communications PT. HM Sampoerna Tbk, menambahkan, “Dengan keunggulan-keunggulan budidaya padi metode SRI, maka kami memiliki keyakinan bahwa metode SRI ini berpotensi menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan swasembada beras, mencapai ketahanan pangan dan membentuk petani yang mandiri serta bijak dalam pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.  Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mensosialisasikan metode SRI, dimana saat ini areal metode SRI binaan kami sudah mencapai 502,74 hektare dengan melibatkan 1.145 petani binaan.”&lt;br /&gt;   Pengembangan budidaya padi metode SRI dinilai dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh para petani melalui teknis budidaya perakaran yang hemat air, hemat biaya produksi, peningkatan hasil panen, dapat meningkatkan kemandirian petani serta pertanian yang ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal.  Metode ini juga patut dicontoh dan disebarluaskan sehingga menjadi solusi bagi kawasan-kawasan lain yang memiliki masalah serupa.&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;(Advertorial Kompas, Senin 14 Juni 2010).&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-4544297589377800879?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/4544297589377800879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/meningkatkan-ketahanan-pangan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4544297589377800879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/4544297589377800879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/meningkatkan-ketahanan-pangan-dengan.html' title='MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN  DENGAN PADI SRI'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCNvfkgXsI/AAAAAAAABF8/ZQmlqensxhg/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-9035249669369657520</id><published>2010-11-27T11:26:00.002+07:00</published><updated>2010-11-27T11:32:41.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Oleh-oleh dari HPS XXX 2010</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCJkhTZs8I/AAAAAAAABFs/wrUw-LZrEus/s1600/logo%2Bhps.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 315px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCJkhTZs8I/AAAAAAAABFs/wrUw-LZrEus/s320/logo%2Bhps.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544082401801122754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita menyadari bahwa sebagian dari masyarakat Indonesia belum lepas dari kasus-kasus rawan pangan dan kemiskinan.  Masih terdapat masalah kurang gizi dan gizi buruk yang menimpa bayi, balita, serta ibu hamil dan menyusui.  Inilah tantangan besar bagi kita ke depan.  Pemerintah telah dan akan terus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menangani hal tersebut melalui penyediaan anggaran yang cukup untuk menangani kasus tersebut, revitalisasi penyuluhan dan penguatan kelembagaan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat antara lain dalam bentuk Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), Lembaga yang Mandiri dan Mengakar pada Masyarakat (LM3), Program Aksi Desa Mandiri Pangan serta Program-program pemberdayaan masyarakat lainnya.  Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk memantapkan ketahanan pangan adalah dengan mengurangi ketergantungan kita terhadap pangan pokok beras.  Kita memiliki sumberdaya pangan local yang sangat beragam yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya.  Oleh karena itu, terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Pangan Lokal merupakan salah satu langkah penting bagi upaya ketahan pangan berkelanjutan dan pengembangan kualitas manusia Indonesia yang prima.&lt;br /&gt;Kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih nyata untuk mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang sangat besar dalam menghasilkan   pangan lokal yang beraneka ragam di setiap wilayah.&lt;br /&gt;Penganekaragaman konsumsi pangan akan memberikan dorongan dan intensif kepada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman untuk dikonsumsi termasuk produk pangan yang berbasis sumberdaya lokal.  Dengan kebijakan terpadu dan diikuti dengan kerja keras kita semua, maka masalah kerawanan pangan, gizi buruk, dan kemiskinan akan terkikis dari bumi Indonesia.  Kita akan memiliki sistem ketahanan pangan dan gizi yang handal, dan diharapkan dapat menjadi model global dalam melaksanakan salah satu sasaran Milenium Development Goals (MDGs), yaitu untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan kelaparan.  &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCJyF-5exI/AAAAAAAABF0/YNSW93ivqcg/s1600/Untitled2.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 308px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCJyF-5exI/AAAAAAAABF0/YNSW93ivqcg/s320/Untitled2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544082634985536274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam kerangka kerjasama Internasional dalam penanganan masalah pangan ini, Pemerintah Indonesia telah berperan aktif dalam forum-forum regional dan global.  Indonesia juga telah menandatangani “Letter of Intent”  dengan FAO untuk berbagi pengalaman membantu pembangunan ketahanan pangan dengan Negara-Negara berkembang dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan.  Sebagai implementasinya, Indonesia telah memberikan bantuan teknis di bidang pertanian dan pangan kepada Negara-Negara Myanmar, Timor Leste, Samoa, Tonga, Laos, amboja, Papua New Guenea, Vanuatu, dan Madagaskar. Dalam kaitannya dengan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, Indonesia dalam forum-forum internasional selalu mengingatkan akan pentingnya penerapan konsep pembangunan “The Second Green Revolution”.  Pada dasarnya konsep ini adalah konsep pembangunan pertanian dan pangan yang mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pangan dengan menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dengan mengoptimalkan pemanfaatan inovasi teknologi di bidang: 1) optimalisasi pemanfaatan lahan dan air, 2) pengembangan teknologi perbenihan/pembibitan, 3) penerapan usaha tani terpadu, dan 4) pengembangan kelembagaan usaha tani pedesaan.&lt;br /&gt;(Tim Liputan BP)!***&lt;br /&gt;Sumber: Panduan Acara HPS XXX 2010&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-9035249669369657520?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/9035249669369657520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/oleh-oleh-dari-hps-xxx-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/9035249669369657520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/9035249669369657520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/oleh-oleh-dari-hps-xxx-2010.html' title='Oleh-oleh dari HPS XXX 2010'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCJkhTZs8I/AAAAAAAABFs/wrUw-LZrEus/s72-c/logo%2Bhps.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-3404680021497498979</id><published>2010-11-27T11:20:00.001+07:00</published><updated>2010-11-27T11:22:17.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agens Hayati'/><title type='text'>Memanfaatkan Mycoriza</title><content type='html'>Mycoriza merupakan bentuk hubungan unik antara jamur mycoriza dengan akar tanaman.  Sifat hubungan tersebut adalah mutualisme, dimana baik akar maupun jamu diuntungkan.  Jamur menyerap nutrisi dari tanah dengan miselianya, sedangkan tanaman membagi fotosintat dengan jamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Pupuk Hayati Mycoriza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Dapat meningkatkan penyerapan unsur hara fosfor (P), nitrogen (N), Kalium (K), serta beberapa hara mikro seperti karbon ©, oksigen (O) dan sebagainya.&lt;br /&gt;•    Mengefisienkan penggunaan air.&lt;br /&gt;•    Meningkatkan pertumbuhan tanaman.&lt;br /&gt;•    Memperbaiki struktur tanah.&lt;br /&gt;•    Menahan serangan beberapa patogen (penyakit tular tanah) yang menyerang perakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Mycoriza pada Kentang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh pemberian Mycoriza 5 gram/tanaman pada umur 2 minggu setelah tanam.&lt;br /&gt;•    Hifa menginfeksi sel korteks akar inang, secara eksternal dapat meningkatkan volume akar dan memperluas bidang serapan hara oleh akar.&lt;br /&gt;•    Membantu meningkatkan serapan P mencapai 18% (Gusli, 2002, Bolan, 1991), juga N,P,K,Cu, Zn, Cl, Fe, Mo, S dan B (Burbey, 1989).&lt;br /&gt;•    Berpengaruh terhadap penurunan kandungan logam berat Pb, Cu, Zn dari limbah minyak bumi.&lt;br /&gt;•    Memberikan perlindungan efektif dalam menekan infeksi patogens akar (Jalali, 1993).&lt;br /&gt;•    Pemeberian Mycoriza 5 gram + pupuk organik 300 gram per tanaman meningkatkan produksi sampai 49,5 ton/ha (Syam’un, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyakan inokulum:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•    Inokulum dapat diperbanyak dengan media berupa campuran pasir dengan kompos yang telah disterilkan.&lt;br /&gt;•    Masukkan media ke dalam polybag atau bak kayu berukuran 220x80x20 cm2 sebanyak 2/3 volumenya.  Tanami dengan benih jagung pada jarak tanam 20x20 cm.&lt;br /&gt;•    Inokulasikan mycoriza 2 minggu setelah tanam (MST) dengan dosis 100 gr/polybag dengan mencampurkannya pada air penyiraman.&lt;br /&gt;•    Lakukan topping, yakni pemotongan pucuk pada saat tanaman memasuki masa pembungaan.  Kondisi tanaman yang kurang baik akibat topping akan mempercepat perkembangan miselia dan pembentukan spora tahan mycoriza.&lt;br /&gt;•    Panen dapat dilakukan setelah 3 bulan.  Potong akar hingga halus dan campurkan dengan semua media tanam yang ada.&lt;br /&gt;•    Kering-anginkan pada suhu ruangan selama 3 hari untuk meminimalkan kadar air.&lt;br /&gt;•    Untuk memperkaya fungsi pupuk hayati, dapat ditambahkan jamur antagonis Trichoderma sp.&lt;br /&gt;•    Bungkus pupuk di dalam plastik dan simpan pada ruangan yang kering dan bersih dengan suhu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Brosur/leaflet Pemanfaatan pupuk hayati mikoriza. BBP2TP Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    Pengembangan Pengendalian NSK Skala Luas di Dieng Jawa Tengah. BBPOPT Jatisari Karawang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-3404680021497498979?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/3404680021497498979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/memanfaatkan-mycoriza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3404680021497498979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/3404680021497498979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/memanfaatkan-mycoriza.html' title='Memanfaatkan Mycoriza'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7122046334735103587</id><published>2010-11-27T11:05:00.003+07:00</published><updated>2010-11-27T11:17:24.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JALAN-JALAN'/><title type='text'>Berkunjung Ke Pustaka Bogor</title><content type='html'>P&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCFlICQWOI/AAAAAAAABFk/HPLOwl0tQu0/s1600/SDC13773.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCFlICQWOI/AAAAAAAABFk/HPLOwl0tQu0/s320/SDC13773.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544078014151678178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;USTAKA merupakan perpustakaan bidang biologi dan pertanian tertua di Indonesia yang didirikan pada bulan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mei 1842.&lt;/span&gt;  Dunia mengenalnya dengan nama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bibliotheca Bogoriensis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;PUSTAKA sebagai unit pendukung kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian Kementerian Pertanian mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan penyebaran informasi iptek pertanian.  Dalam mengemban tugas tersebut, PUSTAKA selalu berupaya beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat melayani pengguna dengan prima.&lt;br /&gt;  Mengingat pengalaman Pustaka dalam hal Pengembangan perpustakaan maka perjalanan ke instansi tersebut diharapkan dapat membawa hasil dalam pembenahan perpustakaan di BBPOPT Jatisari yang kondisinya sungguh sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;Sebuah perpustakaan yang kondisinya sedang mati suri karena ketiadaan penanganan yang profesional, sementara keberadaan perpustakaan masih dianggap sebagai pelengkap semata.&lt;br /&gt;  Dalam kunjungan dinas ke &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA)&lt;/span&gt; di Jl. Ir. H. Juanda No. 20 Bogor, pada tanggal 23 Nopember 2010, ada beberapa pelajaran mendasar yang bisa dipetik dari diskusi dengan Kepala Bidang Perpustakaan ( Bp. Maksum), hasil diskusi tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Mengenal bahan pustaka dan cara mengelolanya.&lt;br /&gt;2.    Petunjuk teknis registrasi bahan pustaka ke dalam buku induk.&lt;br /&gt;3.    Petunjuk teknis tata cara penerimaan majalah.&lt;br /&gt;4.    Petunjuk pengelolaan pangkalan data dan pencetakan katalog menggunakan komputer.&lt;br /&gt;5.    Petunjuk pencetakan kartu katalog dengan program WP atau MS Word.&lt;br /&gt;6.    Pemanfaatan nomor panggil dalam kegiatan perpustakaan.&lt;br /&gt;7.    Petunjuk pembentukan nomor panggil buku dan label buku.&lt;br /&gt;8.    Petunjuk pencetakan label buku menggunakan komputer.&lt;br /&gt;9.    Petunjuk teknis penyusunan bahan pustaka di rak perpustakaan.&lt;br /&gt;10.    Petunjuk ringkas cara pengindekan majalah dan monograf analitik.&lt;br /&gt;11.    Pedoman penyusunan paket informasi Spesifik lokasi.&lt;br /&gt;12.    Petunjuk penggunaan kartu buku sebagai kartu kendali pada jasa sirkulasi bahan pustaka.&lt;br /&gt;13.    Layanan referensi.&lt;br /&gt;14.    Jasa penelusuran informasi.&lt;br /&gt;15.    Pemanfaatan jasa kesiagaan informasi.&lt;br /&gt;16.    Penelusuran informasi pertanian melalui CD-ROM CAB Abstract, AGRIS, AGRICOLA, TROPAG &amp;amp; RURAL.&lt;br /&gt;17.    Petunjuk pengelolaan mikrofis.&lt;br /&gt;18.    Petunjuk penyiapan penjilidan majalah.&lt;br /&gt;19.    Petunjuk penggunaan Agrovoc untuk menentukan kata kunci.&lt;br /&gt;20.    Petunjuk teknis penggunaan bahan klasifikasi UDC.&lt;br /&gt;21.    Penyiangan koleksi perpustakaan.&lt;br /&gt;22.    Sistem pelayanan perpustakaan.&lt;br /&gt;23.    Petunjuk penyusunan bibliografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga jalan-jalan kali ini bermanfaat buat yang lain.  Mari kita tanamkan gemar membaca pada anak-anak kita.  membaca membuka cakrawala dunia.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7122046334735103587?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7122046334735103587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/berkunjung-ke-pustaka-bogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7122046334735103587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7122046334735103587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/berkunjung-ke-pustaka-bogo.html' title='Berkunjung Ke Pustaka Bogor'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCFlICQWOI/AAAAAAAABFk/HPLOwl0tQu0/s72-c/SDC13773.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5229616297093309126</id><published>2010-11-27T10:28:00.005+07:00</published><updated>2010-11-27T11:04:56.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata Kuliner'/><title type='text'>Gurihnya Ikan Kali (sungai)....</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCClkOylFI/AAAAAAAABFU/gPIOEU3zF2I/s1600/wader2.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCClkOylFI/AAAAAAAABFU/gPIOEU3zF2I/s320/wader2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544074723185562706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menu khas pedesaan ini telah menghiasi daftar menu di restoran sederhana dipinggir jalan Raya Semampir Banjarnegara, sangat spesial karena jarang sekali menjumpai menu seperti ini, ikan wader ukuran kecil sepintas mirip ikan teri digoreng garing dihidangkan bersama urap (kluban).&lt;br /&gt;Menu lainnya yang tak kalah lezat diantaranya Ayam bakar, Gurame goreng, Nila goreng, Nila bakar, dan yang terakhir inilah yg paling unik ikan kali goreng garing.  Ikan kali dari jenis wader tersedia berbagai ukuran, dari yang sebesar kelingking sampai ukuran telapak tangan dewasa.&lt;br /&gt;Rumah Makan "Sari Rahayu" yang terletak di Jl. Raya Semampir Banjarnegara sengaja menjajakan menu ini sebagai daya tarik tersendiri.  Langkanya komoditas ikan wader di pasar-pasar tradisional membuat banyak orang tertarik ingin mencicipi gurihnya daging wader.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ikan wader tergolong jenis ikan yang hidup di sungai.  Di RM Sari Rahayu ikan wader disulap menjadi menu andalan yang paling digemari. Ikan digoreng disajikan bersama urap (kluban) atau lalapan. Sayuran yang dipakai biasanya adalah  kubis dan sedikit kemangi serta beberapa potong irisan mentimun yang  disajikan di atas cobek (layah). Satu lagi yang tak mungkin ditinggalkan  adalah sambal terasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCDWKL5bVI/AAAAAAAABFc/JWcxj_issqs/s1600/wader1.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCDWKL5bVI/AAAAAAAABFc/JWcxj_issqs/s200/wader1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544075558007696722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk sambalnya, Anda pun bisa  memesan sesuai selera. Bisa yang mentah atau jenis sambal matang. Mau  yang pedas, sedang atau bahkan sangat pedas sekalipun, pramusaji di restoran ini akan  memenuhi. Dengan sepiring nasi putih dan menu  ikan wader goreng menjadi terasa lebih komplit. Hmm, melihatnya saja, sudah  mampu menggugah selera makan ini. Menu ikan segar ini pas sekali  disantap pada waktu makan siang. Apalagi pas lagi lapar seusai beraktifitas, hmmm bener-bener mak..nyuuus.!!!&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ikan wader di alam liar memakan semua makanan yang ada di alam alias  omnivora. Ia makan berbagai jenis makanan seperti telur ikan lain, lumut  dan berbagai jenis serangga air. Ikan ini termasuk ikan yang rakus  bahkan bersifat karnivora karena ia juga makan telur ikan wader lainnya  yang ada di perairan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah, siapa mau mencicipi? Yuuuk ah...!???&lt;/p&gt;&lt;p&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5229616297093309126?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5229616297093309126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/gurihnya-ikan-kali-sungai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5229616297093309126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5229616297093309126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/gurihnya-ikan-kali-sungai.html' title='Gurihnya Ikan Kali (sungai)....'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPCClkOylFI/AAAAAAAABFU/gPIOEU3zF2I/s72-c/wader2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1223941865612744682</id><published>2010-11-19T17:02:00.007+07:00</published><updated>2010-11-27T10:25:41.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SURVEILANS'/><title type='text'>Sekali mengayuh Banyumas dan Banjarnegara Terlampaui...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPB5cHWXpPI/AAAAAAAABEk/0SyLF_bMkWY/s1600/lab.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPB5cHWXpPI/AAAAAAAABEk/0SyLF_bMkWY/s320/lab.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544064665209251058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah sekian minggu tak beraktifitas akhirnya keluar kandang juga memulai perjalanan surveilance OPT Padi MH. 2010/2011, ini merupakan perjalanan pertama setelah dihajar penyakit Thypus.  Itung-itung uji coba, ternyata masih layak jalan juga...he2 (maklum usia semakin menua).&lt;br /&gt;Rasa kangen terhadap panorama pedesaan, bau lumpur, cengkerama pak tani yang bersahaja dan hamparan hijau persawahan membuat semangat menggebu-gebu untuk beraktifitas lagi, melanglang buana, menyusuri dari desa ke desa di wilayah Kab Banyumas dan Banjarnegara.&lt;br /&gt;Des..mengobati rasa rindu yang mulai menebal sama blogspot yang lama tidak pernah ditengok.&lt;br /&gt;Semoga postingan di bulan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nopember&lt;/span&gt; ini mengawali langkah untuk kembali semangat mengobarkan "Jurnalisme Warga" dan mengasah intuisi.&lt;br /&gt;Judul postingan terasa wagu, terkadang begitu sulitnya mencari judul yang enak didengar, tak apalah yang penting berjalan dulu sambil menunggu wangsit dari sang angin.&lt;br /&gt;Data lapang sudah didapatkan selama seharian penuh "ngubek-ngubek" Kab. Banyumas, hal ini karena kekompakan teman2 POPT yang saling membantu, kebetulan salah satu POPT adalah teman alumni Ciawi 2004 (Baca: Latihan Fungsional angkatan th. 2004).&lt;br /&gt;Sehingga ada rasa setia kawan, plus penyambutan yang ramah bahkan rela begadang di Hotel karena harus berbagi cerita setelah 6 th jarang berjumpa.  Curhat nih ye....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kab. Banyumas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama harus mengubek-ubek wilayah  Banyumas, kota yang terletak disebelah barat daya dan merupakan bagian dari propinsi Jateng ini terletak diantara garis bujur timur 108' 39' 17'' sampai 109' 27' 15'' diantara garis lintang selatan 7' 15' 05'' sampai 7' 37' 10'' yang berarti berada di belahan selatan garis khatilistiwa.  Kabupaten Banyumas berbatasan dengan kabupaten Tegal dan Pemalang di bagian utara, kabupaten Cilacap di bagian selatan, sebelah barat berbatasan dengan kab. Cilacap dan kab. Brebes, dan sebelah timur berbatasan dengan Kab. Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara.&lt;br /&gt;Surveilance di wilayah Banyumas serasa pulang kampung (kebetulan berbatasan dengan Pemalang), yang menyenangkan adalah karena panorama alamnya antara daratan dan pegunungan serta lembah sungai Serayu yang mengalir cukup deras.  Bumi dan kekayaan yang masih potensial karena terdapat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pegunungan Slamet&lt;/span&gt; dengan ketinggian puncak 3400 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kab. Banjarnegara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPB5o13ER4I/AAAAAAAABEs/5arm6WiMEqk/s1600/dinas.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPB5o13ER4I/AAAAAAAABEs/5arm6WiMEqk/s320/dinas.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544064883852855170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari kedua dan ketiga harus menyelesaikan pengamatan di wilayah Kab. Banjarnegara, yang mempunyai luas wilayah 1.064,52 km persegi, terbagi menjadi 20 kecamatan, 12 kelurahan dan 253 desa.  Dari luas wilyah tersebut pola penggunaan tanahnya dibedakan sebagai berikut tanah sawah seluas 19.389,69 hektar (18,17%) yang berpengairan teknis seluas 6.745,58 hektar (6.32%), berpengairan setengah teknis seluas 969,02 hektar (0.70%), berpengairan sederhana seluas 5.647,82 hektar (5.29%) dan tadah hujan seluas 6.027,48 hektar (5.65%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan OPT di wilayah kedua kabupaten ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu pengamatan tetap dan pengamatan keliling.  Secara rinci pelaksanaan pengamatan tetap dan keliling sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pengamatan tetap : &lt;/span&gt;masing-masing diambil 2 hamparan contoh per hamparan diamati 30 rumpun contoh tanaman padi).  Dilakukan secara berkala pada lokasi/tempat/petak yang mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan yang bertujuan untuk mengetahui perubahan kepadatan populasi OPT dan musuh alami serta intensitas serangan.  Petak contoh ditentukan secara purposive sampling, sehingga mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan dalam hal waktu tanam, teknik bercocok tanam dan varietas padi yang ditanam.&lt;br /&gt;Selanjutnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengamatan keliling/patrol&lt;/span&gt;i bertujuan untuk mengetahui tanaman terserang, terancam, dan luas pengendalian, serta dilaksanakan dengan cara menjelajahi wilayah pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPB6FNz9tlI/AAAAAAAABE8/R2KOmyGt_1k/s1600/pengamatan.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPB6FNz9tlI/AAAAAAAABE8/R2KOmyGt_1k/s320/pengamatan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544065371318629970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah, inilah surveilance pertama sejak istirahat selama hampir 3 minggu (karena sakit) ternyata masih layak jalan (he2..kayak kendaraan saja)...tadinya banyak kawan2 yang menyangsikan apakah masih kuat melakukan surveilance dua kabupaten.  Rindu terhadap panorama alam yang indah, sawah yang menghijau menghampar luas bak permadani bergelar, atau hamparan sawah yang menguning dan sapaan ramah bapak/ibu tani serta bau lumpur sawah...ternyata mampu membangkitkan semangat untuk tetap tegar melanglang buana dari desa ke desa.&lt;br /&gt;Sampai jumpa..!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ucapan terima kasih kepada:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ir, Tri Gunawan (Pimlab Wilayah Banyumas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amin Sugiharto, Turyadi, Bambang Haryanto (Staf Lab)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;serta Sangadi, Nardi, Pramono (POPT Banyumas)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yogojati Prasetyo, Daryono, Ahmad Waluyo, Budi Waluyo (POPT Banjarnegara)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1223941865612744682?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1223941865612744682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/sekali-mengayuh-banyumas-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1223941865612744682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1223941865612744682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/11/sekali-mengayuh-banyumas-dan.html' title='Sekali mengayuh Banyumas dan Banjarnegara Terlampaui...'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TPB5cHWXpPI/AAAAAAAABEk/0SyLF_bMkWY/s72-c/lab.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7917603013718621571</id><published>2010-10-09T04:11:00.006+07:00</published><updated>2010-10-09T04:56:12.378+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Rumah tertimpa Gerbong naas sudah diperbaiki</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-Sucexr9I/AAAAAAAABEM/Cqcay2aLaqU/s1600/ibu+uniyati.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-Sucexr9I/AAAAAAAABEM/Cqcay2aLaqU/s320/ibu+uniyati.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525796594423803858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam itu seperti  malam-malam  lainnya, selepas ba'da Isya rutinitas kelurga ini menikmati sajian televisi, pk. 21.00 WIB, ia ditemani sikecil cucunya dari putri semata wayangnya pun bobo, namun malam itu agak senyap sekali, biasanya masih ada lalu lalang orang.&lt;br /&gt;Iapun bergegas menuju kamarnya untuk melepas malam ditemani sang cucu, maklum sudah lama ia di tinggal sang suami  menemui sang Khaliknya.&lt;br /&gt;Uniyati (50) adalah seorang warga yang rumahnya tertimpa gerbong naas KA Senja Utama.  Rumahnya bersebelahan dengan rel kereta api hanya berjarak kurang lebih 2,5 meter.  Sedang tempat kejadian tabrakan 100 meter dari stasiun kereta api.&lt;br /&gt;Di sepertiga malam manakala tidur pulas menghantarkan warga di sekitar pemukiman langit masih tampak gelap lampu penerangan hanya ada satu yang menyala di depan stasiun, seharusnya sampai radius 100 meter dari stasiun lampu neon menyala, praktis di belakang rumah yang membentang rel nampap gulita. Kala itu, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, datanglah KA Senja Utama  dari arah Jakarta menuju Semarang. Lokomotif yang menggandeng sembilan  gerbong itu berhenti sejenak di trek (jalur) tiga stasiun Petarukan. KA  Senja Utama berhenti, lantaran melihat ada signal stop yang dikendalikan  operator stasiun.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-S-FNlFOI/AAAAAAAABEU/dV_lX6tUjsw/s1600/rumah1.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-S-FNlFOI/AAAAAAAABEU/dV_lX6tUjsw/s320/rumah1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525796863055566050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seiring suara angin malam sayup-sayup, 15 menit kemudian datanglah KA  Argo Bromo Anggrek dari arah barat (Jakarta) menuju Surabaya dengan  kecepatan tinggi. KA yang dimasinisi Mohamad Kholik ini semestinya  berhenti dulu karena signal yang berada di sebelah barat stasiun masih  berwarna merah. Namun karena diduga masinis mengantuk, ia pun tak  mengindahkan signal tersebut dan menelusup ke jalur tiga. Dimana waktu  itu, KA Senja Utama tengah berhenti di jalur tersebut.  Duk...duk...duk.jegerrrrr.....suara dentuman keras memecah keheningan malam yang gulita.  Tepat dibelakang rumahnya seonggok gerbong berdarah menyenggol atap rumahnya.  Genteng rumah rontok satu persatu, dinding rumahpun jebol.&lt;br /&gt;Suara yang memekakkan telinga dan porak porandanya rumah menjadikan ibu setengah baya itu pun minta tolong.&lt;br /&gt;Penumpang yang berada di gerbong belakang atau gerbong kesembilan itu  berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Namun apa daya, puluhan  kaki serta tubuh beberapa penumpang yang tengah tertidur lelap itu, tak  bisa berkutik. Tubuh mereka terhimpit di sela-sela gerbong. Sambil  teriak minta tolong, tangannya melambai-lambai ke atas. Selain itu,  adapula penumpang yang masih tertidur dengan nyenyaknya hingga tak  merasakan tubuhnya sudah termutilasi oleh tajamnya plat baja.  Begitulah ibu Uniyati (50) mengisahkan kronologis kejadian yang sangat memilukan hati.&lt;br /&gt;"Saya sebenarnya masih trauma dengan kejadian itu," katanya lirih&lt;br /&gt;"Saya baru tahu rumah porak poranda setelah pagi," katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-TWkLoHXI/AAAAAAAABEc/AV4lIK_IdqY/s1600/rumah2.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-TWkLoHXI/AAAAAAAABEc/AV4lIK_IdqY/s320/rumah2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525797283685735794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua hari pasca kejadian ia di wawancarai oleh TV Swasta yang menayangkan kerusakan rumah dan harapan-harapan Ibu satu anak ini agar rumahnya segera diperbaiki.&lt;br /&gt;Alhasil pihak PT. KAI pun tanggap, rumah yang porak-poranda itu mulai dibangun secara gotong royong bersama warga.  Menurut Ibu Uniyati pihak PT.KAI menyediakan semua material dan biaya ongkos tukang bangunan.&lt;br /&gt;"Alhamdulilah, seperti yang Mas lihat sekarang sedang dibangun, saya berharap cepat selesai agar bisa digunakan lagi." kata sang Ibu sambil mengenalkan suaminya yang baru saja menikahinya.  Selamat ya Bu, semoga rumahnya cepat selesai dan perjalanan biduk rumah tangga ibu kembali bahagia dalam mengarungi bahtera kasih.&lt;br /&gt;Malam ini keceriaan mewarnai rumah tangga Ibu Uniyati setelah seminggu melewati masa-masa yang memilukan. (USR)***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7917603013718621571?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7917603013718621571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/10/rumah-tertimpa-gerbong-naas-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7917603013718621571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7917603013718621571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/10/rumah-tertimpa-gerbong-naas-sudah.html' title='Rumah tertimpa Gerbong naas sudah diperbaiki'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-Sucexr9I/AAAAAAAABEM/Cqcay2aLaqU/s72-c/ibu+uniyati.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-2414944294140650417</id><published>2010-10-09T03:41:00.004+07:00</published><updated>2010-10-09T03:47:32.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Istighosah Pasca Tabrakan Maut KA di Petarukan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-CvecYHtI/AAAAAAAABD0/57GZcq6Evv0/s1600/sta5.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-CvecYHtI/AAAAAAAABD0/57GZcq6Evv0/s320/sta5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525779019944435410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bertempat di lapangan Stasiun Kereta Api Petarukan (Jum’at, 8/10/2010) PT. Kereta Api Indonesia DAOPS IV Semarang menyelenggarakan Istighosah doa bersama 7 hari pasca musibah tabrakan maut KA Senja Utama Vs Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 34 orang minggu lalu (01/10/2010).&lt;br /&gt;Menurut salah seorang sumber, kegiatan ini dimaksudkan untuk memohon keselamatan dan mendoakan bagi korban yang tewas dalam tragedi maut tersebut.&lt;br /&gt;Rangkaian prosesi istighosah terbagi menjadi dua sesi acara, yang pertama acara doa bersama lingkup jajaran DAOPS IV Semarang yang dimulai sehabis sholat Jum’at, kemudian pada pk. 17.00 WIB dilanjutkan doa bersama warga masyarakat dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur muspika serta muspida kabupaten Pemalang yang berakhir dengan sholat Maghrib bersama.&lt;br /&gt;Sejak pk.14.00 WIB masyarakat berdatangan menuju lokasi karena terdengar kabar komedian Tukul Arwana akan menghadiri acara tersebut, hal ini dikaitkan dengan salah seorang keponakan Tukul yang menjadi korban dalam peristiwa maut itu.  Entah siapa yang pertama kali menghembuskan berita tersebut sehingga menjadi bahan obrolan yang meluas di masyarakat.  Duka yang mendalam para keluarga korban yang meninggal maupun yang luka berat menoreh cerita yang menyayat hati dan merupakan lembaran hitam moda transportasi darat terutama bagi jajaran perkereta-apian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-C7_PotHI/AAAAAAAABD8/D2ANXJalicA/s1600/istighosah1.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-C7_PotHI/AAAAAAAABD8/D2ANXJalicA/s320/istighosah1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525779234907796594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut panitia dari PT. KAI acara ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa empati yang mendalam bagi keluarga yang terkena musibah dan berharap semoga arwah yang meninggal dunia mendapat tempat yang layak, diampuni segala dosanya sesuai amal ibadah semasa di dunia dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah menerima cobaan ini.&lt;br /&gt;Menurut warga  istighosah kali ini yang terbesar mungkin karena menelan jumlah korban banyak dan menjadi berita nasional sehingga PT KAI menggelar acara ini, karena sebelumnya juga pernah terjadi kurang lebih 6 bulan yang lalu saat terjadi kecelakaan warga kauman Petarukan tewas saat melintas rel kereta api.  Atas inisiatif keluarga korban dan warga sekitar digelar acar istighosah di stasiun , ternyata acara serupa berulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-DL7EmbRI/AAAAAAAABEE/A7yMxtJff0k/s1600/istighosah+warga.JPG"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-DL7EmbRI/AAAAAAAABEE/A7yMxtJff0k/s320/istighosah+warga.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525779508665675026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bahkan sebagian warga pun menuturkan bahwa sebelum kejadian banyak peristiwa aneh seperti mimpi melihat mayat berserakan, anehnya mimpi seperti itu terjadi pada banyak warga disekitar pemukiman dekat stasiun.&lt;br /&gt;“Setiap warga mimpinya hampir sama semua, yakni melihat banyak mayat berjejer dan orang-orang yang sedang berjualan bunga di pelataran stasiun ini,” kata Windol berkisah.&lt;br /&gt;Lanjut Windol (44) berkisah sebelumnya tidak pernah terjadi mimpi massal seperti itu. Baru kali ini mengalami hal aneh yang dirasakan oleh banyak warga. Bahkan tadinya, warga menganggap mimpi itu hanya sebagai kembang tidur saja. Namun setelah melihat kejadian tragis ini, sejenak berfikir, mungkin warga sudah diingatkan lebih dulu.&lt;br /&gt;“Memang mimpi ini tampak aneh, dan sulit dipercaya. Mungkin sebagai pengingat saja, supaya warga sekitar lebih berhati-hati,” paparnya.&lt;br /&gt;Windol (44) bapak 6 putra yang tinggal dibelakang stasiun kereta api merasakan&lt;br /&gt;ikut sedih dengan malapetaka ini. Ia pun mengucapkan turut bela sungkawa kepada keluarga korban. Meski tidak bertemu langsung dengan keluarga korban, minimal dalam hatinya selalu mendoakan arwah penumpang tersebut. Apakah ini firasat atau factor kebetulan belaka, yang jelas kecelakaan maut KA Senja Utama Vs Argo Bromo Anggrek itu benar-benar telah terjadi melengkapi daftar panjang kecelakaan kereta api di Indonesia.(USR)***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-2414944294140650417?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/2414944294140650417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/10/istighosah-pasca-tabrakan-maut-ka-di.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2414944294140650417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2414944294140650417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/10/istighosah-pasca-tabrakan-maut-ka-di.html' title='Istighosah Pasca Tabrakan Maut KA di Petarukan'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TK-CvecYHtI/AAAAAAAABD0/57GZcq6Evv0/s72-c/sta5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1188150090787609181</id><published>2010-10-03T00:00:00.009+07:00</published><updated>2010-10-03T01:15:29.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peristiwa'/><title type='text'>Sajak Duka Musibah Kereta...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;hanya ada tangis//hanya ada duka lara//benturan dahsyat itu//merenggut jiwa insan tak berdosa//saudara saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;hanya ada pilu//hanya ada air mata//tanpa daya.&lt;/span&gt;..&lt;span style="font-weight: normal; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;di sela besi//dihimpit baja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(sajak duka musibah kereta : dini hari 2/10/2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TKdsF7lAyOI/AAAAAAAABDs/xEyPuv7s7r4/s1600/ka.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TKdsF7lAyOI/AAAAAAAABDs/xEyPuv7s7r4/s320/ka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523502317141280994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Begitu terhenyak manakala mendengar musibah ini melalui TV swasta yang selalu terdepan mengabarkan, yah..aku terhenyak antara percaya dan tidak...betapa seringnya moda transportasi kereta api di negeri ini bertabrakan.  Tabrakan maut KA Argo Anggrek Vs&lt;br /&gt;Senja Utama mengawali di bulan Oktober 2010 di desa Petarukan, Kec Petarukan, Kab. Pemalang, Jawa Tengah.  Jumlah tewas sampai Sabtu petang tercatat 36 orang.&lt;br /&gt;Sedih, haru menjadi satu...duh gusti kenapa selalu musibah yang engkau timpakan pada negeri ini.  Tentu ada yang salah sehingga di negeri ini selalu dan selalu di timpa bencana, belum lama Gunung Sinabung meletus, amuk massa dimana-mana, kekerasan merebak, tawur antar warga, kembali laka KA menambah daftar panjang kecelakaan KA di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;h3 style="font-weight: normal; font-style: italic;" class="UIIntentionalStory_Message"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Kereta itu membunuh saudara saudaraku//besi dan baja itu menghantam meremukkan//tubuh orang orang tercinta//di pagi buta.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;Ikut berbela sungkawa yang dalam kepada korban kecelakaan KA di Petarukan, smg keluarga yg  ditinggalkan diberi ketabahan dan yg meninggal diberi tempat yg layak  disisiNYA. Amin...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro: Pakde Ruslan Nolowijoyo (Wartawan Pantura News Pemalang)  yang mengijinkan sajak-sajaknya di pakai untuk melengkapi tulisan ini. (Urip SR)***&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1188150090787609181?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1188150090787609181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/10/sajak-duka-musibah-kereta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1188150090787609181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1188150090787609181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/10/sajak-duka-musibah-kereta.html' title='Sajak Duka Musibah Kereta...'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TKdsF7lAyOI/AAAAAAAABDs/xEyPuv7s7r4/s72-c/ka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5015737265250470880</id><published>2010-09-14T12:36:00.005+07:00</published><updated>2010-09-14T12:43:25.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Harmoni Idul Fitri 1431 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8K0cegKmI/AAAAAAAABDM/2is26kM73F4/s1600/01.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8K0cegKmI/AAAAAAAABDM/2is26kM73F4/s200/01.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516639964665752162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H seluruh umat Islam merayakan hari lebaran Idul Fitri.  Sejak memasuki saat berbuka (9/09/2010) sampai pagi buta (10/09/2010) suara takbir ditingkahi beduk bertalu-talu menggema mengumandangkan kebesaran asma Allah SWT.&lt;br /&gt;Pagi hari berduyun-duyun umat Islam melangkahkan kaki menuju Masjid, Mushola, dan tanah lapang.  Sholat Ied kali ini bersama warga Perumahan Pondok mekar Indah I dilaksanakan di Masjid Jami Babussalam di lingkungan kompleks perum.&lt;br /&gt;Khutbah kali menyampaikan pesan agama agar dimengerti dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari agar mempengaruhi perilaku kearah yang lebih baik dan selalu positif thinking.  Intisari dari isi khutbah tersebut adalah pentingnya silaturahim, rendah diri, pemaaf dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah.  Dan yang terpenting adalah hakikat daripada Idul Fitri itu sendiri.  Seperti yang diuraikan dalam isi khutbah tersebut, ungkapan itu dapat berarti "kembali berbuka" atau bisa juga "kembali kepada kesucian, kepada otentisitas kemanusiaan".&lt;br /&gt;Yang berhasil penulis catat dan ingat adalah makna yang pertama dengan mudah dapat disaksikan puasa ramadan telah usai, maka makan dan minum pada siang hari sudah tidak haram lagi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8LIaDFsvI/AAAAAAAABDc/uktkqVj92dg/s1600/02.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8LIaDFsvI/AAAAAAAABDc/uktkqVj92dg/s200/02.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516640307611284210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adapun makna kedua merupakan perjuangan tanpa kenal lelah, sebuah pendakian, sebuah latihan kejiwaan yang memerlukan komitmen total.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 183 tidak serta merta menjamin bahwa orang yang berpuasa pasti akan mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;Ungkapan la'allakum tattaqun (semoga kamu berhasil meraih posisi takwa).&lt;br /&gt;Orang yang bertakwa pasti dicintai dan diperlukan masyarakat luas, muslim dan non muslim.  Kehadirannya dirindukan karena membawa pesan kedamaian, persaudaraan dan berita gembira buat semua.&lt;br /&gt;Allahu  Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8LShfkg6I/AAAAAAAABDk/tKddv8T9ehg/s1600/03.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8LShfkg6I/AAAAAAAABDk/tKddv8T9ehg/s200/03.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516640481408484258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Takbir, tahmid dan tahlil...mengangungkan Allah dan perasaan syukur di hari Idul Fitri merupakan ujung dari seluruh dimensi spiritual puasa ramadan.&lt;br /&gt;Diakhir tulisan ini dari lubuk hati yang paling dalam, ijinkan untuk mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan bathin.  Satu rangkaian kata maaf yang penulis sampaikan tidak cukup untuk menebus sekian banyak kesalahan.  Dengan niat hati yang bersih akan kami rangkai menjadi kalimat yang bermakna dan tulus dari dalam diri.&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.(Urip SR)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5015737265250470880?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5015737265250470880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/harmoni-idul-fitri-1431-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5015737265250470880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5015737265250470880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/harmoni-idul-fitri-1431-h.html' title='Harmoni Idul Fitri 1431 H'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8K0cegKmI/AAAAAAAABDM/2is26kM73F4/s72-c/01.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5626468349044576485</id><published>2010-09-13T01:09:00.005+07:00</published><updated>2010-09-13T01:45:46.518+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IN MEMORIAM'/><title type='text'>Teman Bloggerku Telah Tiada...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI0eNH74Y5I/AAAAAAAABBU/OzJu95-6A7Y/s1600/hamiza.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 129px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI0eNH74Y5I/AAAAAAAABBU/OzJu95-6A7Y/s320/hamiza.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516098329416065938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Namanya &lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;KAMARIAH BT MD YUSOF&lt;/span&gt; atau lebih dikenal dengan nickname Hamiza, seorang bloggerwati asal Malaysia.  Semasa hidup almarhumah tergolong rajin menulis di blogspot miliknya http://hamiza-nky.blogspot.com/&lt;br /&gt;Inilah kalimat yang tertulis di Front Page blog miliknya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://hamiza-nky.blogspot.com/"&gt;Blog Ku Untuk Semua&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ASSALAMUALAIKUM buat semua sahabat2 yg sudi mengunjungi blog ku utk  semua.....diharap anda semua hapy n berpuas hati dgn semua isi kandungan  blog ini...semoga boleh dijadikn panduan dn untuk  mengisi masa lapang  anda...InsyaAllah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Begitulah ia menyapa sahabat2nya lewat postingan bergaya layaknya anak remaja, saya mengenal Hamiza hanya sepintas, itu terjadi manakala saya menulis artikel di http://www.karawanginfo.com&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pada rubrik wisata kuliner yang berjudul "Ikan Gabus Bumbu Pucung".&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Pada tulisan tersebut terdapat 7 orang pengunjung, salah satu pengunjung itu adalah Hamiza no urutan ke 3 yang diposting pada tanggal 27 Desember 2009 Pk. 09.37 WIB.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Berikut ucapannya:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;salam..&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Di Malaysia belum pernah dgr ikan gabus..gimana sih rupa ikan gabus..pengen mkn gitu..hehehe&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Saya memang tidak pernah menanggapi ucapan Hamiza tetapi langsung menuju blog-nya dan berkomentar banyak pada salah satu artikel yang ia tulis.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Saya mengunjungi lagi blog miliknya setelah hampir 7 bulan, betapa kagetnya manakala membaca postingan yang mengharukan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI0dnd9n_AI/AAAAAAAABBM/QtfGakLbwXk/s1600/hamiza2.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 356px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI0dnd9n_AI/AAAAAAAABBM/QtfGakLbwXk/s320/hamiza2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516097682493930498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://hamiza-nky.blogspot.com/2010/02/al-fatihah-untuk-arwah-pemilik-blog-ini.html"&gt;Al-Fatihah untuk Arwah Pemilik Blog Ini.&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu'alaikum..wr wb&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada semua warga pengunjung blog Hamiza-NKY ini,&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya adalah wakil kepada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;" &gt;KAMARIAH BT MD YUSOF&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (HAMIZA [Nama panggilan] )..&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan  ini, saya harap kpd semua pengunjung dapatlah kiranya sedekahkan  Al-fatihah utk beliau yang telah menghembuskan nafas terakhirnya pada  jam 5.30a.m 7hb Februari 2010 yg lalu di h0spital Sg.Bul0h..&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada  4.2.2010 (khamis) yg lalu, waktu petang, beliau mengadu sakit perut yg  amat sgt. Pada mulanya kami menyangka beliau hanyalah sakit perut biasa  sahaja. Kami mendapatkan rawatan drpd pembantu perubatan &amp;amp;  seterusnya refer ke hospital sungai buluh kerana sakit yg tidak reda  sehingga awal pagi jam 2. Setelah membuat pemeriksaan x-ray, doktor  masih ragu sama ada beliau berkemungkinan menghidap sakit Gastrik atau  Apandiks.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lebih kurang jam 5 pagi, beliau telah dihantar ke wad  utk pemeriksaan lanjut. Tengahari 5.2.2010, hari jumaat, kami  dimaklumkan beliau telah melalui rawatan ctscan dan doktor mengesahkan  terdapat ketumbuhan kecil di bawah bahagian bawah hati dan di bahagian  pembuluh darah utama yang menyalurkan darah ke buah pinggang pula telah  koyak dan darah beku telah menghalang pengaliran darah ke buah pinggang  yg secara langsung sebelah buah pinggangnya telah rosak. Itulah yg  menyebabkan beliau sakit yg teramat sangat.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kami diberitahu  beliau akan dipindahkan ke hospital Serdang pada malam itu utk membuat  pembedahan kerana pakar saluran darah hanya terdapat di Serdang, HKL dan  IJN. Walaubagaimanapun, pemindahan tidak dpt dilakukan kerana tekanan  darah yg terlalu tinggi. Jadi, doktor terpaksa menunggu tekanan darah  menurun hingga ke tahap seminimum yg boleh supaya tidak menghadapi  risiko yg terlalu tinggi. Doktor telah menangguhkan pemindahan pd mlm  itu ke pagi sabtu 6.2.2010..&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pada pagi sabtu 6.2.2010 pula,  tekanan darah masih tidak turun ke tahap yg dikehendaki namun keadaan  beliau tidak menampakkan sebarang tanda2 kritikal. Hanya di waktu  tengahari pada waktu melawat, lebih kurang jam 1.30pm tiba2 semua yg  melawat terkejut apabila beliau tiba2 kekejangan dan semua doktor yg  berada disitu bergegas memberikan rawatan. Segala usaha telah dilakukan  termasuk memasang mesin2 bantuan dan doktor telah melakukan ctscan  sekali lagi di bahagian otak pula.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setelah itu, kami dimaklumkan  oleh doktor bahawa terdapat pula saluran darah dibahagian tengah otak  telah pecah. Dan menurut doktor berkemungkinan peluang beliau utk terus  hidup, amat tipis. Sehinggalah kami diberitahu lebih kurang jam 5.30a.m,  beliau telah pun pergi menghadap Ilahi.Ya Allah, ampunilah dia.amiin.&lt;/span&gt;  &lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;--------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya  berharap anda semua dapat memaafkan Arwah sekiranya beliau ada  terlanjur kata dan sebagainya. Saya berharap anda semua dapat  memanfaatkan artikel-artikel yang telah dipostkan oleh beliau sebelum  ini. Semoga segala yang baik mudah-mudahan Allah memberikan ganjaran  kepada Arwah.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Harapan saya sebagai wakil beliau, sm0ge Arwah ditempatkan bersama dgn 0rg2 mukmin yang beriman. Aminn..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca postingan dari keluarga/wali Hamiza, saya hanya bisa mengucap Innalillahi Waiinalillahi Rojiun.  Selamat jalan sahabatku, semoga Allah SWT memberi jalan yang terang dan damai di alam sana. Amin...&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="font-weight: bold; font-style: italic;" class="blogtitle section" id="blogtitle"&gt;&lt;div class="widget Header" id="Header1"&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5626468349044576485?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5626468349044576485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/teman-bloggerku-telah-tiada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5626468349044576485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5626468349044576485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/teman-bloggerku-telah-tiada.html' title='Teman Bloggerku Telah Tiada...'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI0eNH74Y5I/AAAAAAAABBU/OzJu95-6A7Y/s72-c/hamiza.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-59799572001162732</id><published>2010-09-12T22:54:00.004+07:00</published><updated>2010-09-14T12:12:31.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil'/><title type='text'>Bambang Riyadi: "Sang Motivator Kelompok Tani "Perkasa"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8DftSg7xI/AAAAAAAABBc/RsOXURSKxBg/s1600/tumpukan+matrial.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8DftSg7xI/AAAAAAAABBc/RsOXURSKxBg/s320/tumpukan+matrial.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516631911820226322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berkelok-kelok jalan menuju kawasan dataran tinggi Dieng, dinginnya hawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dieng Plateau&lt;/span&gt; serta hijaunya hamparan bertingkat lahan tanaman kentang menjadi saksi abadi kiprah yang dijalankan petani di wilayah ini.  Dari sinilah, profil kelompok tani yang profesional bermula.  Kelompok Tani "Perkasa" demikian nama kelompok usaha tani yang didirikan sejak tahun 2005 di desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Keberhasilan KT "Perkasa" sangat didukung oleh SDM yang terpelajar dan muda-muda, banyak petani yang berpredikat sarjana sehingga sangat mudah dalam "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tranfer Teknologi&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;Namun semuanya itu tidak terlepas dari sosok "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang Motivator&lt;/span&gt;" yang selalu memberikan spirit bagi KT Perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapakah Sang Motivator tersebut..???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8D6TwYu3I/AAAAAAAABBk/mWj5le0qX_s/s1600/SDC12700.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 257px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8D6TwYu3I/AAAAAAAABBk/mWj5le0qX_s/s320/SDC12700.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516632368822664050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak bermaksud mengecilkan peran serta anggota yang lain.  Ialah Bambang Riyadi (44) bapak 3 putra yang bertekad merubah paradigma yang melekat pada petani kita yang selama ini dicitrakan sebagai petani yang miskin, bodoh dan kotor.  Maka ia bertekad untuk merubah image yang selama ini melekat.  Petani harus kaya, pinter dan bersih.  Jadi petani itu, baik petani tanaman pangan maupun hortikultura harus kaya, pinter dan bersih.  Harapan itu tidak muluk-muluk karena sekarang, ia dan anggota KT Perkasa tengah bangkit merintis ke arah yang dicita-citakan itu.&lt;br /&gt;Seperti yang diungkapkan kepada penulis, bahwa hal utama dalam melakukan agribisnis adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"keberanian berbuat atau melakukan sesuatu"&lt;/span&gt;.  Demikian pula halnya Mas Bambang begitu sapaan akrab lelaki asal Dieng Kulon, tanpa berpikir terlalu rumit, berbagai pelatihan ia serap demi kemajuan KT Perkasa, tentu yang berhubungan dengan tanaman kentang.&lt;br /&gt;Berbagai nama agens hayati ia paham dan dikuasai seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mycoriza&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Verticillium&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Trichoderma&lt;/span&gt; dan PGPR.&lt;br /&gt;Jalan hidup dipilihnya sebagai petani kentang sejati, ia terjun langsung dalam kegiatan usaha tani kentang di kampung halamannya.  Beberapa petani muda di kawasan dieng pun diajaknya bergabung dalam KT Perkasa.  Kalimat Perkasa bukan tanpa makna tetapi mempunyai arti Pertanian Kami Selaras Alam hal ini sesuai dengan visi dan misi KT yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.  Dalam pengendalian OPT lebih mengutamakan pengendalian dengan agens hayati sesuai prinsip pengendalian hama terpadu (PHT).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8EInGCQMI/AAAAAAAABBs/2fzkMjYncng/s1600/s3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8EInGCQMI/AAAAAAAABBs/2fzkMjYncng/s320/s3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516632614531907778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Bambang, suka tidak suka petani dieng sudah hidup berdampingan dengan hama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cacing emas/Nematoda Sista Kuning (NSK) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Globodera rostochiensis&lt;/span&gt;, sehingga kita harus berpikir cerdas bagaimana caranya agar bisa meminimalisir serangan cacing emas terhadap tanaman kentang.  Ancaman serangan cacing emas sudah sangat serius apabila tidak ditangani dengan baik maka tidak mustahil produksi kentang di wilayah dieng akan selalu menurun setiap kali panen.&lt;br /&gt;Saat ini produksi kentang di wilayah dieng rata-rata hanya 16 ton per hektar itupun sudah dilakukan dengan aplikasi pengendalian, kalau tidak dilakukan aplikasi hanya menghasilkan 5- 10 ton per hektar.  Coba bandingkan dengan waktu dulu sebelum NSK masuk ke wilayah ini, petani dieng mampu menghasilkan kentang rata-rata 25-30 ton per hektar.&lt;br /&gt;Betapa sangat serius ancaman hama NSK ini...!!!&lt;br /&gt;Maka upaya antisipasi pengendalian NSK terus dilakukan dengan berbagai metode, seperti upaya mem-bera-kan lahan, rotasi tanaman, melakukan survey lebih detail untuk memastikan daerah sebar dan pemetaan NSK.  Selain itu juga dilakukan pemberdayaan petani yang antara lain melalui penyuluhan, penyebaran informasi, kursus SLPHT, dan penelitian/kajian pengendalian NSK bekerjasama dengan perguruan tinggi maupun istansi pemerintah.&lt;br /&gt;Diakhir obrolan, Bambang atas nama kelompok tani Perkasa berharap melalui kajian yang tengah dilakukan pihak perguruan tinggi maupun instansi pemerintah tidak hanya sesaat tetapi berkelanjutan sampai ditemukan teknologi pengendalian yang tepat untuk Cacing Emas atau NSK sehingga petani betul-betul terbantu dalam memecahkan masalah hama utama pada tanaman kentang ini.&lt;br /&gt;Semoga.!!! (USR)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan terima kasih kepada semua anggota Kelompok Tani Perkasa&lt;br /&gt;Desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Banjarnegara.&lt;br /&gt;Terutama Mas Bambang Riyadi dan Keluarga.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-59799572001162732?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/59799572001162732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/bambang-riyadi-sang-motivator-kelompok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/59799572001162732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/59799572001162732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/bambang-riyadi-sang-motivator-kelompok.html' title='Bambang Riyadi: &quot;Sang Motivator Kelompok Tani &quot;Perkasa&quot;'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8DftSg7xI/AAAAAAAABBc/RsOXURSKxBg/s72-c/tumpukan+matrial.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6263741369594061346</id><published>2010-09-10T13:10:00.001+07:00</published><updated>2010-09-14T12:20:21.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>Makna Lebaran .......???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8GBJzQ0II/AAAAAAAABB0/KzfHMW5qrP4/s1600/SDC12874.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8GBJzQ0II/AAAAAAAABB0/KzfHMW5qrP4/s200/SDC12874.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516634685432713346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lebaran dimata anak-anak adalah baju baru, makan ketupat/lontong, sayur opor, saweran dan piknik.  Tentu sah-sah saja makna itu terlontar dari pola pikir bocah (baca: anak2) yang masih lugu.  Tentu ada banyak makna yang dapat kita petik di hari kemenangan ini.  Salah satu dari sekian makna itu adalah membangun tali silahturahim antar sesama dan semangat kesetia-kawanan sosial.&lt;br /&gt;Kesetiakawanan sosial ini terwujud dari keikhlasan membayar zakat fitrah, memang hal ini diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu.&lt;br /&gt;Lalu makna apalagi yang terkandung dalam semangat idul fitri?&lt;br /&gt;Bagaimana menurut anda...???&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6263741369594061346?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6263741369594061346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/makna-lebaran-dimata-anak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6263741369594061346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6263741369594061346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/makna-lebaran-dimata-anak-anak.html' title='Makna Lebaran .......???'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8GBJzQ0II/AAAAAAAABB0/KzfHMW5qrP4/s72-c/SDC12874.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1988889102545553846</id><published>2010-09-09T11:18:00.002+07:00</published><updated>2010-09-09T11:40:34.141+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Ramadhan'/><title type='text'>Mengais Rezeki di PenghujungRamadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIhlCzNYUsI/AAAAAAAABBE/JYu4X8c9WHw/s1600/3.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIhlCzNYUsI/AAAAAAAABBE/JYu4X8c9WHw/s320/3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514768842495644354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cikampek (09/09/2019).  Memasuki H-1 lalu lintas di fly over Cikampek nampak lengang, tidak seperti biasanya di ujung fly over ini menjadi terminal bayangan sehingga menjadi sumber kemacetan setiap saat.  Namun sangat kontras dengan yang terjadi dibawah jembatan fly over terjadi kemacetan oleh kendaraan roda dua berbaur dengan angkot dan tukang becak.&lt;br /&gt;Sementara beberapa pedagang dadakan bermunculan mengais rezeki dipenghujung ramadhan ini, seperti pedagang cangkang ketupat.  Setelah warung dadakan bermunculan kini giliran pedagang cangkang ketupat mulai menjamur memenuhi sudut kota Cikampek.&lt;br /&gt;Adalah Endang (50) warga desa Jomin Timur, kecamatan Kotabaru yang jeli melihat peluang ini.  Memasuki H-1 lebaran tahun ini, ia berdagang sarung/cangkang ketupat di sudut pertokoan dekat rel kereta api.&lt;br /&gt;Pada pagi buta ia membawa 900 cangkang ketupat dari daun kelapa muda, setiap 10 cangkang ketupat ia jual Rp. 3000,-.&lt;br /&gt;Untuk membuat 900 cangkang ia memerlukan 6 tangkal (daun) muda kelapa seharga Rp. 5000,- per tangkal.  Praktis modal yang dikeluarkan sebesar Rp. 30.000,-.&lt;br /&gt;Selanjutnya hanya butuh keahlian dan ketekunan untuk merangkai cangkang ketupat.  Semua anggota keluarga terlibat dengan pekerjaan ini.&lt;br /&gt;Pk. 06.00 pagi semua cangkang terjual habis, ia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp. 270.000,-, setelah dipotong modal Rp.30.000,- ia mendapatkan untung bersih Rp. 240.000,- .  Sebuah jumlah yang cukup besar bagi ukuran Endang dan keluarganya.&lt;br /&gt;Senyum mengembang diraut muka yang mulai menua.  Obrolan pagi itu cukup berkesan betapa bersahajanya kehidupan rakyat di akar rumput macam Endang.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIhkd8LrTII/AAAAAAAABA0/9uK2ENU9Dtw/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIhkd8LrTII/AAAAAAAABA0/9uK2ENU9Dtw/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514768209249258626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Alhamdulilah hari ini semua cangkang terjual.” Katanya lirih.&lt;br /&gt;“Ini pekerjaan sambilan Mas, daripada bengong dirumah.” Katanya lagi.&lt;br /&gt;“Sehari-hari bapak mah cuma petani penggarap, jadi harus pinter cari peluang agar bisa hidup dijaman yang sulit ini”.  katanya berfilsafat.&lt;br /&gt;“Maaf, Mas, saya pamit dulu, mau ambil cangkang lagi dirumah”. Katanya berpamitan.&lt;br /&gt;Pagi itu sebuah pelajaran berharga telah menyadarkan kita semua, betapa hidup ini harus pandai membaca peluang.&lt;br /&gt;Yach…, peluang untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengais rezeki demi keluarga.  Di penghujung ramadhan banyak sekali sosok macam Endang di sepanjang jalur pantura dengan membuka warung dadakan.&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang yang pandai membaca peluang dan berjuang demi kelangsungan hidup.  Harapan mereka sama seperti anggota masyarakat lainnya ikut serta merayakan hari kemenangan penuh suka cita.(Urip SR)***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1988889102545553846?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1988889102545553846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/mengais-rezeki-di-akhir-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1988889102545553846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1988889102545553846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/mengais-rezeki-di-akhir-ramadhan.html' title='Mengais Rezeki di PenghujungRamadhan'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIhlCzNYUsI/AAAAAAAABBE/JYu4X8c9WHw/s72-c/3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-2458023463836293536</id><published>2010-09-08T14:16:00.004+07:00</published><updated>2010-09-08T14:23:05.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ucapan'/><title type='text'>Selamat Lebaran 1431 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc5oRXgn5I/AAAAAAAABAc/1NavCRd8PP8/s1600/01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc5oRXgn5I/AAAAAAAABAc/1NavCRd8PP8/s400/01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514439632758022034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Buka Hati lebar-lebar...&lt;br /&gt;di hari yang Fitri ini...&lt;br /&gt;Biarlah Hati suci kembali...&lt;br /&gt;seputih awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lubuk hati yang paling dalam saungURIP mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.&lt;br /&gt;Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-2458023463836293536?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/2458023463836293536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/selamat-lebaran-1431-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2458023463836293536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2458023463836293536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/selamat-lebaran-1431-h.html' title='Selamat Lebaran 1431 H'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc5oRXgn5I/AAAAAAAABAc/1NavCRd8PP8/s72-c/01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5839601217442836835</id><published>2010-09-08T13:55:00.002+07:00</published><updated>2010-09-08T14:04:08.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>Mudik: Aman dan Nyaman.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc1SxSzeDI/AAAAAAAABAM/lbZpYW4nuz4/s1600/03.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 263px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc1SxSzeDI/AAAAAAAABAM/lbZpYW4nuz4/s320/03.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514434865324587058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karawang (08/09/2010) Memasuki H-2 jalur pantura  Jawa Barat sejak pk.05.00 pagi sampai saat ini mengalami kemacetan, namun moda transportasi masih bisa bergerak walaupun pelan merayap, kondisi sedikit mencair begitu melewati pertigaan Cikalong karena di pertigaan tersebut titik bertemunya arus mudik melalui jalur alternatif dari arah Johar dan Talagasari.&lt;br /&gt;Selepas pertigaan Cikalong arus padat tetapi lancar hanya sesekali terjadi penumpukan kendaraan apabila melalui pasar tumpah dan penyebrangan.&lt;br /&gt;Seperti diperkirakan, Arus Mudik akan mulai padat pada hari ini Rabu (8/9/2010), seiring libur kerja di Jakarta yang baru berlangsung dan terjadi lagi peningkatan jumlah pemudik pada sore hari dimana pegawai pemerintahan sudah mulai cuti bersama.&lt;br /&gt;Geliat arus pemudik sepeda motor mulai terasa sejak pk. 03.00 pagi, mereka memanfaatkan waktu sehabis sahur untuk melakukan perjalanan karena tidak terlalu panas.&lt;br /&gt;Seperti yang dituturkan oleh Prasetyo (30) pemudik asal Pemalang yang dijumpai penulis di sela-sela istirahat.&lt;br /&gt;“Sengaja kami berdua pilih habis sahur Mas, biar nanti sampai ditujuan ga terlalu sore”. Begitu kilahnya.&lt;br /&gt;“ Disamping itu kalau terlalu siang kan tidak enak, panas”. Kembali teman partnernya menimpali.&lt;br /&gt;“ Cuaca juga sangat mendukung, agak mendung jadi rada adem gitu”. Katanya lagi&lt;br /&gt;Mereka memulai start dari Jakarta pk. 02.00 pagi setelah menempuh waktu kurang lebih 4 jam, istirahat melepas lelah dilakukan di warung pinggir jalan sambil sarapan pagi.&lt;br /&gt;Fenomena mudik seperti ini ia lakoni setiap tahun bersama-sama teman sekampungnya.&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi setiap menjelang hari raya idulfitri, seluruh lapisan masyarakat yang merantau di ibukota akan kembali pulang ke kampung. Mudik, istilah ini selalu menjadi issu hangat ketika idul fitri sudah menjelang di depan mata. Fenomena menarik yang selalu hadir di setiap tahunnya adalah pemudik yang menggunakan kendaraan motor.  Mudik menggunakan roda dua agaknya menjadi sebuah alternatif pilihan untuk kaum urban.&lt;br /&gt;Selain murah meriah, faktor eknomilah yang menyebabkan mereka memakai sepeda motor. Dahulu waktu masih muda pun penulis mengalami dan merasakan berkendara motor untuk pulang mudik. Selain mendapatkan kesenangan karena bisa berkumpul dengan teman-teman senasib dalam perjalanan, juga menikmati kebersamaan bersama.  Tentu selalu waspada dan hati-hati di jalan agar perjalanan aman dan nyaman.&lt;br /&gt;Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pengalaman penulis berbagi  tips untuk kalian yang sering berkendara motor, terutama yang akan mudik ke kampung halaman saat ini. Berikut tips yang perlu kalian cermati:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc0BmAoEPI/AAAAAAAABAE/8X7IsdM5fF8/s1600/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc0BmAoEPI/AAAAAAAABAE/8X7IsdM5fF8/s320/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514433470726148338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1).Sebelum berangkat, istirahatlah yang cukup pada malam harinya. Ini untuk menghindari kantuk ketika mengendara motor. 2) Makanlah makanan yang bernutrisi dan tahan lama,perbanyak asupan protein. 3) Jangan biarkan diri anda didera kelelahan ketika di perjalanan, istirahat dan menepi lah di rest area atau, mesjid. Lakukan senam ringan dan beristirahat sejenak. Ini berguna untuk memulihkan kondisi stamina. 4) Mudiklah bersama-sama dalam satu komunitas, untuk menghindari dari kejahatan. 5) Gunakanlah helm standar (SNI) untuk pengendara maupun yang dibonceng dan perlengkapan touring lainnya seperti jaket, pelindung dada, kaos tangan, serta sepatu tertutup. 6) Taati tata tertib lalu lintas seperti tidak menyalip dari kiri, tidak kebut-kebutan, serta menyalakan lampu motor anda di siang hari. 7) Pastikan kalian tidak SMS-an atau terima telpon saat berkendara karena selain akan membahayakan nyawa kalian, juga bisa membahayakan orang lain. 8) Jangan lupa, pastikan bensin anda penuh. Jika dirasa sudah menipis jangan segan untuk mampir di SPBU yang anda lewati, 9) Selalu menjaga kontrol agar selalu terjaga, dan 10) Jangan lupa berdoa semoga selamat sampai tujuan.&lt;br /&gt;Lebaran sudah di depan mata. Selamat mudik dan berkumpul bersama sanak keluarga dan handai tolan di kampung.&lt;br /&gt;Barangkali peribahasa ini bisa menjadi pegangan kalian selama bermudik-ria, “Alon-alon asal kelakon, biar lambat asal selamat”.&lt;br /&gt;Salam buat anda yang merayakan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H.&lt;br /&gt;Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (uripsr@ymail.com)***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5839601217442836835?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5839601217442836835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/mudik-aman-dan-nyaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5839601217442836835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5839601217442836835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/mudik-aman-dan-nyaman.html' title='Mudik: Aman dan Nyaman.....'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc1SxSzeDI/AAAAAAAABAM/lbZpYW4nuz4/s72-c/03.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1533121839902048041</id><published>2010-09-03T09:03:00.005+07:00</published><updated>2010-09-08T21:03:49.291+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Teknologi Informasi'/><title type='text'>Kompasiana, Tempat Berbagi dan Berinteraksi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc7_phXZII/AAAAAAAABAk/lp2RwqY50yM/s1600/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 411px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc7_phXZII/AAAAAAAABAk/lp2RwqY50yM/s320/Picture1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514442233402057858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kompasiana adalah sebuah Media Warga (&lt;em&gt;Citizen&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Media&lt;/em&gt;).  Di sini, setiap  orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan  pendapat dan gagasan serta  menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan,  gambar ataupun rekaman audio dan  video.               &lt;p&gt;Kompasiana menampung beragam konten yang menarik,  bermanfaat dan dapat  dipertanggungjawabkan dari semua lapisan  masyarakat dengan beragam latar  belakang budaya, hobi, profesi dan  kompetensi. Keterlibatan warga secara masif  ini diharapkan dapat  mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi  demokratisasi dalam  kehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Kompasiana juga melibatkan kalangan jurnalis Kompas  Gramedia dan para  tokoh masyarakat, pengamat serta pakar dari berbagai  bidang, keahlian dan  disiplin ilmu untuk ikut berbagi informasi,  pendapat dan gagasan. &lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Di Kompasiana, setiap orang didorong menjadi seorang  pewarta warga  yang, atas nama dirinya sendiri, melaporkan peristiwa  yang dialami atau terjadi  di sekitarnya. Tren Jurnalisme Warga (&lt;em&gt;Citizen Journalism&lt;/em&gt;)  seperti ini sudah mewabah di banyak negara maju  sebagai konsekuensi  dari lahirnya web 2.0 yang memungkinkan masyarakat pengguna  internet (&lt;em&gt;netizen&lt;/em&gt;) menempatkan dan  menayangkan konten dalam bentuk teks, foto dan video.&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Kompasianer (sebutan orang-orang yang beraktifitas di  Kompasiana) juga diberi kebebasan  menyampaikan gagasan, pendapat,  ulasan maupun tanggapan sepanjang tidak melanggar ketentuan yang  berlaku. Setiap konten yang  tayang di Kompasiana menjadi tanggungjawab  Kompasianer yang menempatkannya.&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Selain itu, Kompasiana menyediakan ruang interaksi dan  komunikasi  antar-anggota. Setiap Kompasianer bisa menjalin pertemanan  dengan Kompasianer  lain. Mereka juga dapat berkomunikasi lewat email,  komentar dan fitur  interaktif lainnya.&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Fasilitas dan fitur Kompasiana hanya bisa digunakan oleh pengguna  internet yang telah melakukan registrasi di &lt;a href="http://www.kompasiana.com/registrasi"&gt;www.kompasiana.com/registrasi&lt;/a&gt;.   Begitu proses registrasi selesai, pengguna akan mendapatkan blog  pribadi  dengan alamat http://kompasiana.com/namapengguna. Tanpa  registrasi, pengguna  hanya bisa membaca konten Kompasiana.&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;Dengan beragam fitur dan fasilitas interaktif tersebut, Kompasiana yang mengusung  semangat berbagi dan saling terhubung (&lt;strong&gt;sharing.  connecting.&lt;/strong&gt;) telah berwujud menjadi sebuah &lt;em&gt;Social  Media&lt;/em&gt; yang informatif, interaktif, komunikatif dan  mencerahkan bagi setiap orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kompasiana dalam Sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="" class="tabs-container" id="sekilas-sejarah"&gt;                                   &lt;p&gt;Nama Kompasiana diusulkan oleh Budiarto Shambazy,  wartawan senior  Kompas yang biasa menulis kolom “Politika”. Nama ini  pernah digunakan untuk  kolom khusus yang dibuat pendiri Harian Kompas,  PK Ojong, berisi tulisan tajam  mengenai situasi mutahir pada masanya.  Kumpulan rubrik Kompasiana yang ditulis  PK Ojong itu sendiri sudah  dibukukan.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Ide pendirian Kompasiana berangkat dari dari fakta tidak  semua jurnalis  akrab dengan blog. Jangankan punya, membaca blog orang  barangkali belum pernah.  Jadi, merupakan langkah maju dan terobosan tak  terduga manakala sejumlah  jurnalis Kompas menyatakan diri ingin  menjadi bagian dari Kompasiana dan bahkan  sudah langsung mencurahkan  pandangan dan gagasannya.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Pada tanggal 1 September 2008, Kompasiana mulai online  sebagai blog  jurnalis. Pada perjalanannya, Kompasiana berkembang  menjadi &lt;em&gt;Social Blog&lt;/em&gt; atau blog terbuka bersama  para jurnalis  harian Kompas dan Kompas Gramedia (KG) serta beberapa orang  penulis  tamu dan artis. Antusiasme para blogger dan netizen untuk ikut ngeblog   di Kompasiana sangat besar sehingga dibuatkan satu menu khusus bernama  Public.  Pada 22 Oktober 2008, Kompasiana sebagai &lt;em&gt;Social  Blog&lt;/em&gt; resmi diluncurkan.&lt;/p&gt;             &lt;p&gt;Dan baru satu tahun berjalan, Kompasiana telah mengalami  perubahan  besar—baik dari segi tampilan maupun format dan konsep  keseluruhan. Dari sebatas  jaringan blog jurnalis menjadi sebuah bentuk &lt;em&gt;Social Media&lt;/em&gt; baru yang bisa diakses dan dikelola oleh semua orang.  Termasuk Anda.&lt;/p&gt;            &lt;/div&gt;&lt;p&gt;Sumber: http://www.kompasiana.com/about&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1533121839902048041?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1533121839902048041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/kompasiana-tempat-berbagi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1533121839902048041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1533121839902048041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/kompasiana-tempat-berbagi-dan.html' title='Kompasiana, Tempat Berbagi dan Berinteraksi'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TIc7_phXZII/AAAAAAAABAk/lp2RwqY50yM/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-8535503550846622222</id><published>2010-09-03T07:06:00.005+07:00</published><updated>2010-09-03T08:13:59.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JALAN-JALAN'/><title type='text'>Menyusuri Bumi Khayangan (Part. 2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut sejarah di situs resmi Pemerintah kabupaten Wonosobo, nama Dieng berasal dari bahasa  Sansekerta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; "Di"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; yang berarti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;tempat yang tinggi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; gunung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, dan  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Hyang" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;yang berarti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;kayangan (surga).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Tidak heran memang karena banyak  hal menarik di Dieng yang jarang ditemukan di wilayah lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran berharga dari petualangan di Bumi Khayangan ini yang utama adalah mensyukuri anugerah Tuhan, betapa kekayaan alam yang tak ternilai dengan panorama yang elok dan sumber daya alam (Gas Bumi), hasil pertanian (kentang) merupakan aset yang mendatangkan devisa bagi pemerintah setempat.&lt;br /&gt;Melihat dan merasakan sendiri keelokan alam pegunungan yang mempesona, tak henti-hentinya mengabadikan dalam sebuah kamera dan mencatat setiap bagian dalam aliran kata-kata membentuk jajaran kalimat seperti jajaran situs candi-candi kuno yang bertebaran di bumi Dieng.&lt;br /&gt;Betapa egoisnya apabila hanya dinikmati sendiri maka berbagi kepada yang lain merupakan kepuasan batin.&lt;br /&gt;Jajaran candi-candi Hindu berukuran kecil, tetapi berarsitektur unik, bisa menjadi wahana pendidikan bagi anak-anak dan keluarga yang berkunjung di kompleks ini.  Candi-candi tersebut diperkirakan berdiri sekitar abad ke tujuh dan  delapan, dan merupakan peninggalan Dinasti Sanjaya.   Beberapa cagar budaya yang dapat dikunjungi antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Kompleks Dharmacala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan tempat persistirahatan para peziarah, biasanya terdapat di sekitar candi/vihara.  Di Dharmacala inilah para peziarah mempersiapkan diri untuk beribadat ke candi atau menghadap guru di vihara termasuk memepersiapkan peralatan upacara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Gangsiran Aswotomo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan saluran air yang dahoeloe kala digunakan untuk mengeringkan dataran.  Sebelumnya dataran tinggi Dieng adalah sebuah danau yang terjadi dari bekas kepundan gunung berapi.  Konon menurut cerita saluran ini tembus sampai Kota Pekalongan. Wallahu alam bisawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kompleks Candi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kelompok  lokasi candi yang mengelompok dalam satu kompleks anatara lain Candi Pendawa, yang memiliki lima buah deretan  candi, yaitu Candi Semar, Arjuna, Srikandi, Sembadra, dan Puntadewa.  Candi-candi tersebut diperkirakan berdiri sekitar abad ke tujuh dan  delapan, dan merupakan peninggalan Dinasti Sanjaya.&lt;br /&gt;Sedangkan candi-candi yang lain, seperti Candi Gatotkaca, Dwarawati,  Bima, dan lainnya, letaknya tersebar dan terpisah-pisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dieng Plateau Theater&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dataran tinggi Dieng juga memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dieng Plateau Theater,&lt;/span&gt;  yaitu bioskop yang memberi informasi mengenai peristiwa dan kejadian  alam di Dieng, seperti peristiwa Kawah Sinila yang menghembuskan udara  beracun pada tahun 1979, yang menelan korban jiwa hampir 150 warga.  Wahana ini memiliki kapasitas 100 kursi yang sangat nyaman bagi kita dan  keluarga. Nilai edukasi pun bisa didapat karena film yang diputar  membahas budaya dan kehidupan masyarakat Dieng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kawah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Dieng juga menyuguhkan berbagai situs yang  menyajikan fenomena alam mengagumkan. Semisal, sebagai kawasan  pegunungan aktif, beberapa kawah di Dieng masih mengeluarkan lumpur  hitam yang mendidih, asap putih tebal, dan gas yang mengandung belerang.  Kita pun berkesempatan menyaksikan Telaga Warna yang bila kita  beruntung, bisa melihat aneka warna yang berbeda karena kandungan  mineral pada telaga tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bagaimana menuju kawasan Dieng Plateau?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alhamdulilah  jalan wisata Wonosobo-Dieng, Km 20 yang kemarin longsor pada awal tahun  2009, sekarang sudah bisa dilalui moda transportasi seperti mobil/truk/bus. Untuk memperlancar arus  lalu lintas,  jembatan beilei dan perbaikan permanen menggunakan jembatan cor beton sepanjang sekitar 40  meter sudah 80% selesai sehingga jarak tempuh menjadi lebih efisien. Dari terminal bus Wonosobo bisa menggunakan bus kecil dengan tarif Rp.8000,- menuju kawasan wisata dieng plateau.  Nah mudah bukan???                                    Mari berkunjung dan lestarikan warisan budaya bangsa Indonesia sekaligus situs penghormatan masa  lampau, candi-candi yang tersisa harus dirawat dengan maksimal.  Sudah saatnya bangsa ini menghargai peninggalan masa lalu nenek moyang kita.                                                            Akhirnya, Menyusuri Bumi Khayangan sampai disini dan dirangkai dengan tulisan lain  seputar kawasan dieng dengan pokok bahasan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Ucapan terima kasih:                                                                                                                              Kepada keluarga Bpk Bambang Riyadi motivator Gapoktan "PERKASA", rekan-rekan Petani Kentang Desa Dieng Kulon (Kabul Suwoto, Samsul, Yahya, Budi dll), Hotel Gunung Mas (tempat kami menginap) Jl. Dieng Plateau No.42 Batur Telp. (0286) 3342017 Banjarnegara.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-8535503550846622222?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/8535503550846622222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/menyusuri-bumi-khayangan-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8535503550846622222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8535503550846622222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/menyusuri-bumi-khayangan-part-2.html' title='Menyusuri Bumi Khayangan (Part. 2)'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-928468051961415454</id><published>2010-09-03T06:11:00.006+07:00</published><updated>2010-09-03T07:28:32.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JALAN-JALAN'/><title type='text'>Menyusuri Bumi Khayangan (Part.1)</title><content type='html'>Diatas ketinggian  2000 m diatas permukaan laut, udara pagi yang dingin menggigit sendi-sendi tulang, hembusan napas mengeluarkan asap putih mengepul sesaat menahan dan mengeluarkannya pelan-pelan laksana asap dupa yang mengepul.&lt;br /&gt;Tarikan napas dan tubuh yang menggigil walau dibalut dua lapis baju tebal tak mampu mengusir hawa dingin pagi hari.&lt;br /&gt;Letaknya yang berada pada ketinggian di atas 2.000 meter dari permukaan  laut, membuat suhu udara di Dieng cukup dingin, yaitu berkisar 15 hingga  20 derajat Celcius di siang hari dan 10 derajat Celcius pada malam  hari. Bahkan, suhu bisa mencapai di bawah 5 derajat Celcius pada pagi  hari di musim kemarau.&lt;br /&gt;Perjalanan yang tak biasa ini mengantarku ke dataran tinggi Dieng bukan untuk berwisata tetapi kebetulan sedang melaksanakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kajian Pengembangan Pengendalian Nematoda Sista Kuning (NSK) Skala Luas &lt;/span&gt;pada tanaman kentang, bersama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gabungan kelompok tani "Perkasa" &lt;/span&gt;desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Banjarnegara.  Secara geografis, Dieng merupakan dataran tinggi yang terletak di  perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, dengan jarak  sekitar 30 kilometer dari Kota Wonosobo.&lt;br /&gt;Dalam kajian itu melibatkan 50 orang petani kentang (25 orang petani dari Banjarnegara dan 25 orang petani dari Wonosobo).  Sasaran dari kajian tersebut ingin mendiseminasikan teknologi PHT-NSK kepada 50 orang petani peserta, menerapkan seluruh komponen teknologi PHT-NSK pada lahan praktek percontohan, dan menerapkan sebagian komponen teknologi PHT-NSK pada 50 lahan sebagai lahan praktek mandiri masing-masing petani peserta.&lt;br /&gt;Judul tersebut diatas Menyusuri Bumi Khayangan bukan tanpa alasan, karena banyak orang mengatakan Dieng adalah negeri diatas awan, diatas ketinggian 2000 m dpl memang terlihat awan berarak beriringan meliputi dataran tinggi Dieng.&lt;br /&gt;Jadi cukup beralasan toh???&lt;br /&gt;Naluri petualangan pun kembali mengusik manakala dalam perjalanan menempuh lokasi demplot yang kebetulan berdekatan dengan kompleks candi.  Apalagi medan yang terjal, menurun, menanjak dan menukik begitu memacu adrenalinku.&lt;br /&gt;Sengaja aku duduk dekat jendela mobil, agar leluasa menikmati hawa  pegunungan yang segar sekaligus memandang panorama sekeliling yang  mengagumkan.  Hati berdegup kencang saat sopir bus mengendalikan laju kendaraannya membelah tebing tinggi dan jurang menganga yang setiap saat menyergap apabila lalai.  Wuiiihhh,....amazing...!!!&lt;br /&gt;Ada banyak catatan tercecer mengenai perjalanan menyusuri Bumi Khayangan yang tidak melulu  menyuguhkan pemandangan pegunungan atau  kesejukan udara yang bersih dan segar. Namun terdapat  kompleks candi tempat bersemayan dewa-dewi yang semuanya diberi nama tokoh pewayangan.  Sangat menarik bukan???(USR) ***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-928468051961415454?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/928468051961415454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/menyusuri-bumi-khayangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/928468051961415454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/928468051961415454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/09/menyusuri-bumi-khayangan.html' title='Menyusuri Bumi Khayangan (Part.1)'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-9012098317862008948</id><published>2010-08-30T09:34:00.002+07:00</published><updated>2010-08-30T10:33:02.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><title type='text'>KONFLIK INDONESIA VS MALAYSIA SAMPAI KAPAN???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THsmQFNBgcI/AAAAAAAAA_s/TEb-xld91Qk/s1600/malingsia.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THsmQFNBgcI/AAAAAAAAA_s/TEb-xld91Qk/s320/malingsia.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511040626734498242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Jangan mudah terprovokasi, kita ini saudara serumpun, kita ini sama-sama muslim, selesaikan konflik dengan dialog “ demikian pesan orang bijak menasihati.  Saya sangat setuju dengan pendapat itu karena itu lebih rasional dan terpelajar.  Apalagi sama-sama anggota ASEAN yang notabene harus bisa menjadi contoh mampu menciptakan kedamaian di kawasan Asia Tenggara. Lalu kenapa terjadi gejolak gelombang demonstrasi besar-besaran anti Malaysia, bahkan kedutaan besar Malaysia sampai dilempari kotoran dan bendera dibakar.???&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Bukan tanpa alasan sebagian besar penduduk Indonesia marah karena ‘sudah sering’ bangsa Indonesia di lecehkan, bukan satu-dua kali tetapi berkali-kali.  Masih segar di ingatan kita bagaimana arogansi Malaysia dipertontonkan.  Kasus Ambalat dimana kapal patroli milik TNI AL ditabrak oleh AL Diraja Malaysia, pencaplokan Pulau Sipadan-Ligitan, Klaim atas beberapa budaya milik kita, pemukulan terhadap wasit nasiona Karate-do Indonesia (Donald Luther), tindakan semena-mena terhadap TKI/TKW, melanggar batas wilayah (yang ini paling sering) bahkan dianggap sepele karena sering dilanggar, dan yang terakhir penangkapan sewenang-wenang terhadap petugas patroli KKP di perairan P. Bintan (yang kemudian dilepas setelah di “barter” dengan “maling ikan” asal Malaysia).  Tetapi kemudian statement tersebut dengan “santun” disanggah oleh Menlu Marty Natalegawa.  Hebat bukan.!??&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara se-antero Nusantara berbagai element bangsa yang jiwa patriotik dan harga dirinya terusik melancarkan aksi unjuk rasa anti Malaysia sebagai ungkapan rasa kecewa karena martabat bangsa dilecehkan.  Rupanya kalangan parlemen pun bersuara keras ikut mengecam tindakan Malaysia yang arogan. Ibarat pepatah “Anjing menggonggong kafilah berlalu” maka pihak pemerintah RI pun demikian hanya mengajukan “nota protes” dan pendekatan “soft diplomasi”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indonesia menuntut Malaysia untuk meminta maaf atas insiden penangkapan 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (13/08/2010).  Dengan entengnya pihak Malaysia menanggapi bahwa “tidak akan minta maaf” bahkan Menlu Malaysia sempat mengancam akan mengeluarkan imbauan kepada warga Malaysia untuk tak bepergian ke Indonesia (Travel Advisory) terkait dengan aksi protes ekstrim.  Seperti sudah menjadi kebiasaan apabila terjadi gesekan antara kedua negara, Malaysia pun memulangkan paksa para TKI.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Duh, betapa menyakitkan….!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata seorang teman dalam sebuah SMS lewat facebook “Kita diposisi dilematis sekarang ini......jika hanya mengingat hargadiri dan nasionalisme maka sekarang juga ingin perang dgn Malaysia sialan itu......INI DADAKU MANA DADAMU!!! Tapi ketika menoleh melihat saudara-saudaraku yg mengais ringgit disana .....jiwa ini kembali tertunduk sesak rasanya dada ini melihat nasib mereka......kita harus betul-betul cepat,tepat,cerdas dan ikhlas dlm mengambil keputusan sengketa dgn Malaysia ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita memang mengutuk peperangan karena hanya akan mendatangkan kerugian bagi kedua negara apalagi antara kedua negara tersebut memiliki latar belakang sejarah, budaya, sosial dan agama yang secara umum adalah sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lantas timbul pertanyaan besar, “sampai kapan kita menjadi bangsa pema’af?”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata seorang pakar, pemerintah Indonesia masih melakukan diplomasi setengah hati dalam penyelesaian konflik dengan Malaysia.  Pemerintah terkesan ragu dalam mengambil langkah diplomasi yang lebih tegas.Tindakan tegas tidak harus perang, panggil duta besar atau putus hubungan diplomatik merupakan bukti “ketegasan” yang ditunggu 235 juta rakyat Indonesia. Kalau mengedepankan soft diplomasi terus dan selalu mengalah maka konflik akan selalu kembali terulang.  Capai deh…!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka jangan salahkan rakyat Indonesia apabila mengambil caranya sendiri dalam melihat konflik tersebut.  Generasi muda Indonesia mari bangkit membela kedaulatan dan harga diri bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangkit itu…marah…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Marah bila martabat bangsa dilecehkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangkit itu… aku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku..untuk Indonesiaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(cuplikan puisi dari Deddy Mizwar)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Gusti Allah memberikan petunjuk.....amin…!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(USR)***&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-9012098317862008948?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/9012098317862008948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/konflik-indonesia-vs-malaysia-sampai.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/9012098317862008948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/9012098317862008948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/konflik-indonesia-vs-malaysia-sampai.html' title='KONFLIK INDONESIA VS MALAYSIA SAMPAI KAPAN???'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THsmQFNBgcI/AAAAAAAAA_s/TEb-xld91Qk/s72-c/malingsia.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5772334748495822463</id><published>2010-08-29T01:34:00.005+07:00</published><updated>2010-09-14T12:32:09.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resep Tradisional'/><title type='text'>Mengenal Tanaman Jamblang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8IxR03s0I/AAAAAAAABDE/ehh7EDLLccM/s1600/index.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 116px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8IxR03s0I/AAAAAAAABDE/ehh7EDLLccM/s320/index.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516637711243916098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;anaman ini dapat mengobati penyakit mencret dan diabetes/kencing manis karena tanaman ini memiliki sifat rasa manis, netral, dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:130%;" &gt; astrigent&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; menurut farmakologi cina dan pengobatan tradisional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jamblang &lt;/span&gt;alias&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Duwet&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Eugenia&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cumini&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syzigium cumini&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt; termasuk buah-buahan yang langka.  Tanaman ini termasuk ke dalam famili tumbuhan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Euphorbiceae.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia tumbuhan ini bisa hidup dengan subur.  Banyak orang suka dengan daging buahnya yang putih kemerah-merahan serta kulit buah licin berwarna merah dan ungu kehitaman.&lt;br /&gt;Buahnya berbentuk lonjong, demikian pula bijinya.  Tanaman ini bisa diperbanyak dengan menggunakan biji.  Tumbuhan berkayu ini bisa tumbuh tinggi hingga belasan meter.  Pemeliharaan pun cukup mudah, hanya butuh air dengan cara penyiraman untuk menjaga kelembaban serta pupuk dasar seperti kompos dan pupuk organik.  Letak tanaman biasanya di tempat terbuka yang cukup matahari dan sedikit terlindung.  Bahkan di kampung-kampung tanaman ini sering tumbuh liar tanpa perawatan maklum saja nilai jual buah ini sangat murah, sehingga jarang dibudidayakan secara komersial&lt;br /&gt;Jamblang ternyata memiliki kandungan kimia yang cukup kaya.  Pada buahnya terkandung zat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penyamak tanin, minyak terbang, damar, asam gallus&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;glicosida&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pada bijinya terdapat zat tanin, asam galat, glucosida, phytomelin, dan&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; alfa-phytosterol&lt;/span&gt; yang bersifat&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; anticholestemik&lt;/span&gt;.  Sementara itu, pada kulit pohonnya terdapat zat samak.&lt;br /&gt;Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat rasa manis, netral, dan&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; astrigent&lt;/span&gt;.  Jamblang juga bersifat&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; antichlestemik, antimaline&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;anti-diabeticum&lt;/span&gt;.  Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan bunga, biji, dan kulit.  Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan penggunaan jamblang adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mencret karena masuk angin&lt;/span&gt; serta &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diabetes&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Pengobatan untuk mencret akibat masuk angin dan udara dingin dilakukan dengan menggunakan kulit dahan jamblang.  Kulit itu direbus, airnya disaring dan diminum.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi diabetes atau kencing manis, 15 butir biji jamblang ditumbuk halus dan direbus.  Rebusan itu dibagi menjadi tiga bagian untuk satu hari.  Ulangi setiap hari sampai badan terasa segar.  Disamping itu, kulit pohon jamblang bisa digunakan pula untuk diabetes.  Sebanyak 250 gram kulit jamblang basah dipotomg-potong, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga jadi dua gelas.  Saring airnya lalu diminum sedikit-sedikit sampai habis dalam satu hari.&lt;br /&gt;Di samping kedua penyakit tersebut, jamblang bisa pula mengobati ngompol.&lt;br /&gt;Biji jamblang yang digunakan untuk pengobatannya.  Sebanyak tujuh butir biji jamblang digiling halus.  Bubuk biji itu direbus dengan dua cangkir ditambah gula merah hingga air tinggal separuhnya.  Minum setiap hari satu cangkir sekitar pukul lima sore sampai sembuh.&lt;br /&gt;(Dari berbagai sumber)***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5772334748495822463?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5772334748495822463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/mengenal-tanaman-jamblang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5772334748495822463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5772334748495822463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/mengenal-tanaman-jamblang.html' title='Mengenal Tanaman Jamblang'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8IxR03s0I/AAAAAAAABDE/ehh7EDLLccM/s72-c/index.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1176535184335515068</id><published>2010-08-29T01:31:00.002+07:00</published><updated>2010-08-29T02:30:52.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda Kita'/><title type='text'>Membangun Sebuah Komunitas Blogger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THlj0fAA2CI/AAAAAAAAA_c/btd2NqYzz8s/s1600/blogger+cikampek2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THlj0fAA2CI/AAAAAAAAA_c/btd2NqYzz8s/s320/blogger+cikampek2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510545372390414370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut dibawah ini adalah tulisan ndoro kakung yang dengan sengaja saya share untuk bacaan wajib para blogger khususnya blogger Cikampek yang berkeinginan membangun suatu komunitas, maklum sampai saat ini belum ada wadah/komunitas yang mempersatukan mereka, sementara ini untuk kegiatan kumpul-kumpul nginduk pada komunitas blogger Karawang.  Bukan maksud ingin menyaingi atau memisahkan diri dari induknya tetapi minimal punya wadah untuk kongkow atau pertemuan rutinan disamping wajib hadir di Komunitas Blogger Karawang seperti daerah-daerah lainnya.  Semoga niat baik untuk mempersatukan para blogger Cikampek ini bisa terlaksana dengan baik.  Saya berharap tulisan hasil copas dari Ndoro Kakung bisa dijadikan referensi.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menurut ndorokakung (http://ndorokakung.dagdigdug.com/2009/03/11/membangun-komunitas-blogger/), membangun  sebuah komunitas itu dimulai dari mengajak blogger lain membentuk  forum atau kelompok. Cari blogger yang memiliki kesamaan, misalnya keinginan, cita-cita,  minat, atau hobi. Setelah itu, buatlah aktivitas bersama secara rutin.  Contohnya berenang, bersepeda, arisan, belanja, atau menyulam. Buatlah aktivitas itu bisa berjalan secara paralel, baik secara &lt;em&gt;offline&lt;/em&gt; maupun &lt;em&gt;online&lt;/em&gt;.  Komunitas, misalnya, dapat membuat acara bersepeda bersama di akhir  pekan, lalu menuliskan dan mengunggah foto-foto kegiatan itu ke blog  komunitas. Blog komunitas adalah forum komunikasi antar anggota komunitas. Blog  ini berisi tulisan-tulisan tentang, misalnya, profil anggota, kegiatan  yang pernah dilakukan, serta foto-foto kegiatan.  Blog itu juga menampung alamat blog anggota. Ia menjadi agregator,  pengumpul posting setiap anggota, sekaligus papan pengumuman bagi orang  di luar komunitas tersebut. Mereka yang tertarik bergabung dapat  mengintip apa, siapa, dan bagaimana kegiatan sebuah komunitas melalui  blog ini.  Komunitas tak dibangun dalam semalam. Untuk memulainya, sampean cukup  mengumpulkan tiga, empat, atau lima orang. Bertemulah secara rutin di  tempat yang disepakati bersama sebagai markas. Bisa di rumah salah  seorang anggota, kafe, taman kota, atau tempat yang nyaman lainnya.  Yang perlu diperhatikan carilah lokasi yang relatif dekat, gampang  aksesnya, dan cukup lebar untuk menampung seluruh anggota. Markas ini  penting karena akan menjadi tempat berkumpul dan memulai aktivitas  bersama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampean tak perlu fokus dulu pada bagaimana merekrut anggota baru  atau berharap dalam waktu singkat menambah anggota. Komunitas yang  anggotanya terlalu cepat bertambah, biasanya justru rapuh dan  kemungkinan besar bubar dalam waktu singkat. Relasi antaranggota yang  kuat tentu membutuhkan waktu.  Lagi pula, banyaknya anggota tak menjamin keberhasilan sebuah  komunitas. Meski anggotanya tak lebih dari sepuluh orang, sebuah  komunitas bisa saja sangat aktif bila kegiatannya banyak, semua anggota  terlibat, dan membuat semua orang ketagihan ingin mengulangi lagi.  Lebih baik sampean memikirkan bentuk kegiatan yang dapat diikuti oleh  semua anggota. Makin banyak anggota yang terlibat, makin baik. Mulai  saja dari yang sederhana. Kalau anggota komunitas rata-rata suka nonton  film, buatlah acara nonton bareng. Jika anggota komunitas hobi makan,  ajaklah mereka ramai-ramai mencicipi sebuah kafe atau restoran baru.  Sampean bahkan dapat mengajak anggota bereksplorasi, misalnya mencoba  hobi baru menyulam.  Jangan lupa, membangun komunitas itu berarti membuat setiap anggota  merasa spesial. Perlakukan setiap anggota sebagai individu yang nyata  dan bukan sekadar nama pena (&lt;em&gt;nickname&lt;/em&gt;).  Buatlah agar masing-masing anggota merasa dihargai. Libatkan mereka  dalam setiap kegiatan. Beri penghargaan untuk setiap partisipasi.  Selebihnya, biarkan waktu yang akan mengujinya.                                                                   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: http://ndorokakung.dagdigdug.com/2009/03/11/membangun-komunitas-blogger/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1176535184335515068?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1176535184335515068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/membangun-sebuah-komunitas.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1176535184335515068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1176535184335515068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/membangun-sebuah-komunitas.html' title='Membangun Sebuah Komunitas Blogger'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THlj0fAA2CI/AAAAAAAAA_c/btd2NqYzz8s/s72-c/blogger+cikampek2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6765320657427737816</id><published>2010-08-28T05:25:00.003+07:00</published><updated>2010-08-28T06:33:47.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Ramadhan'/><title type='text'>Mancing di Situ Kamojing</title><content type='html'>Situ Kamojing/Cikampek (27/08/2010)&lt;br /&gt;Selama bulan Ramadhan aku punya hobi baru yaitu memancing padahal sebelumnya aku paling tidak suka mancing, kali ini memenuhi ajakan seorang kawan sembari "ngabuburit" katanya.&lt;br /&gt;Okeylah kalau begitu, tidak ada salahnya kalau dicoba.  Tulisan ini rasanya remeh temeh banget, tapi tak apalah, aku hanya ingin menuangkan pengalamanku selama memancing di Situ Kamojing, bagiku dapat ikan syukur kalau tidak dapat ya tidak apa-apa, namanya saja "Ngabuburit" menunggu saat-saat berbuka puasa.&lt;br /&gt;Saat paling menyenangkan dari kegiatan memancing adalah ketika menarik ikan yang sudah tersangkut di mata kail, semakin kuat tarikan ikan semakin mengasyikan.  Alasan inilah yang sering membuat orang ketagihan.  Selain sebagai hobi, kegiatan memancing juga sebagai penghilang stress dan melatih kesabaran, begitu pendapat sebagian besar para pemancing.  Berikut ikan yang aku dapatkan selama memancing di Situ Kamojing, tidak banyak sih, cuma jenisnya cukup beragam maklum ikan disini berkembang biak tanpa ada yang membudidayakan, jadi sangat tergantung pada kemurahan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikan Mas (&lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Cyprinus carpio&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhKqpZ3EjI/AAAAAAAAA-s/_ovf3W3bVn4/s1600/ikan+mas.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 270px; height: 186px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhKqpZ3EjI/AAAAAAAAA-s/_ovf3W3bVn4/s320/ikan+mas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510236240617083442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting merupakan ikan konsumsi. Saat ini, banyak sekali jenis ikan mas yang beredar di kalangan  petani, baik jenis yang berkualitas tidak terlalu tinggi hingga jenis  unggul. Setiap daerah memiliki jenis ikan mas favorit, misalnya di Jawa  Barat, ikan mas yang paling digemari adalah jenis ikan mas majalaya. Di  daerah lain, jenis ini belum tentu disukai, begitu juga sebaliknya.  Perbedaan tersebut biasanya dipengaruhi oleh selera masyarakat dan  kebiasaan para petani yang membudidayakannya secara turun-temurun. Keberadaan ikan mas di Situ Kamojing adalah limpahan dari kolam milik penduduk setempat apabila terjadi banjir, sebagian ikan kabur dari empang warga dan masuk ke Situ Kamojing pada saat musim penghujan.&lt;br /&gt;Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya  tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di  pinggiran sungai atau Situ/danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan  ketinggian 150--600 meter (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas kadang-kadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%o.&lt;br /&gt;Ikan mas tergolong jenis omnivora,  yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang  berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya  adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikan Wader/Beunteur (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Puntius binotatus&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhK3BQ71qI/AAAAAAAAA-0/K4MpszIRHog/s1600/ikan+wader.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 263px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhK3BQ71qI/AAAAAAAAA-0/K4MpszIRHog/s320/ikan+wader.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510236453180528290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adalah jenis ikan air tawar yang umum ditemui diperairan wilayah tropis khususnya di Asia tenggara.  Di Indonesia Wader merupakan nama lokal di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menjadi nama nasional dengan merujuk kepada beberapa spesies.  Sementara di daerah Pasundan (Jawa Barat) ikan jenis ini dinamakan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;beunteur&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Hingga kini wader belum banyak dibudidayakan layaknya ikan mas sehingga perlu penanganan serius agar tidak punah.  Ikan ini berukuran mencapai 115 cm dengan diameter 30 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ikan Gabus (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Channa striata&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhLAJPjv9I/AAAAAAAAA-8/w1h1uiIdo9A/s1600/ikan+gabus.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 213px; height: 162px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhLAJPjv9I/AAAAAAAAA-8/w1h1uiIdo9A/s320/ikan+gabus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510236609941061586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu ikan yang terdapat di Situ Kamojing adalah ikan gabus.  Ikan ini mempunyai ciri-ciri berwarna coklat kehitaman, bentuk kepalanya menyerupai kepala ular sehingga dalam bahasa Inggris, Gabus disebut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;snakehead murrel&lt;/span&gt;.  Ikan gabus mempunyai beberapa nama daerah antara lain ikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kutuk&lt;/span&gt; (Jawa), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ruan/haruan&lt;/span&gt; (Kalimantan) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deleg&lt;/span&gt; (Palembang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Nila (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Oreochromis niloticus&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhLNIMI77I/AAAAAAAAA_E/0r-nKWZxD8Q/s1600/ikan+nila2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhLNIMI77I/AAAAAAAAA_E/0r-nKWZxD8Q/s320/ikan+nila2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510236832996585394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa. Ekor &lt;i&gt;bergaris-garis tegak&lt;/i&gt;,  7-12 buah. Tenggorokan, sirip dada, sirip perut, sirip ekor dan ujung  sirip punggung dengan warna merah atau kemerahan (atau kekuningan)  ketika musim berbiak.&lt;br /&gt;Karena mudahnya dipelihara dan dibiakkan, ikan ini   banyak dibudidayakan, termasuk di pelbagai daerah di  Indonesia. Akan tetapi mengingat rasa dagingnya yang tidak istimewa,  ikan nila juga tidak pernah mencapai harga yang tinggi seperti ikan mas.  Ikan nila tergolong jenis omnivora seperti ikan mas.  pemakan plankton, sampai pemakan aneka tumbuhan sehingga ikan ini diperkirakan dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gulma air seperti eceng gondok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, cuma dapat empat jenis tentunya masih banyak lagi, berhubung waktunya sudah mendekati saat-saat berbuka maka kegiatan mancing sore hari itu disudahi sampai disini.  Lain waktu disambung lagi dan tentunya apabila mendapat spesies ikan yang baru akan ditulis lagi untuk menambah perbendaharaan koleksi jenis - jenis ikan di Situ Kamojing.&lt;br /&gt;Wah, pengalaman yang paling menyenangkan manakala ikan yang sudah tersangkut di mata kail, semakin kuat tarikan ikan semakin mengasyikan. (USR)***&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6765320657427737816?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6765320657427737816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/mancing-di-situ-kamojing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6765320657427737816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6765320657427737816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/mancing-di-situ-kamojing.html' title='Mancing di Situ Kamojing'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THhKqpZ3EjI/AAAAAAAAA-s/_ovf3W3bVn4/s72-c/ikan+mas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1277895722252027035</id><published>2010-08-25T10:08:00.003+07:00</published><updated>2010-08-25T10:30:56.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolom Sastra'/><title type='text'>BANGKIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THSOOGN8n2I/AAAAAAAAA-Q/nu0QIKOwcpM/s1600/images1.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 256px; height: 182px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THSOOGN8n2I/AAAAAAAAA-Q/nu0QIKOwcpM/s320/images1.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509184617019383650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Iklan bertajuk nasionalis ini pernah muncul di layar televisi dalam rangka menyambut hari Kebangkitan Nasional (2008).  Puisi yang dibawakan oleh om Dedy Mizwar ini begitu menyentuh kalbu dengan tautan kata yang memikat.  Puisi yang sederhana namun bisa memberi spirit kepada kita untuk &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;bangkit&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Puisi ini juga mengartikan "arti bangkit" dari segala sudut pandang sehingga menjadikan makna, puisi ini sangat elegan.  Saya tergugah untuk mendokumentasikan puisi tersebut karena begitu menyentuh dan sangat pas dengan moment &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65&lt;/span&gt; kali ini sebagai pendorong semangat di kala bangsa ini sedang mengalami krisis multi dimensi.&lt;br /&gt;Selamat menyimat puisi dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bangkit.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit itu...susah&lt;br /&gt;susah melihat orang lain susah&lt;br /&gt;senang melihat orang lain senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit itu...takut&lt;br /&gt;takut KORUPSI&lt;br /&gt;takut makan yang bukan hak-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit itu... mencuri&lt;br /&gt;mencuri perhatian dunia dengan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit itu...marah&lt;br /&gt;marah bila martabat bangsa dilecehkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit itu..malu&lt;br /&gt;malu jadi benalu&lt;br /&gt;malu karena minta melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit itu...tidak ada&lt;br /&gt;tidak ada kata menyerah&lt;br /&gt;tidak ada kata putus asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkit itu...aku&lt;br /&gt;aku ... untuk Indonesiaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Puisi dipopulerkan oleh Dedy Mizwar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mumpung masih di bulan Agustus Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke-65&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;setiap waktu kita harus bangkit....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1277895722252027035?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1277895722252027035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/bangkit.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1277895722252027035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1277895722252027035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/bangkit.html' title='BANGKIT'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THSOOGN8n2I/AAAAAAAAA-Q/nu0QIKOwcpM/s72-c/images1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5770840586221076956</id><published>2010-08-24T11:55:00.003+07:00</published><updated>2010-08-24T12:10:08.750+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Berita Pertanian'/><title type='text'>DIVERSIFIKASI PANGAN,... SIAPA TAKUT..?!!</title><content type='html'>Pengantar:&lt;br /&gt;"Optimalisasi Kearifan Lokal dalam Diversifikasi Pangan"&lt;br /&gt;Sebuah advertorial dari Kementerian Pertanian yang dimuat di harian Kompas (24/8/2010) sangat menarik untuk direnungkan, barangkali ajakan dari Kementerian Pertanian dalam diversifikasi pangan perlu digalakkan dan disosialisasikan lebih gencar lagi agar keaneka-ragaman pangan di Indonesia lebih optimal dimanfaatkan oleh banyak penduduk.  Kapan kita bisa mengekspor beras ke manca negara kalau kita sendiri termasuk pengomsumsi beras terbesar di dunia.&lt;br /&gt;Mari beralih pangan alternatif non beras.  Mau…???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNT8MeeBdI/AAAAAAAAA84/EJf_uyeuXI8/s1600/jagung+manis1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNT8MeeBdI/AAAAAAAAA84/EJf_uyeuXI8/s320/jagung+manis1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508839062810527186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih ingat musibah haji tahun 2006?  Kala itu, ribuan jamaah haji asal Indonesia dilaporkan mengalami kelaparan.  Peristiwa yang menghebohkan itu terjadi bukan karena tidak ada makanan.  Sejatinya, roti dan makanan ringan lain waktu itu cukup tersedia.  Jamaah haji kelaparan karena nasi (catering) datang terlambat.&lt;br /&gt;“Yang terjadi sebenarnya lapar psikologis,” ungkap Menteri pertanian Suswono.  Sudah makan roti tapi masih terasa lapar karena belum bertemu nasi.  Bagi kebanyakan warga Indonesia, makan identik dengan nasi.  Yang namanya makan ya makan nasi, bukan lainnya.  Meski sudah makan roti beberapa potong, masih saja terasa lapar karena belum makan nasi.&lt;br /&gt;Ke depan, jelas Mentan, persepsi makan = nasi itu perlu diluruskan.  Makan tak harus nasi.  Di luar nasi, masih banyak sumber pangan lain. Pola makan yang mesti nasi telah menempatkan Indonesia sebagai pemakan beras terbanyak di dunia.  Menurut statistik, konsumsi beras per kapita rakyat Indonesia mencapai 139,5 kg per tahun.  Ini angka konsumsi tertinggi di Asia.  Bahkan mungkin dunia.  Bandingkan dengan warga ASEAN lain yang tingkat konsumsinya masih dibawah 90 kg per tahun.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNT3H75jpI/AAAAAAAAA8w/ptyAuPSj6Nw/s1600/jagung+manis3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNT3H75jpI/AAAAAAAAA8w/ptyAuPSj6Nw/s320/jagung+manis3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508838975692443282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pola makan yang amat tergantung pada beras tidak baik untuk masa depan.  Selain tidak baik untuk kesehatan, beras minded bisa berpotensi membuat ketahanan pangan kita rentan.  Bayangkan, jika suatu ketika, produksi padi nasional Indonesia – karena bencana, anomali iklim atau sebab lainnya – tak sanggup memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.  Maka, meningkatkan diversifikasi pangan menjadi keharusan.  Pangan yang beragam lebih menjamin ketahanan pangan.&lt;br /&gt;Selain beras, Indonesia, sesungguhnya, punya banyak sumber karbohidrat.  Mulai dari jagung, sagu, singkong, ubi, talas, gembili, kentang, kana, serta umbi-umbian lainnya.  Tanaman pangan itu tumbuh subur di Indonesia.  Potensi produksi dan produktivitasnya yang terbuka lebar untuk ditingkatkan.  Aneka sumber pangan itu, selama ini, belum banyak disentuh.  Padahal, semuanya bisa dan layak jadi sumber pangan alternatif.&lt;br /&gt;Soal rasa dan selera? Mestinya, tidak menjadi masalah.  Macam-macam sumber karbohidrat itu bisa diolah demikian rupa menjadi pangan yang mengundang selera.  Selain punya cita rasa enak dan lebih variatif, diversitas pangan juga bisa lebih menyehatkan.  Aneka pangan alternatif itu juga memiliki nutrisi (nilai gizi) yang tak kalah baiknya.  Maka, mulai sekarang, saatnya kita melakukan diversifikasi pangan dengan mengkonsumsi aneka sumber makanan non beras yang ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia yang plural, tambah Mentan Suswono, punya banyak kearifan lokal.  Hampir setiap suku punya keunikan yang khas dalam pola dan menu makannya.  Realitas ini amat bagus dikembangkan untuk memperkaya diversitas pangan, sekaligus menambah variasi pola makan nusantara kita.&lt;br /&gt;Dengan diversifikasi, sumber pangan kita tambah berlimpah, asupan gizi menjadi lebih lengkap dan menyehatkan.  Pada saat yang sama, industri jasa boga dengan nuansa kearifan lokal bisa berkembang dan pastinya membuat ketahan pangan kita semakin kokoh dan mantap.&lt;br /&gt;(Sumber: Advertorial Kompas, 24 Agustus 2010)&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5770840586221076956?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5770840586221076956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/diversifikasi-pangan-siapa-takut.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5770840586221076956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5770840586221076956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/diversifikasi-pangan-siapa-takut.html' title='DIVERSIFIKASI PANGAN,... SIAPA TAKUT..?!!'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNT8MeeBdI/AAAAAAAAA84/EJf_uyeuXI8/s72-c/jagung+manis1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-6894178669633451366</id><published>2010-08-24T10:32:00.004+07:00</published><updated>2010-09-03T07:30:08.561+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JALAN-JALAN'/><title type='text'>DI UJUNG ASPAL (Perjalanan Wisata Menyusuri Pulau Barelang)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNINsmTrlI/AAAAAAAAA8Q/AQcqKP93Sqg/s1600/barelang4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNINsmTrlI/AAAAAAAAA8Q/AQcqKP93Sqg/s320/barelang4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508826169351581266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Angin berhembus lembut diantara rintik gerimis yang mengawali perjalananku ke jembatan Barelang, kali ini rombongan team dari&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; BPTPH Jawa Tengah&lt;/span&gt; memanfaatkan waktu jeda untuk bertamasya ke Pulau-pulau kecil sekitar Kota Batam.&lt;br /&gt;Tawaran untuk bergabung segera bersambut “pucuk dicinta ulam tiba” memang ajakan inilah yang saya tunggu (maklum gratis..he2…)&lt;br /&gt;Rugi besar kalau seminggu di Kota Batam tidak dimanfaatkan untuk “jalan-jalan”, perjalanan tidak biasa ini memang dalam rangka mengikuti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pameran Pekan Flori dan Flora Nasional &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(PF2N)&lt;/span&gt; yang digelar dari tanggal 15 s/d 22 Juli 2010 di area Batam Center (depan gedung DPRD Batam/Asrama Haji).&lt;br /&gt;Ini gara-gara termakan hasutan dari teman-teman daerah lain yang dengan bangganya menceritakan pengalamannya di Pulau batam.&lt;br /&gt;Bahkan ada idiom yang berlaku, kalau pergi ke kota Batam belum lengkap kalau belum ke jembatan Barelang.  Nah, lhoh semakin penasaran lagi…!!!&lt;br /&gt;Okeylah kalau begitu..mumpung ada yang ngajak – gratis lagi – siapa takut.&lt;br /&gt;Angin berhembus lembut namun rintik gerimis semakin deras, wah hujan, bisa gawat nih acara…!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNHvBih6gI/AAAAAAAAA8A/n31gF293y64/s1600/barelang1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNHvBih6gI/AAAAAAAAA8A/n31gF293y64/s320/barelang1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508825642396936706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepanjang perjalanan kami hanya menikmati pemandangan dari dalam mobil maklum hujan semakin deras membasahi kota seribu pulau ini.&lt;br /&gt;Di ujung aspal kami berputar karena sudah tidak ada jalan lagi selain hamparan laut luas.  Kami berdoa semoga perjalanan pulang kali ini hujan reda.&lt;br /&gt;Rupanya doa kami terkabul perjalanan pulang hujan pun reda sehingga rombongan team BPTPH berhamburan keluar mengabadikan moment yang menarik untuk berfoto ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih istimewanya jembatan Barelang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jembatan Barelang&lt;/span&gt; merupakan penghubung &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3 pulau&lt;/span&gt; yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batam&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rempang&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Galan&lt;/span&gt;g, keberadaannya diprakarsai oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Habibie&lt;/span&gt; dalam rangka mengembangkan wilayah industri di Kepulauan Riau.  Jembatan yang selesai dibangun pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;1992 &lt;/span&gt;memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;panjang 2 km&lt;/span&gt; yang terdiri dari 6 jembatan.&lt;br /&gt;Rangkaian jembatan yang letaknya kurang lebih 20 km dari pusat kota ini, masing-masing jembatan dinamai sesuai dengan nama-nama raja yang dahulunya berkuasa di kerajaan Melayu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNIm20WC2I/AAAAAAAAA8Y/HdQnO0TS8PM/s1600/SDC12053.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNIm20WC2I/AAAAAAAAA8Y/HdQnO0TS8PM/s320/SDC12053.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508826601591540578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rangkaian keenam jembatan tersebut yaitu, jembatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tengku Fisabilillah&lt;/span&gt; : menghubungkan Pulau Batam dengan Pulau Tonton, lalu disambung jembatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Narasinga&lt;/span&gt; menghubungkan Pulau Tonton dengan Pulau Nipah, kemudian jembatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ali Haji&lt;/span&gt; yang menghubungkan Pulau Nipah dengan Pulau Setokok, dilanjutkan jembatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sultan Zainal Abidin&lt;/span&gt; menghubungkan Pulau Setokok dengan Pulau rempang, lalu jembantan Tuanku Tambusai menghubungkan Pulau Rempang dengan Pulau Galang, dan yang terakhir jembantan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Raja Kecil &lt;/span&gt;menghubungkan Pulau Galang dengan Pulau Galang Baru.&lt;br /&gt;Jembatan yang sering juga disebut jembatan Habibie oleh masyarakat sekitar, pada setiap hari libur sering dikunjungi oleh warga baik yang tinggal sekitar Batam atau oleh pengunjung Kota Batam.      Menikmati matahari yang perlahan tenggelam, menyaksikan para nelayan lokal yang tengah mencari ikan dengan perahu sederhananya atau sekedar menikmati ombak laut yang sesekali membuncah memecah keheningan sekitarnya.  Keindahan pemandangan sekitar pulau-pulau yang dapat dinikmati dari atas jembatan memberi suasana dan eksotisme tersendiri.Sekitar jembatan juga banyak penjaja makanan ringan hasil tangkapan sungai sekitar jembatan (udang dan kepiting goreng).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNH984iEFI/AAAAAAAAA8I/GeyvfhVcJSM/s1600/barelang3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNH984iEFI/AAAAAAAAA8I/GeyvfhVcJSM/s320/barelang3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508825898845081682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemandangan lain yang tak kalah menarik adalah perkebunan buah naga yang cukup luas dan merupakan agrowisata di pulau ini, diantara lereng-lereng bukit berjejer tanaman buah naga, jalan yang lengang maklum tidak ada angkutan umum yang memasuki wilayah ini, transportasi yang digunakan hanya mobil bak milik proyek apabila mau bepergian ke kota.  Barangkali karena populasi penduduk yang sangat jarang sehingga tidak ada trayek ke pulau-pulau kecil ini.  Barangkali inilah sebuah eksotisme daya tarik dari kota seribu pulau yang sedang bergeliat menuju eksplorasi besar-besaran untuk menggaet wisatawan.&lt;br /&gt;Angin berhembus semilir mengusir kegerahan siang yang cukup panas, nasi soto dan teh obeng mengakhiri perjalanan ujung aspal pulau Batam.(USR)***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ucapan terima kasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepada Teman-teman BPTPH Provinsi Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Pak Suryo Banendro dan Ibu, Pak Marwoto, Pak Gunawan, Mbak Daniar, Mbak Misgiyati, Mbak Triherni, Mas Didi, Mas Adri, Mas Bakri)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-6894178669633451366?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/6894178669633451366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/di-ujung-aspal-perjalanan-wisata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6894178669633451366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/6894178669633451366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/di-ujung-aspal-perjalanan-wisata.html' title='DI UJUNG ASPAL (Perjalanan Wisata Menyusuri Pulau Barelang)'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNINsmTrlI/AAAAAAAAA8Q/AQcqKP93Sqg/s72-c/barelang4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5680355618349030814</id><published>2010-08-23T14:00:00.006+07:00</published><updated>2010-09-14T12:27:41.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Sejarah'/><title type='text'>Mengenal Lebih Dekat Stasiun KA Cikampek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8G2edYyqI/AAAAAAAABB8/TuvREvKhNHQ/s1600/ckp1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8G2edYyqI/AAAAAAAABB8/TuvREvKhNHQ/s200/ckp1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516635601511172770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalam Rangka Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan kaki ini akan mengulas jejak-jejak sejarah semasa kolonialisme Belanda bercokol di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 350 tahun menjajah Bumi Pertiwi, banyak jejak yang ditinggalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Belanda&lt;/span&gt;, hampir semua bangunan stasiun KA merupakan jejak sejarah kolonial Belanda.  Salah satu bangunan tersebut adalah stasiun KA Cikampek, bangunan yang memiliki arsitektur khas&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Eropa&lt;/span&gt; saat itu merupakan gaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;neo klasik&lt;/span&gt; yang berpadu dengan gaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kontemporer&lt;/span&gt; atau kerap disebut sebagai gaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;art deco&lt;/span&gt;. Suatu bentuk dekorasi bangunan yang populer ketika perang dunia I berakhir.&lt;br /&gt;Stasiun KA Cikampek adalah stasiun kereta api yang terletak di Cikampek Karawang, Jawa Barat. Stasiun ini merupakan stasiun paling timur dari Daerah Operasi 1 Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8Ha_vXyKI/AAAAAAAABCc/M7Tl6LJgOqI/s1600/ckp3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8Ha_vXyKI/AAAAAAAABCc/M7Tl6LJgOqI/s200/ckp3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516636228920264866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Stasiun Cikampek menjadi salah satu stasiun terpenting bagi perjalanan KA dari Jakarta ke berbagai kota di Pulau Jawa. Di sebelah timur stasiun, jalur bercabang dua; jalur sebelah utara menuju kota Cirebon sedang jalur sebelah selatan menuju kota Bandung . Dahulu, sebelum beroperasinya jalur ganda petak Cikampek-Cirebon, hampir semua KA yang berangkat dari Jakarta berhenti di stasiun ini. Tujuannya untuk memastikan petak jalur di depannya sudah aman, dan seringkali untuk menunggu persilangan KA dari arah Cirebon, terutama pada pagi dan sore hari.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8HthA8L6I/AAAAAAAABCs/PGKaGR9Qmpk/s1600/ckp2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8HthA8L6I/AAAAAAAABCs/PGKaGR9Qmpk/s200/ckp2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516636547089969058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Walaupun menyandang status sebagai stasiun besar, hanya beberapa KA ekonomi dan bisnis yang berhenti di stasiun ini, termasuk KA komuter tujuan kota Jakarta. Kereta api eksekutif yang berhenti hanya kereta api (KA) Harina tujuan kota Semarang untuk memutar lokomotifnya di stasiun ini.  Bangunan stasiun KA ini hasil rancangan dari arsitektur Belanda pada zaman Gubernur Jenderal AFW Idenburg (1909 - 1916).&lt;br /&gt;Tentunya masih banyak lagi peninggalan-peninggalan dari Belanda selain bangunan stasiun KA juga bangunan lainnya seperti Pabrik Gula dan Bendungan (Dam) yang berserakan di Pulau Jawa (akan diulas tersendiri)&lt;br /&gt;Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Cikampek&lt;br /&gt;(Foto2 menyusul).&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5680355618349030814?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5680355618349030814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/dalam-rangka-dirgahayu-kemerdekaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5680355618349030814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5680355618349030814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/dalam-rangka-dirgahayu-kemerdekaan.html' title='Mengenal Lebih Dekat Stasiun KA Cikampek'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TI8G2edYyqI/AAAAAAAABB8/TuvREvKhNHQ/s72-c/ckp1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-700907530367807318</id><published>2010-08-15T14:34:00.003+07:00</published><updated>2010-08-24T11:39:43.391+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Ramadhan'/><title type='text'>Kolak Kolang-kaling Takjil Khas Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNMx5fllHI/AAAAAAAAA8g/WrlSV3RILhg/s1600/kolak+kolangkaling.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNMx5fllHI/AAAAAAAAA8g/WrlSV3RILhg/s320/kolak+kolangkaling.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508831189334856818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat berbuka puasa, saatnya mencicipi takjil yang manis-manis salah satu pilihannya adalah kolak kolang-kaling divariasikan dengan labu ciremai.  Buah kolang-kaling dengan kuah gula merah (gula aren) dicampur es pasti lebih segar rasanya.&lt;br /&gt;Kolang-kaling adalah produk dari pohon aren (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Arenga pinnata&lt;/span&gt;), buah yang muda, dipanen sebagai bahan &lt;i&gt;kolang-kaling.&lt;/i&gt; Buah yang muda kemudian direbus selanjutnya dikupas maka akan menampakkan inti biji (endosperma).&lt;br /&gt;Tahap selanjutnya adalah memukul pipih inti biji enau, sebelum merendamnya di larutan air kapur selama beberapa hari. Hasil perendaman berupa kolang-kaling, selain memiliki rasa yang menyegarkan, mengkonsumsi kolang kaling juga membantu memperlancar kerja saluran cerna manusia.&lt;br /&gt;Kolang-kaling memiliki kadar air sangat tinggi, hingga mencapai 93,8%  dalam setiap 100 gram-nya. Kolang kaling juga mengandung 0,69 gram protein , empat gramkarbohidrat , serta kadar abu sekitar satu gram dan serat kasar 0,95 gram.&lt;br /&gt;Kandungan karbohidrat yang dimiliki kolang kaling bisa memberikan rasa  kenyang bagi orang yang mengkonsumsinya, selain itu juga menghentikan  nafsu makan dan mengakibatkan konsumsi makanan jadi menurun, sehingga  cocok dikonsumsi sebagai makanan diet.&lt;br /&gt;(Sumber: http://id.wikipedia.org)***&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Foto:dapoerngeboel.blogspot.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-700907530367807318?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/700907530367807318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/kolak-kolang-kaling-takjil-khas.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/700907530367807318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/700907530367807318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/kolak-kolang-kaling-takjil-khas.html' title='Kolak Kolang-kaling Takjil Khas Ramadhan'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/THNMx5fllHI/AAAAAAAAA8g/WrlSV3RILhg/s72-c/kolak+kolangkaling.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-8890803563189472868</id><published>2010-08-11T16:47:00.004+07:00</published><updated>2010-08-11T17:04:12.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menjadi Kupu-Kupu Yang Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJ1i7vHfZI/AAAAAAAAA7U/TzAdFMyL9Ug/s1600/SDC10372.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJ1i7vHfZI/AAAAAAAAA7U/TzAdFMyL9Ug/s320/SDC10372.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504090937611484562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita semua berharap dibulan suci ini kita bisa melatih diri untuk mengendalikan hati agar menjadi bening dan jernih, dan setelahnya ramadhan kita dapat mengambil hikmah yang besar, yaitu menjadi kupu-kupu yang sangat indah.&lt;br /&gt;Di hari pertama bulan puasa ini aktifitas selepas kerja adalah blogging dengan memulai posting seputar puasa, tentu banyak yang perlu ditulis merekam aktifitas warga, bagaimana aktifitas warga mengisi bulan puasa, disiang hari suasana pemakaman begitu ramai banyak yang ziarah kubur, ngabuburit (menunggu waktu buka) dengan mendengarkan kultum, sholat tarawehan (sampai meluber ke halaman masjid), tadarusan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Merekam kembali kenangan masa kecil, puasa yang blang bentong, mengumpulkan aneka kue, mengarak beduq keliling kampung, tidur di surau (langgar, Tajuk, musholla).&lt;br /&gt;Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, saat-saat menungggu buka puasa (ngabuburit) hanya di isi jalan2 di persawahan sembari mencari belut.&lt;br /&gt;Di bulan suci ini mari kita  melatih diri untuk mengendalikan hati agar menjadi bening dan jernih, dan setelahnya ramadhan kita dapat mengambil hikmah yang besar, yaitu menjadi kupu-kupu yang sangat indah.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-8890803563189472868?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/8890803563189472868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/menjadi-kupu-kupu-yang-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8890803563189472868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8890803563189472868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/menjadi-kupu-kupu-yang-indah.html' title='Menjadi Kupu-Kupu Yang Indah'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJ1i7vHfZI/AAAAAAAAA7U/TzAdFMyL9Ug/s72-c/SDC10372.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-2017909852784154602</id><published>2010-08-11T15:43:00.006+07:00</published><updated>2010-09-03T07:31:41.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JALAN-JALAN'/><title type='text'>KEBON KEMBANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJpV6ptJuI/AAAAAAAAA68/2YfW-S7LoA8/s1600/5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJpV6ptJuI/AAAAAAAAA68/2YfW-S7LoA8/s320/5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504077519842518754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) adalah hutan lindung untuk keperluan penelitian milik Kementerian Kehutanan.  Kawasan hutan seluas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;45 hektar &lt;/span&gt;ini dikenal dengan sebutan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebon Kembang&lt;/span&gt; dibangun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tahun 1937&lt;/span&gt;, hutan lindung yang diperuntukan sebagai kegiatan penelitian kehutanan, dan di KHDTK ini berdiri kegiatan penelitian antara lain Kebon Percobaan penelitian tanaman rempah dan Aneka Tanaman Industri, Badan Litbang Pertanian yang berpusat di Cimanggu Bogor.&lt;br /&gt;Hutan Penelitian Cikampek (Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam).&lt;br /&gt;Jadi di kawasan ini terdapat dua penelitian yakni penelitian milik Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian.&lt;br /&gt;Kawasan yang asri dan sejuk ini berada pada ketinggian 50 meter diatas permukaan laut, merupakan paru-parunya kota Cikampek, sayang kawasan ini kurang tertata dengan rapi sehingga kelihatan kumuh dengan kehadiran warung2 liar dipinggir jalan.  Seharusnya pihak pengelola menempatkan mereka menjadi satu sehingga kesan hutan yang alami benar2 terjaga.  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJqtCSJtjI/AAAAAAAAA7E/xl83J2yGbYg/s1600/6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJqtCSJtjI/AAAAAAAAA7E/xl83J2yGbYg/s320/6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504079016539829810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Memasuki kawasan hutan ini memang sedikit terganggu dengan tumpukan bau sampah baik dari arah Cinangka maupun dari arah Cikampek Timur.&lt;br /&gt;Kawasan Hutan ini pernah dipakai sebagai studio alam TV Indosiar dalam serial film Misteri Gunung Merapi, panorama hutan yang sesungguhnya dengan pohon2 besar berumur ratusan tahun menjadikan lokasi ini cocok sebagai tempat shooting film laga.&lt;br /&gt;Akses jalan menuju Kebon Kembang sudah mulai rusak, beberapa titik dijumpai aspal sudah mulai mengelupas, sebagian pohon juga ada yang meranggas kering, vegetasi yang tumbuh di &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJq3N0_M8I/AAAAAAAAA7M/f-ma5pT9xnU/s1600/7.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJq3N0_M8I/AAAAAAAAA7M/f-ma5pT9xnU/s320/7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504079191437423554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kawasan ini antara lain Pohon Jati (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tectona grandis&lt;/span&gt;), Sonokeling, Mahoni (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Swietenia mahagoni&lt;/span&gt;), Akasia, Suren dll.&lt;br /&gt;Kerindangan pohon dan udara yang segar cocok sebagai tempat refresing melepas penat menikmati wisata alam yang murah meriah.&lt;br /&gt;Sikon seperti inilah sering dimanfaatkan oleh muda-mudi sebagai tempat untuk memadu kasih.&lt;br /&gt;Selain menawarkan hawa yang sejuk di tempat ini juga sebagai wahana belajar untuk anak2 agar lebih mengenal dan mencintai hutan.&lt;br /&gt;Kita bisa mengajak anak-anak mengenal jenis-jenis tanaman hutan, manfaat dan nama latinnya des menumbuhkan rasa cinta kepada alam semesta.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-2017909852784154602?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/2017909852784154602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/kebon-kembang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2017909852784154602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/2017909852784154602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/kebon-kembang.html' title='KEBON KEMBANG'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJpV6ptJuI/AAAAAAAAA68/2YfW-S7LoA8/s72-c/5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-5852224818257527734</id><published>2010-08-11T15:33:00.006+07:00</published><updated>2010-08-15T13:50:33.260+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Ramadhan'/><title type='text'>NGABUBURIT DI SITU (DANAU) KAMOJING</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGNZ50RNoVI/AAAAAAAAA7c/NjRonidQhlQ/s1600/2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGNZ50RNoVI/AAAAAAAAA7c/NjRonidQhlQ/s320/2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504342019395133778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sore hari di &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Situ Kamojing&lt;/span&gt; selalu ramai apalagi di bulan Ramadhan tambah ramai.  Maklum saja, tradisi&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Ngabuburit"&lt;/span&gt; yang dilakukan anak-anak muda untuk sekedar menunggu datangnya saat berbuka puasa menjadi acara rutin setiap sore.  Melewatkan waktu bersama kawan-kawan dipinggirin situ (danau) Kamojing memang menyenangkan maklum kota Cikampek miskin tempat rekreasi sehingga tumplek blek disini.  Macet tentu saja..!!!&lt;br /&gt;Tradisi "Ngabuburit" seperti ini dimanfaatkan oleh sebagian penduduk sekitar untuk berjualan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kue-kue takji&lt;/span&gt;l (hidangan berbuka).  Di pinggiran situ paling ujung anda juga bisa menikmati hidangan  sate maranggi (sate khas Jawa Barat).  Anda bisa juga menikmati sensasi naik "getek" sejenis perahu dari bambu sambil menjala ikan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGNaYTQ6BlI/AAAAAAAAA7k/u-JEwFYcxuU/s1600/SDC12244.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGNaYTQ6BlI/AAAAAAAAA7k/u-JEwFYcxuU/s320/SDC12244.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504342543111423570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Situ Kamojing adalah danau buatan untuk menampung kelebihan air pada musim hujan, sebagai tandon air di musim kemarau situ ini mampu mengairi sawah ratusan hektar.  Sebagai pemasok air irigasi untuk keperluan pertanian situ ini dikelola oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perum Jasa Tirta II Seksi Divisi Irigasi Tarum&lt;/span&gt;.  Saat ini kondisi air mulai menyusut dan dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mencari ikan dengan cara memancing dan menjala ikan menggunakan rakit.  Hingga pada musim kemarau yang panjang dimana air sudah menyusut habis oleh penduduk sekitar lahan danau sering ditanami padi sebagai lahan persawahan dadakan.  Tata kelola situ masih apa adanya, belum tertata untuk keperluan rekreasi padahal pengembangan situ ini bisa dijadikan sebagai tempat wisata air dan pemancingan yang profesional.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Lokasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari arah Cikampek berjarak 2,5 km melalui depan BNI (Yogya Departemen Store) menuju arah Desa Cikampek Pusaka dan Desa Kamojing, wilayah ini masuk Kecamatan Cikampek Kota.&lt;br /&gt;Situ Kamojing terhubung dengan Hutan Percobaan "Kebon Kembang" sehingga menjadi satu paket tujuan wisata alam yang murah meriah.  Di Situ Kamojing bagi hobiis pemancing bisa menikmati mancing ikan sepuasnya tanpa dipungut biaya selanjutnya di Kebon Kembang bisa menikmati Panorama Hutan yang teduh dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi dan semilirnya angin hutan.&lt;br /&gt;Mau...???&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGJhVabOYqI/AAAAAAAAA6k/UmIj_4KkF7g/s1600/SDC12244.JPG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-5852224818257527734?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/5852224818257527734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/ngabuburit-disitu-kamojing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5852224818257527734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/5852224818257527734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/ngabuburit-disitu-kamojing.html' title='NGABUBURIT DI SITU (DANAU) KAMOJING'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TGNZ50RNoVI/AAAAAAAAA7c/NjRonidQhlQ/s72-c/2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-8190043223875821240</id><published>2010-08-11T15:29:00.002+07:00</published><updated>2010-08-11T15:32:24.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ucapan'/><title type='text'>Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1431 H</title><content type='html'>"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)&lt;br /&gt;PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lubuk hati yang paling dalam&lt;br /&gt;saungURIP mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadan 1431 H.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-8190043223875821240?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/8190043223875821240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/selamat-menunaikan-ibadah-puasa-1431-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8190043223875821240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/8190043223875821240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/selamat-menunaikan-ibadah-puasa-1431-h.html' title='Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1431 H'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-7549328700593295235</id><published>2010-08-05T15:19:00.014+07:00</published><updated>2010-08-09T10:59:48.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Teknologi Informasi'/><title type='text'>AYO....MEMBUAT PATOGEN SERANGGA...!!!</title><content type='html'>Cendawan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Beauveria bassiana&lt;/span&gt; ini ditemukan di pertanaman padi dapat menyerang hama-hama diantara lain wereng btang coklat (WBC), wereng daun hijau (WDH), wereng punggung putih (WPP), Penggerek Batang Padi, Penggulung daun, kepinding tanah, walang sangit, dll.  Spora cendawan B. bassiana pada serangga inang nampak seperti kapur putih menutupi tubuh inangnya seperti pada tubuh WBC atau kepinding tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendawan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Metarrhizium anisopliae&lt;/span&gt; pada tanaman padi ditemukan dapat menginfeksi WBC, kepinding, dan kumbang.  Perkembangan cendawan pada awalnya akan tumbuh berwarna putih pada segmen tubuh inang.  Bila spora terbentuk, cendawan akan berubah warna menjadi hijau gelap apabila cendawan yang menyerang &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;M. anisopliae&lt;/span&gt; atau berubah menjadi hijau muda bila cendawan yang menyerang &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;M. flavovridae&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, begini cara membuatnya:&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TF98ZFIeWxI/AAAAAAAAA6c/8SLQqndR8uc/s1600/5.+Perbanyakan+massal+cendawan.OKE.HL.jpg"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt;Perbanyakan pada Media Padat (Jagung/Beras):&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Sterilkan kotak pemindah, alat-alat, dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangan dengan NaOCL 1 %/alkohol 70%.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Masukkan media padat jagung/beras, tabung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;isolat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;B. bassiana&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;M. anisopliae&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;, dan alat-alat &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kotak pemindahan (in case), kemudian &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nyalakan lampu bunsen (bahan bakar spiritus).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Ambil tabung, cabut sumbat tabung dengan men-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jepit sumbat dengan jari tengah dan telunjuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangan kanan dekatkan ke lampu bunsen;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Potong isolat &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;B. bassiana&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;M. anisopliae&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;± 0,5 cm persegi dengan jarum ose yang telah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disterilkan di sekitar lampu bunsen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Panaskan mulut tabung isolat dan tutup dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segera di sekitar lampu bunsen;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Buka kantong media jagung/beras, masukkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;potongan isolat ke dalam kantong dan bungkus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kantong dengan segera di sekitar lampu bunsen,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemudian tutup/ikatlah yang rapi dengan karet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau di staples;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Tulis nama petugas, nama cendawan, dan tanggal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perbanyakan pada kantong media, letakkan pada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wadah, dan simpan di tempat yang bersih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;Selamat mencoba...!!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0.38in; text-indent: -0.38in; text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-7549328700593295235?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/7549328700593295235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/ayomembuat-patogen-serangga.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7549328700593295235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/7549328700593295235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/ayomembuat-patogen-serangga.html' title='AYO....MEMBUAT PATOGEN SERANGGA...!!!'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1583337175321228155</id><published>2010-08-04T08:36:00.003+07:00</published><updated>2010-08-04T09:15:42.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Lepas'/><title type='text'>MENGGIATKAN KEMBALI PEMAKAIAN AGENS HAYATI DI TINGKAT PETANI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TFjNIxNKYNI/AAAAAAAAA6M/5Tkl83JtLSE/s1600/Peduli.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 306px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TFjNIxNKYNI/AAAAAAAAA6M/5Tkl83JtLSE/s320/Peduli.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501372495364251858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penggunaan pestisida kimia sebagai sarana pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) khusus pada tanaman pangan dan hortikultura dirasakan manfaatnya berupa peningkatan produksi.  Pestisida dengan cepat dapat menurunkan populasi atau intensitas serangan OPT, sehingga meluasnya serangan dapat dicegah.  Namun selain berdampak positif, penggunaan pestisida kimia yang kurang bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif berupa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resurgensi&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resistensi,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;matinya musuh alam&lt;/span&gt;i dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pencemaran lingkungan&lt;/span&gt; melalui residu yang ditinggalkan serta menyebabkan keracunan pada manusia yang dampaknya untuk jangka panjang lebih merugikan dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh.  Dalam mengantisipasi hal tersebut maka dikembangkan konsep PHT (pengendalian hama terpadu).  Dalam PHT penggunaan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pestisida tidak dilarang&lt;/span&gt;, namun dinyatakan bahwa penggunaan pestisida seharusnya dengan mentaati aturan penggunaannya.  Agar dapat menurunkan penggunaan pestisida tersebut perlu dilakukan pengembangan dan pemanfaatan agens hayati sebagai sarana pengendali OPT.&lt;br /&gt;Potensi bahan alami sebagai agens hayati tersedia cukup banyak, disamping juga pengembangannya tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi.  Agens hayati tersebut meliputi cendawan, bakteri, nematoda, virus, protozoa, predator, parasit dan parasitoid.  Selain itu beberapa spesies tanaman juga mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama dan penyakit yang dikenal sebagai pestisida nabati.  Patogen hama dan pestisida nabati biasanya disebut sebagai biopestisida.&lt;br /&gt;Beberapa bioinsektisida telah diproduksi secara massal, namun produksi massal oleh industri besar sangat terbatas.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bacillus thuringiensis&lt;/span&gt; merupakan contoh spektakuler keberhasilan industri biopestisida.  Contoh yang biasa dikenal petani Indonesia adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dipel&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thuricide&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bactospeine&lt;/span&gt;.  Bioinsektisida dari kelompok patogen lain yang diproduksi, tetapi dalam skala yang lebih kecil bukan perusahaan besar (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Beauveria bassiana&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Metarrhizium&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anisopliae&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Verticilium lecanii&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Steinernema&lt;/span&gt; spp., NPV dll).&lt;br /&gt;Biopestisida mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan pestisida kimia sintetik dalam konteks pengendalian hama terpadu dalam sistem pertanian berkelanjutan.  Keunggulan utamanya mengurangi pencemaran lingkungan dan keamanan terhadap pengguna dan organisme berguna lainnya.&lt;br /&gt;Pengendalian hayati dapat berhasil dilapangan apablila petani mau dan mampu memahami dengan baik kondisi agroekositemnya melalui pengamatan secara rutin proses yang terjadi.  Pelaksanaan secara berkelompok akan lebih efisien dan efektif dibandingkan oleh petani perseorangan.&lt;br /&gt;Nah, selanjutnya secara bertahap akan diulas cara perbanyakan agens hayati dan cara aplikasi dilapangan.  Pemakaian agens hayati akan berhasil apabila kelompok tani diajak turut serta membuat dan mensosialisasikan secara estafet kepada kelompok lainnya tentu dengan pendampingan petugas POPT dan PPL.&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1583337175321228155?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1583337175321228155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/menggiatkan-kembali-pemakaian-agens.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1583337175321228155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1583337175321228155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/menggiatkan-kembali-pemakaian-agens.html' title='MENGGIATKAN KEMBALI PEMAKAIAN AGENS HAYATI DI TINGKAT PETANI'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tziG3zGR0f8/TFjNIxNKYNI/AAAAAAAAA6M/5Tkl83JtLSE/s72-c/Peduli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-1683509431619571515</id><published>2010-08-04T08:27:00.000+07:00</published><updated>2010-08-04T08:29:57.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kliping Teknologi Informasi'/><title type='text'>Bagaimana Mengendalikan WBC ???</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rencana Tindak Lanjut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Menurunkan populasi WBC pada tingkat tidak membahayakan (dibawah ambang pengendalian).&lt;br /&gt;2. Pembentukan posko-posko pengendalian WBC mulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat pusat.&lt;br /&gt;3. Penataan pola tanam (tanam serentak dalam satu hamparan).&lt;br /&gt;4. Koordinasi dan sinkronisasi di setiap lini.&lt;br /&gt;5. Pengawalan ketat khusus bagi pertanaman yang tidak mempunyai gen ketahanan.&lt;br /&gt;6. Penyediaan sarana pengendalian yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dalam Keadaan Darurat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tindakan pengendalian:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Persemaian&lt;br /&gt;Dengan pestisida racun kontak, dilanjutkan insektistatik pada populasi migran tinggi.&lt;br /&gt;Seedbed Treatment dengan karbofuran&lt;br /&gt;Apabila populasi dibawah ambang pengendalian selanjutnya gunakan agensia hayati, musuh alami WBC.&lt;br /&gt;b) Pertanaman Vegetatif&lt;br /&gt;Dengan racun kontak dan diikuti dengan insektistatik pada populasi migran tinggi&lt;br /&gt;Pengeringan sawah terserang&lt;br /&gt;Apabila populasi dibawah ambang pengendalian selanjutnya gunakan agensia hayati, musuh alami WBC.&lt;br /&gt;c) Pertanaman generatif&lt;br /&gt;Populasi migrasi dengan racun kontak, diulangi bila populasi diatas ambang pengendalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Eradikasi Pertanaman :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringan – Berat : eradikasi selektif&lt;br /&gt;Puso : eradikasi total – pemusnahan – pembakaran.&lt;br /&gt;Apabila ada gejala serangan virus kerdil rumput/kerdil hampa dieradikasi selektif dan dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Bantuan dan Gerakan Pengendalian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan pengendalian secara terkoordinasi melalui dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten dengan melibatkan seluruh masyarakat dan petugas&lt;br /&gt;Bantuan benih pada areal pertanaman yang puso.&lt;br /&gt;Bantuan pestisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sosialisasi dan Penyuluhan pada petani tentang Pengenalan dan Pengendalian WBC melalui:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kelembagaan penyuluhan dan peran PPL.&lt;br /&gt;Peningkatan kelembagaan pengamatan dengan menambah tenaga SDM Pengamat Hama dan kelembagaan tani/kelompok tani/alumni SLPHT.&lt;br /&gt;Peningkatan pengetahuan dan ketrampilannya&lt;br /&gt;Peningkatan kelembagaan penyuluhan dan peran PPL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertemuan koordinasi dan Konsolidasi pengamanan produksi dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Pelatihan teknik aplikasi pestisida yang memenuhi 6 tepat pada petugas Brigade Proteksi Tanaman, PHP, PPL, Seksi Perlintan Kabupaten dan Petugas Lapang lainnya di lokasi serangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPAYA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM PENGELOLAAN&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  WERENG BATANG COKLAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangka pendek:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Menanam varietas yang mempunyai gen ketahanan yang berbeda, pengawalan ketat dilakukan apabila varietas yang ditanam tidak punya gen ketahanan (hibrida).&lt;br /&gt;b) Peningkatan pengamatan populasi di lapang sejak awal persemaian.&lt;br /&gt;c) Pemusnahan singgang/sisa tanaman yang terserang dengan eradikasi selektif/total.&lt;br /&gt;d) Diutamakan penggunaan agens hayati, musuh alami dari WBC.&lt;br /&gt;e) Penggunaan insektisida anjuran yang diijinkan dengan memenuhi syarat 6 tepat, dan penggunaannya semaksimal mungkin (spot treatment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangka Menengah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan SLPTT dan SLPHT tindak lanjut bagi petugas maupun petani.&lt;br /&gt;Penanaman varietas yang tahan terhadap biotipe-3/biotipe-4 dengan tetua yang berlaianan, dengan pengawalan yang ketat dan monitoring yang intensif.&lt;br /&gt;Pergiliran varietas dan pergiliran tanam (padi-padi-palawija)&lt;br /&gt;Sistem tanam legowo.&lt;br /&gt;Pemupukan berimbang sesuai dengan kondisi hara tanah setempat.&lt;br /&gt;Menggerakkan alumni SLPHT&lt;br /&gt;Pembentukan Posko Pengendalian yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;Mengaktifkan peran PPL.&lt;br /&gt;Koordinasi antar instansi di tingkat desa, kecamatan, kabupaten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangka Panjang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan varietas yang memiliki ketahanan vertikal dan horisontal (memiliki gen tahan biotipe-3, biotipe-4).&lt;br /&gt;Peningkatan kemampuan SDM dalam penerapan PHT melalui pola SLPHT, dan SLPHT tindak lanjut, serta penerapan SLPTT.&lt;br /&gt;Penguatan kelembagaan perlindungan tanaman, khususnya Brigade Proteksi Tanaman dan Regu Pengendalian Hama.&lt;br /&gt;Penguatan sistem Perlindungan Tanaman melalui:&lt;br /&gt;Mengaktifkan kelembagaan penyuluhan (PPL sebagai mitra petani)&lt;br /&gt;Koordinasi dengan instansi terkait (pemerintah pusat, daerah), swasta dan stake holder lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rencana Tindak Lanjut Dalam Upaya Pengendalian WBC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Makalah Presentasi pada Workshop Nasional WBC di jakarta).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870428457530091295-1683509431619571515?l=saungurip.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungurip.blogspot.com/feeds/1683509431619571515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/bagaimana-mengendalikan-wbc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1683509431619571515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870428457530091295/posts/default/1683509431619571515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungurip.blogspot.com/2010/08/bagaimana-mengendalikan-wbc.html' title='Bagaimana Mengendalikan WBC ???'/><author><name>Urip SR</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06612413985236620080</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-fSbdg1bFde0/TvRUUdp0LOI/AAAAAAAABMU/wdj2HBcsKM4/s220/29.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870428457530091295.post-2496005554951237940</id><published>2010-08-03T12:40:00.003+07:00</published><updated>2010-08-03T12:50:21.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KLIPING SEPUTAR HAMA WERENG'/><title type='text'>PENANGGULANGAN WERENG BATANG COKLAT: Mampukah Kita Belajar dari Sejarah ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tulisan: Dr. Hermanu Triwidodo, MSc, IPB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dan Ir. Nugroho Wienarto, Yayasan Field&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Makalah ini disampaikan pada Workshop Nasional WBC di Jakarta 19 Juni 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kompas, 8 Mei 2010: Wereng Coklat Meluas, Pemda Harus Aktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas. Serangan hama wereng batang coklat pada tanaman padi meluas, padahal sudah relatif lama petani bebas dari serangan hama ini.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta lebih cepat merespons setiap laporan adanya serangan agar tidak meluas.Imbauan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Jumat (7/5). ”Petani juga harus lebih waspada dan mempelajari kembali pola penanggulangan wereng coklat melalui pendekatan pola tanam dan teknis budidaya,” ujar Bayu.&lt;br /&gt;Menurut Bayu, dari aspek luasan, areal tanaman padi yang terserang wereng coklat memang tidak signifikan dibandingkan dengan total luasan areal panen padi.&lt;br /&gt;Pada April-Mei 2010 total luas areal panen padi mencapai 3,3 juta hektar.”Serangan ini tidak berdampak serius pada produksi pangan nasional, tetapi jelas sangat merugikan petani karena petani gagal panen,” kata Wakil Menteri Pertanian.Menurut Bayu, yang harus diwaspadai adalah meluasnya serangan, terutama di wilayah pantai utara Jawa.Wilayah yang tanaman padinya terpapar wereng coklat adalah Subang (Jawa Barat), Jember dan Banyuwangi (Jawa Timur), serta Klaten, Jepara, Pati, dan Pekalongan (Jawa Tengah).&lt;br /&gt;Kementerian Pertanian, kata Bayu, saat ini mengupayakan agar ada mekanisme bantuan khusus bagi petani yang tanaman padinya terserang wereng.Selama ini bantuan bagi petani yang berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya dalam bentuk pupuk dan benih.Padahal, petani korban hama wereng perlu mendapat ganti rugi supaya kelangsungan hidupnya terjaga pasca-gagal panen.  Menurut Bayu, ada empat faktor yang memengaruhi meluasnya wabah wereng coklat. Faktor-faktor tersebut adalah adanya perubahan iklim dan tata air yang membuat situasi pola tanam tidak menentu, pola penanaman padi tidak lagi bisa dilakukan serempak, introduksi benih padi hibrida yang tidak tahan wereng coklat, serta petani lupa cara melakukan antisipasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kliping harian Kompas tanggal 8 Mei 2010 membuka tulisan ini, yang membahas tentang pengalaman penanggulangan wereng batang coklat (WBC) secara ekologis, yang dilakukan dalam kurun waktu tahun 1980-1n hingga sekarang.  Ini dimulai dengan Instruksi Presiden No.3 tahun 1986 tentang Pengendalian Hama Terpadu sebagai strategi nasional perlindungan tanaman, kemudian berlanjut dengan penyelenggaraan Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu (1989-1999) yang dimulai di bawah koordinasi BAPPENAS dan mulai tahun 1994 dilaksanakan langsung oleh Departemen Pertanian.&lt;br /&gt;Imbauan dari Wakil Menteri Pertanian ini seakan-akan menunjukkan bahwa Kementerian Pertanian juga mengalami “lupa” tentang sebab-sebab klasik ledakan hama WBC di pertanaman padi dan langkah penanggulangannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Sejarah Serangan Wereng Batang Coklat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mau menengok sejarah maka masalah yang dihadapi Indonesia dengan WBC adalah mirip dengan pengalaman negara-negara lain di Asia.  Di Indonesia WBC mulai menjadi perhatian sejak tahun 1970 dan 1971.  Survei tentang kerusakan tanaman padi akibat penggerek di beberapa wilayah di Jawa Barat mendapatkan data bahwa para petani menggunakan insektisida, yang berakibat tidak hanya meningkatnya serangan penggerek tetapi juga jumlah populasi WBC sepuluh kali lipat dibandingkan lahan padi yang tidak disemprot pestisida (Soeharjan 1972).  Sebelum tahun tujuh puluhan WBC tidak diperhitungkan sebagai hama.  Situasi ini segera berubah.  Sebagai bagian dari BIMAS Gotong Royong di akhir 1960-an dan awal 1970-an maka ratusan ribu hektar padi sawah disemprot insektisida organofosfat berspektrum luas secara massal dengan menggunakan pesawat udara.  Program ini juga menyediakan paket kredit dalam bentuk pupuk kimia dan pestisida.  Sejalan dengan pertumbuhan produksi yang meningkat maka meningkat pula serangan WBC.  Pada tahun 1975, sejalan dengan kebijakan pemerintah secara langsung menyubsidi insektisida, maka kehilangan hasil akibat dari WBC sama dengan 44% impor beras tahunan (Kenmore 1991).  Sejak 1976 Pemerintah memulai penyemprotan dari udara dengan formulasi insektisida dari jenis ultra low volume sehingga bisa menjangkau wilayah yang luas.  Hasilnya adalah pada tahun 1976/1977, WBC mengakibatkan serangan berat pada 450.000 hektar padi sawah.  Perkiraan kehilangan hasil sekitar 364.500 ton beras, suatu jumlah yang cukup untuk memberi makan 3 juta orang dalam satu tahun. (Oka 1997).&lt;br /&gt;Ini bukan kejadian yang terisolasi.  Kebijakan-kebijakan perlindungan tanaman Indonesia yang mempromosikan penggunaan pestisida telah mengakibatkan dua ledakan hama di tahun 1979 dan 1986.  Thailand, Vietnam, Kamboja dan Malaysia juga mengalami ledakan hama yang mirip.  Para ahli ekologi populasi mampu mendokumentasikan proses ini (Kenmore et al. 1984; Ooi 1988; Settle et al. 1986).  WBC ditemukan berada pada tingkat populasi yang tidak berarti di lahan padi sawah intensif yang tidak disemprot insektisida karena dikendalikan oleh populasi musuh alami.  Sekalipun ada imigrasi sejumlah besar serangga WBC dewasa yang bereproduksi ke suatu lahan, maka populasi musuh alami mampu merespon dan mengakibatkan tingkat kematian WBC yang tinggi sehingga hasil panen tidak terganggu.  Penggunaan insektisida telah ditemukan menjadi penyebab terganggunya mekanisme pengendalian alami.  Tingkat hidup WBC didalam suatu sistem yang terganggu insektisida telah ditemukan meningkat lebih dari sepuluh kali lipat.  Selama satu musim tanam kepadatan populasi WBC bisa meningkat ratusan kali lipat.  Mencoba mengendalikan ledakan hama ini dengan insektisida seperti menuang minyak kedalam api.&lt;br /&gt;Dengan ledakan hama WBC yang masif maka para pemulia tanaman mengembangkan varietas yang tahan kepada WBC.  Strateginya adalah mengganti penggunaan insektisida dengan menanam varietas padi yang tahan WBC.  Tetapi di lapangan, penggunaan insektisida yang intensif berlangsung terus.  Penggunaan insektisida yang intensif mendorong seleksi yang cepat terhadap populasi WBC yang mampu mengatasi ketahanan varietas baru (Gallagher 1984).&lt;br /&gt;Runtuhnya varietas-varietas baru ini secara cepat berarti dana dan waktu yang diinvestasikan dalam pengembangannya telah terbuang sia-sia.&lt;br /&gt;   Apa yang terjadi? Ini menunjukkan bahwa kebijakan dan metode perlindungan tanaman yang baku dari pemerintah di tahun 1970-an dan 1980-an secara nyata meningkatkan resiko ledakan hama.  Contoh ledakan hama WBC ini adalah ilustrasi, karena secara umum ini juga mengakibatkan ledakan-ledakan hama padi lainnya di daerah tropis.  Insektisida melemahkan sebuah sistem sehingga populasi  musuh alami menjadi rendah dan tidak mampu memberikan perlindungan terhadap sistem tersebut.  Kebijakan pemerintah juga gagal memperhitungkan “buffer” lain agar agroekosistem padi terhindar dari kehilangan hasil.  Ini adalah kemampuan tanaman untuk mengkompensasi kehilangan daun dan malai produktif hingga 30-40 hari setelah tanam.  Beberapa varietas unggul ini memungkinkan tanaman bertahan dari serangan hama yang diakibatkan oleh penggerek, penggulung daun dan yang lain (Way Heong 1994).  Makalah Way Heong pada tahun 1994 berkesimpulan bahwa insektisida tidak diperlukan sehingga insektisida dan “hama” ini perlu secara kritis dikaji ulang dan dibuktikan sebelum penggunaan insektisida dipikirkan.&lt;br /&gt;   Apakah kita bisa belajar dari sejarah penanggulangan hama WBC di tanah air kita sendiri?  Untuk itu kita perlu meninjau sejarah tentang keluarnya INPRES 3/86 dan terselenggaranya Program Nasional PHT dalam kurun waktu 1989-1999.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    PHT sebagai Kebijakan Nasional – INPRES 3/86&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun menjadi negara pengimpor beras terbesar didunia, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1984.  Atas prestasi ini, Indonesia mendapat pujian dari seluruh dunia serta penghargaan dari FAO.  Perubahan yang menakjubkan ini terjadi karena introduksi pupuk dan varietas unggul yang disebarkan secara luas, pengembangan sistem irigasi, dan adanya kebijakan-kebijakan pendukung yang tepat.&lt;br /&gt;Namun demikian, pencapaian tersebut memiliki kelemahan.  Insektisida berspektrum luas selalu diikutsertakan bersama dengan masukan lainnya.  Insektisida tersebut telah memicu ledakan populasi hama wereng coklat secara luas, sehingga varietas-varietas padi berproduksi tinggi yang dikembangkan oleh Indonesia, seperti Krueng Aceh dan Cisadane menjadi “patah” ketahanannya.  Pada akhir 1985, hampir 70% produksi padi di Pulau Jawa terancam oleh hama tersebut.&lt;br /&gt;Untunglah, penelitian yang dilakukan oleh badan penelitian nasional dan internasional selama tahun 1979 hingga 1986 secara meyakinkan membuktikan bahwa: 1) wereng batang coklat merupakan hama yang ledakan populasinya disebabkan oleh penggunaan pestisida secara berlebihan, dan 2) populasi hama tersebut dapat dikendalikan oleh agens pengendali hayati berupa predator/pemangsa yang secara alami ada di lahan sawah.&lt;br /&gt;Pada 5 Nopember 1986 Presiden Soeharto menandatangani Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 1986 yang menyatakan bahwa Pengendalian Hama Terpadu menjadi strategi nasional pengendalian hama.  Inpres 3/86 juga melarang 57 jenis insektisida, sebagian besar adalah jenis organofosfat yang sangat beracun, untuk digunakan di tanaman padi, dan memerintahkan diselenggarakannya program pelatihan PHT skala besar kepada petugas lapangan dan petani.&lt;br /&gt;Kebijakan PHT ini diperkuat dengan penghapusan subsidi pestisida dua tahun berikutnya sehingga Pemerintah bisa menghemat $ 120 juta per tahun.  Selama 10 tahun sebelumnya Pemerintah telah mengeluarkan dana subsidi pestisida sebesar $1,5 milyar.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Program Nasional PHT 1989-1999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kelanjutan dari terobosan ilmiah dan kebijakan yang dilakukan pada akhir tahun 1980-1n tersebut, Pemerintah Indonesia meluncurkan program PHT dengan skala paling besar dari yang pernah dilaksanakan.  Sejaka tahun 1990, Program Nasional PHT telah mencetak lebih dari 500.000 petani Indonesia menjadi alumni dari Sekolah Lapangan PHT (SLPHT) yang dilakukan selama satu musim penuh di 12 propinsi lumbung beras.  Pada tahun 1997/1998, hampir 200.000 petani terlibat dalam SLPHT per tahun.  Hingga 1998, hampir setiap desa di daerah lumbung beras di Indonesia memiliki setidaknya satu SLPHT yang diselenggarakan di lahan di desa tersebut.&lt;br /&gt;Dalam rangka mencapai jumlah tersebut, lebih dari 2.000 Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) menjalani pelatihan Ahli Lapangan PHT secara intensif selama 14 bulan.  Lebih jauh, untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, lebih dari 5.000 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tanaman pangan juga menjalani latihan PHT di lahan.  Pada kurun waktu 1989-1993, Program Nasional PHT dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang melibatkan Departemen Pertanian, Kesehatan, Lingkungan Hidup, serta Pendidikan dan Kebudayaan.  Sejak 1994, program ini dikoordinir oleh Departemen Pertanian.  Selama kedua periode ini, Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) memberikan bantuan teknis.  Dana untuk program ini, disamping berasal dari Pemerintah Indonesia, juga bersumber dari hibah USAID dan pinjaman Bank Dunia.&lt;br /&gt;Program PHT yang berintikan usaha pengembangan sumberdaya manusia menghasilkan perubahan besar dalam perilaku dan praktek budidaya di lahan, yang memungkinkan petani untuk terbebas dari kebiasaan-kebiasaan sebelumnya dan dari ancaman kampanye perusahaan pestisida.  Lebih dari 40 tahun yang lalu, diawal Revolusi Hijau, pestisida dikenalkan secara luas melalui metoda “pesan dan sanksi” yang membujuk petani untuk menggunakan pestisida bersubsidi dengan sistem kalender.  Sistem kalender kemudian digantikan dengan sistem ambang ekonomi yang memerlukan pengamatan yang cermat, peramalan, dan teknik “hitung dan semprot”.  PHT di Indonesia telah meninggalkan konsep tersebut dengan cara mempertajam ketrampilan petugas lapangan dan petani dalam metoda-me
