
Liputan6.com, Jakarta - Dukungan pada pasangan Jokowi-JK terus mengalir. Salah satu yang mengejutkan adalah dukungan terbuka Muhammad Harris Indra, salah satu pendiri Partai Gerindra sekaligus mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) bidang Pertahanan.
Harris masih terbilang muda. Pria ini kelahiran Jakarta, 22 Maret 1985. Harris yang saat ini tinggal di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah lulusan Universitas Prof Moestopo Beragama. Mengapa dia mendukung Jokowi, berikut alasannya yang dia tulis sendiri:
Kenapa harus Jokowi? Sederhana menjawabnya. Dia sudah berbuat hal kecil ketika orang lain masih bermimpi besar. You can't beat something with nothing. Sekecil apapun yang dibuat, betapapun kurangnya, akan selalu lebih baik dari yang tidak melakukan apa-apa.
Jokowi adalah jawaban dari doa kita setiap hari tentang 'pemimpin'. Dia jujur, sederhana dan simpatik. Saya kira tidak banyak orang yang merasa cemas jika berdekatan dengannya.
Kebanyakan dari kita kecewa dengan pemerintahan hari ini. Presiden SBY dianggap lamban dan lemah, walau saya memahami kehati-hatian presiden merupakan hal mutlak dalam mengelola bangsa Indonesia yang majemuk ini.
Oleh sebab itu, sulit membayangkan kita memilih Presiden berikutnya yang grusa-grusu. Berpikir setelah berbicara dan bermimpi ketika orang lain sudah terjaga dan bekerja.
Jokowi adalah masa depan, dia tidak melihat bayangan hebat pemimpin masa lalu untuk mendongkrak dirinya. Dia menjadi dirinya sendiri di hadapan rakyat Indonesia. Saya kira itu yang menyebabkan dia menarik. Dia menjadi dirinya sendiri ketika orang lain meniru tokoh besar bangsanya.
Kewajiban kita untuk mengawal dan memastikan terpilihnya pemimpin rakyat. Dia lahir dari tengah rakyat, obyek besar yang justru selama ini dipinggirkan. Saya melihat dia ingin memperkuat peran rakyat di tengah kuatnya peran negara. Suatu hal yang sulit terjadi dengan koalisi besar yang berisi politisi-politisi pemerintah hari ini.
Kesederhanaan Jokowi memikat nurani. Dia tidak perlu iklan bertahun-tahun lamanya untuk membuat kita memilihnya. Kita hanya perlu sepersekian detik dan tidak berhari-hari untuk memutuskan dia terbaik.
Rekam jejaknya terang, tidak gelap dan kontroversial. Periode pertama Solo sampai dengan periode kedua, Jokowi mendapatkan 36 dan 90 persen pemilih. Ukuran sederhana mana lagi yang dapat kita bandingkan dalam menilai kepuasan masyarakat kecuali hal di atas?
Demikian dengan Jusuf Kalla. Siapa yang dapat membantah tentang perannya dalam perdamaian di Aceh, Poso dan Ambon? Berpadunya integritas dan kapabilitas keduanya saya kira cukup untuk menilai bahwa mereka layak menjadi pemimpin Republik yang sama sama kita cintai.
(Sumber: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2063916/mengapa-pendiri-gerindra-ini-mendukung-jokowi-jk)
Liputan6.com, Jakarta -
Dukungan pada pasangan Jokowi-JK terus mengalir. Salah satu yang
mengejutkan adalah dukungan terbuka Muhammad Harris Indra, salah satu
pendiri Partai Gerindra sekaligus mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) bidang Pertahanan.
Harris masih terbilang muda. Pria ini
kelahiran Jakarta, 22 Maret 1985. Harris yang saat ini tinggal di
wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah lulusan Universitas Prof
Moestopo Beragama. Mengapa dia mendukung Jokowi, berikut alasannya yang
dia tulis sendiri:
Kenapa harus Jokowi? Sederhana
menjawabnya. Dia sudah berbuat hal kecil ketika orang lain masih
bermimpi besar. You can't beat something with nothing. Sekecil apapun
yang dibuat, betapapun kurangnya, akan selalu lebih baik dari yang tidak
melakukan apa-apa.Jokowi adalah jawaban dari doa kita
setiap hari tentang 'pemimpin'. Dia jujur, sederhana dan simpatik. Saya
kira tidak banyak orang yang merasa cemas jika berdekatan dengannya.Kebanyakan
dari kita kecewa dengan pemerintahan hari ini. Presiden SBY dianggap
lamban dan lemah, walau saya memahami kehati-hatian presiden merupakan
hal mutlak dalam mengelola bangsa Indonesia yang majemuk ini.Oleh
sebab itu, sulit membayangkan kita memilih Presiden berikutnya yang
grusa-grusu. Berpikir setelah berbicara dan bermimpi ketika orang lain
sudah terjaga dan bekerja.Jokowi adalah masa depan, dia
tidak melihat bayangan hebat pemimpin masa lalu untuk mendongkrak
dirinya. Dia menjadi dirinya sendiri di hadapan rakyat Indonesia. Saya
kira itu yang menyebabkan dia menarik. Dia menjadi dirinya sendiri
ketika orang lain meniru tokoh besar bangsanya.Kewajiban
kita untuk mengawal dan memastikan terpilihnya pemimpin rakyat. Dia
lahir dari tengah rakyat, obyek besar yang justru selama ini
dipinggirkan. Saya melihat dia ingin memperkuat peran rakyat di tengah
kuatnya peran negara. Suatu hal yang sulit terjadi dengan koalisi besar
yang berisi politisi-politisi pemerintah hari ini.Kesederhanaan
Jokowi memikat nurani. Dia tidak perlu iklan bertahun-tahun lamanya
untuk membuat kita memilihnya. Kita hanya perlu sepersekian detik dan
tidak berhari-hari untuk memutuskan dia terbaik.Rekam
jejaknya terang, tidak gelap dan kontroversial. Periode pertama Solo
sampai dengan periode kedua, Jokowi mendapatkan 36 dan 90 persen
pemilih. Ukuran sederhana mana lagi yang dapat kita bandingkan dalam
menilai kepuasan masyarakat kecuali hal di atas?Demikian
dengan Jusuf Kalla. Siapa yang dapat membantah tentang perannya dalam
perdamaian di Aceh, Poso dan Ambon? Berpadunya integritas dan
kapabilitas keduanya saya kira cukup untuk menilai bahwa mereka layak
menjadi pemimpin Republik yang sama sama kita cintai. - See more
at:
http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2063916/mengapa-pendiri-gerindra-ini-mendukung-jokowi-jk#sthash.jMmLeWHY.dKE8cDJV.dpuf
Liputan6.com, Jakarta -
Dukungan pada pasangan Jokowi-JK terus mengalir. Salah satu yang
mengejutkan adalah dukungan terbuka Muhammad Harris Indra, salah satu
pendiri Partai Gerindra sekaligus mantan Ketua Dewan Pimpinan Pusat
(DPP) bidang Pertahanan.
Harris masih terbilang muda. Pria ini
kelahiran Jakarta, 22 Maret 1985. Harris yang saat ini tinggal di
wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah lulusan Universitas Prof
Moestopo Beragama. Mengapa dia mendukung Jokowi, berikut alasannya yang
dia tulis sendiri:
Kenapa harus Jokowi? Sederhana
menjawabnya. Dia sudah berbuat hal kecil ketika orang lain masih
bermimpi besar. You can't beat something with nothing. Sekecil apapun
yang dibuat, betapapun kurangnya, akan selalu lebih baik dari yang tidak
melakukan apa-apa.
Jokowi adalah jawaban dari doa kita
setiap hari tentang 'pemimpin'. Dia jujur, sederhana dan simpatik. Saya
kira tidak banyak orang yang merasa cemas jika berdekatan dengannya.
Kebanyakan
dari kita kecewa dengan pemerintahan hari ini. Presiden SBY dianggap
lamban dan lemah, walau saya memahami kehati-hatian presiden merupakan
hal mutlak dalam mengelola bangsa Indonesia yang majemuk ini.
Oleh
sebab itu, sulit membayangkan kita memilih Presiden berikutnya yang
grusa-grusu. Berpikir setelah berbicara dan bermimpi ketika orang lain
sudah terjaga dan bekerja.
Jokowi adalah masa depan, dia
tidak melihat bayangan hebat pemimpin masa lalu untuk mendongkrak
dirinya. Dia menjadi dirinya sendiri di hadapan rakyat Indonesia. Saya
kira itu yang menyebabkan dia menarik. Dia menjadi dirinya sendiri
ketika orang lain meniru tokoh besar bangsanya.
Kewajiban
kita untuk mengawal dan memastikan terpilihnya pemimpin rakyat. Dia
lahir dari tengah rakyat, obyek besar yang justru selama ini
dipinggirkan. Saya melihat dia ingin memperkuat peran rakyat di tengah
kuatnya peran negara. Suatu hal yang sulit terjadi dengan koalisi besar
yang berisi politisi-politisi pemerintah hari ini.
Kesederhanaan
Jokowi memikat nurani. Dia tidak perlu iklan bertahun-tahun lamanya
untuk membuat kita memilihnya. Kita hanya perlu sepersekian detik dan
tidak berhari-hari untuk memutuskan dia terbaik.
Rekam
jejaknya terang, tidak gelap dan kontroversial. Periode pertama Solo
sampai dengan periode kedua, Jokowi mendapatkan 36 dan 90 persen
pemilih. Ukuran sederhana mana lagi yang dapat kita bandingkan dalam
menilai kepuasan masyarakat kecuali hal di atas?
Demikian
dengan Jusuf Kalla. Siapa yang dapat membantah tentang perannya dalam
perdamaian di Aceh, Poso dan Ambon? Berpadunya integritas dan
kapabilitas keduanya saya kira cukup untuk menilai bahwa mereka layak
menjadi pemimpin Republik yang sama sama kita cintai. - See more
at:
http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2063916/mengapa-pendiri-gerindra-ini-mendukung-jokowi-jk#sthash.jMmLeWHY.dKE8cDJV.dpuf
 |
| Isolat Agens Antagonis Corynebacterium (Foto: Urip SR) |
Agens antagonis (AA)
Corynebacterium tersedia di alam yang mampu mengendalikan
penyakit hawar daun bakteri (HDB) atau
penyakit Kresek (
Xanthomonas campestris), mode of action Corynebacterium dalam menekan mikroorganisme patogen adalah persaingan dalam ruang untuk mendapatkan nutrisi. Corynebacterium merupakan bakteri antagonis yang secara morfologis dapat dikenali dari bentuk elevasi cembung dengan warna susu keruh. Eksplorasi corynebacterium diperoleh secara alami dengan cara mengisolasi dari daun padi yang sehat diantara daun padi yang terinfeksi penyakit kresek yang disbebkan oleh bakteri
Xanthomonas campestris oryzae, bakteri ini merupakan salah satu penyakit utama padi yang dapat menimbulkan kerugian dalam budidaya padi secara kuantitas maupun kualitas.
Bagaimana cara memperbanyak AA Corynebacterium ini?
 |
| Bahan ekstrak EKG (Foto: Urip SR) |
Perbanyakan Corynebacterium dengan menggunakan media cair, yaitu EKG (Ekstrak Kentang Gula).
Bahan yang digunakan untuk media EKG yaitu kentang, gula dan air bersih.
Untuk standarisasi larutan EKG ukuran 1 (satu) liter dengan perbandingan bahan 300 gr kentang, 15 gr gula pasir dan 1 liter air.
Proses perbanyakan
Setelah dingin masukkan stater/isolat atau biang agens hayati Corynebacterium. Perbandingan larutan EKG dengan isolat Corynebacterium adalah 5 (lima) liter EKG dengan 1 (satu) tabung reaksi (test tube) isolat Corynebacterium. Perbanyakan melalui cara diinkubasi dengan penambahan/pengaliran udara/ada oksigen.
 |
| Skema perbanyakan AA Corynebacterium (Foto: Urip SR) |
Dari airator udara dialirkan melalui selang plastik, masuk ke botol KMnO4 (agar steril), diteruskan ke botol berisi glass wall (agar tidak ada percikan cairan KMnO4), dan aliran udara diteruskan masuk ke dalam media EKG (yang telah diisi isolat).
Perbanyakan agens antagonis Corynebacterium dengan proses tersebut memerlukan waktu selama 14 hari, sudah siap digunakan. Prakteknya, mudah dilakukan petani.
Penggunaan Corynebacterium untuk mengendalikan beberapa jenis penyakit, pada tanaman padi saat ini cukup berkembang, dan dapat juga digunakan untuk pengendalian penyakit tanaman hortikultura.
Cara Aplikasi
Dosis
Corynebacterium = 3 liter/ha. Konsentrasi larutan Corynebacterium yang digunakan untuk pengendalian penyakit tanaman 5 cc/liter air, dengan volume semprot 500 liter/ha.
Waktu Aplikasi
Aplikasi dilakukan pada sore hari, mulai pukul 15.00, atau hindari aplikasi saat matahari terik, untuk mencegah rusaknya bakteri karena pengaruh sinar matahari.
(Nara Sumber: Baskoro Sugeng Wibowo)***
 |
| Pengumpulan Kel Telur PBP di sawah (Foto:Urip SR) |
Salah satu upaya dalam konservasi musuh alami Penggerek Batang Padi (PBP) adalah inokulasi dan pelepasan parasit baik parasit asal setempat maupun introduksi melalui proses baik parasit asal setempat maupun introduksi melalui proses jalaur parasit antar lapang. Untuk perbanyakan dan pelepasan parasitoid PBP yaitu
Tetrastichus sp. dan
Telenomus sp. ada 3 tahapan yaitu :
1. Penampungan parasitoid asal serangga inang (kelompok telur) dari lapang
2. Perbanyakan parasitoid asal serangga inang (kelompok telur) dari hasil pemeliharaan ngengat dalam kurungan, dan pelepasan.
Sedangkan untuk
Trichogramma sp. dapat dibiakkan secara massal dengan menggunakan serangga inang alternatif khususnya telur ngengat beras
Corcyra cephalonica. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pembiakan dan pelepasan musuh alami ini adalah :
- Menyiapkan media biakan serangga inang alternatif.
- Pengumpulan telur serangga inang alternatif.
- Pembuatan pias.
- Pembiakan massal Trichogramma sp. dan
- Pelepasan
Dalam upaya penerapan pengendalian biologi PBP khususnya pelepasan parasitoid, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Pelepasan parasitoid di daerah endemik diupayakan seawal mungkin, agar parasitasi kelompok telur yang sangat tinggi dapat dicapai pada generasi lebih awal.
- Pelepasan parasitoid hendaknya dilakukan pada waktu yang tepat, agar kehadirannya sinkron dengan inangnya.
- Berkembangnya musuh alami dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, oleh karena itu pelepasannya dilakukan pada waktu cuaca tidak panas dan tidak hujan.
(USR)***
PEMBUATAN KOMPOS + (Trichoderma sp)Ketersediaan pupuk sebagai sumber unsur hara bagi tanaman adalah merupakan hal yang mutlak, agar tanaman menjadi sehat, tahan terhadap serangan OPT dan dengan demikian diharapkan mampu mencapai produksi yang optimal. Namun mengandalkan pupuk an organik untuk memperbaiki kesuburan tanah, selain mengganggu keseimbangan agroekosistem, juga akan menyulitkan petani bila persediaannya terbatas dan harganya relatif mahal.
Alternatif yang memberikan harapan bagi petani dalam mengatasi hal diatas adalah dengan memanfaatkan jerami padi sebagai kompos (pupuk organik). Dengan menggunakan agens hayati Trichoderma proses pengomposan dapat dipercepat, sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani sesuai kebutuhannya dan dapat dilakukan dengan biaya yang lebih hemat dan mudah dilaksanakan.
Agens Hayati
TrichodermaAgens antagonis pathogen tumbuh yang telah banyak dikembangkan saat ini adalah Trichoderma. Cendawan
Trichoderma efektif pada tanah masam, cendawan ini sangat menyukai bahan yang banyak mengandung selulosa. Trichoderma bersifat antagonis terhadap beberapa pathogen tular tanah, seperti fusarium.
Teknik Pembuatan Kompos Jerami
Bahan yang dibutuhkan adalah: 1) jerama 1m3, 2) Pupuk Urea 300 gram, 3) Pupuk TSP 150 gram, 4) Kapur 500 gram, 5). Trichoderma 1 kg, 6) Pupuk kandang 20 kg.
Cara pembuatan
• Jerami ditumpuk dipinggir pematang sawah dengan ukuran 1m3 (1m x 1m x 1m) yang dipadatkan
• Urea SP36, pupuk kandang dan kapur diaduk sampai rata.
• Jerami yang telah ditumpuk tadi dibagi atas 4 lapis masing-masing setebal 25 cm.
• Campuran pupuk kandang yang telah diaduk tadi ditaburkan diantara lapisan jerami setebal 25 cm, kemudian ditaburkan jamur Trichoderma.
• Tumpukan jerami yang telah diberi perlakuan tadi disiram dengan air sampai rata, kemudian tutup dengan plastic hitam.
• Satu kali dalam 10 hari tumpukan jerami dibalik dan diaduk untuk mempercepat proses pematangan kompos.
• Biarkan selama 3 minggu, jerami akan melapuk menjadi kompos dan siap untuk digunakan.
Cara aplikasi
Kompos jerami padi diaplikasikan di lahan dengan menaburkan secara merata pada saat sebelum tanam atau pengolahan tanah tahap dua.
Teknik perbanyakan Trichoderma
A. Media beras/jagung
Bahan: beras/jagung, bibit inokulum, air bersih.
Alat: dandang, kompor, klep matches, kantong plastik ukuran ¼ kg, kotak plastik, sendok teh, sendok makan, lampu spiritus/lilin, baskom, dan lain-lain.
Cara membuat:
• Beras/jagung dimasak menjadi nasi 1/3 matang kemudian dipindahkan kedalam baskom lalu masukkan kedalam kantong plastik 2 – 3 sendok makan setelah itu dibungkus dan digulung.
• Dikukus dalam dandang sampai ¾ matang (10-15 menit) saat air mendidih, angkat dan pindahkan kantong tersebut kedalam baskom/diatas meja yang bersih dan biarkan dingin.
• Inokulasikan bibit Trichoderma sebanyak ½ - 1 sendok the untuk setiap kantong nasi, kemudian tutup ujung kantong dengan klep matches dengan posisi vetikal terhadap kantong plastik tersebut lalu digoncang agar bibit merata pada nasi di dalam kantong.
• Tempatkan pada rak-rak yang tidak terkena cahaya matahari langsung, setelah 1 (satu) minggu sudah bisa diaplikasikan ke lahan.
B. Media dedak, Serbuk gergaji/sekam padi
Bahan: dedak padi, serbuk gergaji/sekam padi.
Alat: dandang, kompor, klep matches, kantong plastik ukuran ¼ kg, kotak plastic, sendok teh, sendok makan, lampu spiritus/lilin, baskom, dan lain-lain.
Cara membuat:
• Campur dedak padi dengan serbuk gergaji dengan perbandingan 1:1 di dalam baskom lalu siram dengan air panas sampai membentuk bubur dan biarkan selama 24 jam.
• Remas/peras bubur dedar agar airnya keluar lalu masukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg sebanyak 3 sendok makan, lalu tutup plastic dan digulung.
• Dikukus dalam dandang selama 30 menit saat air mendidih lalu angkat dan pindahkan ke kantong yang berisi dedak tersebut ke dalam baskom/diatas meja yang bersih dan dinginkan.
• Inokulasikan bibit
Trichoderma sebanyak ½ sendok teh untuk setiap kantong, tutup ujung kantong dengan klep matches dengan posisi vertical terhadap kantong plastik tersebut, kemudian digoncang agar bibit merata pada dedak di dalam kantong.
• Tempatkan pada rak-rak yang tidak terkena cahaya matahari langsung, setelah 1 (satu) minggu sudah bisa diaplikasikan ke lahan.
Manfaat KOMPOS JERAMI PLUS + (Trichoderma sp)Kompos jerami
Kompos jerami mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap, memudahkan pertumbuhan akar tanaman, menyimpan air tanah lebih lama. Tanah menjadi gembur dan tidak padat, aerasi tanah bagus, penyimpanan unsur hara oleh tanaman menjadi lebih mudah. Menambah daya serap air dan memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah. Harga relatif lebih murah dan dapat dibuat sendiri serta ramah lingkungan,
Trichoderma sp
• Sebagai aktifator /pengurai dalam pembuatan kompos.
• Mempercepat pematangan pupuk kandang: caranya 1 kg pupuk kandang mentah ditaburkan diatas 1 kg Trichoderma secara merata, dalam waktu 3 minggu siap digunakan.
• Mengendalikan OPT jamur tular tanah. Contoh: penyakit rebah kecambah
Phytium sp, layu fusarium dan
Phythopthora pada tanaman sayuran. Caranya masukkan kedalam lobang tanam 1 (satu) genggam
Trichoderma 1 minggu sebelum tanam dengan cara menaburkan atau dicampur pada saat pemberian pupuk kandang.
Dari Berbagai Sumber.
.
Pengertian agens hayatiAgens hayati adalah setiap organisme yang dalam semua tahap perkembangannya dapat dipergunakan untuk keperluan pengendalian hama dan penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan dalam proses produksi, pengolahan hasil pertanian dan berbagai keperluannya.
Jenis organisme yang termasuk agens hayati
Organisme yang termasuk dalam agens hayati, yaitu spesies, subspecies, varietas, semua jenis serangga, nematoda, protozoa, cendawan (fungi), bakteri, virus, mikoplasma.
Pengelompokan agens hayati
Agens hayati dikelompokan dalam: 1) Musuh alami, terdiri atas: predator, parasitoid, pathogen serangga, dan antagonis pathogen, 2) Biopestisida.
Predator: adalah hewan yang memangsa hewan lain. Predator membunuh beberapa individu mangsa selama satu siklus hidup. Yang termasuk predator antara lain kumbang coccineliddae, laba-laba, tawon, tungau predator, belalang sembah.
Parasitoid: Serangga parasitoid stadia belum dewasa (nimfa, larva) berkembang pada atau di dalam satu inang, memakan jaringan inangnya dan akhirnya membunuh inangnya. Parasitoid dewasa hidup bebas dan mungkin memangsa. Yang termasuk parasitoid, antara lain serangga yang tergolong dalam family Braconidae, Ichneumonidae, dan Trichogrammatidae.
Patogen serangga
Organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada serangga. Seperti halnya tumbuhan, manusia dan hewan lainnya, serangga dan tungau juga dapat terinfeksi pathogen. Yang termasuk dalam pathogen serangga, antara lain bakteri, cendawan, virus, dan nematoda.
Antagonis pathogen
Mikroorganisme yang menyebabkan terhambat, disintegrasi dan atau matinya pathogen. Yang termasuk dalam antagonis pathogen, antara lain bakteri dan cendawan, virus, dan nematode.
Biopestisida
Pestisida yang bahan aktifnya berasal dari mahkluk hidup, yaitu mikroorganisme (pestisida mikroba) dan tanaman (pestisida nabati).
Keuntungan yang diperoleh
1. Agens hayati memiliki inang spesifik dan kisaran inang sempit;
2. Aman bagi lingkungan, digunakan sebagai alternative pengendalian yang aman bagi organisme bukan sasaran termasuk manusia dan serangga-serangga yang berguna;
3. Dapat dipadukan dengan cara pengendalian lainnya, misalnya kultur teknis, varietas tahan, dan kimiawi.
Prosedur umum pengembangan agens hayati
1. Eksplorasi
2. Isolasi
3. Identifikasi
4. Uji keefektifan
5. Uji keamanan
6. Uji kestabilan genetik dari agens antagonis (tidak menurun virulensinya)
7. Uji potensi produksi massal
8. Formulasi agens antagonis yang efisien tetapi tetap efektif
9. Uji kestabilan dalam bentuk formulasi dan masa simpangan
10. Potensi pasar
11. Evaluasi biaya produksi
12. Analisis perolehan dari investasi
13. Pengujian lapang
14. Membuat hak paten agens pengendali hayati
15. Komersialisasi dan pemasyarakatan produk biopestisida.
Referensi:
1. Hoffman, M.P. and Frodsham, A.C. 1993 Natural Enemies of Vegetable Insect Pests. Ithaca, N.Y. A Cornell Cooperative Extension Publication.
2. Shepard, B.M, Carner, G.R, Barrion, A.T, Ooi, PAC, Van Den Berg. 1999. Insect and their Natural Enemies Associated with Vegetables & Soybean in Southeast Asia. South Carolina: Quality rinting Company.
.
Secara umum, pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Dengan adanya kemajuan dalam bidang ilmu kimia dan pengembangan alat-alat analisis, banyak senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan telah diisolasi dan diidentifikasi bahkan telah disintesis.
Kandungan senyawa-senyawa tumbuhan dapat menunjukkan berbagai macam aktivitas biologi pada serangga seperti penghambatan/penolakan makan, aktivitas penolakan peneluran, aktivitas penghambat pertumbuhan dan perkembangan, dan efek kematian, karena itu bioaktif tersebut dapat digunakan untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Hasil deskripsi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat terdapat 54 jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida nabati. Saat ini penelitian terhadap tumbuhan bahan pestisida nabati terus berkembang.
Beberapa contoh tumbuhan yang telah diuji efektivitas daya racunnya antara lain sebagai berikut:
1. Nimba/Mimba (Azadirachta indica)
Bagian Tanaman yang digunakan adalah daun dan biji, mengandung senyawa kimia zat Azadirachtin, Meliantriol, Salanin. Efektif untuk hama wereng coklat.
Nimba mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama dan mampu berperan sebagai insektisida, fungisida, bakterisida, nematisida, moluskisida, antivirus, dan mitisida.
Nimba tidak membunuh hama secara cepat tetapi berpengaruh terhadap penghambatan daya/ nafsu makan, pertumbuhan, reproduksi, pemandulan, peletakan telur, proses ganti kulit, perkawinan, daya tetas telur dan pembentukan khitin yang akhirnya dapat menyebabkan kematian hama.
Cara sederhana membuat larutan siap semprot adalah dengan menumbuk biji sampai halus masukkan dalam air sambil diaduk-aduk dan dibiarkan 24 jam kemudian disaring, untuk 1 kg biji yang telah ditumbuk halus dilarutkan kedalam 20 lt air. Untuk daun jumlahnya 2 kali (2 kg daun mimba yang telah ditumbuk dilarutkan dalam 20 lt air).
Mengingat nimba mudah ditanam oleh petani, maka dapat dikatakan bahwa nimba adalah sebagai biopestisida mandiri bagi petani di masa depan.
2. Gadung Racun (Dioscorea hispida)
Bagian tanaman yang digunakan adalah umbi, sebagai pestisida, yang mengandung zat diosgenin dan saponin.
3. Bengkuang (Pachyrryzus erosus)
Bagian tanaman yang digunakan adalah biji polong, yang mengandung zat pachyrrizid (rotenoid) merupakan racun yang menghambat operasional sel. Diketahui efektif terhadap beberapa OPT antara lain ulat grayak, ulat krop dan ulat daun kubis.
4. Rumput Babandotan
(Ageratum conyzoides)
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun, batang, bunga dan akar, sebagai pestisida yang mengandung zat saponin, polifenol, flavonoid dan minyak atsiri
5. Sirsak (Annona muricata L)
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah biji dan daun, yang mengandung zat annonain, bermanfaat sebagai insektisida menyebabkan kematian sel, sebagai penolak serangga dan penolak tidak mau makan.
6. Selasih (Ocimum bacilicum)
Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan biji, mengandung zat juvocimene, yang bersifat toksis/ mengganggu perkembangan serangga.
Selasih lebih dikenal sebagai pemikat lalat buah. Daun diekstrak lalu dicampur sedikit air, dan lebih efektif dengan cara menyuling sehingga menghasilkan minyak atsiri. Dipasang dengan menggunakan perangkap lalat buah.
CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI SECARA UMUM
• Bahan tumbuhan ditumbuk/digiling sampai halus, dicampur air dengan perbandingan 100 gr bahan dalam 1 lt air.
• Saring ekstrak bahan tumbuhan tersebut pada tempat yang sudah disiapkan.
• Untuk menekan/menghentikan aktifitas enzim/zat pengurai adalah dengan cara menambahkan zat pelarut metanol/etanol 70 % sebanyak 10 ml atau detergen sebanyak 10 gr teteskan atau masukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk atau dengan menggunakan alat ekstraktor selama 2 jam, kemudian biarkan ekstrak tersebut selama 24 jam (sehari semalam).
• Setelah dibiarkan selama 24 jam ekstrak tersebut baru bisa digunakan dengan cara disaring terlebih dahulu agar tidak terjadi penyumbatan pada alat semprot
• Beberapa hasil percobaan menunjukkan hasil yang efektif dengan cara mencampur beberapa tumbuhan bahan nabati seperti daun nimba dengan lengkuas dan serai, daun nimba dengan umbi gadung, daun sirsak dengan rimpang jeringau dan bawang putih; serta dapat dicampur dengan detergen atau sabun colek.
Selamat mencoba (USR)***
Dari berbagai sumber
.

Secara sederhana pembuatan pestisida nabati dilakukan melalui beberapa proses penanganan bahan tumbuhan secara baik agar bahan tersebut tidak kehilangan aktifitas hayatinya
(bioactivity). Kehilangan aktivitas hayati dapat terjadi pada tahap pengkoleksian, penyimpanan, dan persiapan bahan atau material tumbuhan.
Soeharjan (1994) mengemukakan beberapa teknik yang sederhana untuk menghasilkan bahan pestisida nabati yaitu: 1) penggerusan, penumbukan, pembakaran atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta, 2) perendaman untuk produk ekstrak, 3) ekstraksi penggunaan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus untuk menghasilkan produk berupa ekstrak yang dikerjakan dengan tenaga terampil dan dengan peralatan yang khusus.
Untuk memperoleh bahan yang diharapkan memiliki aktifitas biologi dikenal dua cara koleksi yaitu koleksi bahan baku segar dan koleksi kering. Bahan baku segar akan lebih baik bila langsung diekstraksi dengan menggunakan pelarut tertentu beberapa kali seperti aseton atau alcohol. Proses ekstraksi bahan merupakan proses awal memperoleh bahan sebagai pestisida nabati.
Dalam keadaan yang tidak memungkinkan memperoleh bahan baku segar, dapat dilakukan pengeringan bahan yang dilakukan secara hati-hati menggunakan mesin pengering beku (freeze dryer) atau bahan dikeringudarakan di tempat teduh dan berangin (dalam ruangan pada suhu ruang), agar tidak terjadi kerusakan atau perubahan pada komponen kimia yang dikandung bahan tersebut. Namun untuk penggunaan yang sederhana dan mudah dilakukan oleh petani, dapat dilakukan ekstraksi sederhana baik untuk bahan segar maupun bahan kering melalui tahapan seperti yang dijelaskan dibawah.
Ekstraksi bahan segar• Bagian tumbuhan segar (daun dsb) dibersihkan dari kotoran yang melekat, dicuci, kemudian ditumbuk dan dicampur dengan air dengan konsentrasi 25 – 100 g/l air.
BENGKUANG(
Pachyrrhyzus erosus Urban)

Bengkuang dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi (1-1000 m dpl). Bengkuang merupakan tumbuhan semak semusim yang tumbuh membelit. Batang bulat, berambut dan berwarna hijau.
Daun tunggal, bulat, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, tulang daun menyirip, permukaan berbulu, panjang 7-10 cm, lebar 5-9 cm, berwarna hijau.
Bunga majemuk, bentuk tandan, letak di ketiak daun, tiap tangkai terdiri atas 2-4 kuntum, berwarna ungu kebiruan. Buah polong berbentuk pipih dan berwarna hijau. Biji keras, bentuk ginjal, berwarna kuning kotor.
Akar tunggang berumbi. Perbanyakan tanaman dengan biji.
Bagian tanaman yang digunakan: biji, mengandung rotenon yang merupakan racun penghambat operasional sel.
OPT sasaran:
Hortikultura:
Croccidolomia binotalis, Aphis fabae, A.craccivora, Bombix mori, Dysdercus megalopygus, Epilachna varivestis, Myzus persicae, Nezara viridula, Plutella xylostella dan
Spodoptera litura.
Tanaman pangan:
Serbuk atau tepung biji bengkuang dapat digunakan untuk melindungi benih tanaman dari serangan hama gudang. Serangga yang teracuni mati kelaparan yang disebabkan oleh kelumpuhan alat-alat mulut.
Cara aplikasi
Biji dan daun dicuci, ditumbuk, ekstraknya diencerkan dengan aquades. Alkohol dan petroleum eter dapat digunakan sebagai pelarut. Aplikasi dilakukan dengan penghembusan atau penyemprotan ke bagian tanaman.
Ekstrak biji bengkuang bersifat toksik terhadap larva ulat krop dengan LC50 : 11,48 %. Tingkat kematian terendah 13 % pada 4 hari setelah perlakuan dengan konsentrasi 12,5 % (125 gram per liter air) (Soekarto, et al, 1999).
Dari berbagai sumber.
.
Mycoriza merupakan bentuk hubungan unik antara jamur mycoriza dengan akar tanaman. Sifat hubungan tersebut adalah mutualisme, dimana baik akar maupun jamu diuntungkan. Jamur menyerap nutrisi dari tanah dengan miselianya, sedangkan tanaman membagi fotosintat dengan jamur.
Manfaat Pupuk Hayati Mycoriza
• Dapat meningkatkan penyerapan unsur hara fosfor (P), nitrogen (N), Kalium (K), serta beberapa hara mikro seperti karbon ©, oksigen (O) dan sebagainya.
• Mengefisienkan penggunaan air.
• Meningkatkan pertumbuhan tanaman.
• Memperbaiki struktur tanah.
• Menahan serangan beberapa patogen (penyakit tular tanah) yang menyerang perakaran.
Aplikasi Mycoriza pada Kentang:
Pengaruh pemberian Mycoriza 5 gram/tanaman pada umur 2 minggu setelah tanam.
• Hifa menginfeksi sel korteks akar inang, secara eksternal dapat meningkatkan volume akar dan memperluas bidang serapan hara oleh akar.
• Membantu meningkatkan serapan P mencapai 18% (Gusli, 2002, Bolan, 1991), juga N,P,K,Cu, Zn, Cl, Fe, Mo, S dan B (Burbey, 1989).
• Berpengaruh terhadap penurunan kandungan logam berat Pb, Cu, Zn dari limbah minyak bumi.
• Memberikan perlindungan efektif dalam menekan infeksi patogens akar (Jalali, 1993).
• Pemeberian Mycoriza 5 gram + pupuk organik 300 gram per tanaman meningkatkan produksi sampai 49,5 ton/ha (Syam’un, 2006).
Perbanyakan inokulum:
• Inokulum dapat diperbanyak dengan media berupa campuran pasir dengan kompos yang telah disterilkan.
• Masukkan media ke dalam polybag atau bak kayu berukuran 220x80x20 cm2 sebanyak 2/3 volumenya. Tanami dengan benih jagung pada jarak tanam 20x20 cm.
• Inokulasikan mycoriza 2 minggu setelah tanam (MST) dengan dosis 100 gr/polybag dengan mencampurkannya pada air penyiraman.
• Lakukan topping, yakni pemotongan pucuk pada saat tanaman memasuki masa pembungaan. Kondisi tanaman yang kurang baik akibat topping akan mempercepat perkembangan miselia dan pembentukan spora tahan mycoriza.
• Panen dapat dilakukan setelah 3 bulan. Potong akar hingga halus dan campurkan dengan semua media tanam yang ada.
• Kering-anginkan pada suhu ruangan selama 3 hari untuk meminimalkan kadar air.
• Untuk memperkaya fungsi pupuk hayati, dapat ditambahkan jamur antagonis Trichoderma sp.
• Bungkus pupuk di dalam plastik dan simpan pada ruangan yang kering dan bersih dengan suhu kamar.
Referensi:
Brosur/leaflet Pemanfaatan pupuk hayati mikoriza. BBP2TP Surabaya.
Pengembangan Pengendalian NSK Skala Luas di Dieng Jawa Tengah. BBPOPT Jatisari Karawang.