Liputan6.com, Jakarta - Komisi I DPR memanggil RRI karena turut melakukan hitung cepat (quick count) pada Pilpres 9 Juli 2014 lalu. Hasil hitung cepat RRI mencatat pasangan Jokowi-JK unggul dengan perolehan 52,49% suara. Sementara Prabowo-Hatta mendapatkan 47,51% suara.
Panggilan DPR ini dinilai lumrah namun RRI diharapkan tak sampai terintervensi. Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola mengatakan, DPR boleh saja memanggil RRI. Tetapi RRI diminta hanya memberitahukan metodologi hitung cepatnya saja. Dan menolak semua permintaan di luar itu.
"RRI itu kan lembaga publik, kalau diminta Komisi I soal isi, substansi, tolak. Kalau soal dana oke-oke saja. Substansi wilayah kita (akademisi), tidak ada kompromi akan hal itu," ungkap Tamrin di UI Salemba, Jakarta, Selasa (15/7/2014).
Selain itu, Dosen Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada Muhadjir Darwin mengatakan, saat ini ilmu statistik untuk hitung cepat sedang dipertaruhkan. Kredibilitas lembaga survei yang saat pilpres lalu mengeluarkan hasil hitung cepat berbeda kini tengah di ujung tanduk.
"‎Kami sedang membela ilmu pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan sedang dinodai dengan adanya quick count yang berbeda. Karena kalau menggunakan sampel secara random seharusnya hasilnya tetap sama," imbuhnya.
Muhadjir menambahkan hitung cepat berguna untuk mengetahui lebih dulu siapa yang akan menang dalam Pilpres. Selain itu, hitung cepat juga dapat digunakan untuk menjaga objektivitas KPU.
"Ini bisa menjadi penjaga objektivitas KPU kalau dilakukan secara benar. Tapi kalau tidak dilakukan dengan benar maka membuat maka fungsi kontrol hilang. Sehingga membuat kepercayaan kepada statistik dapat hilang," tandas Muhadjir.
Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan, Komisi I DPR berencana memanggil jajaran direksi RRI setelah hasil hitung cepat lembaga itu disiarkan oleh media massa. Menurut Mahfud, RRI bukanlah lembaga survei resmi yang dapat melakukan hitung cepat dan harus dapat menjaga netralitas sebagai lembaga penyiaran publik.
(Nadya Isnaeni )***
Liputan6.com, Jakarta - Komisi I DPR memanggil RRI karena turut melakukan hitung cepat (quick count) pada Pilpres 9 Juli 2014 lalu. Hasil hitung cepat RRI mencatat pasangan Jokowi-JK unggul dengan perolehan 52,49% suara. Sementara Prabowo-Hatta mendapatkan 47,51% suara.

Panggilan DPR ini dinilai lumrah namun RRI diharapkan tak sampai terintervensi. Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola mengatakan, DPR boleh saja memanggil RRI. Tetapi RRI diminta hanya memberitahukan metodologi hitung cepatnya saja. Dan menolak semua permintaan di luar itu.

"RRI itu kan lembaga publik, kalau diminta Komisi I soal isi, substansi, tolak. Kalau soal dana oke-oke saja. Substansi wilayah kita (akademisi), tidak ada kompromi akan hal itu," ungkap Tamrin di UI Salemba, Jakarta, Selasa (15/7/2014).

Selain itu, Dosen Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada Muhadjir Darwin mengatakan, saat ini ilmu statistik untuk hitung cepat sedang dipertaruhkan. Kredibilitas lembaga survei yang saat pilpres lalu mengeluarkan hasil hitung cepat berbeda kini tengah di ujung tanduk.

"‎Kami sedang membela ilmu pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan sedang dinodai dengan adanya quick count yang berbeda. Karena kalau menggunakan sampel secara random seharusnya hasilnya tetap sama," imbuhnya.

Muhadjir menambahkan hitung cepat berguna untuk mengetahui lebih dulu siapa yang akan menang dalam Pilpres. Selain itu, hitung cepat juga dapat digunakan untuk menjaga objektivitas KPU.

"Ini bisa menjadi penjaga objektivitas KPU kalau dilakukan secara benar. Tapi kalau tidak dilakukan dengan benar maka membuat maka fungsi kontrol hilang. Sehingga membuat kepercayaan kepada statistik dapat hilang," tandas Muhadjir.

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan, Komisi I DPR berencana memanggil jajaran direksi RRI setelah hasil hitung cepat lembaga itu disiarkan oleh media massa. Menurut Mahfud, RRI bukanlah lembaga survei resmi yang dapat melakukan hitung cepat dan harus dapat menjaga netralitas sebagai lembaga penyiaran publik.
(Nadya Isnaeni )
- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2078191/rri-diminta-tak-buka-substansi-quick-count-ke-dpr#sthash.V5AKWOUo.dpuf
Jalan2 di Jogjakarta
11.22 | Author: Urip SR
Jalan-jalan di Yogyakarta ditemani Pak Andi Heru Isnanto dan Pak Bambang Heryanto selama  dua hari cukup padat dan penat.  Bayangkan seharian meliput acara penilaian BP3K terbaik se-DIY, yang membuat puas adalah dikenalin dengan anggota kelompok tani yang berprestasi, baik secara individu maupun secara kelompok.  Alhamdulilah semuanya terangkum menjadi laporan yang rada mirip reportase dan feature tentang profil petani dari Desa Giripeni, Wates Kulon Progo.  Sore harinya dikenalin dengan petani muda yang kreatif dari Piyungan,
Ngobrol ngalor-ngidul yang ujungnya ngomongin calon presiden, saya sempat taruhan menang siapa nanti presidennya, Jokowi apa Prabowo.?
Malem harinya terpuruk di Hotel Wisnu Graha, istirahat sambil menuntaskan coretan2catatan kaki.
Kebun Salak Pondoh Sleman (Dok. Pribadi)
1. Kebun Salak Pondoh di Kab. Sleman
Lokasi : Kelompok Tani Kembang Mulyo, dusun Kembang, Desa Wonokerto, Kec. Turi, Kab. Sleman, Luas tanam 25 Ha.
Merupakan kawasan salak pondoh yang telah menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Good Agricultural Practices (GAP) dan Standard Operating Procedures (SOP), serta telah memperoleh sertifikat PRIMA II.  Salak Pondoh dari Kab. Sleman telah diekspor ke Cina, dan saat ini sedang menjjagi pasar Australia dan sedang dilakukan proses verifikasi oleh Australia.
Berada di kaki G. Merapi, pada ketinggian 620 m dpl.  Suhu 25 - 27 oC.
Selain budidaya dan pasca panen juga sebagai penangkar benih.
Merupakan Desa Wisata.
Teknologi budidaya terus dikembangkan oleh kelompok tani untuk memperoleh produk salak yang berdaya saing.  Sistem pengairan dengan menggunakan saluran permukaan, pipa pralon sistem tetes, dan sumur grafitasi.
Memperoleh penghargaan ketahanan pangan.

Jambu Dalhari (Foto:Urip SR)
2. Jambu Air Dalhari
Lokasi : dusun Krasaan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kab. Sleman.
Merupakan percontohan pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya  Jambu Air Dalhari.
Jambu air Dalhari berbentuk seperti seperti genta, segitiga sama kaki simetris, berwarna merah hati, daging tebal, cita rasa asam segar, kadar gula 10-14 brix.
Saat ini jumlah tanaman yang diregistrasi sebanyak 222 pohon dari total keseluruhan tanaman sebanyak 6280 pohon.
Berawal dari penanaman 3 batang bibit jambu air oleh pak Dalhari pada tahun 1980.  Bibit jambu tersebut berasal dari Nusukan Solo.  Menurut informasi bibit tersebut asalnya dari Semarang.  Namun, setelah dicek diasal bibit di Semarang ternyata sudah tidak ada.
Pada tahun 2003 dilaksanakan SLPHT dan penerapan teknologi PHT, antara lain pengamatan, pembrongsongan, pemupukan, dan sanitasi kebun.  Sampai akhirnya pada tahun 2003 tanaman jambu air yang tumbuh di halaman rumah pak Dalhari ditetapkan sebagai pohon induk tunggal (PIT), dan pada tahun 2004 ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan SK Mentan No. 121/Kpts/LB.240-/2/2004 tanggal 27 Februari 2004 tentang Pelepasan Jambu Air Dalhari sebagai varietas unggul.
(USR)***
.
Yang Tercecer (mencoba) mengkompilasi
19.54 | Author: Urip SR
meninabobokan lelapku malam ini
#waktunya memejamkan mata tapi tak mau terpejam#

Sisakan rindu sedikit untukku , jadi sewaktu waktu aku menghubungimu..............................kau tak merasa terganggu. #kode. * iya buat situ -_-

Kamu boleh pergi jika kamu sudah bisa terbang, karna aku ingin kamu pergi tanpa jejak .....agar tak bisa lagi ku lacak.
#modus

Saya tidak tahu.....apakah kamu tahu apa Ɣªήğ tidak saya tahu, mungkin tahu kamu tahu apa Ɣªήğ tidak saya tahu ......
#Respon lada tahu jeletot *seHAH.

I'm not Rejecting you.....I'm Protecting me
#ngomong ka rengit *oles autan. O_o"

Hidup ini terlalu sempit untuk di isi dengan kebencian , Kita tidak akan menjadi besar dengan merendahkan orang lain....

#wilujeung berhari Ahad di akhir bulan *bawaannya lemezzz ~_~"

Kita menua itu pasti namun menjadi Dewasa itu pilihan..........

#slamat pagee menjelang siang dulur sa endonesa ^_

Dengarlah dengan hati, maka akan kau temukan keikhlasan di setiap cerita....#bukan galau biasa *v*
 Dengarlah dengan hati, maka akan kau temukan keikhlasan di setiap cerita....#bukan galau biasa *v*


Pagi.........bilapun itu tak abadi , selalu ada yang pantas disyukuri
# Guten Morgen ^v^


Kalo cuaca mendung begini, jadi berandai andai ada layanan pesan antar pacar kiiik...kiik...kiik *digetok

Kalo nanti kamu udah G̲̣̣̣̥ sibuk, sempet sempetin ngangenin aq ya!!#modus *dilempar sandal

Tahukah Engkau .... Betapa ingatan memiliki mata, sepadam apapun kau gelapkan kesepian , kenangan selalu menyilaukan.....#epek kagirimisan \o/

Andai tak cuma debu yang bisa dengan mudahnya dihalau deras hujan.....Petangku pasti tak kelabu. #hehe hayoweh ngagalau sblm magrib

Hujan ....gemericiknya membangunkan ingatan, padahal sudah kupesan turun pelan-pelan#malming tirizzz

Saatnya mata merapat, biar jauh jarak antara kau dan aku menjadi dekat # Gnight sleep tight ^u^

Malem minggu. Ada yang bersatu. Ada yang berlalu. ada yang menunggu. # si akyu yang mana ?? *mikir dulu

Jangan percaya begitu saja pada rangkai kata....Bahkan banyak rahasiayang masih tersimpan rapi pada bibir yang tengah bercerita.#setidaknyahariinisepertiitu *kecewa -_-"

Stay mad, but behave like normal people. Run the risk of being different, but learn to do so without attracting attention. #begitulahhidupku 0_0"

Kenapa aku mencintai pagi?? karena aku suka cara sepi di silaukan matahari . #wilujeung enjing dulur sadaya *v*

Life is a circle, kadang seneng kadang sedih , kadang baru mau seneng eh ga jadi huuuuu.............. another shitty day -_-

Kita sering tergoda oleh petualangan pikiran padahal tak semua layak di realisasikan !!

Rindu adalah cahaya Ɣªήğ kau titipkan pada siang, aku hanya perlu mandi dulu # edsimalesmandi *dilalerin* o_o"

Cinta pada pandangan ke sejuta harus pakai kacamata minus lima, cinta pada pandangan pertama sudah jadi buta. #dijitak

just because im not speaking to you doesn’t mean I don’t miss you #jaimiyah munawaroh :p

Aku adalah Hadiah dan satu Kegelisahan dalam hatimu #ngaku


Tradisi Syawalan di Pekalongan
08.57 | Author: Urip SR
Tradisi syawalan berlangsung meriah di Pekalongan, Jawa Tengah. Puncak acara syawalan di Pekalongan yang berlangsung setiap tanggal 7 syawal atau sepekan setelah lebaran ditandai dengan pemotongan lopis raksasa.
Bagi masyarakat Pekalongan, Jawa Tengah, Hari Raya Idul Fitri rasanya belum lengkap jika tidak melaksanakan tradisi syawalan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.
Masyarakat di kota penghasil batik ini juga sering menyebut tradisi syawalan dengan istilah Krapyakan karena kegiatan dipusatkan di Kelurahan Krapyak kota Pekolangan. Perayaan syawalan selalu dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Pekalongan.
Biasanya para pengunjung sudah berdatangan sejak pagi hari untuk bersilaturahmi dengan saudara maupun teman. Di acara syawalan ini pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman gratis yang disediakan warga setempat.
Selain untuk bersilaturahmi, kedatangan warga ke perayaan syawalan tidak lain juga untuk menyaksikan pemotongan kue lopis ukuran raksasa yang memiliki berat 396 kilogram dengan tinggi 160 centimeter serta lebar diameter mencapai 192 centimeter.
Kue yang menjadi simbol syawalan ini dibuat dengan bahan 2 kwintal beras ketan yang direbus dengan dandang raksasa selama tiga hari tiga malam. Pembuatan lopis ini menelan biaya sebesar 3,5 juta rupiah yang dihimpun dari para donatur dan iyuran warga.
Membuat kue lopis raksasa setiap perayaan syawalan merupakan tradisi turun temurun warga Krapyak sejak tahun 1936. Ritual ini pertama kali dicetuskan oleh para ulama setempat dalam rangka siar Islam, sekaligus sebagai wujud perhatian warga yang kurang mampu. Setelah dilakukan doa bersama yang dipimpin ulama setempat, kue lopis raksasa ini menjadi rebutan para pengunjung. Menurut kepercayaan, kue lopis ini dipercaya bisa mendatangkan berkah serta mendekatkan jodoh bagi pengunjung yang masih lajang.
(Sumber www.indosiar.com/fokus)***
Foto : Zakki Amali bergegas.blogspot.com
.
Tradisi Mudik di Indonesia
08.23 | Author: Urip SR
Tradisi mudik merupakan kegiatan kaum perantau untuk kembali ke desa tempat kelahiran. Tradisi mudik sendiri identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya Idul Fitri menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, Mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua.

Mudik diambil dari kata "udik" yang berati kampung atau jauh dari kota. Entah sejak kapan tradisi mudik (pulang kampung) di indonesia dimulai. Namun, merujuk pada kajian budayawan, mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa yang sudah mengenal tradisi ini jauh sebelum berdiri Kerajaan Majapahit untuk membersihkan pekuburan dan doa bersama kepada dewa-dewa di kahyangan untuk memohon keselamatan kampung halamannya yang rutin dilakukan sekali dalam setahun. Hingga kini kebiasaan membersihkan dan berdoa bersama di pekuburan sanak keluarga sewaktu pulang kampung masih banyak ditemukan di daerah Jawa.

Budaya mudik adalah suatu nilai sosial positif bagi masyarakat Indonesia, karena dengan mudik berarti masyarakat masih menjunjung nilai silaturahmi antara keluarga. Acara mudik khususnya menjelang lebaran bukan hanya menjadi milik umat muslim yang akan merayakan idul fitri bersama keluarga, namun telah menjadi milik "masyarakat indonesia" seluruhnya. Karena pada dasarnya bersilaturahmi adalah hakikat dari kehidupan manusia sebagai makhluk sosial.

Selain untuk bersilaturahmi, mudik juga digunakan sebagai momen untuk menunjukkan sebuah eksistensi para pemudik kepada orang lain. Dengan bertemu sanak keluarga, mereka bisa menunjukkan sampai sejauh mana hasil jerih payah mencapai taraf hidup di perantauan. Para perantau rela menghamburkan tabungannya, jerih payahnya selama di rantau untuk menunjukkan "keberhasilan" kepada keluarga dan tetangga.
Sebenarnya pulang kampung bukan hanya terdapat di Indonesia, di masyarakat eropa atau Amerika pun, mereka memiliki tradisi berkumpul makan bersama keluarga besar di malam natal. Meskipun mobilisasi yang ada tak semassal "pulang kampung" di Indonesia.
Menurut Wikipedia.org MUDIK adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik berasal dari bahasa jawa "Mulih Dhisik" yang artinya pulang dulu. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia.
Sumber :
www.beritaonline.web.id
Wikipedia.org
Foto ilustrasi 1 : edidermawan.blogdetik.com
Foto ilustrasi 2 : kamar-asik.blogspot.com
Foto ilustrasi 3 : Urip SR
(USR)***
.
Ketupat identik dengan lebaran. Jenis makanan yang terbuat dari beras dan dibungkus daun kelapa ini selalu jadi santapan utama kala takbir dikumandangkan. Tapi, tahukah anda jika ketupat memiliki makna berbagai filosofis?

Sunan Kali Jaga dipercaya sebagai orang pertama yang memperkenalkan ketupat pada masyarakat Jawa. Ia juga yang membudayakan dua kali bakda sejak 1 Syawal, yaitu bakda lebaran dan bakda kupat.

Tak seperti saat ini, ketupat pada masa Sunan Kali Jaga dihidangkan sepekan setelah lebaran. Kala itu, masyarakat di setiap kampung menganyam ketupat dari selai daun kepala muda. Ketupat lantas dibentuk segi empat. Setelah dimasak, ketupat dibawa kepada kerabat tertua. Itu adalah lambang kebersamaan.

Sementara itu, beberapa ahli percaya bahwa ketupat adalah obat untuk bermaaf-maafan. Ketupat berasal dari kata `ngaku lepat` yang berarti mengakui kesalahan. itu tercermin dari rumitnya anyaman yang dibentuk.

Selain itu, ketupat pun mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan. Itu dilihat dari warna putih (suci-red) ketupat jika dibelah dua.

Yang terakhir, ketupat mencerminkan kesempurnaan. Jika dilihat dari bentuknya, ketupat berhubungan dengan kemenangan umat muslim setelah sebulan berpuasa.
(Sumber: Metrotvnews.com,Jakarta)
.
NGEBLOG MENEMBUS TAPAL BATAS
09.49 | Author: Urip SR
TEKNIKAL MEETING JELANG AMPROKAN BLOGGER BEKASI
(Hasil diskusi kopdar Blogger Karawang 28/02/2010)

Begitu pentingnya undangan dari komunitas Blogger Bekasi sampai-sampai dalam kopi darat (Blogger Karawang) menjadikan undangan ini sebagai bahan diskusi pada kopdar tgl 21 Februari 2010. Undangan “Amprokan Blogger Bekasi” yang disebar secara berantai kepada anggota dibahas secara khusus untuk menyikapi (siapa yang mau ikut, naik apa, kapan berangkat dan kumpul dimana) kopdar yang dilaksanakan minggu ke IV di bulan Februari hanya dihadiri 13 peserta. Mungkin karena kesibukan masing-masing individu sehingga jumlah daftar hadir kurang banyak.
Tuntaskah kopdar kemarin? Jawabnya masih bersambung pada tgl 28 Februari 2010 yang baru lalu ditempat yang sama “Saung Parahyangan” Karawang.
Hujan yang mengguyur sore itu tidak menyurutkan semangat untuk memenuhi undangan dalam rangka pemantapan (Teknikal meeting) istilah na keren euy…he2…
Satu persatu blogger mulai berdatangan, terlihat sang ketua (Deni Andriana) lebih doeloe on time (nah ini baru ngasih tauladan- lebih baik awal satu jam daripada terlambat 5 menit)
Sajian sore itu sehabis diguyur hujan sepiring serabi keju plus segelas cappucino melengkapi diskusi saat itu.
Pentingnya mengikuti “Amprokan Blogger Bekasi” sebagai ajang silaturahmi antar komunitas blogger, maklum komunitas blogger Karawang baru seumur jagung jadi kudu haus ilmu dan sharing dengan komunitas yang sudah mapan.
Coba bayangkan, ini event sekaliber nasional yang akan dibanjiri oleh blogger-blogger Nusantara.
“Kok…, bisa ya ngadain acara akbar seperti itu?”
Nah, pertanyaan seperti itulah yang nanti akan kita korek sampai tuntas sebagai bekal untuk memajukan komunitas blogger Karawang.
Peran dari Pemda Kota Bekasi yang sangat perhatian terhadap Komunitas Blogger Bekasi merupakan modal awal yang berharga. Bukti pengakuan ini sangat penting dari pejabat publik sebagai pemegang otoritas-selanjutnya stake holders- akan mengikuti dengan sendirinya tentu dengan pengajuan proposal.
Tak tanggung-tanggung support yang diberikan pihak sponsor PT. Telkom, XL, Jababeka Park Industrial Park, Restoran Samikuring, Pradana Komputer, Distributor Bakso, M2 Media, dan Dakta FM.
Acara yang akan diadain selama dua hari berturut-turut, mulai tanggal 6 Maret pk.08.00 WIB untuk acara Anjangsana (keliling Kota Bekasi menggunakan Bus Wisata), Live Blogging dengan Hot Spot dengan kecepatan sampai dengan 20 MB (khusus disediakan Speedy hanya untuk peserta).
Wah…muantap peserta dimanjakan betul disini untuk berselancar di dunia maya sepuas hati.
Saya membayangkan betapa indahnya seandainya di Karawang pejabatnya peduli terhadap para Blogger dan mau “ngopeni” para blogger sehingga mampu berkembang seperti halnya di Kota Bekasi. Semoga…!!!

Judul diambil dari Souvenir Kaos Amprokan Blogger Bekasi.
.
BLOG TREN SESAAT..???
23.31 | Author: Urip SR
Catatan Ringan dari Sana-Sini diakhir Desember 2009

Pesta Blogger 2009 yang dilaksanakan Sabtu, 24 Oktober 2009 sudah berlalu. Seperti dua pesta sebelumnya, pesertanya membludak, seribu blogger lebih datang memenuhi tempat perhelatan di Gedung SMESCO, Jakarta. Meski demikian, jumlah yang banyak itu tak mampu menyembunyikan keresahan sejumlah pihak bahwa blog kini kian kurang populer.
Setahun lalu, para blogger masih membantah habis-habisan pernyataan “Blog adalah tren sesaat”. Saya sendiri termasuk yang mendukung “blog bukanlah tren sesaat” mengingat pemain lokal pun serius terjun menyediakan jasa blog, seperti Detik.com yang membangun BlogDetik.com serta pemain baru seperti Dagdigdug.com. Namun, suara bantahan ini semakin lirih akhir-akhir ini.
Penyebabnya? Sederhana: para blogger, terutama yang dianggap senior, sibuk ber-twitter-ria dan ber-facebook-ria. Sebagian besar kegiatan sosial media mereka beralih ke dua sosial media baru yang sangat menarik itu, terutama Twitter. Pada saat yang sama, mereka mengabaikan blog mereka sendiri dengan semakin jarang menulis posting baru, dan kian malas menjawab respon blog. Tren para blogger senior ini bukan hanya isyarat kian kurang menariknya blog di tengah fenomena Facebook dan Twitter. Demikian menurut Nukman Luthfie seorang Online Strategist (Baca: Blog Memang Tren Sesaat di http://www.virtual.co.id)

Kalau saya sendiri optimis bahwa ngeblog itu lebih menarik daripada Facebook dan Twitter, memang yang dikuatirkan Pak Luthfie itu beralasan berdasarkan data-data yang valid, namun demikian tren seperti itu mengenai turun-naiknya pengguna blog lebih karena mengikuti tren baru (sesuatu yang baru biasanya cenderung ingin diikuti). Pengalaman pribadi saya saat ini justru mengatakan bahwa kalau boleh di ranking (ini menurutku lhoh...) yang pertama adalah lebih ekspresif apabila membuka blog, kedua baru diikuti oleh jaring pertemanan Facebook (ini lebih komplit dibanding Twitter), nah ketiganya Twiiter (mainan masih relatif baru) jadi wajar saja kalau tren nya cenderung naik. Kalau ditanya lebih enjoy mana?, saya tentu menjawab Facebook utk pertemanan, kalau Twitter terlalu senyap kurang kicauan (burung kaleee...???, maklum aku orangnya takut kesenyapan. Ha2..:-)).
Kalau blogging bagi yang suka writter tentu ini sebagai wahana latihan yang menjanjikan karena dari sini bisa mendatangkan duit. Kalau dipilah memang berbeda peruntukkannya, tinggal masing-masing individu kawula pengguna lebih suka yang mana? Gitu aja kok repot...???
Ya, tentu repot apabila tiap tahun jumlah blogger tidak bertambah, padahal kita berkeinginan mencapai angka sejuta blogger pada tahun 2008 yang lalu, nah tahun 2009 ini tren nya kok cenderung menurun. Memprihatinkan ya, Ayo sudah saatnya kita ber-blogging-ria.
Bagaimana menurut anda. Monggo...!!!.(uripsr@ymail.com)***

Referensi:
Nukman Luthfie (Online Strategist tinggal di Jakarta)
http://www.virtual.co.id

Keterangan Foto/gambar : akun facebook dan Twitter milik Urip SR
http://www.facebook.com//profile.php?ref=profile&id=1115806463
http://twitter.com/oerips