
Harganya yang relatif murah membuat kios2 tradisional dipinggir jalan dipenuhi pembeli yang ingin merasakan sensasi minuman tradisional "Es Siwalan".
Buahnya yang masih muda dikupas sampai daging buahnya kelihatan yang mirip buah kolang-kaling, selanjutnya diiris-iris sebagai campuran air nira (air dari sadapan buah lontar).
Air sadapan ini seringkali dijadikan tuak setelah mengalami fermentasi beberapa hari, rasanya mirip ciu yang memabukkan apabila diminum terlalu banyak.
Air sadapan (nira) dari pohon lontar plus buah yang masih muda ditambah es batu, sungguh menyegarkan apalagi diminum di tengah teriknya matahari. Mak..Nyuuussss...sebagai pelepas dahaga.
.
2 komentar:
ditempatku rembang banyak yg jual legen siwalan. sy biasa beli dan dimasukkan ke kulkas, nyess..
Di jakarta timur, tepat nya di depan gereja santa ana di duren sawit, ada pedagang yang mangkal (setiap hari) menjual minuman khas asal tuban ini dengan harga rp 12000,- (yg masih segar), dan rp 15000,- (yg sudah umur 3-4 hari). Isi sebotolnya 1.5 liter. Saya (umur 56 thn) seminggu sekali beli satu botol trus disimpan di kulkas, diminum nya kapan saja sedikit-sedikit wokeee banget..... Konon kabar kasiat nya sanggup meluruhkan bebatuan di kantong kemih..... Air berkasiat ini konon memperingan fungsi-kerja ginjal..... Soal buang air kecil Alhamdulillah wokeee lancar saja ( cukup 3x sehari).... Percaya atau tidak terserah sampeyan..... Allohualam bishowab