Gelar Teknologi Pemanfaatan Biopestisida (Rips)
Jakarta, 10/12/2014.  Gelar Teknologi Pemanfaatan Biopestisida dalam Pengendalian OPT Ramah Lingkungan dilaksanakan di Balai Proteksi Tanaman (BPT) Provinsi DKI Jakarta tanggal 10-12 Desember 2014, Jl. Raya Jambore No. 1 Cibubur Jakarta Timur, sejalan dengan Undang-undang No.12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman menegaskan bahwa pembangunan pertanian berasaskan manfaat, lestari dan berkelanjutan.  Oleh karena itu pembangunan pertanian selain didasarkan pada wawasan produksi untuk ketahanan pangan, ekonomi dan agribisnis, keterpaduan dan saling keterkaitan, juga berwawasan lingkungan, sehingga setiap kegiatan pembangunan pertanian yang dilaksanakan harus memperhatikan kelestarian ekosistem.
Dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sesuai Undang-Undang No.12 1992 tersebut diatas, Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT).  Sistem PHT adalah suatu usaha pengelolaan OPT yang menggunakan cara pengendalian yang sesuai dalam satu sistem yang kompatibel.  Pelaksanaan Gelar Teknologi Pemanfaatan Biopestisida dalam Pengendalian OPT Ramah Lingkungan, merupakan strategi pengenbdalian yang mempertahankan kelestarian lingkungan, aman bagi produsen dan konsumen serta menguntungkan petani.
Beberapa manfaat dari kegiatan tersebut bahwa bahan alami memiliki potensi untuk pengendalian OPT yang sejalan dengan prinsip-prinsip PHT, antara lain :
•    Penggunaan bahan alami khususnya yang berasal dari tumbuhan sebagai salah satu taktik pengendalian OPT mempunyai peluang yang baik dalam rangka penerapan dan pemasyarakatan PHT, karena sifatnya yang relative spesifik dan tidak persisten.
•    Negara Indonesia yang kaya dengan flora memopunyai potensi yang cukup sebagai penghasil bahan nabati yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian OPT.  beberapa jenis tumbuhan diketahui mengandung senyawa penolak, p[enghambat pertumbuhan, pencegah peletakan telur, dan mematikan OPT.  Tumbuhan tersebut antara lain Mimba, mindi, tuba, tembakau, srikaya, buah nona, dan culan (Aglaia sp.).
•    Dampak negative penggunaan pestisida sintetik yang berspektrum luas menyebabkan masalah pengendalian OPT menjadi lebih sulit dan kompleks serta diikuti dengan masalah akibat residu pestisida yang mencemari hasil pertanian dan lingkungan.  Pengendalian OPT dengan Bio Pestisida menjadi alternative yang menjanjikan oleh karena relative sedikit menimbulkan dampak negatif.
Hal ini untuk menangkal pemakaian pestisida kimia yang tidak bijaksana, akibat perilaku tersebut menyebabkan perubahan ekologi yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman dan sebaliknya menguntungkan OPT. Pameran Gelar Teknologi Pemanfaatan Biopestisida dalam Pengendalian OPT Ramah Lingkungan dilaksanakan di Balai Proteksi Tanaman (BPT) Provinsi DKI Jakarta tanggal 10-12 Desember 2014, Jl. Raya Jambore No. 1 Cibubur Jakarta Timur. 
Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari berpartisipasi ikut mengisi stand pameran dalam kegiatan tersebut sesuai surat undangan dari Dinas Kelautan dan Pertanian Balai Proteksi Tanaman No.492/-1.823.123 tanggal 25 November 2014.
Peserta Pameran :
1.    Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Administratif Jakarta Timur
2.    Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Administratif Jakarta Barat
3.    Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Administratif Jakarta Utara
4.    Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Administratif Jakarta Selatan
5.    Suku Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Administratif Jakarta Pusat
6.    Pusbang Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Kehutanan Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta
7.    Departemen Proteksi Tanaman IPB
8.    Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) Jatisari, Karawang
9.    Balai Pengkajian Teknologi Pertanian DKI Jakarta
10.    Balai Penelitian Tanaman rempah dan Obat, Bogor Jawa Barat
.

HPS ke-34 2014 di Makasar (Foto: Urip SR)

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) dimulai sejak Food and Agriculture Organization (FAO) menetapkan World Food Day melalui Resolusi PBB No. 1/ 1979 di roma italia, dimana dipilih tanggal 16 Oktober yang bertepatan dengan terbentuknya FAO. Sejak saat itu disepakati bahwa mulai tahun 1981, seluruh negara anggota FAO termasuk indonesia memperingati HPS secara Nasional setiap tahun.
Penyelenggaraan HPS di indonesia dijadikan momentum dalam meningkatan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi dalam rangka percepatan perbaikan gizi masyarakat, baik bagi masyarakat indonesia maupun dunia. Rangkaian kegiatan peringatan HPS tersebut di harapkan dapat menstimulasi peningakatan pemahaman dan kepedulian terhadap penyediaan pangan, melalui berbagai kegiatan seperti seminar, pengabdian masyarakat, gelar teknologi, perlombaan dan tour diplomatik bagi para Duta Besar negara sahabat.
Peningkatan jumlah penduduk, konversi lahan untuk pemukiman dan industri, perubahan iklim menjadi tantangan bagi pengembangan sektor pertanian, perikanan dan kelautan serta kehutanan. Namun demikian peningkatan ketersediaan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan kelautan serta kehutanan, harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan ramah lingkungan serta tidak mengancam keanekaragaman hayati.
Disamping itu, ketahanan pangan nasional suatu negara berbasis sumber daya lokal juga menghadapi tantangan di era globalisasi dan perdagangan bebas, dimana produk pangan impor membanjiri pasar konsumen. Apabila hal ini dibiarkan maka kerawanan pangan akan menjadi lebih rentan, bukan hanya diakibatkan oleh bencana alam dan mitigasi dampak perubahan iklim, namun juga faktor lainnya seperti inflasi dan kenaikan harga produk pangan impor yang tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan dan daya beli masyarakat dalam negeri. Oleh karena itu, optimalisasi sumber daya lokal sangat diperlukan untuk mencapai kemandirian pangan.
Kerjasama dan sinergitas diantara berbagai stakeholder sangat diperlukan, dalam peningkatan produksi pangan yang bergizi dan berkelanjutan, untuk pemenuhan pangan secara nasional, yang pada akhirnya juga dapat berkontribusi terhadap pemenuhan pangan dunia.
Peringatan HPS ke-34 di indonesia akan dilaksanakan bergabung dengan pelaksanaan Pekan Flori Nasional (PF2N) ke-7 yang merupakan agenda tahunan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. PF2N merupakan momentum istimewa bagi pelaku agribisnis hortikultura yang bertujuan untuk mengangkat eksistensi pengembanagan hortikultura nusantara sebagai komoditas komersial. Mengingat besarnya potensi hortikultura (buah-buahan, sayuran, florikultura dan tanaman obat) serta keragaman budaya dan alam indonesia yang layak untuk menjadi industri, domestik, substitusi impor, ekspor, pariwisata maupun untuk mengangkat  citra baik indonesia di dunia internasional.
PF2N merupakan salah satu kegiatan nasioanal Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai momentum istimewa bagi pelaku bisnis hortikultura. Ajang ini untuk mengangkat eksistensi pengembangan hortikultura nusantara sebagai komoditas komersial. Disamping itu sebagai wahana menyampaiakan pesan kepada masyarakat luas bahwa pemerintah pusat maupun daerah mempunyai komitmen tinggi dalam membangu n industri horitukultura di indonesia.
(USR)***
.
Sekilas Tentang PF2N
13.54 | Author: Urip SR
Logo PF2N 2014 di Makasar (Repro)
PF2N merupakan momentum istimewa bagi pelaku bisnis hortikultura yang bertujuan untuk mengangkat eksistensi pengembangan hortikultura nusantara sebagai komoditas komersial. Pameran ini merupakan ajang Pameran Hortikultura Indonesia berskala internasional yang menjadi agenda tahunan nasional Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Berawal hanya untuk Flori Indonesia (Pekan Flori Nasional/PFN) yang dilaksanakan di Tomohon (2008), kemudian dilengkapi dengan buah, sayur dan tanaman obat sehingga menjadi Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) yang diselenggarakan di Banten (2009), di Batam (2010), di Bali (2011), di Medan (2012), di Yogyakarta (2013).
Pada tahun 2014 Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan yang tepatnya lokasi PF2N di Taman Maccini Sombala of Indonesia mendapat kehormatan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan PF2N yang ke - 7 dengan mengambil tema : “Hortikultura Ramah Lingkungan Menjawab Tantangan Abad XXI”. Dipilihnya Kota Makasar sebagai lokasi penyelenggaraan PF2N 2014 karena kota ini dinilai memiliki potensi yang luar biasa untuk mendukung kemajuan hortikultura nasional melalui berbagai sumber daya yang dimilikinya antara lain potensi sumber daya manusia, potensi pariwisata dan budaya serta potensi sumber daya ekonomi kreatif lainnya. Dengan berbagai potensi dan keunggulan yang dimilikinya, Makasar diharapkan bisa menjadi show window pengembangan hortikultura nasional.
Pekan Flori dan Flora Nasional 2014 merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Makasar dan Event Organizer. Berbagai kegiatan yang digelar antara lain pameran, jambore varietas, bursa, aneka lomba, kursus, workshop, seminar, talkshow, perijinan terpadu, kontak bisnis, temu investasi, agrowisata, pawai kendaraan hias dan dimeriahkan dengan berbagai kesenian tradisional.
PRODUK YANG DIPAMERKAN
•    Aneka varietas unggul tanaman hortikultura (Buah, Sayuran, Tanaman Obat, Florikultura), oleh pelaku usaha, petani, Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.
•    Aneka produk hortikultura bermutu, oleh pelaku usaha, petani, Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.
•    Aneka produk olahan hortikultura termasuk hasil industri produk kesehatan, herbal dan kecantikan, oleh pelaku usaha, petani, Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.
•    Aneka model lanskap/taman
•    Teknologi maju budidaya dan penanganan pascapanen hortikultura
•    Teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) dan ramah lingkungan
•    Sarana budidaya hortikultura (media tanam, saprodi, alat dan mesin, dll)
•    Sarana penanganan pascapanen (alat panen, alat angkut, pengemasan, dll)
AGENDA KEGIATAN PF2N 2013

1. Pameran Hortikultura Nasional
Kegiatan pameran menampilkan hasil-hasil pengembangan hortikultura (buah, sayuran, tanaman obat, florikultura) dari Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, Direktorat Jenderal Hortikultura, Unit Pelaksana Teknis Lingkup Kementerian Pertanian, Pelaku Usaha Hortikultura, Penyedia Jasa dan Sarana Penunjang Hortikultura, Kementerian dan instansi terkait, serta dari berbagai stakeholder pengembangan hortikultura lainnya. Kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 6 – 11 November 2014, Lokasi Utama  Taman Maccini Sombala of Indonesia Kota Makasar Provinsi Sulawesi Selatan
2. Jambore Varietas Hortikultura dan Lanskap (Pertamanan)
Kegiatan ini akan menampilkan berbagai varietas unggulan hortikultura (buah, sayuran, tanaman obat dan florikultura) yang akan dan atau telah dilepas oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia/terdaftar serta aneka lanskap/pertamanan dengan aneka jenis florikultura. Masyarakat luas/pelaku usaha hortikultura akan diajak untuk mengenal lebih dekat aneka jenis tanaman hortikultura yang dapat dibudidayakan, baik untuk skala rumah tangga maupun skala komersial. Varietas-varietas tanaman hortikultura tersebut akan ditampilkan dalam berbagai media tanam, sistem tabulapot (tanaman budidaya dalam pot), vertikultur dan sebagainya.
3. Bursa Tanaman, Produk Hortikultura dan Sarana Penunjangnya
Kegiatan ini merupakan ajang transaksi komersial/jual beli tanaman dan produk hortikultura (buah, sayuran, tanaman obat, florikultura) aneka olahan produk hortikultura serta sarana penunjangnya. Kegiatan ini dapat diikuti oleh masyarakat umum, pelaku usaha dan penyedia jasa/sarana penunjang hortikultura lainnya. Bagi calon peserta bursa/penjual/trader yang akanmengikuti acara ini dapat mendaftarkan diri kepada panitia.
4. Seminar, Temu Investasi dan Kontak Bisnis
Seminar bertujuan untuk membahas berbagai isu-isu aktual seputar pengembangan hortikultura yang melibatkan seluruh stakeholder terkait. Temu investasi merupakan ajang bagi masyarakat umum/calon investor untuk memperoleh informasi berkaitan dengan investasi dibidang hortikultura. Sedangkan kontak bisnis merupakan bentuk fasilitasi penyelenggara dalam rangka mempertemukan pelaku usaha hortikultura nasional maupun mancanegara dengan petani/kelompok tani/gapoktan produsen hortikultura di seluruh Indonesia. Diharapkan akan terwujud kemitraan strategis antara pelaku usaha dengan produsen. Jenis kontak bisnis yang akan dilaksanakan meliputi Komoditas Buah, Sayuran, Tanaman Obat dan Florikultura.
5. Kursus – Kursus
Kegiatan kursus ini terbuka untuk masyarakat umum yang berminat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan teknis usaha hortikultura.
6. Aneka Lomba
Untuk memeriahkan penyelenggaraan PF2N 2013, akan diselenggarakan aneka lomba dengan peserta pelajar dan masyarakat umum dengan disediakan berbagai macam hadiah.
7. Parade Kendaraan Hias
Untuk memeriahkan pelaksanaan PF2N 2013 akan digelar parade kendaraan hias antara lain :andong tradisional, yang menampilkan kreasi menghias andong sebagai ikon alat transportasi tradisional Makasar. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada saat pembukaan resmi PF2N 2013 pada tanggal 4 Oktober 2013.
8. Gelar Seni/ Budaya
Selama penyelenggaraan PF2N 2013, akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi seni dan budaya tradisional, antara lain : gelar tari, gelar musik dan lain sebagainya.
9. Tour Wisata Agro
Panitia menyediakan paket tour wisata agro dengan tujuan obyek-obyek agroekowisata yang ada di Daerah Istimewa Makasar dengan peserta wakil dari Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten/Kota dan peserta lainnya.
10. Pelayanan Perijinan Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura
Selama penyelenggaraan PF2N 2013, panitia menyediakan stand/booth khusus pelayanan perijinan guna memudahkan masyarakat mendapatkan informasi dan pelayanan perijinan khususnya untuk pemasukan dan pengeluaran benih hortikultura.
11. Bursa Kuliner Nasional dan Daerah
Panitia menyediakan stand/booth khusus bagi masyarakat untuk menyajikan aneka kuliner/masakan nasional dan daerah sebagai pendukung penyelenggaraan PF2N 2013. Bagi yang berminat bisa menghubungi panitia/event organizer.
(Sumber: http://hpspf2n2014.hortikultura.pertanian.go.id/)
.
Bila
11.44 | Author: Urip SR
Alas Kamojing (Foto: Urip)
Bila sungai terakhir telah tercemar
bila daun terakhir telah luruh
bila ikan terakhir telah mengambang
manusia akan sadar...
bahwa uang semata
akan menjadi sesuatu yang tiada artinya

~Situ Kamojing 05/10/2014~








.
Belum ada judul...
16.50 | Author: Urip SR
Ketika kekalahan menghampirimu, jangan biarkan ia menghentikanmu. Percayalah, selalu ada solusi di setiap rintangan.
Jangan pernah mempercayai seseorang yang hanya berkata tapi tanpa pernah berbuat. Karena ia mudah ingkar janji semudah ia berucap janji.
Kebahagiaan bukanlah disaat kita memiliki kesempurnaan, namun ketika kita dapat menerima ketidaksempurnaan dengan tulus dan ikhlas.
Hampir semua orang bisa memaafkan dan melupakan, namun terkadang kita tak ingin seseorang melupakan bahwa kita telah memaafkannya.
Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu buatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan.
Mencintai bukan hanya mengingat. Tetapi juga mendoakan orang yang kita cinta meski sedang tidak bersama.
Berhenti menyesali masa lalu, karena itu telah berlalu. Yang terpenting adalah saat ini, jangan sampai kesalahan yg sama terulang kembali.  
Persiapan Pameran MPTHI XII 2014
11.26 | Author: Urip SR
Pertemuan Masyarakat Perlindungan Tumbuhan dan Hewan Indonesia  (MPTHI) tahun 2014 akan diselenggarakan di Solo tanggal, 9-11 September 2014, dengan mengusung tema : ........................................................................................................................................................  
MPTHI yang dideklarasikan pada tanggal 8 September 2004 merupakan suatu wadah yang mengakomodasi, dan menggalang pemikiran, pandangan, gagasan, aspirasi dan potensi semua pemangku kepentingan perlindungan tanaman dan kesehatan hewan, yang anggotanya terbuka untuk umum, orang atau badan hukum atau organisasi/instansi, pemangku kepentingan yang peduli terhadap perlindungan tumbuhan dan hewan.
Pertemuan MPTHI tahun 2014 merupakan pertemuan nasional MPTHI yang ke XII. Kota Solo merupakan penyelenggara yang kedua setelah tahun (2003).
Berikut sejarah MPTHI dari tahun ke tahun:
1. Munas MPTHI 2003 di Solo
2. Munas MPTHI 2004 di LPP Yogyakarta
3. Munas MPTHI 2005 di Malang
4. Munas MPTHI 2006 di Dapen Pos, Bandung
5. Munas MPTHI 2007 di Maros, Sulsel
6. Munas MPTHI 2008 di Bantul
7. Munas MPTHI 2009 di Banjarbaru, Kalsel
8. Munas MPTHI 2010 di Lombok Tengah, NTB
9. Munas MPTHI 2011 di Palembang, Sumsel
10.  Munas MPTHI 2012 di Palu, Sulteng
11.  Munas MPTHI 2013 di Samarinda, Kaltim
12.  Munas MPTHI 2014 di Solo
13. Munas MPTHI 2015  (rencana di Ambon)

MPTHI adalah forum komunikasi dan informasi bagi jejaring pemangku kepentingan perlindungan tumbuhan dan hewan di Indonesia untuk peningkatan harkat dan martabat petani dan pertanian Indonesia. MPTHI adalah wadah yang mampu mengakomodasi dan menggalang pemikiran, pandangan, gagasan, aspirasi dan potensi semua pemangku kepentingan perlindungan tanaman dan kesehatan hewan untuk mendorong terjadinya kebersamaan langkah dalam perjuangan meningkatkan martabat petani dan pertanian Indonesia.  MPTHI sebagai barometer kondisi perlindungan tumbuhan dan hewan yang aman dari berbagai aspek keseimbangan lingkungan khususnya ekologi dan berkesinambungan untuk membantu mewujudkan kondisi masyarakat dan negara yang kuat dan tangguh.  MPTHI mengembangkan dan menuangkan pemikirannya sebagai masukan untuk penyempurnaan kebijakan pemerintah di bidang pembangunan khususnya perlindungan tumbuhan dan hewan.  MPTHI mengkritisi kebijakan pemerintah yang belum selaras dengan aspirasi masyarakat khususnya yang berkaitan dengan bidang perlindungan tumbuhan dan hewan.
MPTHI mengutamakan perhatian dan kepeduliannya terhadap kepentingan masyarakat mengingat MPTHI adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat.
(USR)***
.
Menengok Armada Paspampres Jokowi
14.23 | Author: Urip SR
Liputan6.com, Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presien Jusuf Kalla (JK) mulai dikawal ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sejak Jumat 22 Agustus 2014.
Seperti apa armada paspampres Jokowi-JK? Pasukan pengamanan Jokowi-JK dibagi menjadi beberapa bagian dan tugas. Yakni human shield, sniper, pengawas makanan, dan pemantau perjalanan.
Dalam kondisi darurat, yakni ketika kondisi ketika keselamatan jiwa Presiden dan Wakil Presiden selaku Very-Very Important Person (VVIP) dalam bahaya, pengawal pribadi yang bertugas sebagai human shield akan terus berada di dekat dan melindungi VVIP dengan tubuh mereka.
"Dengan kata lain, kami akan melakukan apa pun demi menjamin keselamatan jiwa VVIP, yang merupakan representasi dari harkat dan martabat bangsa kita di mata masyarakat dunia," demikian yang tertulis di Paspampres.mil.id, yang dikutip Liputan6.com, Minggu (24/8/2014).
Sementara, sniper atau penembak jitu akan mengawasi situasi sekitar lokasi keberadaan sang VVIP demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau serangan yang tak terduga.
Kemudian ada yang bertugas mengamankan instalasi atau peralatan yang digunakan oleh sang presiden dan wakil presiden. Juga ada yang melakukan pengamanan dalam perjalanan, makanan serta medis.
 Secara umum terdapat 3 lapis penjagaan dalam sebuah operasi pengamanan, dan Paspampres bertanggung jawab penuh terhadap pengamanan terdalam (Ring 1) atau yang berada paling dekat dengan VVIP. Lapis penjagaan selanjutnya, yakni Ring 2 dan Ring 3, dilakukan oleh anggota Polri dan TNI yang berwenang.
"Mengingat tanggung jawab yang begitu besar, maka segala kemungkinan ancaman dan kesalahan harus diantisipasi semaksimal mungkin. Untuk itu, dalam melaksanakan sebuah operasi pengamanan, kami tidak bekerja sendiri. Kami juga berkordinasi dengan unsur Polri dan TNI yang berwenang di lokasi yang dikunjungi oleh VVIP," demikian yang ditulis di situs Paspampres.
Menurut Asisten Operasi Komandan Paspampres Kolonel A Budi Handoyo, anggota Paspampres memiliki kelebihan tertentu dalam menjalankan tugasnya mengawal kegiatan presiden dan wakil presiden.
"Mereka dipilih mulai dari kesehatan, psikologi, kemampuan fisik, kemudian keterampilan menembak, berenang, kemudian kemampuan lari, sudah terpilih semua itu," ujar Budi di Kantor KPU, Jakarta, Jumat 22 Agustus 2014.
Budi menjelaskan, selain melalui seleksi yang sangat ketat, para pengawal Kepala Negara ini juga sempat mengenyam pendidikan militer di Korea Selatan selama 3 pekan.
"Betul, kita juga kan sharing menimba ilmu di sana. Pendidikan bisa menambah ilmu. Tidak ada salahnya kita sharing perbandingan untuk meningkatkan ilmu," katanya. "Intinya prajurit-prajurit terbaik dari TNI yang kita pilih untuk disiapkan."
Jokowi sebelumnya mengatakan, jumlah personel Paspampres yang akan diberikan kepadanya sama seperti pengamanan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yaitu 37 anggota Paspampres dengan 7 mobil pengawal dan 3 unit motor voorijder. Mobil yang akan ditunggangi sang Presiden asal Solo tersebut adalah Mercedez Benz S Class yang antipeluru.
Namun demikian, mantan Walikota Solo tersebut mengaku keberatan dengan pola pengawalan itu. Ia pun meminta kepada Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko untuk mengurangi jumlah personel Paspampres maupun kendaraan pengawalan.
"Kata Panglima ada 7 mobil, 3 motor dan 37 anggota. Gimana? Itu standarnya. Tapi masih kita hitung. Kalau 3 cukup, 3 saja. Kalau harus 7, angka keamanannya tidak bisa ditawar, tetap kita minta 3 saja‎," ucap dia.
Selain untuk Presiden dan Wakil Presiden, Paspamres juga disiapkan untuk pihak keluarga dan tamu negara setingkat Kepala Negara atau kepala pemerintahan, beserta keluarga mereka, yang berkunjung ke Indonesia. (Ado)