Sudah terbit....
10.15 | Author: Urip SR
Majalah Peramalan OPT Volume 14 No.1 Mei 2015 sudah terbit dengan cover story Kunjungan Presiden Jokowi di kabupaten Indramayu (17/3) didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Pekerjaan Umum.  Sampul belakang "Membakar Semangat THL-POPT" pada saat Pelatihan Teknologi Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (Teknologi P3OPT) di Jatisari (25 Mei - 7 Juni 2015) yang ikuti 30 peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia.
(USR)***
.
Hama Kacang Hijau Fase vegetatif
08.36 | Author: Urip SR
Pengamatan kacang Hijau (Foto: Urip SR)
Pada awal fase vegetatif, daun majemuk pertama telah membuka penuh, tanaman tumbuh dan berkembang hingga berbunga pada umur 20 hst. Namun, pada fase vegetatif ini, banyak ditemukan OPT, baik hama, penyakit, maupun virus. Hama utama yang mungkin di jumpai di pertanaman ialah ulat grayak, ulat jengkal, penggerek pucuk, pelipat/penggulung daun, kumbang tanah, dan tungau merah.Sedangkan penyakit yang muncul adalah busuk pangkal batang, penyakit layu, embun tepung, bercak daun, dan kudis. Pada fase fase vegetatif ini virus penting juga muncul, yaitu virus mozaik kacang hijau dan virus mozaik kuning buncis. Cara pengelolaan OPT yang dapat diterapkan adalah melalui cara mekanik, eradikasi tanaman terserang, penggunaan agens hayati, dan penggunaan pestisida apabila sungguh-sungguh diperlukan.
Pertanyaan saya adalah: “Bagaimana cara-cara tersebutn diaplikasikan?” Mohon penjelasan.Terima kasih.


(Sulistyo,Tanggamus, Lampung)

Solusi :
Pengendalian hama kacang hijau fase vegetatif antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Pengendalian secara mekanik:
Kerusakan daun pada fase ini relatif tidak menurunkan produksi secara nyata. Oleh karena itu, pengendalian hama daun seperti ulat grayak cukup dilakukan dengan cara mekanis, karena biasanya pada fase ini hama tersebut baru mulai meletakkan telur atau larva kecil masih mengelompok dan kemungkinan besar populasi musuh alami mulai meningkat. Untuk menekan populasi hama secara awal dapat dilakukan dengan:
a. Mengumpulkan dan mematikan ulat grayak instar 1 – 2 yang masih mengelompok pada permukaan bawah daun dan kelompok telur pada daun bagian atas
b. Mengumpulkan dan mematikan ulat jengkal instar dewasa;
c. Mengumpulkan daun yang terserang penggulung daun.
2. Pengendalian secara eradikasi:
Tanaman yang mati karena penyakit layu R. solani, virus mozaik kacang hijau, dan virus mozaik kuning buncis segera dicabut dan dimusnahkan dengan cara dibakar ditempat lain. Selain itu, sanitasi dapat dilakukan terhadap tanaman inang lain yang dapat menjadi sumber inkulum virus dan tempat hidup vektor pembawa virus.
3. Pengendalian dengan memanfaatkan agen hayati:
Apabila secara operasional memungkinkan dan populasi ulat grayak dominan, maka dapat diupayakan dengan menggunakan S1-NPV (Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus). Sedangkan untuk menekan populasi ulat buah dapat dilakukan dengan penyemprotan Ha-NPV (Heliothis armigera Nuclear PolyhedrosisVirus).
4. Pengendalian dengan menggunakan insektisida:
Apabila populasi OPT telah mencapai ambang batas dapat dikendalikan dengan aplikasi pestisida efektif.  Hama ulat dianggap telah mencapai ambang batas apabila:
a. Ulat grayak:  180 instar 2/10 rumpun; 10 instar 3/10 rumpun atau 25% kerusakan daun.
b. Ulat jengkal: 200 instar 1/10 rumpun; 120 instar 2/10 rumpun; 20 instar 2/10 rumpun atau > 25% kerusakan daun.
c. Ulat buah: 50 instar 1/10 rumpun
d. Embun tepung, bercak daun dan penyakit kudis, intensitas kerusakan 20%.
.
Kepik Hijau Kedelai
08.19 | Author: Urip SR
Kepik Hijau (Nezara viridula) (Foto : Cabi)

Tanaman kedelai saya terserang serangga menyerupai kepik berwarna kehijau-hijauan. Setelah saya perhatikan, ternyata kepik itu merusak polong kedelai.  Jika hal itu didiamkan, maka akan mempengaruhi hasil kedelai saya.
Pertanyaan saya adalah: “Bagaimana cara mengendalikan kepik hijau tersebut?” mohon penjelasan. Terimakasih

(Suparno, Paron - Ngawi, Jawa Timur)
Sejak tumbuh ke permukaan tanah hingga tanaman tua, kedelai tidak luput dari serangga hama. Hama yang menyerang tanaman kedelai cukup banyak namun hanya beberapa jenis saja yang berstatus penting dan sering menimbulkan kerugian di antaranya adalah kepik hijau (Nezara viridula L).
Kehidupan kepik hijau sangat bervariasi tergantung pada keadaan  iklim dan tanaman inangnya.Kepik meletakkan telur secara berkelompok pada bagian bawah daun.Satu kelompok terdapat 10-50 butir dan satu ekor induk betina dapat memproduksi 100-250 butir telur. Bentuk telur seperti cangkir berwarna kuning dan tertata rapi.Setelah 5-7 hari telur menetas menjadi nimfa. Nimfa instar 1 bergerombol di atas kulit telur, setelah berganti kulit pindah ke plong untuk makan dan hidup. Nimfa instar 3,4,5 dan imago diam di permukaan daun bagian atas, pada pagi hari setelah pukul 09.00 pindah ke polong untuk makan. Imago meletakkan telur mulai pukul 15.00 sampai 21.00.
Nimfa dan kepik mertusak polong dengan cara menusuk stiletnya pada kulit polong dan biji lalu mengisap cairan biji. Serangan pada fase pembentukan dan pertumbuhan polong/biji menyebabkan polong/biji kempis, mengering dan gugur. Serangan pada fase pengisapan biji, menyebabkan biji menjadi hitam dan busuk.Serangan pada polong tua, menyebabkan kualitas biji menurun karena ada bintik hitam pada biji atau biji menjadi keriput.
Gejala Serangan jelas terlihat pada kulit biji dan kulit polong bagian dalam berupa bintik hitam atau coklat. Kerusakan di lapangan biasanya terjadi bersamaan dengan pengisap polong yang lain dan tanda serangannya tidak dapat dibedakan.
Populasi kepik mulai dijumpai di pertanaman sejak fase pembentukan bunga sekitar umur 35 hari setelah tanam (hst) sampai menjelang panen. Stadia tanaman yang paling disukai sekitar umur  58 hst serta puncak populasi imago dan nimfa terjadi pada umur 50 hst. Periode kritis tanaman adalah fase pembentukan polong sampai pengisap biji (49-70 hst)
Tanaman Inang, kepik hijau bersifat polifag selain memakan tanaman kedelai juga memakan tanaman kacang hijau, kacang panjang, kacang tunggak, padi/wijen, jagung, kentang, tembakau, kapas, dan orok-orok.
Pengendalian :
Pengendalian hama kepik hijau pada tanaman kedelai antara lain dapat di lakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
. Sanitasi tanaman inang liar jauh sebelum tanam.
. melakukan tanam secara serentak dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang.
. Di daerah endemis dapat menggunakan tanaman perangkap kacang hijau varietas merak atau Sesbania rostrata yang ditanam sekeliling/pinggir lahan terutama di lahan yang berbatasan dengan sumber serangan. Kacang hijau varietas merak ditanam bersamaan dengan tanam kedelai, sedang Sesbania rostrata ditanam 14 hari sebelum tanam kedelai.
. Melakukan pengamatan atas serangan ham akepik hijau, terutama dilakukan pada tanaman berumur 42, 49, 56, 63, dan 70 hst terhadap imago, telur dan nimfa.
. Penggunaan pestisida dilakukan apabila populasi mencapai ambang pengendalian, misalnya Insektisida yang mengandung dua jenis bahan aktif siap pakai yaitu Starban 585 EC dengan konsentras 20 ml/tangki;
. Ambang pengendalian bila terdapat 2 ekor/10 rumpun tanaman atau intensitas kerusakan lebih besar dari 2,5% polong terserang.
Selamat mengendalikan..!!
(USR)***
.
Membuat Pesnab secara sederhana
13.52 | Author: Urip SR


Pahitan berpotensi sbg Pesnab (Urip SR)
Perebusan Ekstrak Bahan Nabati :
Disamping menggunakan etanol/alkohol 70 %, cara lain untuk menekan/mematikan enzim/zat pengurai adalah   dengan cara

pemanasan/perebusan. 
Adapun langkah kegiatannya adalah sebagai berikut :
Bahan tanaman ditumbuk/digiling.
Bahan tanaman yang sudah ditumbuk/digiling, dicampur air dengan   perbandingan 75 gr bahan tumbuhan dalam 1(satu) liter air untuk bahan tanaman berbentuk daun, dan 25-50 gr untuk bahan tanaman berbentuk buah, biji, umbi dan rimpang.
Tambahkan 2 (dua) gram deterjen (pengganti Latron sebagai pengemulsi), kedalam larutan tersebut pada alat perebusan (Panci).
Rebuslah ekstrak bahan campuran tadi sampai mendidih.
Biarkan rebusan ekstrak bahan campuran tadi sampai menjadi dingin, kemudian lakukan penyaringan. 
Penggunaan pestisida nabati (Pesnab) secara sederhana di tingkat petani dapat dilakukan dengan cara
Penyemprotan cairan perasan tumbuhan.
Pengasapan (pembakaran bagian tanaman yang mengandung bahan insektisida).

.
Materi Pelatihan P3OPT
14.10 | Author: Urip SR
Materi dan Praktek yang akan dibahas dalam pelatihan meliputi :
1. Program peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan
2. Prakiraan dan evaluasi prakiraan serangan OPT tanaman pangan
3. Metodologi pelatihan
4. Kebijakan perlindungan tanaman pangan
5. Pengenalan hama dan musuh alami tanaman padi
6. Pengenalan penyakit dan agens antagonis tanaman padi
7. Pengambilan sampel dan koleksi OPT padi
8. Identifikasi dan preparasi koleksi OPT padi
9. Pedoman pengamatan dan pelaporan OPT Tanaman Pangan
10. Pengamatan Tetap (Petak tetap, light trap, SMPK)
11. Pelaporan dan evaluasi hasil pengamatan petak tetap
12. Pengamatan keliling
13. Pelaporan dan evaluasi hasil pengamatan keliling
14. Pedoman pengamatan dan pelaporan DPI
15. Surveilannce
16. Pelaporan dan evaluasi hasil surveillance
17. Pengenalan dan perbanyakan agens hayati padat

18. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tanaman Pangan
19. Pengenalan dan perbanyakan agens hayati cair
20. Ekobiologi dan peramalan OPT
21. Identifikasi, pengamatan dan penilaian kerusakan oleh Wereng Batang Coklat (WBC)
22. Uji Ketahanan varietas dan kehilangan hasil akibat serangan WBC
23. Pengelolaan dan teknologi pengendalian WBC
24. Ekobiologi dan peramalan Penggerek Batang Padi (PBP)
25. Identifikasi, pengamatan & penilaian kerusakan oleh PBP
26. Perbanyakan parasitoid Penggerek Batang Padi Trichogramma sp.
27. Pengenalan dan perbanyakan pestisida nabati
28. Pengelolaan dan teknologi pengendalian PBP
29. Epidemiologi dan peramalan penyakit tanaman padi.
30. Identifikasi, pengamatan dan penilaian kerusakan oleh penyakit.
(Bersambung)....
.
.
Membakar Semangat THL-POPT
13.45 | Author: Urip SR
Pre Test Ballot Box (Foto: Urip SR)
Jatisari (6/5). Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang perlindungan tanaman pangan sangat dibutuhkan mengingat salah satu tuntutan tugas SDM Perlindungan Tanaman adalah mengamankan produksi pangan dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).  Manfaat dari peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang perlindungan tanaman adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petugas perlindungan tanaman dalam hal pengamatan, peramalan dan pengendalian OPT pangan, dengan harapan diaplikasikan dalam melaksanakan tupoksi sehingga serangan OPT pangan dapat ditekan, dan dapat meningkatkan produksi pangan secara nyata.  Setiap tahun Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT)  menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kemampuan SDM Perlindungan Tanaman Pangan, dan terus dievaluasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.  Sehubungan dengan hal tersebut maka BBPOPT melaksanakan Pelatihan Pengamatan, Peramalan dan Pengendalian OPT (P3OPT) bagi Tenaga Harian Lepas Pengendali OPT (THL-POPT) tahun 2015.
Dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang P3OPT, yang sasarannya adalah terwujudnya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan 30 orang THL-POPT di bidang P3OPT.  Adapun manfaatnya adalah pengetahuan dan ketrampilan di bidang pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT yang diperoleh selama pelatihan dapat menambah kemampuan petugas pengamat OPT dalam melaksanakan tugas.
Selamat Datang Peserta Pelatihan P3OPT bagi THL-POPT Angkatan - I (6-19 Mei 2015) di Kawah Candradimuka Perlindungan Tanaman.
(uripsr@ymail.com)
.

Mengenal Kutu Daun (Aphis glicines)
15.13 | Author: Urip SR
Kutu daun (Aphis glicines) Foto: Repro
Aphis glycines yang biasa disebut dengan aphis dikelompokkan ke dalam ordo         Homoptera dengan famili Aphididae.  Tubuh aphis berukuran kecil, lunak dan berwarna hijau agak kekuningan.  Panjang tubuh aphis dewasa berkisar antara 1 - 1,6 mm.  Nimfa aphis dapat dibedakan dengan imagonya dengan cara menghitung jumlah antenanya.  Pada umumnya , nimfa instar satu mempunyai antena sebanyak 4-5 ruas.  Sedangkan nimfa instar kedua berantena sebanyak 5 atau 6 ruas, dan imago sebanyak 6 ruas.
Sebagian besar jenis serangga ini tidak bersayap, tetapi bila populasi meningkat, sebagian serangga dewasanya membentuk sayap yang bening.  Selanjutnya, serangga yang bersayap pindah ke pertanaman kedelai lain untuk membentuk koloni baru. Serangga ini menyukai bagian-bagian muda dari tanaman inangnya, baik nimfa dan imago mengisap cairan tanaman.
Aphis juga bertindak sebagai vektor (serangga penular) berbagai penyakit virus kacang-kacangan (soybean mosaic virus, soybean yellow mosaic virus, bean yellow mosaic virus, soybean dwarf virus, dan peanut stripe virus).
Tanda serangan Aphis
Aphis menyerang tanaman kedelai muda sampai tua, serangan pada pucuk tanaman muda menyebabkan pertumbuhan tanaman kerdil.  Cuaca yang panas pada musim kemarau sering menyebabkan populasi hama kutu daun ini tinggi.
Cara pengendalian Aphis
Tanam serempak
Pemantauan lahan secara rutin dan pemusnahan kelompok telur dan imago.
Penggunaan pestisida nabati.
Jika populasi tinggi, semprot dengan insektisida yang direkomendasikan, antara lain yang berbahan aktif : amitraz, heksitiazok, dikofol, dan propargit.
.