Mengelola Emosi di Tempat Kerja
13.37 | Author: Urip SR
Foto: google
Barangkali gambaran sosok seperti ini cukup akrab bagi Anda: rekan kerja yang tak pernah punya kata-kata yang menyenangkan, baik itu dalam rapat intern rutin mingguan maupun dalam obrolan makan siang di kantin. Orang-orang seperti ini biasanya menyita energi pada sesi brainstorming karena komentar-komentarnya yang "nggak penting". Kecenderungan mereka yang mudah "bete" juga mengganggu. Pendek kata, negativitas mereka bisa mengkontaminasi kehidupan kantor.

Seperti ditegaskan oleh Profesor Manajemen dari Sekolah Wharton Sigal Barsade yang mempelajari pengaruh emosi-emosi di tempat kerja, emosi itu menular. "Berbagai emosi menjalar dari satu orang ke orang lain seperti virus," kata dia.

Barsade ikut dalam tim penulis paper "Why Does Affect Matter in Organizations?" Dalam studi perilaku organisasional, "affect" merupakan kata lain dari "emotion". Dan, jawaban atas pertanyaan yang tersurat dari judul paper itu: mood, emosi dan semua sikap dari karyawan memiliki pengaruh terhadap kinerja, pengambilan keputusan, kreativitas, turnover, tim kerja, negosiasi dan kepemimpinan.

"Semua orang membawa emosi-emosi mereka ke tempat kerja," ujar Barsade. "Anda membawa otak Anda ke kantor. Anda juga membawa emosi-emosi Anda ketika bekerja. Berbagai perasaan itu menggerakkan kinerja."

Dalam paper tersebut, Barsade dan timnya merinci adanya tiga tipe perasaan yang berbeda:

1. Discrete, alias emosi-emosi sesaat, seperti senang, marah, takut dan muak

2. Mood, yakni perasaan-perasaan jangka panjang dan tidak berkaitan dengan penyebab khusus, misalnya seseorang yang periang, atau minder.

3. Dispositional, atau sifat-sifat personal yang melekat pada seseorang yang 'mendefinisikan' yang bersangkutan secara keseluruhan. Kita sering mendengar orang berkomentar, "Dia selalu gembira", atau, "Dia selalu berprasangka buruk."

Menurut Barsade, beberapa orang memang memiliki kontrol yang lebih baik terhadap emosinya dibandingkan yang lain. Namun, tidak berarti bahwa orang-orang di sekitarnya tidak terpengaruh oleh mood mereka.

"Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang memperlihatkan emosi Anda, tapi itu tercermin dari ekspresi wajah atau bahasa tubuh Anda. Emosi-emosi yang tidak kita sadari itu bisa mempengaruhi pemikiran dan perilaku kita," ujar dia.

Kepada para manajer Barsade menyarankan agar menstrasfer emosi yang positif, misalnya dengan mengatakan, "Aku tahu kau khawatir. Segala sesuatunya tidak tampak baik, tapi kau tahu kita punya cara untuk mengatasinya dan kita bisa menyelesaikannya bersama-sama."

Karyawan akan mengapresiasi kejujuran seperti itu dan bisa mendapatkan rasa nyaman untuk bersikap optimis.

Data yang Berharga

Kecerdasan Emosional --frasa yang makin akrab dalam khasanah psikologi dan pendidikan-- kini mulai banyak dibicarakan juga dalam lingkaran bisnis. Sekolah-sekolah bisnis kini getol mengajari para eksekutif untuk menjadi cerdas secara emosional dan bagaimana mengelola emosi-emosi karyawan mereka.

"Ide di balik kecerdasan emosional di tempat kerja tak lain keyakinan akan adanya skill untuk memperlakukan emosi karyawan sebagai data berharga dalam mengarahkan situasi," jelas Barsade seraya menegaskan bahwa menurut riset, orang-orang yang memiliki emosi positif cenderung tampil lebih baik di tempat kerja.

Dikatakan, orang-orang yang positif secara kognitif berproses lebih efektif. Ketika berada dalam mood positif, orang akan lebih terbuka untuk menyerap informasi dan meng-handle-nya secara efektif. Kita tidak perlu mengubah rekan-rekan sekantor yang negatif, tapi cukup dengan menolak untuk "menangkap" mood negatif mereka.

Kita bisa mulai dari diri kita masing-masing, misalnya, sebelum menghadiri rapat bertekad untuk tidak melayani orang-orang yang tak pernah punya ide, tapi selalu menganggap ide orang lain buruk.

Sumber: http://www.portalhr.com/tips/2id83.html
.
Pameran yang Produktif & Informatif # 2
10.09 | Author: Urip SR
Stand Pameran uk 3x3 m (minimalis) (Foto:Urip)
Untuk menyelenggarakan sebuah pameran dengan wajah seperti dipaparkan diatas perlu persiapan2 yang matang, antara lain :
1. Ukuran lokasi pameran harus cukup memadai sekurang2nya 3x2 meter.  Ukuran ideal adalah bila lokasi terletak di sudut sebuah blok, sehingga ruangan yang diperioleh akan berbentuk L dan biasanya akan memperoleh ekstra panjang sekitar 2 meter.  dengan letak seperti ini maka komposisi ruangan akan lebih mudah untuk diatur.
2. Desain ruangan dapat dibagi menjadi 2 bagian pokok, yaitu bagian yang berisi bahan-bahan visual yang dapat dipamerkan, berupa panel2, barang2 contoh produk, brosur2, leaflet dan poster.  Bagian lain berupa tempat diskusi dapat berupa stage yang agak ditinggikan dari ruangan yang berisi bahan2 visual, ataupun cukup sebuah ruangan yang diberi sekat pendek dengan tempat duduk yang memadai dan unik misal bangku klecil dari potongan kayu bulat, dan sebagainya.  Layar tayangan hendaknya berukuran cukup besar tetapi enak untuk dilihat.


Panel2 informasi yg dipamerkan (Foto: Urip SR)
3. Ruangan pameran perlu dilengkapi dengan pengeras suara yang memadai, pengeras suara ini ditempatkan ditempat yang strategis, cukup jelas dan enak didengar, tidak memekakkan telinga.
4. Alat tayangan umumnya menggunakan proyektor LCD. Tergantung dimana LCD akan ditempatkan. Bila perlu dapat dipersuiapkan kamera video kecil (CCTV) untuk menangkap gambar para pengunjung yang sedang mengamati pameran dan gambarnya langsung ditayangkan di layar.  Efeknya adalah pengunjung menjadi lebih tertarik untuk masuk ke stand pameran.
5. Belakang layar sebaiknya berupa ruangan kecil yang dapat digunakan sebagai studio mikro untuk mempersiapkan program2 tayangan dan audio.
6. Untuk mengetahui jumlah dan variasi latar belakang pengunjung perlu disediakan buku tamu, buku tamu ini sebaiknya dapat mengungkap data sekurang2nya nama, alamat, pekerjaan, kesan dan pesan pengunjung.
7. Bahan serahan (Hand Out) harus dipersiapkan sebaik2nya jauh sebelum pameran dilaksanakan.  Hand out dapat berupa gambaran umum instnsi, ringkasan metode, data2 mutakhir, capaian hasik/produksi/teknologi, dan sebagainya serta profil kelompok tani yang dianggap berhasil menggunakan teknologi terapan.
8. Jika diperlukan dapat ditambahkan lampu2 sorot ukuran kecil untuk tiap2 panel yang dipasang.  Pada sisi depan ruangan pameran dapat dipasangi baliho ukuran besar yang berisi gambar dan pesan singkat sesuai dengan filosofi instansi.  Baliho ini berfungsi sebagai salah satu eye catcher atau daya tarik utama pengunjung disamping audio berupa musik.
Semoga tulisan ringan ini bermanfaat, selamat melaksanakan Pameran.!(USR)***

Trima kasih tak terhingga utk crew INDOK yang dengan profesional membantu menyiapkan ubo rampe setiap Pameran. I Love You......:-)
.
Pameran yang Produktif & Informatif # 1
09.34 | Author: Urip SR
Publikasi cetak sebagai handout (Foto: Urip)
Kalau kita datang ke suatu pameran, biasanya kita akan menyaksikan berbagai produk yang dipamerkan.  Memang salah satu fungsi pameran adalah memamerkan produk-produk sebagai hasil kerja suatu instansi atau perusahaan.  Bagaimana fungsi sebuah pameran bagi BBPOPT Jatisari?  Pada dasarnya memamerkan produk.  Apa produknya?
Produknya adalah hasil-hasil kajian teknologi yang telah dicapai dan berhasil diterapkan sebagai metode untuk pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT (P3OPT) terapan.
Cuma itu? Tentu masih banyak lagi yang bisa dipamerkan.  Profil pameran itu dapat berupa teks maupun gambar/foto maupun gambar hidup (Video, Film, LCD Proyektor). 
Dari paparan tersebut diatas, maka kegiatan dalam pameran menjadi multidimensi.  Kegiatan umumnya adalah sama seperti pada pameran lainnya, yaitu memasang panel-panel yang berisi metode-metode strategis, data-data capaian, foto2 kegiatan yang relevan dan sebagainya.  Kegiatan lainnya misalnya saja, dapat dibuka kesempatan berdiskusi untuk tukar menukar ide dan pengalaman tentang upaya-upaya pengendalian OPT spesifik lokasi.
Stand BBPOPT di Pameran PF2N (Foto: Urip SR)
Dalam hal ini pemandu pameran diharapkan menguasai segala hal yang berkenaan dengan  gerak langkah dalam rangka pengembangan teknologi P3OPT, antara lain filosofi, metode, langkah2 strategis dan sebagainya.
Dalam diskusi dapat digunakan alat peraga dalam panel2 yang dipamerkan.  Promosi upaya pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT dapat pula dipaparkan melalui media audio maupun audio visual.
Sebagai daya tarik bagi pengunjung dapat pula diselenggarakan kuis dengan hadiah yang sederhana yang bercirikan instansi, contoh hadiah topi atau kaos.  Pada dasarnya kuis akan memaksa pengunjung untuk mencermati isi pameran, karena jawaban-jawabannya ada pada panel yang dipamerkan.  Kuis ini bersifat harian, artinya setiap hari isi kuis berubah.  Pemenang diumumkan pada petang hari dan hadiah diberikan secara langsung.
Dengan banyaknya bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan tersebut maka boleh dikatakan bahwa pameran merupakan sebuah “Multi Facet” bagi etalase upaya2 peramalan dan pengendalian OPT dibeberapa komoditas.  Artinya, pameran dapat diberi WAJAH yang banyak agar pesan2 yang disampaikan menjadi lebih mudah untuk diterima karena disampaikan dalam suasananya yang lebih santai dan menghibur. (USR)***
Dialog Pagi Itu....
22.06 | Author: Urip SR
Jogyakarta (20/03/12) Udara Jogya pagi itu sangat dingin, awan yg mendung ditimpa gerimis, semakin menambah males untuk membuka kelopak mata. Suara keras kondektur mengagetkan tidur pulasku. "Bandara, bandara", teriak kondektur bus lantang.
Di jalan Adi Sucipto Km,8 akupun bergegas turun, pas didepan hotel Jayakarta terpampang spanduk "Selamat Datang Peserta Apresiasi Pengelolaan Pameran".
Senyum ramah penjaga resepsionist mengembang, "Ada yang bisa saya bantu Pak?" katanya ramah. Keramah-tamahan dan senyum manisnya membuat hilang seketika pegal2 selama dalam perjalanan.
Setelah kuterangkan maksudku bahwa aku adalah bagian dari peserta Apresiasi.
"Maaf Pak, chek in dan registrasi jam 12.00 s/d 15.00 WIB", jawabnya ramah.
"Kalau sepagi ini Bapak mau chek in kena chas, kalau mau bpk tunggu aja di lobbi sampai jam 12.00 WIB", serunya lagi.
Gilee benerr, mosok harus menunggu 6 jam, capee deh, tanpa pikir panjang akupun pamit, Jogyakarta adalah rumah keduaku, maklum 3 kali survey merambah daerah jogya, sehingga sangat familiar dengan teman2 disini. Balai Proteksi Tanaman Pangan & Hortikultura Wonocatur adalah sasaran tujuanku. Trans Jogya melesat membawaku menuju markas POPT di Daerah Istimewa Jogyakarta yang masih sarat menjaga tradisi leluhur itu.
(Bersambung kalau ga males....:-)
.
Catatan Akhir Tahun 2011
15.40 | Author: Urip SR
Tiga bulan lebih tidak melakukan aktifitas blogging, entah setan dari mana yang membuat males sehingga tidak satupun postingan muncul, padahal rentang waktu itu antara bulan September sampai dengan Nopember banyak sekali kegiatan Traveling yang menyenangkan. Rasa malas menulis itu disebabkan karena hilangnya kamera digital sehingga malas memposting tulisan tanpa disertai dengan ilustrasi gambar atau foto. Ibarat sayuran rasanya hambar tanpa garam begitu pula sebuah tulisan rasanya hambar tanpa dihiasi foto2 pendukung sebagi ilustrasinya.
Motivasi menulis seakan hilang....energi jiwa yang membangkitkan energi fisik seperti tak kuasa membangunkan ke-malas-anku dalam menulis. Maka aku harus bangkit lagi membiasakan diri menulis sebagai salah satu hiburan yang yang menyenangkan, dan aku bahagia mengerjakannya. Maka mulai saat ini aku akan buka mata, buka telinga, buka fikiran, buka hati dan buka keyakinan.

Catatan2 tercecer selama 3 bulan yang belum sempat terposting:
1. Mengikuti Pameran MPTHI di Bumi Sriwijaya Palembang
2. Mengikuti Pameran Pekan Flori-Flora Nasional (PF2N) di Denpasar Bali
3. Mengikuti Safari Kegiatan Ditjen TP di Jawa Tengah (Semarang, Pati, Kudus, Demak, Blora)
4. Mengikuti Apresiasi Pengelola Pameran di Hotel Marbella Dago Pakar Bandung
5. Mengikuti kegiatan Motivasi di Jakarta (PT. Trustco Bandung)

Kegiatan yang menyenangkan itu terselip catatan kaki tentang kultur budaya daerah yang disinggahi des wisata kuliner daerah setempat disamping wisata panorama alam lainnya. Namun tidak satupun foto2 pendukung menyertai catatan itu. Mencoba menguraikan satu-persatu kenangan yang tercecer dalam catatan kaki. Kegiatan yang paling berkesan adalah motivasi karena kegiatan ini mampu membangkitkan kembali semangat hidup, semoga setelah mengikuti MOTIVASI bisa menciptakan hal2 yang luar biasa dalam hidupku.
Keep Spirit...!
.
Mendadak jadi BusMania
15.23 | Author: Urip SR
Seringkali bepergian menggunakan moda transportasi darat menambah hobi baru yang telah ada, selain blogging kini ada hobi baru sebagai pengamat Bus, jenis moda transportasi ini sering sekali menemani acara pergi antar kota antar propinsi. Segala merk bus, jenis mesin, chasis dan segala tetek-bengek yang menyangkut per-bus-an diperhatikan sedetail mungkin.
Yang menarik adalah desain bus darimana desain yang dikeluarkan oleh Perusahaaan Karoseri seperti Marcopolo yang anggun ataupun New Travego.
Masing-masing ciri karoseri dan desain bus menjadi pengamatan tersendiri, bagaimana kenyamanan tempat duduk didalam bus. Sementara jenis Marcopolo yang masih menjadi favorit para Busmania, bentuknya yang anggun menjadi raja jalanan di malam hari. Lampu belakang yang mirip tanduk, dan lampu depan dihiasi lampu kecil berderet menyala warna biru menambah anggunnya sosok bus yang memakai desain ini.
Saya betul2 jatuh cinta dengan karoseri jenis ini, wah..jadi ketularan virus busmania, ini semua gara2 teman yang meracuni saya sehingga menjadi Busmania community.
Keluar kota menggunakan bus mesin mercedes benz tipe marcopolo anti getar sungguh nyaman, semalam dijalanan dilalui tanpa terasa.
.
PINTU GERBANG BBPOPT JATISARI DIHAJAR
15.44 | Author: Urip SR
Kotabaru, Karawang (01 Desember 2010) .Kecelakaan tunggal terjadi mobil Toyota Innova nopol B 2437 CS dari arah Cikampek menabrak pintu gerbang Kantor BBPOPT sekitar pk. 15.00 WIB, dalam kecelakaan tersebut sopir mengalami luka, mobil bagian depan ringsek. Saat kejadian kondisi hujan lebat, jalan aspal didepan kantor tidak terlihat tertutup oleh genangan air hujan, diduga sang sopir menghindari genangan air, dalam kecepatan tinggi mobil oleng langsung menabrak pintu gerbang.
Suara tubrukan yang keras antara mobil dan pintu pagar tertutup oleh suara derasnya gemuruh air hujan sehingga tidak terdengar oleh karyawan, hanya disaksikan oleh seorang karyawati yang kebetulan ada diluar kantor.
Pintu gerbang kantor BBPOPT terpental masuk ke dalam, beruntung mobil tamu yang di parkir dekat pintu terhindar dari lemparan pintu gerbang yang terbuat dari besi.
Saat dikonfirmasi sang sopir masih dalam keadaan shock sehingga belum bisa diwawancarai.
Kecelakaan tersebut sempat menyita perhatian karyawan-karyawati BBPOPT, begitu ada teriakan dari karyawati yang melihat kejadian itu, langsung berlari berhamburan karyawan/wati melihat lokasi kejadian.
Beberapa karyawan tanpa komando langsung mengevakuasi sang sopir untuk diamankan di dalam kompleks kantor.
Limabelas menit setelah kejadian Polisi PJR langsung mengevakuasi korban untuk dilakukan perawatan di Puskesmas terdekat.
Jalur pantura jalan raya kaliasin memang terkenal rawan kecelakaan, lokasi kejadian 6 km sebelum cikampek merupakan jalur yang perlu diwaspadai oleh para pengendara kendaraan bermotor terutama pada saat hujan lebat, karena sebagian air hujan menggenangi jalan tepatnya di depan kantor Balai Besar Peramalan OPT Jatisari, Karawang, Jawa Barat. (USR)***
Perusahaan di mana pun juga tumbuh dan berkembang bersama masyarakat dan warga sekitar. Ironis menyaksikan sebuah perusahaan berkembang pesat sementara taraf hidup masyarakat di sekitarnya begitu rendah dan memprihatinkan.

Sudah sewajarnya apabila perusahaan ikut ambil bagian untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Mengikuti jalan pikiran tersbut, dewasa ini banyak perusahaan yang memasukkan upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari program tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Salah satu contoh upaya di bidang ini adalah keberhasilan panen padi dengan metode system of rice intensification (SRI) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang didukung oleh PT. HM Sampoerna Tbk.
Sampoena melalui Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK Sampoerna).

Lumbung Padi

Keberhasilan inisiatif CSR di Karawang memiliki arti penting. Sejak lama, kabupaten Karawang dikenal sebagai “lumbung padi” Jawa Barat karena merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di provinsi tersebut. Akan tetapi, julukan tersebut terancam sirna karena produksi padi Karawang terus menurun.
Data Dinas Pertanian Karawang menyebutkan, selama kurun waktu 18 tahun, yaitu antara tahun 1989 dan 2007, alih fungsi lahan teknis menjadi lahan pemukiman dan industri mencapai 2.578 hektar atau 135,6 hektare per tahun. Selain itu, faktor debit air irigasi yang semakin menurun, ketergantungan kepada sarana produksi pertanian non-organik yang semakin meningkat, dan tingkat kesuburan lahan yang semakin menurun secara keseluruhan berdampak terhadap penurunan produktifitas hasil panen. Berbagai kendala tersebut menjadi awan gelap yang membayangi nasib petani Karawang.
Yang lebih memprihatinkan, banyak generasi muda mulai meninggalkan bidang pertanian karena dianggap kurang menjanjikan. Mereka lebih memilih bekerja di sektor industri.
Menanggapi kondisi tersebut, Sampoerna tergerak melakukan inisiatif yang dapat mengembalikan potensi utama kawasan, yakni sebagai lumbung padi. “Sebagai salah satu warga usaha dan bagian dari masyarakat di Karawang, sudah sepatutnya kami tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi oleh warga sekitar tempat operasional kami berada. Menjaga kelestarian Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi di Jawa Barat serta mendorong pencapaian ketahanan pangan adalah salah satu prioritas program Corporate Social Responsibility kami untuk wilayah ini” jelas Niken Rachmad, Director Communications PT HM Sampoerna Tb.

SRI

Upaya yang dilakukan adalah menerapkan metode yang tepat untuk mendorong produksi padi. Yang dipilh adalah metode SRI, yang merupakan teknik budidaya tanaman padi yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman melalui perbaikan pola pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara.
Metode yang dikenal ramah lingkungan ini ditemukan pada 1983 di kepulauan Madagaskar dan telah berhasil dikembangkan di sejumlah negara. Di Indonesia SRI telah dikembangkan di 14 provinsi dengan hasil yang menggembirakan. Untuk provinsi Jawa Timur sejak tahun 2007 pengembangan SRI telah dilakukan oleh PPK Samporna meliputi di Madiun, Ngawi, Jombang, Malang, Mojokerto, Pasuruhan, Jember, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Bangkalan, dan Sampang.
Dengan tujuan memperluas cakupan area penerapan padi SRI dan juga sebagai bentuk komitmen Sampoerna dalam program ketahanan pangan, bekerjasama dengan Tim Pengembang Padi SRI dari Merdeka Indonesia Sempurna dan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang melalui petugas penyuluh lapang (PPL) setempat di lahan percontohan Kabupaten Karawang di Desa Puseur Jaya seluas 1,3 hektar dan Desa Sukaluyu seluas 2 hektar dengan melibatkan lima petani binaan, budidaya padi metode SRI, Pengendalian Hama terpadu, Pembelajaran Ekologi Tanah (PET), teknis pembuatan kompos, MOL (Mikro Organisme Lokal) dan Pestisida Organik serta penanganan pasca panen.
Sekolah lapang ini bertujuan selain untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada para petani, juga untuk memonitor dan melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh petani dan petugas SRI. Sampai saat ini terdapat 40 orang kader petani dari hasil Training of Tarainer.
Dalam rangka panen perdana SRI, pada 25 Mei 2010 lalu di lahan pertanian Desa Sukaluyu dilangsungkan kegiatan anen Perdana SRI Musim Tanam I periode Januari-April 2010 yang dihadiri oleh H. Nachrowi M. Noor Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, DR. Ir. Agus Sofyan Direktur Perluasan Areal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Prof. DR. Ir. Iswandi Anas MSc. Ketua INA SRI (Indonesia System of Rice Intensification), Lembaga Swadaya Masyarakat terkait, kelompok tani dari wilayah Kabupaten Karawang, sekaligus juga tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen PT. HM Sampoerna Tbk.
Pada musim tanam pertama tersebut lahan pertanian yang menerapkan metode SRI di Desa Puseur Jaya, hasil panennya meningkat 35,9 persen mencapai 9,48 ton per hektare, lebih baik dibandingkan hasil panen padi non SRI yang rata-rata hanya mencapai 6,24 ton per hektare. Setelah hasil panen musim pertama yang terbukti baik tersebut, maka pada musim tanam kedua diperluas area tanamnya menjadi 13,3 hektare dengan melibatkan 21 petani binaan.
Niken achmad, Director Communications PT. HM Sampoerna Tbk, menambahkan, “Dengan keunggulan-keunggulan budidaya padi metode SRI, maka kami memiliki keyakinan bahwa metode SRI ini berpotensi menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan swasembada beras, mencapai ketahanan pangan dan membentuk petani yang mandiri serta bijak dalam pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mensosialisasikan metode SRI, dimana saat ini areal metode SRI binaan kami sudah mencapai 502,74 hektare dengan melibatkan 1.145 petani binaan.”
Pengembangan budidaya padi metode SRI dinilai dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh para petani melalui teknis budidaya perakaran yang hemat air, hemat biaya produksi, peningkatan hasil panen, dapat meningkatkan kemandirian petani serta pertanian yang ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal. Metode ini juga patut dicontoh dan disebarluaskan sehingga menjadi solusi bagi kawasan-kawasan lain yang memiliki masalah serupa.
Sumber:
(Advertorial Kompas, Senin 14 Juni 2010).
.
Oleh-oleh dari HPS XXX 2010
11.26 | Author: Urip SR
Kita menyadari bahwa sebagian dari masyarakat Indonesia belum lepas dari kasus-kasus rawan pangan dan kemiskinan. Masih terdapat masalah kurang gizi dan gizi buruk yang menimpa bayi, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Inilah tantangan besar bagi kita ke depan. Pemerintah telah dan akan terus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menangani hal tersebut melalui penyediaan anggaran yang cukup untuk menangani kasus tersebut, revitalisasi penyuluhan dan penguatan kelembagaan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat antara lain dalam bentuk Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), Lembaga yang Mandiri dan Mengakar pada Masyarakat (LM3), Program Aksi Desa Mandiri Pangan serta Program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk memantapkan ketahanan pangan adalah dengan mengurangi ketergantungan kita terhadap pangan pokok beras. Kita memiliki sumberdaya pangan local yang sangat beragam yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya. Oleh karena itu, terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Pangan Lokal merupakan salah satu langkah penting bagi upaya ketahan pangan berkelanjutan dan pengembangan kualitas manusia Indonesia yang prima.
Kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih nyata untuk mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang sangat besar dalam menghasilkan pangan lokal yang beraneka ragam di setiap wilayah.
Penganekaragaman konsumsi pangan akan memberikan dorongan dan intensif kepada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman untuk dikonsumsi termasuk produk pangan yang berbasis sumberdaya lokal. Dengan kebijakan terpadu dan diikuti dengan kerja keras kita semua, maka masalah kerawanan pangan, gizi buruk, dan kemiskinan akan terkikis dari bumi Indonesia. Kita akan memiliki sistem ketahanan pangan dan gizi yang handal, dan diharapkan dapat menjadi model global dalam melaksanakan salah satu sasaran Milenium Development Goals (MDGs), yaitu untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan kelaparan. Dalam kerangka kerjasama Internasional dalam penanganan masalah pangan ini, Pemerintah Indonesia telah berperan aktif dalam forum-forum regional dan global. Indonesia juga telah menandatangani “Letter of Intent” dengan FAO untuk berbagi pengalaman membantu pembangunan ketahanan pangan dengan Negara-Negara berkembang dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan. Sebagai implementasinya, Indonesia telah memberikan bantuan teknis di bidang pertanian dan pangan kepada Negara-Negara Myanmar, Timor Leste, Samoa, Tonga, Laos, amboja, Papua New Guenea, Vanuatu, dan Madagaskar. Dalam kaitannya dengan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, Indonesia dalam forum-forum internasional selalu mengingatkan akan pentingnya penerapan konsep pembangunan “The Second Green Revolution”. Pada dasarnya konsep ini adalah konsep pembangunan pertanian dan pangan yang mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pangan dengan menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dengan mengoptimalkan pemanfaatan inovasi teknologi di bidang: 1) optimalisasi pemanfaatan lahan dan air, 2) pengembangan teknologi perbenihan/pembibitan, 3) penerapan usaha tani terpadu, dan 4) pengembangan kelembagaan usaha tani pedesaan.
(Tim Liputan BP)!***
Sumber: Panduan Acara HPS XXX 2010
.
Malam itu seperti malam-malam lainnya, selepas ba'da Isya rutinitas kelurga ini menikmati sajian televisi, pk. 21.00 WIB, ia ditemani sikecil cucunya dari putri semata wayangnya pun bobo, namun malam itu agak senyap sekali, biasanya masih ada lalu lalang orang.
Iapun bergegas menuju kamarnya untuk melepas malam ditemani sang cucu, maklum sudah lama ia di tinggal sang suami menemui sang Khaliknya.
Uniyati (50) adalah seorang warga yang rumahnya tertimpa gerbong naas KA Senja Utama. Rumahnya bersebelahan dengan rel kereta api hanya berjarak kurang lebih 2,5 meter. Sedang tempat kejadian tabrakan 100 meter dari stasiun kereta api.
Di sepertiga malam manakala tidur pulas menghantarkan warga di sekitar pemukiman langit masih tampak gelap lampu penerangan hanya ada satu yang menyala di depan stasiun, seharusnya sampai radius 100 meter dari stasiun lampu neon menyala, praktis di belakang rumah yang membentang rel nampap gulita. Kala itu, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, datanglah KA Senja Utama dari arah Jakarta menuju Semarang. Lokomotif yang menggandeng sembilan gerbong itu berhenti sejenak di trek (jalur) tiga stasiun Petarukan. KA Senja Utama berhenti, lantaran melihat ada signal stop yang dikendalikan operator stasiun.
Seiring suara angin malam sayup-sayup, 15 menit kemudian datanglah KA Argo Bromo Anggrek dari arah barat (Jakarta) menuju Surabaya dengan kecepatan tinggi. KA yang dimasinisi Mohamad Kholik ini semestinya berhenti dulu karena signal yang berada di sebelah barat stasiun masih berwarna merah. Namun karena diduga masinis mengantuk, ia pun tak mengindahkan signal tersebut dan menelusup ke jalur tiga. Dimana waktu itu, KA Senja Utama tengah berhenti di jalur tersebut. Duk...duk...duk.jegerrrrr.....suara dentuman keras memecah keheningan malam yang gulita. Tepat dibelakang rumahnya seonggok gerbong berdarah menyenggol atap rumahnya. Genteng rumah rontok satu persatu, dinding rumahpun jebol.
Suara yang memekakkan telinga dan porak porandanya rumah menjadikan ibu setengah baya itu pun minta tolong.
Penumpang yang berada di gerbong belakang atau gerbong kesembilan itu berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Namun apa daya, puluhan kaki serta tubuh beberapa penumpang yang tengah tertidur lelap itu, tak bisa berkutik. Tubuh mereka terhimpit di sela-sela gerbong. Sambil teriak minta tolong, tangannya melambai-lambai ke atas. Selain itu, adapula penumpang yang masih tertidur dengan nyenyaknya hingga tak merasakan tubuhnya sudah termutilasi oleh tajamnya plat baja. Begitulah ibu Uniyati (50) mengisahkan kronologis kejadian yang sangat memilukan hati.
"Saya sebenarnya masih trauma dengan kejadian itu," katanya lirih
"Saya baru tahu rumah porak poranda setelah pagi," katanya lagi.
Dua hari pasca kejadian ia di wawancarai oleh TV Swasta yang menayangkan kerusakan rumah dan harapan-harapan Ibu satu anak ini agar rumahnya segera diperbaiki.
Alhasil pihak PT. KAI pun tanggap, rumah yang porak-poranda itu mulai dibangun secara gotong royong bersama warga. Menurut Ibu Uniyati pihak PT.KAI menyediakan semua material dan biaya ongkos tukang bangunan.
"Alhamdulilah, seperti yang Mas lihat sekarang sedang dibangun, saya berharap cepat selesai agar bisa digunakan lagi." kata sang Ibu sambil mengenalkan suaminya yang baru saja menikahinya. Selamat ya Bu, semoga rumahnya cepat selesai dan perjalanan biduk rumah tangga ibu kembali bahagia dalam mengarungi bahtera kasih.
Malam ini keceriaan mewarnai rumah tangga Ibu Uniyati setelah seminggu melewati masa-masa yang memilukan. (USR)***
.
Bertempat di lapangan Stasiun Kereta Api Petarukan (Jum’at, 8/10/2010) PT. Kereta Api Indonesia DAOPS IV Semarang menyelenggarakan Istighosah doa bersama 7 hari pasca musibah tabrakan maut KA Senja Utama Vs Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 34 orang minggu lalu (01/10/2010).
Menurut salah seorang sumber, kegiatan ini dimaksudkan untuk memohon keselamatan dan mendoakan bagi korban yang tewas dalam tragedi maut tersebut.
Rangkaian prosesi istighosah terbagi menjadi dua sesi acara, yang pertama acara doa bersama lingkup jajaran DAOPS IV Semarang yang dimulai sehabis sholat Jum’at, kemudian pada pk. 17.00 WIB dilanjutkan doa bersama warga masyarakat dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur muspika serta muspida kabupaten Pemalang yang berakhir dengan sholat Maghrib bersama.
Sejak pk.14.00 WIB masyarakat berdatangan menuju lokasi karena terdengar kabar komedian Tukul Arwana akan menghadiri acara tersebut, hal ini dikaitkan dengan salah seorang keponakan Tukul yang menjadi korban dalam peristiwa maut itu. Entah siapa yang pertama kali menghembuskan berita tersebut sehingga menjadi bahan obrolan yang meluas di masyarakat. Duka yang mendalam para keluarga korban yang meninggal maupun yang luka berat menoreh cerita yang menyayat hati dan merupakan lembaran hitam moda transportasi darat terutama bagi jajaran perkereta-apian Indonesia.
Menurut panitia dari PT. KAI acara ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa empati yang mendalam bagi keluarga yang terkena musibah dan berharap semoga arwah yang meninggal dunia mendapat tempat yang layak, diampuni segala dosanya sesuai amal ibadah semasa di dunia dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah menerima cobaan ini.
Menurut warga istighosah kali ini yang terbesar mungkin karena menelan jumlah korban banyak dan menjadi berita nasional sehingga PT KAI menggelar acara ini, karena sebelumnya juga pernah terjadi kurang lebih 6 bulan yang lalu saat terjadi kecelakaan warga kauman Petarukan tewas saat melintas rel kereta api. Atas inisiatif keluarga korban dan warga sekitar digelar acar istighosah di stasiun , ternyata acara serupa berulang lagi.
Bahkan sebagian warga pun menuturkan bahwa sebelum kejadian banyak peristiwa aneh seperti mimpi melihat mayat berserakan, anehnya mimpi seperti itu terjadi pada banyak warga disekitar pemukiman dekat stasiun.
“Setiap warga mimpinya hampir sama semua, yakni melihat banyak mayat berjejer dan orang-orang yang sedang berjualan bunga di pelataran stasiun ini,” kata Windol berkisah.
Lanjut Windol (44) berkisah sebelumnya tidak pernah terjadi mimpi massal seperti itu. Baru kali ini mengalami hal aneh yang dirasakan oleh banyak warga. Bahkan tadinya, warga menganggap mimpi itu hanya sebagai kembang tidur saja. Namun setelah melihat kejadian tragis ini, sejenak berfikir, mungkin warga sudah diingatkan lebih dulu.
“Memang mimpi ini tampak aneh, dan sulit dipercaya. Mungkin sebagai pengingat saja, supaya warga sekitar lebih berhati-hati,” paparnya.
Windol (44) bapak 6 putra yang tinggal dibelakang stasiun kereta api merasakan
ikut sedih dengan malapetaka ini. Ia pun mengucapkan turut bela sungkawa kepada keluarga korban. Meski tidak bertemu langsung dengan keluarga korban, minimal dalam hatinya selalu mendoakan arwah penumpang tersebut. Apakah ini firasat atau factor kebetulan belaka, yang jelas kecelakaan maut KA Senja Utama Vs Argo Bromo Anggrek itu benar-benar telah terjadi melengkapi daftar panjang kecelakaan kereta api di Indonesia.(USR)***
.
Harmoni Idul Fitri 1431 H
12.36 | Author: Urip SR
Pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H seluruh umat Islam merayakan hari lebaran Idul Fitri. Sejak memasuki saat berbuka (9/09/2010) sampai pagi buta (10/09/2010) suara takbir ditingkahi beduk bertalu-talu menggema mengumandangkan kebesaran asma Allah SWT.
Pagi hari berduyun-duyun umat Islam melangkahkan kaki menuju Masjid, Mushola, dan tanah lapang. Sholat Ied kali ini bersama warga Perumahan Pondok mekar Indah I dilaksanakan di Masjid Jami Babussalam di lingkungan kompleks perum.
Khutbah kali menyampaikan pesan agama agar dimengerti dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari agar mempengaruhi perilaku kearah yang lebih baik dan selalu positif thinking. Intisari dari isi khutbah tersebut adalah pentingnya silaturahim, rendah diri, pemaaf dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Dan yang terpenting adalah hakikat daripada Idul Fitri itu sendiri. Seperti yang diuraikan dalam isi khutbah tersebut, ungkapan itu dapat berarti "kembali berbuka" atau bisa juga "kembali kepada kesucian, kepada otentisitas kemanusiaan".
Yang berhasil penulis catat dan ingat adalah makna yang pertama dengan mudah dapat disaksikan puasa ramadan telah usai, maka makan dan minum pada siang hari sudah tidak haram lagi.
Adapun makna kedua merupakan perjuangan tanpa kenal lelah, sebuah pendakian, sebuah latihan kejiwaan yang memerlukan komitmen total.
Itulah sebabnya Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 183 tidak serta merta menjamin bahwa orang yang berpuasa pasti akan mencapai tujuannya.
Ungkapan la'allakum tattaqun (semoga kamu berhasil meraih posisi takwa).
Orang yang bertakwa pasti dicintai dan diperlukan masyarakat luas, muslim dan non muslim. Kehadirannya dirindukan karena membawa pesan kedamaian, persaudaraan dan berita gembira buat semua.
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar....
Takbir, tahmid dan tahlil...mengangungkan Allah dan perasaan syukur di hari Idul Fitri merupakan ujung dari seluruh dimensi spiritual puasa ramadan.
Diakhir tulisan ini dari lubuk hati yang paling dalam, ijinkan untuk mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan bathin. Satu rangkaian kata maaf yang penulis sampaikan tidak cukup untuk menebus sekian banyak kesalahan. Dengan niat hati yang bersih akan kami rangkai menjadi kalimat yang bermakna dan tulus dari dalam diri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.(Urip SR)
Makna Lebaran .......???
13.10 | Author: Urip SR
Lebaran dimata anak-anak adalah baju baru, makan ketupat/lontong, sayur opor, saweran dan piknik. Tentu sah-sah saja makna itu terlontar dari pola pikir bocah (baca: anak2) yang masih lugu. Tentu ada banyak makna yang dapat kita petik di hari kemenangan ini. Salah satu dari sekian makna itu adalah membangun tali silahturahim antar sesama dan semangat kesetia-kawanan sosial.
Kesetiakawanan sosial ini terwujud dari keikhlasan membayar zakat fitrah, memang hal ini diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu.
Lalu makna apalagi yang terkandung dalam semangat idul fitri?
Bagaimana menurut anda...???
.
Penggunaan pestisida kimia sebagai sarana pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) khusus pada tanaman pangan dan hortikultura dirasakan manfaatnya berupa peningkatan produksi. Pestisida dengan cepat dapat menurunkan populasi atau intensitas serangan OPT, sehingga meluasnya serangan dapat dicegah. Namun selain berdampak positif, penggunaan pestisida kimia yang kurang bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif berupa resurgensi, resistensi, matinya musuh alami dan pencemaran lingkungan melalui residu yang ditinggalkan serta menyebabkan keracunan pada manusia yang dampaknya untuk jangka panjang lebih merugikan dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh. Dalam mengantisipasi hal tersebut maka dikembangkan konsep PHT (pengendalian hama terpadu). Dalam PHT penggunaan pestisida tidak dilarang, namun dinyatakan bahwa penggunaan pestisida seharusnya dengan mentaati aturan penggunaannya. Agar dapat menurunkan penggunaan pestisida tersebut perlu dilakukan pengembangan dan pemanfaatan agens hayati sebagai sarana pengendali OPT.
Potensi bahan alami sebagai agens hayati tersedia cukup banyak, disamping juga pengembangannya tidak memerlukan teknologi yang terlalu tinggi. Agens hayati tersebut meliputi cendawan, bakteri, nematoda, virus, protozoa, predator, parasit dan parasitoid. Selain itu beberapa spesies tanaman juga mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan untuk pengendalian hama dan penyakit yang dikenal sebagai pestisida nabati. Patogen hama dan pestisida nabati biasanya disebut sebagai biopestisida.
Beberapa bioinsektisida telah diproduksi secara massal, namun produksi massal oleh industri besar sangat terbatas. Bacillus thuringiensis merupakan contoh spektakuler keberhasilan industri biopestisida. Contoh yang biasa dikenal petani Indonesia adalah Dipel, Thuricide, Bactospeine. Bioinsektisida dari kelompok patogen lain yang diproduksi, tetapi dalam skala yang lebih kecil bukan perusahaan besar (Beauveria bassiana, Metarrhizium anisopliae, Verticilium lecanii, Steinernema spp., NPV dll).
Biopestisida mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan pestisida kimia sintetik dalam konteks pengendalian hama terpadu dalam sistem pertanian berkelanjutan. Keunggulan utamanya mengurangi pencemaran lingkungan dan keamanan terhadap pengguna dan organisme berguna lainnya.
Pengendalian hayati dapat berhasil dilapangan apablila petani mau dan mampu memahami dengan baik kondisi agroekositemnya melalui pengamatan secara rutin proses yang terjadi. Pelaksanaan secara berkelompok akan lebih efisien dan efektif dibandingkan oleh petani perseorangan.
Nah, selanjutnya secara bertahap akan diulas cara perbanyakan agens hayati dan cara aplikasi dilapangan. Pemakaian agens hayati akan berhasil apabila kelompok tani diajak turut serta membuat dan mensosialisasikan secara estafet kepada kelompok lainnya tentu dengan pendampingan petugas POPT dan PPL.
.
LANGKAH NYATA PENGENDALIAN WBC
14.52 | Author: Urip SR
Karawang-saungURIP (29/07/2010). Wereng Batang Coklat (WBC) masih menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar petani, saat ini sampai dengan minggu ke IV di bulan Juli (MK.2010) mass media cetak rajin mewartakan serangan hama wereng batang coklat. Sebagai contoh harian nasional paling sering menulis tentang hama ini.
Namun terkadang pemberitaan ini dirasa kurang adil karena hanya melihat sisi serangan semata tanpa memuat upaya pengendalian yang telah dilakukan oleh Pemerintah (Kementerian Pertanian).
Padahal sejak pertama kali hama wereng batang coklat merebak, institusi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui unit pelaksana teknis Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) seringkali melaksanakan surveilance/monitoring lapangan dalam rangka kegiatan Pengamatan, Peramalan, dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (P3OPT).
Seperti pada hari ini (29/07/2010) telah dilakukan upaya pengendalian pada daerah yang terancam serangan WBC seluas 48,5 hektar di Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan semacam telah dilakukan sebelumnya sejak bulan April 2010 di Kabupaten Subang yang waktu itu menempatkan Posko WBC di Kompleks Perumahan BB-Padi yang berdekatan dengan sumber serangan, kurang lebih 1000 hektar lahan padi yang terancam telah dikendalikan namun karena berbagai faktor upaya tersebut seakan sirna padahal upaya tersebut sedikit meringankan beban petani.
Road show penanganan hama WBC terus berlanjut hingga kini sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat tani. Selain membagikan bahan pengendali OPT (baca: Pestisida) secara gratis tim dari Posko WBC BBPOPT juga mengadakan penyuluhan tentang Penggunaan Pestisida yang baik dan benar sesuai dengan kriteria 6 (enam) tepat yakni tepat jenis, tepat konsentrasi, tepat dosis, tepat volume semprot, tepat cara, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Selain itu tim juga menyampaikan informasi tentang upaya-upaya dalam penanganan WBC.
Pada daerah-daerah tertentu dengan kondisi pengairan yang memungkinkan untuk tanam 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun maka perlu dilakukan:
Pengawalan dan pendampingan oleh petugas lapang (POPT) yang sangat ketat (pengamatan dilakukan paling lambat 2 minggu sekali) untuk mengetahui perkembangan OPT utama dan tindakan pengendalian yang harus dilakukan apabila terjadi peningkatan serangan/populasi OPT.
Implementasi PHT secara tepat dan akurat dalam setiap pelaksanaan SL-PTT.
Pengairan berselang (intermitten irrigation) sebagai upaya mengurangi jumlah populasi dan memperbaiki iklim mikro di pertanaman.
Apabila terjadi peningkatan populasi WBC diatas ambang pengendalian segera lakukan pengendalian dengan menggunakan pestisida yang dianjurkan secara spot treatment.
Jangan menggunakan pestisida yang diduga akan menimbulkan resurjensi, tetapi gunakan pestisida yang direkomendasikan seperti Buprofezin, Fipronil, Tiametoksam dan Imidakhloprid.
Melakukan uji resistensi pestisida terhadap WBC paling lambat 2 tahun sekali.
Melakukan monitoring secara intensif di daerah yang terserang WBC.
Menyiapkan/mendekatkan bantuan pestisida di daerah yang mengalami serangan OPT.
Meningkatkan koordinasi antar Dinas Pertanian Propinsi, Kabupaten dan Kecamatan.
Menyampaikan hasil surveilance berupa ramalan OPT dan rekomendasi pengendalian pada setiap periode pengamatan surveilance kepada masing-masing daerah.
Melakukan gerakan pengendalian WBC.
Membentuk posko WBC.(berdiri Posko Pengendalian WBC di Jalur Pantura Jawa Barat tepatnya di BBPOPT).
Road show pengendalian masih terus berlanjut sesuai dengan permintaan masyarakat tani yang membutuhkan sampai situasi benar-benar dapat dikendalikan.
Pengendalian selanjutnya Minggu depan tepatnya hari Senin (2/08/2010) meliputi 2 desa yakni Desa Jatisari dan Desa Cikalongsari.
Selain itu BBPOPT mengerahkan tim surveilance ke berbagai kota (50 kab/kota di 6 Propinsi).
(uripsr@ymail.com)***

Ucapan terima kasih kepada UPTD Kec. Jatisari (Ir. Gunaedi), POPT (Asep Kostaman, SP) THL-PPL (Harliyana Irawan), Kelompok Tani Mandiri Jatiragas (Oman). Tak lupa Tim BBPOPT (Yadi Kusmayadi, Edi Suryadi, Lilik Retnowati, Dadan Hardiyana,Dulhalim, Toto Yanuar Santoso.
.
KILAS BALIK 2009
16.02 | Author: Urip SR
Kilas Balik Catatan 2009 di SaungUrip

Tidak terasa kegiatan ngeblog sudah memasuki tahun pertama, dimulai sejak November 2008, sekarang memasuki bulan terakhir di tahun 2009, rentang waktu selama 13 bulan masih terlalu prematur sehingga mengalami pasang-surut dalam menulis.
Tercatat tahun 2008 sebanyak 21 postingan selama 2 bulan, ini cukup produktif karena masih baru sehingga semangat menulis terus terpacu (pokoknya tulis, mau berbobot atau kagak karena disinilah segala ekspresi tercurahkan) maklum ini blog pribadi jadi terserah mood yang punya.

Memasuki tahun 2009 tercatat sebanyak 40 postingan (vakum 2 bulan yakni bulan Mei dan Juni) terjadi penurunan yang sangat drastis sehingga hampir kolaps, beruntung seorang sahabat kerap memberi motivasi dialah sdr Ilman Akbar (Ayo Ngeblog.com) yang sering mengirim postingan melalui inbox di Facebook berisi kegiatan blogger di Indonesia. Dari dialah semangat untuk ber-blogging-ria terpelihara, sehingga sampai detik ini semangat itu terjaga. Postingan sdr Ilman Akbar sangat spesifik bagaimana dia memberikan rangsangan kepada blogger pemula melalui tulisan dia atau melalui link teman2 blogger yang lain.

Perlunya berlatih menulis mencoba mengekspresikan buah pemikiran lewat kertas digital ini sungguh sangat mengasyikan baik tulisan ringan seperti opini, artikel, diary perjalanan dinas, unek-unek ataupun puisi merupakan sebuah dokumentasi perjalanan hidup anak manusia.
Saya terkesan dengan kata mutiara yang ditulis oleh seorang teman dalam sebuah notes, dia menulis bahwa:
Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang, karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru.


Kata-kata manis itulah yang mengilhami saya untuk terus menulis apa saja yang terlintas dibenak, sejatinya sebagai manusia kita ini butuh berkembang dengan kenyataan-kenyataan yang ada sehingga mampu membuat kenyataan baru bagi hidupnya yang lebih positif.
Pentingnya menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, spesifik, akan menjadikan eksistensi keahlian kita bisa terlihat dengan jelas di dunia maya. Perlunya menunjukkan diri pada dunia bahwa secara individu kita bisa memberi, dan secara jejaring kita bisa berbagi. Menuliskan banyak hal dalam blog adalah proses memberi dan berbagi, dan saat itulah kita membangun citra diri.

Sampai kapan kegiatan pencitraan diri? Sebuah pernyataan yang sulit dijawab, tetapi kalau boleh berlogika bahwa selama kegiatan blogging ini belum dilarang maka tentu akan terus menulis dan menulis dalam rambu-rambu etika yang ada.
Munculnya UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronika) yang dapat membelenggu kebebasan berekspresi atau mengemukakan pendapat merupakan momok yang menakutkan bagi seorang blogger saat ini.
Contoh yang masih aktual saat ini adalah yang menimpa Prita Mulyasari dan Luma Maya.
Bahkan Luna Maya terjerat UU ITE tersebut pasal 27 dengan ancaman penjara maksimal enam tahun atau denda Rp1 miliar. Sebuah ekspresi kekesalan seorang Luna maya di Twitter miliknya berbuntut panjang.
Sungguh menakutkan...!!!
Lalu bagaimana efeknya terhadap dunia blogging??? Apakah karena kasus tersebut sehingga kegiatan blogging mengalami penurunan??? Masih terlalu dini untuk menyimpulkan...!!!

Lalu kenapa menulis di blog? Supaya kita terdorong untuk menulis sesuatu yang ada manfaatnya buat orang lain. Satu hal yang penting bahwa menulis itu upaya melawan lupa. Lebih jauh dari itu, kita bisa mengingat apa saja kesalahan kita dan ingat pada rencana masa depan. Jadi orang-orang yang menulis tetap melakukan tindakan nyata bagi orang lain yang membacanya, sehingga tulisan kita mampu membawa pesan yang lebih baik.
Semoga. (uripsr@ymail.com)***

Kotabaru, 24 Desember 2009
Semua tulisan adalah rangkuman dari tulisan yang ada di saungURIP.
.
Setelah absen 2 bulan (Juni-Juli) nyaris tidak ada kabar beritanya, tidak ada aktifitas posting selama 2 bulan, blog ini ibarat kuburan sepi dari pengunjung...menyedihkan memang...!!!
Selama 2 bulan bukan berarti tidak ada berita tetapi rasa males yang mendera membuat sulit untuk bangkit....kata survey mengatakan bahwa seorang blogger hanya mampu bertahan paling lama 2 tahun dalam beraktifitas blogging. Semoga saja survey itu bisa terpatahkan apabila semangat untuk menulis selalu mengusik disetiap gerak aktifitas kita. Sebenarnya setumpuk ide selama 2 bulan ini menguap sia-sia tanpa tertuang dalam sebait kalimat. Selama perjalanan sang waktu selama 2 bulan banyak sekali kejadian-kejadian menarik disekitar kita, namun semua terlupa...tertumpuk-tumpuk dengan kejadian baru sehingga memori kita terbatas untuk mengingatnya kembali. Inilah catatan yang tersisa.....

Bandung, 17 Juli 2009

Perjalanan Cikampek - Bandung tak menyiratkan firasat apa-apa, berjalan mulus bahkan selama perjalanan ditemani seorang cewek yang sama-sama berdinas, lumayan sebagai teman ngobrol daripada manyun. Kebetulan teman ngobrol berwawasan luas sehingga acara ngobrolnya terasa hidup, renyah dan mengalir bak air sungai. Obrolan terhenti sesaat menjelang sampai di tempat tujuan masing-masing. Sebut saja Rini (kalau ga salah) bekerja di sebuah Loka Riset Penelitian yang sedang berdinas ke Bandung, sama seperti Rini akupun harus mempersiapkan diri untuk berkemas turun di terminal Leuwi Panjang, Berpisah dengan teman ngobrol tanpa meninggalkan kesan, hanya sebuah nama dan tempat bekerja yang sempat teringat. Begitu menapakkan kaki di terminal, waktu menunjukkan pk. 08.30 WIB, aku harus buru-buru kontak teman di BPTPH Bandung untuk memandu menuju lokasi kantor, maklum jarang main ke Bandung. Betapa terkejutnya sewaktu merogoh kantong celana...HP dicelana tidak ada...seribu satu prasangka buruk menghantui pikiran...apakah HP jatuh di dalam Bis atau di copet....tetapi hati kecil mengatakan bahwa ini pasti terjatuh kemudian ditemukan orang. Setelah berkecamuk perang batin akhirnya merelakan HP yang hilang. Dengan modal bertanya akhirnya sampai jualah di tempat tujuan (BPTPH Bandung Jl. Ciganitri II) walaupun muter-muter berganti angkot sampai tiga kali. Atas saran seorang teman pelacakan terhadap HP yang hilang pun dilakukan dengan cara di calling ternyata masih ada nada sambung namun tidak ada yang mengangkat, seandainya HP itu dicopet tentu nomornya dibuang dan dihubungi tentu tidak ada nada panggil, tetapi ini ada nada panggilnya cuma tidak ada yang ngangkat HP...akhirnya disimpulkan bahwa HP itu terjatuh dan belum ditemukan orang.
Singkat cerita...akhirnya aku harus melupakan HP yang hilang. Kalau masih berjodoh HP itu tentu akan kembali lagi namun kalau belum rezekinya ya raiblah HP itu, semua bisa saja terjadi.
Mencoba ikhlas melepaskan barang kesukaan kita merupakan bagian dari keimanan seseorang bahwa didunia ini tidaklah abadi semuanya bisa terjadi dari yang ada menjadi tiada, dari yang tiada menjadi ada, kalau Tuhan berkehendak semua bisa saja terjadi.
Membangun Bangsa dengan Kreatifitas
22.43 | Author: Urip SR
Teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) terus mengalami perkembangan yang sangat pesat dan mengambil peran yang semakin besar dalam kehidupan manusia. Penguasaan terhadap teknologi ini diyakini akan menentukan kemajuan sebuah bangsa sehingga wajar jika banyak negara yang memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan TIK di negaranya.
TIK dapat dipandang sebagai alat dan produk. Sebagai alat, TIK mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas banyak aktivitas mulai dari bisnis hingga pengelolaan negara, lihat saja manfaat yang dirasakan dari praktik e-government. Sedangkan sebagai produk, produk-produk TIK terbukti memiliki nilai tambah yang sangat besar, contoh yang paling mudah adalah keberhasilan situs jejaring sosial Facebook.
Karakter yang unik dari teknologi informasi dan telekomunikasi adalah informasi tanpa batas sehingga membentuk ruang persaingan yang relatif seimbang antara negara maju dan negara berkembang. Yang membedakan adalah kemampuan inovasi dan kreativitas masyarakat di bidang TIK dalam sebuah bangsa.
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang harus memanfaatkan peluang ini secara optimal sehingga dapat menjadi daya saing bangsa di masa depan. Untuk itu diperlukan segala upaya mendorong penguasaan TIK dan menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas di bidang TIK ini.
INAICTA (Indonesia ICT Award) adalah sebuah program nyata yang diinisiasi oleh Departemen Komunikasi dan Informatika untuk mendorong munculnya karya-karya teknologi informasi dan telekomunikasi lokal yang berkualitas dan pada akhirnya mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta pemain di industri global.
INAICTA 2009, yang merupakan penyelenggaraan ketiga, mengambil tema Kreativitas Digital untuk Membangun Bangsa. Tema ini diangkat untuk menunjukkan bahwa kreativitas merupakan faktor kunci dalam pembangunan industri TIK di Indonesia sekaligus juga menyukseskan program pemerintah menjadikan Tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif.
Dalam penyelenggaraan sebelumnya, INAICTA mampu menarik perhatian dan partisipasi yang sangat besar pelaku TIK nasional. Partisipasi yang tinggi, hasil karya yang berkualitas, dan proses penjurian yang baik menghasilkan para pemenang INAICTA yang memang memilki potensi besar menjadi industri masa depan.

Kiriman: Iskandar Syah Umar via email
.
BATIK DIGITAL YANG MENDUNIA
22.32 | Author: Urip SR

Salah satu pemenang INAICTA 2008 adalah Jbatik, sebuah perangkat lunak yang mampu menciptakan motif-motif batik modern dengan basis desain batik tradisional. Aplikasi yang menggabungkan nilai budaya dan TIK ini menunjukkan bahwa TIK dan budaya bukan dua wilayah yang terpisah, bahkan kolaborasi keduanya akan menciptakan nilai tambah yang sangat besar.

Inovasi ini berhasil memetakan pola-pola batik secara matematis kemudian diterjemahkan ke dalam perangkat lunak sehingga dapat menciptakan pola-pola batik yang baru secara digital. Dalam perangkat lunak JBatik, mula-mula gambar batik diolah dan dibuat distribusi frekuensinya. Kemudian dimensinya dihitung dan dibuat fraktalnya. Yang luar biasa adalah dari satu rumus dapat dihasilkan banyak motif desain.

Selepas memperoleh penghargaan INAICTA 2008, pengakuan terhadap kreativitas digital anak bangsa ini pun berlanjut hingga ke tingkat internasional. JBatik memperoleh penghargaan Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2008, kategori "Tourism and Hospitality" dan UNESCO 2008 Award of Excellence sebagai 'Stamp of Approval' yang menunjukkan produk ini memiliki kualitas tertinggi pada level internasional dan berpotensi besar untuk masuk pasar dunia.

Saat ini, JBatik sudah mulai mengarah sebagai sebuah industri kreatif baru sekaligus juga menjaga kekayaan budaya bangsa.

TENTANG INAICTA 2009

INAICTA 2009 adalah ajang lomba karya cipta kretivitas dan inovasi bidang teknologi informasi dan telekomunikasi berskala nasional tahun ketiga. Total hadiah untuk INAICTA 2009 adalah Rp 1 Milyar dan pemenang berpeluang mewakili Indonesia di ajang internasional.

Informasi lebih lengkap dan pendaftaran dapat dilihat di www.inaicta.web.id.

Kiriman: Iskandar Syah Umar via email

Belum Ada Judul....
06.35 | Author: Urip SR
Antara Petarukan, Cikampek, Bekasi dan Jakarta..??!!!



Merenung...???