 |
| Siapa yang ingin jadi petani? (Foto: Hartanto Sanjaya) |
Mengenalkan tanaman padi sejak usia dini agar generasi penerus mengetahui bahwa makanan pokok yang mereka santap sehari-hari mengalami beberapa proses pertumbuhan yang membutuhkan waktu. Ini adalah catatan kecil yang tercecer dari acara Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan, yang paling berkesan adalah saat anak-anak Sekolah Dasar mengunjungi areal Demonstrasi Plot (Dem-Plot) di kompleks Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) Jatisari. Diwajah lugu mereka terpancar kegembiraan walau diterpa terik matahari, cukup melelahkan bagi anak-anak mengilingi kawasan kebun padi seluas 4 hektar. Lewat pemandu mereka diperkenalkan betapa pentingnya sebutir beras.
"Anak2,... bagi sebagian besar penduduk Indonesia PADI adalah KEHIDUPAN. Malai dan bulirnya telah membentuk budaya, pola makan, dan ekonomi berjuta jiwa." demikian kata pengantar dari Pemandu menerangkan.
" Bagi mereka sungguh tak terbayangkan bagaimana menjalani hidup ini tanpa padi." katanya lagi.
Sang pemandu yang tak lain adalah seorang karyawati BBPOPT yang masih muda dan enerjik menjelaskan lebih lanjut tentang padi.
Sejak berabad-abad yang lalu, padi telah mempengaruhi kehidupan dan budaya jutaan orang Indonesia. Pada suku2 tertentu, padi mengatur irama hidup yang menjembatani dunia fana dan alam baka. Pada sebagian besar masyarakat, padi telah memberi warna pada pola kebiasaan, kepercayaan, upacara, dan perhelatan. Di sebagian besar wilayah Indonesia, padi adalah penentu KETAHANAN PANGAN. Penduduk miskin di kota maupun di desa, bisa jadi membelanjakan separuh sampai tiga perempat penghasilannya untuk beras (hanya untuk beras).
Pada 25 tahun mendatang, penduduk negeri ini diperkirakan akan mencapai 275 juta orang karena setiap hari hampir 8000 wajah baru muncul menambah rona kehidupan yang beragam. Memberi makan jumlah penduduk yang demikian besar akan memerlukan usaha yang tidak ringan, karena produksi padi harus ditingkatkan dari 65,74 juta ton gabah kering giling (GKG) (Asem 2011) menjadi 70 juta ton GKG. Sementara luas lahan sawah terus menyusut dan kesuburan tanah semakin terkuras, ketahanan pangan nasional seakan ditantang oleh keburaman yang tak lagi samar. Disaat kritis melanda ekonomi bangsa, kebijaksanaan terhadap perpadian pun menuntut perhatian khusus. Menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen memerlukan ketelitian prima agar nasib petani tak lagi ditelantarkan.
" Jadi Petani capek ya Bu,?" teriak anak-anak lantang.
" Ya, begitulah, makanya kalau makan dihabiskan, kasihan bapak petani." jawab sang pemandu sambil membagikan kue pengganjal perut dan segelas air mineral.
Aku tertegun, tersekat di tenggorokan, aku harus menjawab apa, bolehkah mereka bercita-cita menjadi petani? Tentu tidak mereka dengan kompak menjawab menjadi Tukang Insinyur, dokter, Pilot, TNI dan lain sebagainya, ternyata tidak ada satupun yang bercita-cita menjadi petani. Ironis...!!! (USR)***
.
 |
| Panen bersama dalam acara penutupan Pekan Peramalan OPT |
Jatisari 30/8/2013. Bertempat di lahan demplot BBPOPT Jatisari dilakukan acara panen yang dilakukan oleh Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Perlindungan TP (Ir. Erma Budiyanto, MS) didampingi Kepala Balai Besar POPT (Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto, MM) selesai panen kedua pejabat disaksikan para undangan menuju tenda utama untuk melaksanakan prosesi penutupan. Pada sesi tersebut disampaikan pidato penutupan oleh Kepala Balai Besar POPT dan laporan dari Ketua Panitia Pekan Peramalan OPT (Ir. Muhammad Antulat Taufiequrrachman).
Dalam kata pengantarnya ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pekan Peramalan ini.
Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari stake holders (beberapa perusahaan) yang terlibat dalam kegiatan pameran indoor maupun outdoor.
Pada kesempatan tersebut dibacakan hasil ubinan masing-masing petak demplot dari peserta.
(Bersambung)***
 |
| Wamentan beserta rombongan memasuki tenda utama (Foto: Urip SR) |
J
atisari (27/8/2013). Pembukaan Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan didampingi Dirjen TP Ir. Udhoro Kasih Anggoro, MS dan jajaran esselon II lingkup Kementerian Pertanian RI. Sekitar kurang lebih 700-an pengunjung memenuhi tenda utama untuk mengikuti proses acara dan mendengarkan sambutan dari Wamentan. Dalam sambutannya Wamentan mengatakan bahwa, dalam mewujudkan pencapaian 4 sukses keberhasilan Kementerian Pertanian orientasi peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan petani menjadi dua target utama yang harus
diprioritaskan secara selaras dan seimbang. Masalah ketahanan pangan
merupakan isu yang sangat strategis. Bagi pemerintah ketahanan pangan
merupakan hal yang harus diwujudkan. Sebagai bangsa dengan jumlah
penduduk besar dan tersebar di ribuan pulau Indonesia harus mampu
memenuhi kebutuhan pangan.
Demikian
sambutan Wakil Menteri Pertanian Dr.Rusman Heriawan pada acara
pembukaan Pekan Peramalan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) Tanaman Pangan yang
diselenggarakan di Balai Besar Peramalan Organisme Penganggu Tumbuhan
(BBPOPT), Jatisari, Karawang, Jawa Barat, Menurut Wamentan, "Untuk
mewujudkan hal tersebut Kementerian Pertanian telah mentargetkan
pencapaian swasembada dan swasembada yang berkelanjutan yaitu
mensukseskan upaya pencapaian surplus 10 juta ton beras dan mencapai
swasembada jagung, kedelai, daging, dan gula pada 2014," katanya.
Untuk
mencapai sasaran produksi tersebut kita menghadapi beberapa kendala
antara lain alih fungsi lahan pemilikan lahan yang sempit, penerapan
teknologi di lapangan, serangan OPT dan penanganannya serta perubahan
iklim ekstrem
yang sulit diprediksi dan berdampak pada peningkatan serangan
OPT."Sebagai contoh saat ini terjadi musim kemarau basah yang akan
berpengaruh terhadap peningkatan serangan OPT yang harus diwaspadai,"
ujarnya.
Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wamentan Dr. Rusman Heriawan didampingi Dirjen TP Ir. Udhoro Kasih Anggoro MS, dan Kepala BBPOPT Ir. Sarsito wahono Gaib Subroto, MM. Acara dilanjutkan dengan temu wicara/sarasehan dengan kelompok tani, akademisi, Mahasiswa dan petugas lapang.
Menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman
Heriawan, untuk mendukung pencapaian sasaran produksi khususnya
pengamanan produksi dari serangan OPT, Kementerian Pertanian melalui
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah menetapkan target pengamanan
produksi pada 2013 yaitu 97 % luas areal tanaman pangan harus aman dari
serangan OPT dan DPI atau maksimal serangan OPT dan DPI hanya 3 % dari
total luas tanam.
Organisme
Penganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu resiko yang selalu
dihadapi oleh petani kita. Penanganan OPT menjadi sangat penting untuk
menjamin keberhasilan proses produksi yang telah dilakukan.
 |
| Stand BBPOPT (Foto: Urip SR) |
Upaya penurunan tingkat kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangan OPT pada tanaman pangan, dilakukan melalui pengelolaan OPT secara tepat, yang direncanakan sejak sebelum tanam. Dalam rangka menyusun strategi yang tepat dalam pengelolaan OPT diperlukan, antara lain data serangan OPT yang akurat, lengkap, berkesinambungan, tepat waktu, dan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan OPT.
Sehubungan hal tersebut melalui Pekan Peramalan OPT diselenggarakan acara seminar yang membahas permasalahan OPT dan dampak perubahan iklim yang terjadi saat ini, sehingga diharapkan tular informasi ini semakin cepat sampai ke tingkat petani.
Di stand BBPOPT ditampilkan Prakiraan Serangan OPT Utama Padi MK. 2013, dan dibagikan paket pengendalian OPT melalui leaflet, brosur dan poster. (USR)

Purwakarta (4/9/2012) Acara Panen Padi sawah Varietas Unggul baru (VUB) dilaksanakan pada tanggal 4 September 2012 di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Prosesi acara secara keseluruhan meliputi Panen padi sawah varietas unggul baru ( Inpari 14 Pakuan dan Inpari 15 Parahyangan), penyerahan bantuan benih oleh Direktur Perbenihan kepada Kelompok Tani 4 kabupaten ( Purwakarta, Indramayu, Sumedang dan Majalengka).
Varietas Unggul Baru merupakan salah satu komponen teknologi budidaya yang paling mudah diadopsi petani, dan nyata peranannya dalam peningkatan produksi hasil pertanian.
Tingginya tingkat adopsi petani terhadap varietas unggul, khususnya varietas unggul padi tercermin dari gigihnya upaya petani mencari benih varietas unggul yang baru dilepas.

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu lumbung padi Nasional yang cukup berperan dalam penyediaan stock pangan Nasional. Lahan sawah di daerah tersebut setiap tahun ditanami sejumlah varietas unggul yang produktivitasnya berbeda.
Varietas berproduktivitas tinggi yang dominan ditanam adalah, Ciherang, Inpari 10 dan 13, Sidenok, dan Situbagendit.
Salah satu unggulan milik Jawa Barat yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia pada bulan April 2011 adalah Inpari - 14 Pakuan, Inpari - 15 Parahyangan.
Pada kesempatan yang sama diadakan demo panen menggunakan mesin panen bermotor oleh pihak swasta.
(USR)***
.

Kotabaru, Karawang (21/8) Puncak arus balik Lebaran 2012 yang melintas di jalur pantura Jawa Barat diprediksi terjadi pada akhir pekan ini. Meski pegawai negeri sipil sudah mulai masuk kerja pada Kamis (23/8), tetapi puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu dan Minggu besok.
"Hari ini, Rabu (22/8) bisa disebut awal dari arus balik. Namun, puncaknya kami prediksi terjadi akhir pekan besok. Saat itu ribuan kendaraan baik roda dua dan roda empat bakal melintas di Jalan raya Jatisari Karawang," kata petugas Pam lebaran, hari ini.
Menurut dia, arus lalu lintas dalam dua hari terakhir relatif lancar. Dari arah barat masih banyak pemudik yang pulang kampung ke daerah Jateng dan Jatim. Meski begitu, sejumlah pemudik memutuskan kembali ke tempat kerjanya dalam dua hari ini.
Pihaknya mengingatkan para pengendara supaya tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Menurutnya, selama arus balik akan terjadi kemacetan di sejumlah lokasi, seperti di Pertigaan Cikalong dan Simpang Jomin Kotabaru.
Sementara itu, pantauan di lapangan, memasuki H+2 Lebaran sejumlah pemudik dari arah barat baik kendaraan roda empat maupun roda dua masih tampak melintas di jalur pantura Karawang. Mereka sengaja pulang ke kampung halamannya setelah Lebaran untuk menghindari kemacetan. (USR)***


"Macet kali ini benar2 parah!" kata temanku yang hendak mudik ke Blitar, Jawa Timur.
Ia berangkat dari Cikampek sehabis sholat Jum'at (17/8) pk. 13.00 WIB menggunakan mobil pribadi sampai di Ciasem, Subang pk. 05.00 WIB, praktis ia menghabiskan waktu 17 jam dengan kondisi lalu lintas padat merayap. Berapa jam lagi waktu tempuh ke Blitar????
Akhirnya diputuskan untuk balik lagi ke Cikampek yang menghabiskan waktu tempuh 4 jam.
"Gileee benerr Ciasem - Cikampek 4 jam!" gerutuan seperti ini hampir kompak dari mulut para pemudik.

Sudah dapat diprediksi bahwa akan terjadi kemacetan yang luar biasa
menurut data Dinas Perhubungan DKI jakarta mencatat, estimasi mobil pribadi yang bergerak dari Jakarta sebanyak 4,4 juta kendaraan. Sementara sepeda motor berjumlah 1,5 juta-2,5 juta unit. Penambahan jumlah 2 kali lipat dari tahun yang lalu sementara tidak diimbangi dengan perluasan jalan atau penambahan jalan, laju yang sangat luar biasa cepat populasi mobil dan motor di Indonesia memang sungguh memprihatinkan.
Beban jalur pantura (Pantai utara) yang merupakan jalur utama (dikenal dengan nama jalan Daendels) sangat berat menampung lonjakan arus mudik. Bisa berkurang seandainya pengguna kendaraan mau memilih jalur alternatif. Namun, persoalannya, jalur alternatif di wilayah tengah Jawa Barat dan perbatasan Jawa Tengah lebih layak dilalui pada siang hari karena jalannya relatif sempit, berkelok, dan tidak ada lampu penerangan.
Pihak pemerintah harus segera mengevaluasi lonjakan populasi kendaraan kalau pemandangan seperti ini tidak akan terulang kembali, pembangunan jalan tol Cikampek - Palimanan harus segera dipercepat.
Pengalaman temanku yang gagal mudik dan memutuskan untuk kembali lagi ke rumah merupakan tindakan bijaksana mengingat waktu tempuh ke Blitar bisa mengahabiskan waktu lebih dari yang ditentukan (Normal Cikampek - Blitar 12-14 jam).
Kondisi yang padat merayap seperti yang terjadi pada arus puncak kemarin (Jumat 17/8) bisa membuat stres para pengemudi.
Besarnya jumlah kendaraan arus puncak kemarin (17/8) menimbulkan potensi kemacetan dan rawan kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi lelah para pemudik.
Data Polri menunjukkan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk cukup tinggi. Tahun 2010 dari total 352 korban meninggal dunia dan luka berat, 49 di antaranya meninggal. Setahun kemudian meningkat menjadi 88 orang dari total korban 909 orang meninggal dunia dan luka berat.
Tahun ini 2012 kecelakaan pemudik motor tertinggi. Dari jumlah itu, sebanyak 638 orang meninggal, 994 orang luka berat, dan 3.444 orang luka ringan (Kompas.com).
(Baca: Arus mudik H-1 padat merayap).
Perlu merubah paradigma yang sudah melekat di masyarakat tentang tradisi mudik, bahwa silaturahmi tidak hanya lebaran semata, tetapi bisa dilakukan di hari-hari lain.
Tetapi sungguh sulit merubah tradisi, jadi...??? Nikmatilah kemacetan arus mudik dengan hati lapang. Insya Allah tahun depan ketemu lagi dengan topik yang sama.
Macet lagi...macet lagi...inilah Indonesiaku. Salam Ketupat....!!! ***
Ket Foto: ilustrasi foto diambil di Fly Over Cikampek pk.06.00 WIB (18/8)

Arus mudik yang hendak merayakan hari Raya Idul Fitri pada H-1 (Jum’at,17/8) yang terpantau dari Kaliasin (Depan Kantor BBPOPT Jatisari) mulai bergerak menuju kampung halaman masing-masing. Puncak arus mudik terjadi hari Jum’at dinihari sampai siang ini arus lalu lintas masih padat merayap dengan menggunakan berbagai moda transportasi seperti memakai kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor.
Data resmi Kementerian Perhubungan menunjukkan, dari 22 juta pemudik tersebut, 16,5 juta di antaranya menggunakan berbagai moda angkutan. Sisanya memakai kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor.
Tren pemudik Jakarta sebagian besar masih memilih kendaraan pribadi. Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat, estimasi mobil pribadi yang bergerak dari Jakarta sebanyak 4,4 juta kendaraan. Sementara sepeda motor berjumlah 1,5 juta-2,5 juta unit.
Beban jalur pantura bisa berkurang seandainya pengguna kendaraan mau memilih jalur alternatif. Namun, persoalannya, jalur alternatif di wilayah tengah Jawa Barat dan perbatasan Jawa Tengah lebih layak dilalui pada siang hari karena jalannya relatif sempit, berkelok, dan tidak ada lampu penerangan.
Dari pantauan hari ini keadaan lalu lintas mulai sedikit mencair dari kondisi padat merayap mulai padat lancar, namun diperkirakan akan terjadi peningkatan arus mudik pada sore hari mengingat para PNS sudah selesai melaksanakan upacara bendera, sehabis upacara bendera sebagian besar PNS langsung bubar untuk mudik ke kampung halaman masing-masing, hal ini seperti yang terjadi di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari instansi pusat yang ada di daerah dibawah Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Sehabis melaksanakan upacara mereka langsung bubar untuk mudik tujuan Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Lampung. Kegembiraan nampak jelas pada raut mereka setelah melaksanakan upacara bendera hari Kemerdekaan RI ke 67.
Besarnya jumlah kendaraan arus mudik pada H-1 ini tidak hanya menimbulkan potensi kemacetan, tetapi juga kecelakaan. Pengemudi dituntut meningkatkan kewaspadaan serta lebih disiplin dalam berkendara. Masyarakat diminta berani menegur pengemudi yang mengantuk dan ugal-ugalan. Tujuannya adalah menekan angka kecelakaan yang kerap terjadi akibat kelalaian pengemudi.
Data Polri menunjukkan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk cukup tinggi. Tahun 2010 dari total 352 korban meninggal dunia dan luka berat, 49 di antaranya meninggal. Setahun kemudian meningkat menjadi 88 orang dari total korban 909 orang meninggal dunia dan luka berat. (USR)***

Jatisari, Karawang (16/8). Arus mudik lebaran H-4 di Jalur antara Simpang Jomin, Kaliasin yang dipantau sejak pk.05.00 - 08.00 kondisi padat merayap namun semakin siang kondisi padat - lancar sampai pk.01.30 frekwensi kendaraan bermotor roda 4 meningkat didominasi bus-bus pariwisata bantuan mudik dari perusahaan. Sementara kondisi pemudik kendaraan roda dua menurun, hal ini karena pemudik sepeda motor lebih memilih waktu dinihari untuk mengurangi terik panas matahari. Kemudian meningkat pada sore hari berbarengan dengan mobil pribadi. Simpul-simpul kemacetan terjadi di

Fly Over Cikampek, Simpang Jomin dan Prapatan Cikalong. Di prediksi arus puncak terjadi malam ini, untuk mengantisipasi serangan fajar pemudik sepeda motor beberapa petugas disiapkan di titik jalur alternatif untuk mengalihkan mereka agar tidak melewati Jalur Utama tetapi dibelokkan dari jalur alternatif bagian utara Karawang melalui Rengasdengklok - Wadas - Cilamaya - Cikalong. Serangan fajar adalah pemudik sepeda motor yang secara bersamaan memilih waktu dinihari sehingga menimbulkan penumpukan di Jalur utama maka untuk mengurai kemacetan disediakan jalur alternatif, sehingga diharapkan tidak terjadi kemacetan yang luar biasa.
Untuk rest area bagi para pemudik setiap SPBU menyediakan sarana untuk melepas lelah, bahkan beberapa pihak swasta menyediakan takjil gratis dan pijak refleksi.
Bagi para pengendara dihimbau untuk hati-hati terhadap angkutan lokal dan para penyeberang jalan yang sering melintas. (USR)***
.
K

arawang (13/07/2012) Dalam rangka program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan kegiatan pengembangan palawija melalui pola tanam padi-padi-palawija, Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang mengadakan Panen Perdana Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) dan pencanangan Gerakan Tanam Palawija. Prosesi panen dilaksanakan di areal persawahan Jl. Lingkar Karawang Desa Tanjungpura Kecamatan Karawang Barat, acara pencanangan dilakukan oleh Bupati Karawang, H, Ade Swara, Jumat (13/7).
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kab. Karawang, Nachrowi M. Nur mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkan meningkatkan produksi dan produktifitas lahan pertanian di Kab. Karawang, yang diantaranya dilakukan oleh SL-PTT dengan luas mencapai 21 ribu hektar, yang tersebar di 30 kecamatan. “Selain itu, kami mengembangkan metode SRI di areal seluas 9 ribu hektar , serta menjalin kerjasama antara BUMN dan para kelompok tani,” imbuhnya.
Sedangkan terkait dengan Gerakan Tanam Palawija, Nachrowi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kab. Karawang untuk memutus mata rantai hama dan penyakit tanaman. Melalui kegiatan ini, pihak dinas mengajak masyarakat untuk kembali memanfaatkan gerakan tanam Padi - Padi – Palawija guna memutus mata rantai hama, dan meningkatkan produksi palawija sebagai alternatif pendapatan bagi para petani.
Sementara itu, Kasubdin Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Uneef Primadi mengatakan bahwa perpaduan kegiatan panen perdana dan pencanangan Gerakan Tanam Palawija yang diselenggarakan di Kab. Karawang merupakan sebuah inovasi dan baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Untuk itu, pihaknya menyambut baik gagasan tersebut, dan optimis bahwa kegiatan tersebut dapat efektif dalam memutus mata rantai hama dan penyakit tanaman di Kab. Karawang.

Dalam sambutannya H. Ade Swara mengatakan, Pemerintah Kab. Karawang masih tetap memperhatikan dan komitmen untuk menjadikan Karawang sebagai lumbung padi Jawa Barat dan lumbung pangan nasional. Dan hingga saat ini, dalam masa kepemimpinan saya, Pemerintah Kabupaten Karawang tidak pernah sekalipun merubah tata ruang, khususnya dalam alih fungsi lahan pertanian. “Untuk itu, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para petani Karawang yang memilih untuk mempertahankan lahan sawahnya, daripada menjualnya kepada industri,” ujarnya. (USR)***
.

(Selasa 1/5) Ribuan buruh mulai bergerak menuju Istana. Gelombang buruh menguasai jalur di kawasan Bundaran HI hingga Istana, termasuk jalur Bus TransJakarta, massa tumpah memadati setiap jalur menuju Istana. Ada juga buruh yang konvoi dengan motor. Pengendara yang terjebak di kawasan itu terpaksa bersabar hati menanti buruh selesai jalan kaki dan menuju Istana. Demikian gambaran kota Jakarta yang ditayangkan beberapa stasiun TV swasta dalam program "Breaking News".
Hari ini Jakarta benar2 milik para buruh, hampir semua kawasan macet oleh peserta demo, peringatan puncak di Gelora Bung Karno diisi dengan orasi tuntutan para pendemo dari berbagai federasi buruh se Pulau Jawa. Tuntutan yang hampir seragam adalah meminta pihak Pemerintah untuk mencabut UU Outsourching dan upah yang layak bagi kaum buruh. Hidup kaum buruh selamat memperingati hari buruh 1 Mei 2012. Damai Yes...Kekerasan No...! Tapi ingat Pemerintah jangan tutup mata dan telinga kalau tidak mau terjadi revolusi dinegeri ini.
Asal usul May day sebagai Hari Buruh Internasional
May Day lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Gerigi-gerigi panas mesin era industri membelalakkan mata kaum pekerja terhadap kondisi masyarakat. Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis Barat. Amerika Serikat merupakan contoh konkrit. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, menuai amarah dan perlawanan dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja Amerika Serikat terjadi di 1806 oleh pekerja cordwainers. Pemogokan ini membawa para pengorganisirnya ke meja pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja di era tersebut bekerja dari 19 sampai 20 jam seharinya. Sejak saat itu, perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.
Abad 19 juga menandakan sebuah momen penting kesadaran kelas pekerja dunia. Kongres Internasional Pertama [i], diselenggarakan pada September 1866 di Jenewa, Swiss, dihadiri berbagai elemen organisasi pekerja belahan dunia. Kongres ini menetapkan sebuah tuntutan mereduksi jam kerja menjadi delapan jam sehari, yang sebelumnya (masih pada tahun sama) telah dilakukan National Labour Union di AS: “Sebagaimana batasan-batasan ini mewakili tuntutan umum kelas pekerja Amerika Serikat, maka kongres merubah tuntutan ini menjadi landasan umum kelas pekerja seluruh dunia.” Kaum revolusioner waktu itu menganggap bahwa tuntutan delapan jam sehari bukanlah tuntutan final, melainkan taktik untuk mengakselerasikan kesadaran kelas yang luas di antara kalangan kelas pekerja. Semenjak saat inilah, gerakan pekerja mulai menggemakan ide-ide mengenai solidaritas internasional. Di mana harapan akan sebuah dunia baru yang lebih baik mulai bersemi di setiap hati para kelas pekerja dunia yang beramai-ramai berseru:
“Derita satu adalah derita yang dirasakan semua!” Kongres Jenewa merupakan titik berangkat transformasi visi dan strategi gerakan kelas pekerja di masa depan.
Satu Mei ditetapkan sebagai
hari perjuangan kelas pekerja dunia pada 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut.
Selamat Hari Buruh, kami ikut mendukungmu..!!!
(Dari berbagai sumber)***
Foto: Courtesy solopos.com
.

Pembuatan Video Dokumenter Serangan Wereng Batang Coklat dan Pengendaliannya memakan waktu hampir 1 (satu) tahun. Berangkat dari keprihatinan salah seorang peneliti dari Antropologi (FISIP) dan Biologi (FMIPA) Universitas Indonesia bekerja sama dengan antropologi dari The Australian National University, Prof. James J. Fox (salah seorang penggagas Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu di Indonesia) akhir tahun 1980-an tengah melakukan pemantauan hal serangan hama wereng batang coklat dan penyakit yang meledak di berbagai wilayah di P. Jawa selama 2 tahun terakhir. Rasa prihatin akan kondisi ini setelah dua puluh tahun program PHT dilaksanakan di Indonesia. Penelitian dari Ibu Yunita dan tim juga terkait dengan kegiatan tim dalam mendampingi petani untuk mengantisipasi perubahan cuaca/iklim melalui kegiatan pengukuran curah hujan dan pengamatan agroekosistem/agrometeorologi di beberapa lokasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Jatisari, merupakan bagian dari kerjasama pembuatan film tersebut, karena sebagian lokasi shooting dan narasumber dilaksanakan di Jatisari. Belum lagi didukung dari SDM Jatisari termasuk dari Laboratorium Entomologi, Laboratorium PCR dan pelaksana lapang yang memperagakan langsung (praktek) lapang pendugaan populasi wereng batang coklat (WBC) melalui sweeping dan identifikasi populasi WBC dan musuh alami.

Kehadiran video dokumenter serangan WBC dan pengendaliannya terdiri dari 2 volume, yang menyoroti tentang Wereng Batang Coklat di Sawah Petani (Vol.1) dan Sawah Tangguh di Tangan Petani (Vol.2), sangat membantu petugas dalam penyuluhan tentang pengendalian OPT khususnya WBC. Film Video Dokumenter ini diproduksi oleh:
Pusat Kajian Antropologi Universitas Indonesia
Academy Professorship Indonesia Bidang Ilmu Sosial & Humaniora
The Research School of Asia the Pacific The Australian National University.
Yang didukung oleh PT. Medco Intidinamika.
(Bersambung...!)
.

Acara Workshop Pengendalian Wereng batang Coklat dan penyakit utama padi selain pembahasan RTL juga dimeriahkan dengan acara pameran inovasi teknologi pengendalian OPT.
Bertempat di halaman samping gedung "Graha Bhinneka Karya" (Gd.Korpri) Jl. Kusuma Bangsa, berdiri tenda tempat stand pameran berlangsung. Pameran diikuti oleh mitra swasta 15 perusaaan pestisida (Formulator), dan 3 instansi pemerintah al, BB-Padi, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), dan BPTPH Prov. Jawa Timur.
Agenda workshop antara lain :- Pembuatan RTL sebagai wujud nyata pengendalian Wereng Batang Coklat tahun 2011
- Pameran inovasi teknologi perlindungan tanaman padi
Workshop wereng batang coklat ini bertujuan untuk :a. Mengidentifikasi dan mengevaluasi serangan wereng batang coklat saat ini.
b. Mengevaluasi varietas padi tahan wereng batang coklat dan definisi ketahanan
c. Meningkatkan produksi untuk mencapai target 70,6 juta ton GKG.
d. Mengkoordinasikan semua institusi terkait dalam rangka mencapai target produksi 2011.
Tempat:Acara workshop pengendalian wereng batang coklat dilaksanakan di Graha Bhinneka Karya, Gedung Korpri, Lamongan pada 20 April 2011.
Peserta:Peserta workshop pengendalian wereng batang coklat adalah Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian Kabupaten di Jawa Timur (Gresik, Sidoarjo, Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Kediri, Tulungagung, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, Jember, Banyuwangi), BPTPH, BPTP, Badan SDM, LPHP se-Jawa Timur, HKTI, KTNA, Koordinator POPT, Bakorluh, Bapeluh, Swasta, Gabungan kelompok tani, dan kelompok tani.
Agenda Kegiatan:- Pendaftaran - Panitia
- Laporan pelaksanaan workshop
- Sambutan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur
- Arahan sekaligus pembukaan workshop
- Laporan situasi hama dan penyakit padi di Jawa Timur
- Teknik pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
- Pembagian grup pembuatan RTL berdasarkan kabupaten
- Ishoma
- Presentasi RTL masing-masing kabupaten (Diskusi)
- Rangkuman hasil diskusi RTL
- Pembacaan rumusan dan penutupan.
Pameran Inovasi Teknologi Perlindungan Tanaman:
- BB-Padi
- BBPOPT
- BPTPH Prov. Jawa Timur
- PT. Bayer Indonesia
- PT. Dupont Indonesia
- PT. Tritama Wirakarsa
- PT. Arysta Life Science
- PT. FMC
- PT. BASF
- PT. Vitafarm
- PT. Petrokimia Kayaku
- PT. Petrosida Gresik
- PT. Centa Brasindo Abadi
- CV. Saprotan Utama
- PT. Mitra Kreasi Dharma
- PT. Biotis
- PT. Agricon
- PT. Tanindo Subur Prima
Posisi serangan wereng batang coklat (WBC) pada tahun 2011 ini menjadi sangat penting walaupun serangannya yang sampai puso belum terlalu luas. Hal ini disebabkan, pada tahun 2011 atas instruksi Presiden SBY agar produksi nasional mencapai 70,6 ton GKG dan surplus beras 10 juta ton sampai 2015. (USR)***
.

Oleh-oleh dari Lamongan bukan sotonya, tetapi RTL (Rencana Tindak Lanjut) pengendalian hama wereng batang coklat (WBC) dan hama penyakit utama padi, sebagai wujud nyata pengendalian WBC tahun 2011. Dengan mengambil Tema "Normalisasi Produksi Padi Pasca Ledakan Wereng Batang Coklat"
RTL itu sendiri bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi serangan wereng batang coklat saat ini (MK. 2011). Mengevaluasi varietas padi tahan wereng batang coklat dan definisi ketahanan. Meningkatkan produksi untuk mencapai target 70,6 juta ton gabah kering giling (GKG), serta mengkoordinasikan semua institusi terkait dalam rangka mencapai target produksi tahun 2011.
Namun demikikian untuk mencapai target pada MK. 2011 dalam perjalanannya mengalami hambatan dengan adanya OPT, terutama wereng batang coklat yang telah merusak tanaman padi seluas 105.000 ha pada tahun 2010. WBC saat ini merupakan hama global, bukan saja menjadi hama pada pertanaman padi di Indonesia, tetapi juga telah banyak menyerang pertanaman padi di hina, Vietnam, Thailand, India, Pakistan, Malaysia, Filipina, Jepang, bahkan Korea.
Nah,...RTL merupakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan OPT secara terkoordinasi antar institusi Pusat maupun Daerah dalam rangka mencapai target produksi di tahun 2011.
Semoga..!!!(USR)***
.

Arahan Dirjen Tanaman Pangan pada saat pembukaan Workshop Wereng Batang Coklat dan Penyakit utama padi di Lamongan (20/4) yang baru lalu. Workshop menghasilkan kertas kerja yang merupakan dasar kita untuk mengimplementasikan secara nyata di tingkat lapang. Langkah nyata dalam pengendalian wereng batang coklat melalui RTL di Jawa Timur ini merupakan rangkaian dari workshop-workshop yang telah ada sebelumnya, dimulai dari Jawa Tengah (Tegalgondo), Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur. Setelah itu tidak ada lagi workshop serupa artinya permasalahan eksplosif hama wereng sudah bisa diatasi. Tidak ada lagi laporan adanya spot-spot hopperburn akibat serangan wereng batang coklat terhadap tanaman padi.
SPOT STOP...!!!
Mampukah kita? Pertanyaan besar yang menyeruak diantara benak para hadirin yang memenuhi aula gedung Korpri Jl. Kusuma Bangsa Lamongan. Kunci sukses pengendalian adalah terkoordinasi antara pusat dan daerah dalam mengambil kebijakan yang cepat. Aparat yang sinergis, tanggap terhadap segala permasalahan OPT yang berkembang.
Petani bersama pemerintah harus mempunyai semangat yang sama dalam menghentikan penyebaran wereng coklat. Dirjen Tanaman Pangan,Udhoro Kasih Anggoro, dalam Workshop Pembuatan Rencana Tindak Lanjut Pengendalian Wereng Coklat dan Hama Penyakit Utama Padi di Lamongan, Jawa Timur, Rabu (20/4/2011), memaparkan empat strategi yang diterapkan untuk mempertahankan ketahanan pangan.
Udoro menjelaskan strategi pertama, yaitu perluasan areal tanam untuk meningkatkan produktivitas dari 5,1 ton menjadi 5,3 ton per hektar. Strategi kedua, pengamanan produksi dengan cara menurunkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan menurunkan kehilangan hasil.
Strategi ketiga, penguatan kelembagaan petani dan pembiayaan untuk petani. Sementara strategi keempat, penguatan produktivitas melalui varietas yang sesuai kondisi lahan di wilayah setempat sehingga terjadi peningkatan sebesar 0,3 kuintal per hektar.
Dia berharap dengan strategi tersebut, maka upaya surplus sebesar 70,6 ton gabah kering giling (GKG) menjadi kenyataan. "Upaya ini sebagai penerjemahan instruksi presiden yang isinya gerakan lawan hama dengan langkah nyata sebaik-baiknya," ujar Udhoro.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Made Jana Mejaya menyampaikan, workshop sebelumnya dilaksanakan di Tegalgondo, Solo, Jawa Tengah, pada 31 Maret 2011, yang dihadiri perwakilan dari tujuh kabupaten/kota eks karesidenan Surakarta dan yang kedua di Sukamandi pada 12 April 2011 dihadiri perwakilan 10 kabupaten di Jawa Barat dan Banten.
Workshop di Lamongan dihadiri perwakilan 15 kabupaten di Jawa Timur yang mengalami serangan hama wereng, yakni Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Ngawi, Ponorogo, Sidoarjo, Situbondo, Tuban, dan Tulungagung. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka normalisasi produksi padi pascaledakan wereng coklat.
Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang wilayahnya cukup parah diserang wereng coklat. Respons atas rencana tindak lanjut ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Tengah dengan menyuplai 40 ton bibit kepada petani. Dengan adanya RTL, mampu bermanfaat bagi petani dan mampu mengamankan produksi beras nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur Wibowo Eko Putro berharap bisa melaksanakan Inpres Nomor 5 Tahun 2011 tentang Bantuan Penanggulangan Padi Puso. Dia menyebutkan, pada 2010 sekitar 21.000 hektar padi di Jawa Timur mengalami puso. Penyebab kegagalan panen tersebut adalah wereng, banjir, dan kekeringan.
Wibowo menyatakan, peran Jawa Timur dalam pengadaan beras nasional sebesar 17 persen. Petani Jatim perlu survive dalam melawan OPT. "Bukan penggantiannya yang diharapkan, melainkan bagaimana melindungi petani dalam mempertahankan produksi pertanian," kata Wibowo.
Wakil Bupati Lamongan Amar Saifudin menyatakan, Pemkab Lamongan siap bersinergi dalam pelaksanaan RTL. Pemkab Lamongan berusaha memperbaiki infrastruktur pertanian berupa pembangunan jalan, perbaikan irigasi, serta perbaikan sarana pertanian lainnya.
Pakar Wereng Batang Coklat dari BB-Padi, Profesor Baehaki Suherlan Effendi, mengatakan bahwa RTL adalah kegiatan yang berkelanjutan yang dilakukan secara terus-menerus. Diperlukan kebersamaan dalam menanam padi, terutama dalam tanam serentak atau berjemaah.
.

Lalat buah merupakan OPT yang banyak menimbulkan kerugian, bahkan sampai ditolaknya ekspor produk hortikultura. Untuk mengatasi serangan lalat buah tersebut dan terbawanya lalat buah pada produk ekspor, beberapa negara telah menetapkan diberlakukannya perlakuan
thermal treatment pada produk hortikultura. Dalam rangka kerjasama bilateral dengan pemerintah Jepang dalam konteks kerjasama ekonomi telah disepakati bahwa pemerintah Jepang bersedia memberikan hibah berupa alat
Vapor Heat Treatment (VHT).Disamping untuk mengendalikan lalat buah VHT tersebut dilaporkan dapat digunakan untuk mengendalikan OPT pasca panen lainnya, misalnya penyakit
antraknose dan
stem end rot.Peresmian pengoperasian mesin VHT (menekan tombol mesin VHT oleh Menteri Pertanian
Dr. Ir H. Suswono, MMA didampingi Duta Besar Jepang
Mr. Kojiro SHIOJIRI, Chief Representative JICA Indonesia
Mr.Motofumi Kohara. dan Dirjen Hortikultura
Dr. Hasanudin Ibrahim, Sp.I.Menteri Pertanian Suswono mengatakan, "Pembangunan Laboratorium Vapor Heat Treatment (VHP) ini adalah implementasi IJ-EPA yang ditanda tangani kedua pemimpin negara pada 20 Agustus 2007 lalu di Jakarta," ungkapnya pada peresmian laboratorium yang dibangun di kawasan Balai Besar Peramalan Pertanian di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (4/12).
Laboratorium tersebut diharapkan menjadi kunci untuk pencapaian target ekspor pertanian khususnya holtiluktura. Holtikultura menjadi andalan perekonomian masyarakat maupun devisa negara. Terdapat sedikitnya 323 jenis komoditas holtikultura yang sangat potensial. Hanya saja angka ekspor masih kecil karena terhambat ketatnya standar di negara tujuan ekspor.
Acara dilanjutkan dengan peninjauan keliling laboratorium dipandu oleh
Mr. Yoshikatsu Oda/JICA Expert dan press release. Hadir dalam acara tersebut pejabat eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Dinas Propinsi Jawa Barat, BPTPH Prov Jabar, Dinas Pertanian Kab. Karawang, Cirebon, Indramayu dan Majalengka, serta tamu undangan dari kalangan Importir dan petani mangga.
Kotabaru-Karawang, 4 Desember 2010.
.