Macet kali ini benar2 parah....!
16.07 | Author: Urip SR
"Macet kali ini benar2 parah!" kata temanku yang hendak mudik ke Blitar, Jawa Timur.
Ia berangkat dari Cikampek sehabis sholat Jum'at (17/8) pk. 13.00 WIB menggunakan mobil pribadi sampai di Ciasem, Subang pk. 05.00 WIB, praktis ia menghabiskan waktu 17 jam dengan kondisi lalu lintas padat merayap. Berapa jam lagi waktu tempuh ke Blitar????
Akhirnya diputuskan untuk balik lagi ke Cikampek yang menghabiskan waktu tempuh 4 jam.
"Gileee benerr Ciasem - Cikampek 4 jam!" gerutuan seperti ini hampir kompak dari mulut para pemudik.
Sudah dapat diprediksi bahwa akan terjadi kemacetan yang luar biasa menurut data Dinas Perhubungan DKI jakarta mencatat, estimasi mobil pribadi yang bergerak dari Jakarta sebanyak 4,4 juta kendaraan. Sementara sepeda motor berjumlah 1,5 juta-2,5 juta unit. Penambahan jumlah 2 kali lipat dari tahun yang lalu sementara tidak diimbangi dengan perluasan jalan atau penambahan jalan, laju yang sangat luar biasa cepat populasi mobil dan motor di Indonesia memang sungguh memprihatinkan.
Beban jalur pantura (Pantai utara) yang merupakan jalur utama (dikenal dengan nama jalan Daendels) sangat berat menampung lonjakan arus mudik. Bisa berkurang seandainya pengguna kendaraan mau memilih jalur alternatif. Namun, persoalannya, jalur alternatif di wilayah tengah Jawa Barat dan perbatasan Jawa Tengah lebih layak dilalui pada siang hari karena jalannya relatif sempit, berkelok, dan tidak ada lampu penerangan.
Pihak pemerintah harus segera mengevaluasi lonjakan populasi kendaraan kalau pemandangan seperti ini tidak akan terulang kembali, pembangunan jalan tol Cikampek - Palimanan harus segera dipercepat.
Pengalaman temanku yang gagal mudik dan memutuskan untuk kembali lagi ke rumah merupakan tindakan bijaksana mengingat waktu tempuh ke Blitar bisa mengahabiskan waktu lebih dari yang ditentukan (Normal Cikampek - Blitar 12-14 jam).
Kondisi yang padat merayap seperti yang terjadi pada arus puncak kemarin (Jumat 17/8) bisa membuat stres para pengemudi.
Besarnya jumlah kendaraan arus puncak kemarin (17/8) menimbulkan potensi kemacetan dan rawan kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi lelah para pemudik.
Data Polri menunjukkan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk cukup tinggi. Tahun 2010 dari total 352 korban meninggal dunia dan luka berat, 49 di antaranya meninggal. Setahun kemudian meningkat menjadi 88 orang dari total korban 909 orang meninggal dunia dan luka berat.
Tahun ini 2012 kecelakaan pemudik motor tertinggi. Dari jumlah itu, sebanyak 638 orang meninggal, 994 orang luka berat, dan 3.444 orang luka ringan (Kompas.com).

(Baca: Arus mudik H-1 padat merayap).
Perlu merubah paradigma yang sudah melekat di masyarakat tentang tradisi mudik, bahwa silaturahmi tidak hanya lebaran semata, tetapi bisa dilakukan di hari-hari lain.
Tetapi sungguh sulit merubah tradisi, jadi...??? Nikmatilah kemacetan arus mudik dengan hati lapang. Insya Allah tahun depan ketemu lagi dengan topik yang sama.
Macet lagi...macet lagi...inilah Indonesiaku. Salam Ketupat....!!! ***
Ket Foto: ilustrasi foto diambil di Fly Over Cikampek pk.06.00 WIB (18/8)

This entry was posted on 16.07 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: