Mengelola Emosi di Tempat Kerja
13.37 | Author: Urip SR
Foto: google
Barangkali gambaran sosok seperti ini cukup akrab bagi Anda: rekan kerja yang tak pernah punya kata-kata yang menyenangkan, baik itu dalam rapat intern rutin mingguan maupun dalam obrolan makan siang di kantin. Orang-orang seperti ini biasanya menyita energi pada sesi brainstorming karena komentar-komentarnya yang "nggak penting". Kecenderungan mereka yang mudah "bete" juga mengganggu. Pendek kata, negativitas mereka bisa mengkontaminasi kehidupan kantor.

Seperti ditegaskan oleh Profesor Manajemen dari Sekolah Wharton Sigal Barsade yang mempelajari pengaruh emosi-emosi di tempat kerja, emosi itu menular. "Berbagai emosi menjalar dari satu orang ke orang lain seperti virus," kata dia.

Barsade ikut dalam tim penulis paper "Why Does Affect Matter in Organizations?" Dalam studi perilaku organisasional, "affect" merupakan kata lain dari "emotion". Dan, jawaban atas pertanyaan yang tersurat dari judul paper itu: mood, emosi dan semua sikap dari karyawan memiliki pengaruh terhadap kinerja, pengambilan keputusan, kreativitas, turnover, tim kerja, negosiasi dan kepemimpinan.

"Semua orang membawa emosi-emosi mereka ke tempat kerja," ujar Barsade. "Anda membawa otak Anda ke kantor. Anda juga membawa emosi-emosi Anda ketika bekerja. Berbagai perasaan itu menggerakkan kinerja."

Dalam paper tersebut, Barsade dan timnya merinci adanya tiga tipe perasaan yang berbeda:

1. Discrete, alias emosi-emosi sesaat, seperti senang, marah, takut dan muak

2. Mood, yakni perasaan-perasaan jangka panjang dan tidak berkaitan dengan penyebab khusus, misalnya seseorang yang periang, atau minder.

3. Dispositional, atau sifat-sifat personal yang melekat pada seseorang yang 'mendefinisikan' yang bersangkutan secara keseluruhan. Kita sering mendengar orang berkomentar, "Dia selalu gembira", atau, "Dia selalu berprasangka buruk."

Menurut Barsade, beberapa orang memang memiliki kontrol yang lebih baik terhadap emosinya dibandingkan yang lain. Namun, tidak berarti bahwa orang-orang di sekitarnya tidak terpengaruh oleh mood mereka.

"Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda sedang memperlihatkan emosi Anda, tapi itu tercermin dari ekspresi wajah atau bahasa tubuh Anda. Emosi-emosi yang tidak kita sadari itu bisa mempengaruhi pemikiran dan perilaku kita," ujar dia.

Kepada para manajer Barsade menyarankan agar menstrasfer emosi yang positif, misalnya dengan mengatakan, "Aku tahu kau khawatir. Segala sesuatunya tidak tampak baik, tapi kau tahu kita punya cara untuk mengatasinya dan kita bisa menyelesaikannya bersama-sama."

Karyawan akan mengapresiasi kejujuran seperti itu dan bisa mendapatkan rasa nyaman untuk bersikap optimis.

Data yang Berharga

Kecerdasan Emosional --frasa yang makin akrab dalam khasanah psikologi dan pendidikan-- kini mulai banyak dibicarakan juga dalam lingkaran bisnis. Sekolah-sekolah bisnis kini getol mengajari para eksekutif untuk menjadi cerdas secara emosional dan bagaimana mengelola emosi-emosi karyawan mereka.

"Ide di balik kecerdasan emosional di tempat kerja tak lain keyakinan akan adanya skill untuk memperlakukan emosi karyawan sebagai data berharga dalam mengarahkan situasi," jelas Barsade seraya menegaskan bahwa menurut riset, orang-orang yang memiliki emosi positif cenderung tampil lebih baik di tempat kerja.

Dikatakan, orang-orang yang positif secara kognitif berproses lebih efektif. Ketika berada dalam mood positif, orang akan lebih terbuka untuk menyerap informasi dan meng-handle-nya secara efektif. Kita tidak perlu mengubah rekan-rekan sekantor yang negatif, tapi cukup dengan menolak untuk "menangkap" mood negatif mereka.

Kita bisa mulai dari diri kita masing-masing, misalnya, sebelum menghadiri rapat bertekad untuk tidak melayani orang-orang yang tak pernah punya ide, tapi selalu menganggap ide orang lain buruk.

Sumber: http://www.portalhr.com/tips/2id83.html
.
Alhamdulillah Masih Ada Waktu...
15.19 | Author: Urip SR
Secercah harapan (USR)
Alhamdulillah, hari ini ada tanya
Mengapa aku tak mengingatMU?
Sedangkan Engkau tak lepas
Mengirim butir-butir embun pagi tadi
Membasahi hati saat dhuha
Aku tersisih dari luka dan berkata untukMu
Engkaulah diam itu dan aku lembar ruang dan waktuMu.


Kutipan puisi karya Irwan Dwikustanto, menjadi pengantar tulisan ini, aku mencoba menghayati disetiap baitnya. Ternyata lebih tenang dan percaya diri manakala selalu ingat kepada yang maha kuasa.  Kesibukan dunia terkadang menina-bobokan sehingga panggilanNYA untuk bersujud selalu ditunda yang seharusnya didahulukan daripada kepentingan lainnya.
Ya Allah barangkali selama ini hambamu yang hina ini khilaf, baik disengaja maupun tidak mohon dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya.
Kita tidak ada apa2nya dibanding kekuasaanmu, kau beri nikmat yang berlimpah, namun sedikit kita berucap alhamdulillah.
Mencoba mendekatkan diri kepada ilahi, mumpung masih diberi waktu, alhamdulillah masih ada waktu untuk mengingatMU..Ya Rabb...!
Alhamdulillah masih ada waktu, secercah harapan kan kujelang.
.
Mencoba Konsisten di Tahun 2014
14.49 | Author: Urip SR
Semangat menatap 2014 (Dok.Pribadi)
Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2013 dan menyongsong 2014, tentu tak elok kalau diakhir tahun ini hanya bisa meratapi kegagalan2 yang telah kita perbuat.  Memang tidak salah kalau teringat sesuatu yang menjadi memori dalam kehidupan kita.  Sah2 saja memutar balik kejadian2 lucu ataupun ketololan2 yang silih berganti mewarnai dinamika hidup ini.  Aku sering tersenyum sendiri manakala teringat "ketololan" yang pernah aku perbuat.  Kok bisa ya??? :-)
seringkali aku bergumam sendiri, hehehehe :-) inilah namanya proses pendewasaan, emang dari dulu belum dewasa?  Sejak kita disunat dan menjadi aqil baliq pada saat itulah kita sudah bisa disebut dewasa (dewasa dalam penalaran dan tingkah laku).  Lantas terkadang masih juga berperilaku belum dewasa, ini namanya cobaan, kita sedang diuji untuk naik kelas.  Apakah kita tegar dalam menghadapi cobaan atau terkapar.  Mari kita belajar menerima keadaan tidak usah memikirkan kekakalahan dan meratapi di masa lalu.
Fokus di tahun 2014.
Seperti apa sih persiapan menghadapi 2014? yang jelas pekerjaan kita di kantor menuntut lebih, lebih disiplin, lebih profesional dan lebih bisa mengatur waktu.  Bukankah tunjangan kinerja (Tukin) sudah memasuki tahun ke-2 walaupun masih 40%.  Apalagi di kantor sudah mencanangkan menuju ISO:9001-2008 tentang menejemen mutu, kita dituntut untuk lebih profesional dibidangnya.
Kembali ke tekad kita semula bahwa tahun 2014 harus lebih baik dari tahun 2013.  Tentu semua sepakat, mari kita konsisten...!
Barangkali ada salah kata selama setahun ini, mohon dimaafin yee, terutama untuk atasan saya yang seringkali dibuat kesel oleh "kenakalan" saya.
Buat atasan saya dan partner saya diruangan yang selalu gaduh oleh musik2 sampah mohon dimaafin, selamat menyongsong tahun 2014 dengan semangat baru.
Keep spirit..!!! (USR)***
.

Merekam Spektral Daun Padi
12.20 | Author: Urip SR


Kegiatan Pustaka Spektral (Urip SR)

Ini adalah pengalaman pertama mengikuti kajian Inventarisasi Pustaka Spektral yang dilaksanakan pada tahun 2013.  Perekaman spektral pada daun tanaman padi yang terserang wereng batang coklat dilakukan di Tasikmalaya.  Sungguh pengalaman yang cukup berharga, ternyata perubahan fisiologis pada daun padi, baik dari sisi warna maupun struktur daun, dapat dideteksi atau diamati dengan melihat nilai pantulan cahaya pada permukaan daun tersebut.  Nilai pantulan dari daun akibat serangan WBC direkam dengan menggunakan spectrometer atau spectrophotometer. Dalam pengukuran nilai pantulan ini diperlukan kehati-hatian yang cukup tinggi mengingat kondisi obyek dan lingkungan yang ada, terkait dengan kebenaran prosedur pengukuran yang berakibat pada konsistensi hasil pengukuran. 
Peralatan yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah sensor cahaya dengan kemampuan khusus.  Pada umumnya alat yang digunakan adalah spectrometer atau spectrophotometer.
Spectrometer mempunyai kemampuan untuk panjang gelombang tertentu sesuai dengan tipe alat.  Secara umum, yang dapat diukur oleh spectrometer adalah intensitas (intensity),  serapan (absorbance), transmisi (transmission), pantulan (reflection), dan relative irradiance.  Dalam prosesnya terkait dengan perekaman spectral daun padi ini hanya digunakan kemampuan proses pantulan (reflection).
Perekaman nilai spectral untuk daun tanaman padi akibat serangan WBC dilakukan dengan menggunakan OceanOptics tipe USB4000.
Perekaman spectral daun tanaman padi memerlukan sumber energy sebagai sumber dari gelombang yang akan dipantulkan oleh obyek.  Alat baru yang dipunyai BBPOPT Jatisari halogen lightsource HL-2000 bisa merekam di luar maupun di dalam ruangan tanpa tegantung dari sumber energy matahari, sehingga sangat fleksibel dilapangan.  Apabila cuaca tidak memungkinkan untuk proses perekaman daun maka sampel daun bisa dibawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan perekaman.
Pengamatan identifikasi gejala serangan pada tanaman diklasifikasi pada stadia sebagai berikut:
· S1   : Stadia 1, vegetatif 1 - anakan maksimum(<40 hst="" span="">
· S2   : Stadia 2, primordia - pengisian malai (40-60 hst)
· S3   : Stadia 3, masak susu - pemasakan (60-90 hst)
· S4   : Stadia 4, panen (90-110 hst)
Daun yang terserang  WBC yang akan direkam dikategorikan terlebih dahulu dengan kategori sebagai berikut:
Kategori A : serangan pada helai  daun (100%) mengering, pengukuran di bagian yang terbebas dari hal lain (embun jelaga, jamur, dll)
Kategori B : warna daun menguning pada sebagian besar atau keseluruhan daun, pengukuran di bagian yang terbebas dari hal lain (embun jelaga, jamur, dll)
Kategori Sehat: kondisi daun segar yang belum terkena serangan OPT.
(USR)***

Daftar Pustaka :
Hartanto Sanjaya, Fauziah Alhasanah, 2012
Perekaman spektral daun tanaman padi terinfeksi OPT BLB, Jurnal Sains & Teknologi Indonesia
Afifah, Lisa Nisfi dan Hartanto Sanjaya, 2010.
Aplikasi metode linear spectral unmixing citra hyperspectral untuk pengamatan sebaran OPT BLB tanaman padi (Studi kasus Subang)
Proceeding pertemuan ilmiah tahunan Mapin; Jakarta.
Ritual Diujung Kabut
11.18 | Author: Urip SR
Di Ujung Desa (Urip SR)
Matahari semakin tergelincir di ufuk barat, hawa dingin semakin terasa merasuk. 
Kabut tebal mulai menyelimuti suasana perkampungan.  Bersamaan kampung beranjak semakin sepi, satu persatu petani meninggalkan persawahan.
Esok pagi satu persatu petani meninggalkan perkampungan mulai bergelut dengan lumpur pekat.
Pematang yang berliku dari sawah terasering terasa sulit untuk ditapaki.
Pagi ini kabut seperti hujan menyergap bumi, menepis segala pandangan menjadi sirna.
Termasuk kampung desa di ujungnya.

Kami baru saja melakukan ritual tanam padi….
Beginilah cara kami memperlakukan bumi, penghargaan dan penghormatan sebagaimana ketika “Sang Dewi Sri” memberi berkah kepada kami.
Tanah yang subur, padi yang bernas dan panen yang berlimpah.
Ritual ini tetap kami lakukan sampai menjelang panen tiba “kenduri petik padi” mempersembahkan kepada Sang Dewi Sri meski mereka tak pernah berharap.

Inilah bentuk penghormatan…
Sawah itu tak pernah sepi, karena mereka meyakini leluhur mereka masih hadir disana.
Namun ketika beranjak meninggalkan sawah itu, saya merasa ada nada kesunyian…dan saya berharap sawah dan kebun menghasilkan padi yang bernas dan melimpah.

Kabut menyelimuti, …
hawa dingin terus merasuk ke kulit, saya tetap khidmat memandangi hamparan sawah
setiap pagi, sebuah ritual langka di ujung kabut sampai matahari tergelincir di ufuk barat.
(USR)***
.
Workshop Penyusunan Dokumen
10.57 | Author: Urip SR
Camerllia room (Urip SR)
Workshop penyusunan dokumen akreditasi dalam rangka memenuhi kelengkapan dokumen menjelang pelaksanaan Audit Eksternal oleh Delta Pas Internasional, bertempat di Gumilang Regency Hotel Bandung.  Penyempurnaan materi antara lain sasaran mutu masing2 seksi/subbag dan membuat matrik evaluasi sasaran mutu 2013.  Workshop dihadiri oleh pihak Nadya Consultan dan Ka. Balai, selama jalannya workshop dipandu oleh manajemen representatif (MR) yang mengakomodasi semua masukan untuk perbaikan dokumen.  Bekerja marathon selama tiga hari dari tanggal 10-12 Desember 2013 membuahkan hasil kelengkapan dokumen akreditasi.  Workshop diikuti peserta sebanyak 30 orang dari fungsional umum maupun fungsional khusus.  Di penghujung acara sambutan oleh pihak consultans bahwa untuk pencapaian sasaran mutu diperlukan perbaikan manajemen yang berkesinambungan dan terus menerus.(USR)***



Kawasan Pangan Lestari (Urip SR)
Catatan kaki Pameran Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-33 di Padang Sumatera Barat.
Tema tersebut dipilih dengan pertimbangan sebagai berikut:
Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam sebagai sumber pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang senantiasa harus dipenuhi dan ketersediaan pangan dalam suatu bangsa merupakan suatu keharusan agar bangsa tersebut dapat mandiri.
Fluktuasi harga pangan dunia akibat perubahan iklim dan berbagai tantangan produksi pangan dunia perlu disikapi dengan mengoptimalkan sumber daya pangan lokal untuk kemandirian pangan.

Disamping itu ketahanan pangan nasional suatu negara berbasis sumberdaya lokal juga menghadapi tantangan di era globalisasi dan perdagangan bebas, dimana produk pangan impor membanjiri pasar konsumen. Apabila hal ini dibiarkan maka kerawanan pangan akan menjadi lebih rentan, bukan hanya diakibatkan oleh bencana alam namun juga faktor lainnya seperti inflasi dan kenaikan harga produk pangan impor yang tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan dan daya beli masyarakat dalam negeri. Oleh karena itu optimalisasi sumber daya lokal sangat diperlukan untuk mencapai kemandirian pangan. Kerjasama dan sinergitas diantara berbagai stakeholder sangat diperlukan, dalam peningkatan produksi pangan yang bergizi dan berkelanjutan, untuk pemenuhan pangan secara nasional, yang pada akhirnya juga dapat berkontribusi terhadap pemenuhan pangan dunia.
(USR)***
.
Kebun Salak Pondoh Sleman (Dok. Pribadi)
1. Kebun Salak Pondoh di Kab. Sleman
Lokasi : Kelompok Tani Kembang Mulyo, dusun Kembang, Desa Wonokerto, Kec. Turi, Kab. Sleman, Luas tanam 25 Ha.
Merupakan kawasan salak pondoh yang telah menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Good Agricultural Practices (GAP) dan Standard Operating Procedures (SOP), serta telah memperoleh sertifikat PRIMA II.  Salak Pondoh dari Kab. Sleman telah diekspor ke Cina, dan saat ini sedang menjjagi pasar Australia dan sedang dilakukan proses verifikasi oleh Australia.
Berada di kaki G. Merapi, pada ketinggian 620 m dpl.  Suhu 25 - 27 oC.
Selain budidaya dan pasca panen juga sebagai penangkar benih.
Merupakan Desa Wisata.
Teknologi budidaya terus dikembangkan oleh kelompok tani untuk memperoleh produk salak yang berdaya saing.  Sistem pengairan dengan menggunakan saluran permukaan, pipa pralon sistem tetes, dan sumur grafitasi.
Memperoleh penghargaan ketahanan pangan.

Jambu Dalhari (Foto:Urip SR)
2. Jambu Air Dalhari
Lokasi : dusun Krasaan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kab. Sleman.
Merupakan percontohan pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya  Jambu Air Dalhari.
Jambu air Dalhari berbentuk seperti seperti genta, segitiga sama kaki simetris, berwarna merah hati, daging tebal, cita rasa asam segar, kadar gula 10-14 brix.
Saat ini jumlah tanaman yang diregistrasi sebanyak 222 pohon dari total keseluruhan tanaman sebanyak 6280 pohon.
Berawal dari penanaman 3 batang bibit jambu air oleh pak Dalhari pada tahun 1980.  Bibit jambu tersebut berasal dari Nusukan Solo.  Menurut informasi bibit tersebut asalnya dari Semarang.  Namun, setelah dicek diasal bibit di Semarang ternyata sudah tidak ada.
Pada tahun 2003 dilaksanakan SLPHT dan penerapan teknologi PHT, antara lain pengamatan, pembrongsongan, pemupukan, dan sanitasi kebun.  Sampai akhirnya pada tahun 2003 tanaman jambu air yang tumbuh di halaman rumah pak Dalhari ditetapkan sebagai pohon induk tunggal (PIT), dan pada tahun 2004 ditetapkan sebagai varietas unggul berdasarkan SK Mentan No. 121/Kpts/LB.240-/2/2004 tanggal 27 Februari 2004 tentang Pelepasan Jambu Air Dalhari sebagai varietas unggul.
(USR)***
.
Mengenalkan Padi Sejak Dini
14.08 | Author: Urip SR
Siapa yang ingin jadi petani? (Foto: Hartanto Sanjaya)
Mengenalkan tanaman padi sejak usia dini agar generasi penerus mengetahui bahwa makanan pokok yang mereka santap sehari-hari mengalami beberapa proses pertumbuhan yang membutuhkan waktu.  Ini adalah catatan kecil yang tercecer dari acara Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan, yang paling berkesan adalah saat anak-anak Sekolah Dasar mengunjungi areal Demonstrasi Plot (Dem-Plot) di kompleks Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) Jatisari.  Diwajah lugu mereka terpancar kegembiraan walau diterpa terik matahari, cukup melelahkan bagi anak-anak mengilingi kawasan kebun padi seluas 4 hektar.  Lewat pemandu mereka diperkenalkan betapa pentingnya sebutir beras.
"Anak2,... bagi sebagian besar penduduk Indonesia PADI adalah KEHIDUPAN. Malai dan bulirnya telah membentuk budaya, pola makan, dan ekonomi berjuta jiwa." demikian kata pengantar dari Pemandu menerangkan.
" Bagi mereka sungguh tak terbayangkan bagaimana menjalani hidup ini tanpa padi." katanya lagi.
Sang pemandu yang tak lain adalah seorang karyawati BBPOPT yang masih muda dan enerjik menjelaskan lebih lanjut tentang padi.
Sejak berabad-abad yang lalu, padi telah mempengaruhi kehidupan dan budaya jutaan orang Indonesia.  Pada suku2 tertentu, padi mengatur irama hidup yang menjembatani dunia fana dan alam baka.  Pada sebagian besar masyarakat, padi telah memberi warna pada pola kebiasaan, kepercayaan, upacara, dan perhelatan.  Di sebagian besar wilayah Indonesia, padi adalah penentu KETAHANAN PANGAN.  Penduduk miskin di kota maupun di desa, bisa jadi membelanjakan separuh sampai tiga perempat penghasilannya untuk beras (hanya untuk beras).
Pada 25 tahun mendatang, penduduk negeri ini diperkirakan akan mencapai 275 juta orang karena setiap hari hampir 8000 wajah baru muncul menambah rona kehidupan yang beragam.  Memberi makan jumlah penduduk yang demikian besar akan memerlukan usaha yang tidak ringan, karena produksi padi harus ditingkatkan dari 65,74 juta ton gabah kering giling (GKG) (Asem 2011) menjadi 70 juta ton GKG.  Sementara luas lahan sawah terus menyusut dan kesuburan tanah semakin terkuras, ketahanan pangan nasional seakan ditantang oleh keburaman yang tak lagi samar.  Disaat kritis melanda ekonomi bangsa, kebijaksanaan terhadap perpadian pun menuntut perhatian khusus.  Menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen memerlukan ketelitian prima agar nasib petani tak lagi ditelantarkan.
" Jadi Petani capek ya Bu,?" teriak anak-anak lantang.
" Ya, begitulah, makanya kalau makan dihabiskan, kasihan bapak petani." jawab sang pemandu sambil membagikan kue pengganjal perut dan segelas air mineral.
Aku tertegun, tersekat di tenggorokan, aku harus menjawab apa, bolehkah mereka bercita-cita menjadi petani? Tentu tidak mereka dengan kompak menjawab menjadi Tukang Insinyur, dokter, Pilot, TNI dan lain sebagainya, ternyata tidak ada satupun yang bercita-cita menjadi petani. Ironis...!!! (USR)***
.
Hanya ini yang bisa disampaikan.....
10.26 | Author: Urip SR

Sampai jumpa pada event yang akan datang....!!!
(USR)***
.
Panen bersama dalam acara penutupan Pekan Peramalan OPT
Jatisari 30/8/2013.  Bertempat di lahan demplot BBPOPT Jatisari dilakukan acara panen yang dilakukan oleh Dirjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Perlindungan TP (Ir. Erma Budiyanto, MS) didampingi Kepala Balai Besar POPT (Ir. Sarsito Wahono Gaib Subroto, MM)  selesai panen kedua pejabat disaksikan para undangan menuju tenda utama untuk melaksanakan prosesi penutupan.  Pada sesi tersebut disampaikan pidato penutupan oleh Kepala Balai Besar POPT dan laporan dari Ketua Panitia Pekan Peramalan OPT (Ir. Muhammad Antulat Taufiequrrachman).
Dalam kata pengantarnya ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pekan Peramalan ini.
Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari stake holders (beberapa perusahaan) yang terlibat dalam kegiatan pameran indoor maupun outdoor.
Pada kesempatan tersebut dibacakan hasil ubinan masing-masing petak demplot dari peserta.
(Bersambung)***

Gambar Paederus fuscipes musuh alami wereng batang coklat
Dalam penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) banyak komponen yang perlu diperhatikan.  Diantara komponen tersebut musuh alami merupakan faktor pengendali biologi yang penting terhadap perkembangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).  Musuh alami ada yang bersifat parasit dan ada pula yang bersifat predator atau pemangsa. Salah satunya adalah Paederus fuscipes yang dijadikan Logo Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan.
Logo Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan yang baru saja berlalu (26-30 Agustus 2013) adalah ilustrasi yang bergambar serangga musuh alami dari spesies Paederus fuscipes.  Serangga ini merupakan musuh alami dari wereng batang coklat (WBC) yang cukup efektif di lahan persawahan.
Paederus fuscipes
(Coleoptera : Staphilinidae)
Ukuran : 7 mm
Ciri-ciri : Sayapnya menutupi setengah atau kurang dari bagian abdomennya.  Ujung perut, sayap dan kepalanya berwarna biru mengkilap sedangkan bagian lainnya berwarna merah.  Ruas-ruas tubuhnya bergaris-garis.
Tingkah laku : aktif mencari mangsa pada malam hari dan dapat berenang di air.
Rentang hidup : 90 - 110 hari.
Tempat hidup : tanaman, air dan tanah.
Jenis mangsa : hama padi.
(K. Yasumatsu, 1982)

Catatan kaki :
Mohon maaf yang sebesar-besarnya pada buku panduan halaman 2 terdapat kesalahan penulisan tertulis "Miscarspis" yang benar adalah Paederus fuscipes, dengan demikian kesalahan sudah diperbaiki. Harap maklum..!!
(uripsr@ymail.com)***

Ngopi Bareng FMC di Tengah Sawah
16.30 | Author: Urip SR
Kopi Gratis FMC (Foto: Urip SR)
Untuk menyiasati stand demplot agar ramai pengunjung FMC (PT. Bina Guna Kimia) punya cara yang cukup jitu yaitu dengan menyuguhkan Kopi Gratis di stand demplot FMC yang berada paling ujung nun jauh ditengah sawah.  Cara ini cukup efektif untuk menarik pengunjung untuk datang berkunjung ke area demplot FMC seluas 1000 M2.
Hal ini terbukti cukup berhasil, menurut Kang Deden dari hari pertama sampai terakhir (hari ke 5) FMC tetap konsisten melayani kopi gratis para pengunjung baik dari kelompok tani, petugas lapangan (POPT & PPL) maupun para pelajar.
Dari kejauhan stand demplot terlihat jelas dengan botol raksasa yang terpajang disudut demplot, 3 buah balon raksasa yang didesain mirip botol produk dari FMC mampu menyita rasa penasaran pengunjung sehingga walaupun nun jauh di tengah sawah mereka tetap menyambangi stand milik FMC.  Apakah karena ada kopi gratis atau karena ada botol raksasa.??
Yang jelas orang2 marketing memang harus jeli dan kreatif. terbukti kan?

Teknologi yang diterapkan pada demplot seluas 1000 M2 pada varietas ciherang adalah perendaman benih menggunakan BOOMFLOWER kemudian aplikasi pada pertanaman menggunakan produk : HEKSA, TI GOLD, BLASTGONE, FURADAN dan PYZERO.  Hasilnya mampu terhindar dari serangan OPT terutama Penggerek Batang padi (PBP).  Furadan diberikan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST).  Sedangkan aplikasi terakhir menggunakan Boomflower dosis 3 ml/liter pada saat umur tanaman 80 HST.
Salam untuk Kang Deden dan Kang Dede yang setia melayani kopi gratis dan obrolan hangatnya.
Tetap semangat. Salam...!!! (USR)***

Klinik Tanaman Terpadu IPB
15.18 | Author: Urip SR
Diperankan oleh model (Foto: Urip SR)
Di arena Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan beragam informasi tersaji baik melalui stand display (indoor) maupun stand demostrasi plot/demplot (outdoor) masing-masing peserta menampilkan keunggulan produk maupun layanan publik yang mereka punyai.
Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Fakultas Pertanian membuka Klinik Tanaman Terpadu Mobile berupa 1 unit minibus Isuzu yang disulap menjadi semacam mobil toko (moko).
Team Mobile IPB membuka layanan Klinik antara lain melayani : 1) Analisis tanah dan tanaman, 2) Konsultasi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman, 3) Pengujian Mutu Buah dan Sayuran, dan 4) Konsultasi Desain dan Perawatan Taman dan Penghijauan.
Departemen dalam Fakultas Pertanian IPB :

Klinik Tanaman IPB stand no. 22 (Foto: Urip SR)
1.    Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan
2.    Agronomi dan Hortikultura
3.    Proteksi Tanaman
4.    Arsitektur Lanskap
Mobil Klinik Tanaman IPB ini menempati ruang Parkir dekat stand BBPOPT, selain itu membuka stand di belakang tenda utama dengan dijaga 3 orang info guide dari mahasiswa Proteksi Tanaman.

Kontak Person :
Kantor Tata Usaha Fakultas Pertanian
Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga Bogor 16680
Telp/Fax : (0251) 8639354/8639352
Email : faperta@ipb.ac.id
.
Yukk..Bertanam Padi Dalam Polybag
11.22 | Author: Urip SR
Tanaman padi dalam Polybag, hijau menyejukkan (Foto: Urip SR)
Padi merupakan bahan pangan pokok masyarakat Indonesia yang memegang peranan penting untuk dikembangkan.  Berbagai inovasi Teknologi telah dihasilkan untuk menunjang peningkatan produksi padi.  Solusi bagi yang berlahan sempit tetapi bisa menanam padi, sekedar menyalurkan hobi bercocok tanam, tanaman padi dalam polybag bisa bersanding dengan tanaman hortikultura lainnya yang biasa ditanam di polybag.  Menyejukkan sekaligus menghasilkan. Mau coba ? Manfaatkan tiap jengkal tanah yang ada.!
Berjejer rapi sepanjang bahu jalan antara green house berbaur menjadi satu dengan tanaman hortikultura lainnya seperti cabe, kangkung, bayam cay sim dan tomat.  Tanaman menggunakan media kompos ini dipersiapkan untuk mengisi space kosong diantara rumah kaca (green house) di kompleks kantor BBPOPT Jatsari.
Tanaman ini semuanya organik tanpa menggunakan pupuk kimia maupun pestisida.  Secara estetika kehadiran tanaman ini menambah asri pemandangan di kompleks kantor.
Sebanyak 300 tanaman padi hibrida organik berumur 35 hari setelah tanam (HST) tumbuh subur dengan rata-rata jumlah batang mencapai 22,2 batang per polybag (rumpun).
Tanaman padi organik (Foto: Urip SR)
Selain tanaman padi juga ditanam kacang kedelai, kacang hijau, dan jagung semuanya menggunakan polybag dengan media tanam kompos.
Menurut panitia semua tanaman dalam polybag dipersiapkan untuk mengisi space (ruang kosong) di kompleks kantor dalam rangka Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan yang baru saja berlalu.
Tanaman padi hibrida dalam polybag memberi pelajaran kepada pengunjung bahwa lahan sempit bukan halangan untuk bercocok tanam.
Salah satu tantangan dalam pembangunan pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya produktivitas lahan.  Disisi lain sumberdaya alam terus menurun sehingga perlu diupayakan untuk tetap menjaga kelestariannya.  Demikian pula dalam usahatani padi, agar usahatani padi dapat berkelanjutan, maka teknologi yang diterapkan harus memperhatikan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, sehingga agribisnis padi dapat terlanjutkan.
Penyiraman setiap 3 hari sekali (Foto: Urip SR)
Selama ini produksi padi nasional masih mengandalkan sawah irigasi, namun ke depan bila hanya mengandalkan padi sawah irigasi akan menghadapi banyak kendala.  Hal tersebut disebabkan banyaknya lahan irigasi subur yang beralih fungsi ke penggunaan lahan non pertanian, tingginya biaya pencetakan sawah baru dan berkurangnya debit air.  Dilain pihak lahan kering  tersedia cukup luas dan pemanfaatannya untuk pertanaman padi belum optimal.






Usaha Tani Padi dalam polybag :
Populasi tanaman : 300 polybag
Hasil per polybag : 40 gram GKP (Asumsi)
(300 polybag X 40 gram = 12.000 gram = 12 Kg (GKP)
Dengan rendemen 67% setelah digiling menghasilkan beras 8,04 Kg.


Coba bayangkan kalau setiap rumah tangga di Indonesia menanam padi dalam polybag? Tentu dapat dijadikan andalan produksi padi nasional?  Lahan sempit, siapa takut. Yukk tanam padi di polybag. (Urip SR/Indok)***
.