Catatan Penutup Akhir Tahun 2010
10.42 | Author: Urip SR
Catatan di akhir tahun 2010 ini sengaja saya kutip dari Buku Kebijaksanaan Hidup karya Kahlil Gibran. Dalam sederet kalimat dibawah ini ada hal yang menyentuh jiwa untuk direnungkan, tentang hakikat hidup dan kehidupan.
Kahlil Gibran adalah tokoh fenomenal paling berpengaruh di dunia. Dia diakui tidak hanya sebagai seorang penyair, tetapi juga filosof besar abad dua puluh. Karya-karyanya diterbitkan dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.

Kemanisan itu lebih dekat dengan kepahitan ketimbang kedekatannya dengan kebusukan, tidak peduli bagaimanapun manis baunya. Esensi dari segala hal di bumi, yang terlihat dan yang tidak, adalah spritual. Begitu memasuki kota yang tak terlihat badanku diselimuti oleh jiwaku. Dia yang mencoba memisahkan tubuh dari jiwa, atau jiwa dari tubuh berarti menjauhkan hati dari kebenaran. Bunga dan harumnya adalah satu, mereka yang mengingkari warna dan bentuk bunga adalah orang-orang buta, yang berkata bahwa bunga hanya memiliki wangi yang mengambang di udara. Mereka itu seperti orang-orang, tanpa indera penciuman, yang menganggap bunga itu tidak lain hanya bentuk dan warna tanpa keharuman.
Segala sesuatu di alam berada dalam dirimu, dan segala sesuatu dalam dirimu berada di alam. Kamu dalam sentuhan tanpa batas dengan segala yang dekat, dan terlebih lagi jarak tidak akan lagi memisahkan kamu dari segala yang jauh. Semua hal dari yang terendah sampai yang tertinggi, dari yang terkecil sampai yang terbesar, berada dalam dirimu sebagai hal-hal yang setara. Dalam satu atom didapati semua unsur-unsur bumi. Satu titik air mengandung semua rahasia laut. Dalam satu gerak pikiran didapati semua gerakan dari semua hukum keberadaan.
(Dikutip dari Kebijaksanaan Hidup Kahlil Gibran)
Selamat tinggal tahun 2010, selamat datang tahun 2011.
Mari kita buka lembaran baru dengan karya.
.
Lalat buah merupakan OPT yang banyak menimbulkan kerugian, bahkan sampai ditolaknya ekspor produk hortikultura. Untuk mengatasi serangan lalat buah tersebut dan terbawanya lalat buah pada produk ekspor, beberapa negara telah menetapkan diberlakukannya perlakuan thermal treatment pada produk hortikultura. Dalam rangka kerjasama bilateral dengan pemerintah Jepang dalam konteks kerjasama ekonomi telah disepakati bahwa pemerintah Jepang bersedia memberikan hibah berupa alat Vapor Heat Treatment (VHT).
Disamping untuk mengendalikan lalat buah VHT tersebut dilaporkan dapat digunakan untuk mengendalikan OPT pasca panen lainnya, misalnya penyakit antraknose dan stem end rot.
Peresmian pengoperasian mesin VHT (menekan tombol mesin VHT oleh Menteri Pertanian Dr. Ir H. Suswono, MMA didampingi Duta Besar Jepang Mr. Kojiro SHIOJIRI, Chief Representative JICA Indonesia Mr.Motofumi Kohara. dan Dirjen Hortikultura Dr. Hasanudin Ibrahim, Sp.I.
Menteri Pertanian Suswono mengatakan, "Pembangunan Laboratorium Vapor Heat Treatment (VHP) ini adalah implementasi IJ-EPA yang ditanda tangani kedua pemimpin negara pada 20 Agustus 2007 lalu di Jakarta," ungkapnya pada peresmian laboratorium yang dibangun di kawasan Balai Besar Peramalan Pertanian di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (4/12).
Laboratorium tersebut diharapkan menjadi kunci untuk pencapaian target ekspor pertanian khususnya holtiluktura. Holtikultura menjadi andalan perekonomian masyarakat maupun devisa negara. Terdapat sedikitnya 323 jenis komoditas holtikultura yang sangat potensial. Hanya saja angka ekspor masih kecil karena terhambat ketatnya standar di negara tujuan ekspor.
Acara dilanjutkan dengan peninjauan keliling laboratorium dipandu oleh Mr. Yoshikatsu Oda/JICA Expert dan press release. Hadir dalam acara tersebut pejabat eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian, Gubernur Jawa Barat, Dinas Propinsi Jawa Barat, BPTPH Prov Jabar, Dinas Pertanian Kab. Karawang, Cirebon, Indramayu dan Majalengka, serta tamu undangan dari kalangan Importir dan petani mangga.
Kotabaru-Karawang, 4 Desember 2010.
.
Salah satu kendala dalam upaya meningkatkan produksi pertanian adalah adanya serangan hama yang menyebabkan menurunnya mutu produksi dan mengakibatkan kerugian besar secara ekonomi. Dalam kasus serangan hama lalat buah family Tephritidae adalah yang paling serius pada produksi tanaman hortikultura terutama pada mangga yang mengakibatkan kerugian secara ekonomi. Keberadaan lalat buah di suatu Negara memiliki implikasi karantina, yaitu:
• Ketatnya peraturan karantina yang diterapkan untuk perdagangan oleh pasar Negara-negara pengimpor;
• Mahalnya akses pasar. Teknologi diperlukan dalam memenuhi kendala pemasaran;
• Pengawasan harus dilakukan di daerah produksi;
• Survei karantina harus dilakukan di lokasi pintu masuk.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan kerjasama teknis untuk membangun kompetensi untuk memenuhi persyaratan SPS-WTO, meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan staf teknis, memperkuat fasilitas untuk pengembangan metode pengelolaan lalat buah dengan Vapor Heat Treatment (VHT).
VHT akan menjadi salah satu perlakuan pasca panen yang menjanjikan. Perlakuan ini relative mudah untuk diterapkan, berpotensi menghambat perkembangan serangga dan tidak meninggalkan residu kimia dalam produk yang diperlakukan.
VHT akan menjadi alternative yang tepat untuk memenuhi permintaan pasar internasional dan menyediakan buah yang bebas dari lalat buah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan VHT untuk mengendalikan lalat buah pada produk hortikultura di pasca panen.
Proyek ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura dan Pusat Karantina Tumbuhan. Proyek ini mendukung kelancaran alih teknologi kepada staf teknis tentang penerapan desinfestasi lalat buah dengan VHT.
Sasaran
Alih teknologi desinfestasi dengan VHT terhadap lalat buah pada buah-buahan tropis untuk memenuhi persyaratan karantina.
Tujuan
Menentukan prosedur standar teknik desinfestasi lalat buat dengan VHT pada mangga gedong.
Keluaran
1. Meningkatkan kapasitas staf teknis dalam membiakkan lalat buah di laboratorium;
2. Meningkatkan kapasitas staf teknis dalam uji desinfestasi lalat buah dengan VHT;
3. Membentuk system data dan analisis hasil uji desinfestasi
Kegiatan
1. Mengidentifikasi spesies lalat buah yang dipelihara di laboratorium secara berkala guna mencegah kontaminasi spesies;
2. Memperbaiki metode pemeliharaan pertumbuhan lalat buah, termasuk peneluran, pemeliharaan larva dan dewasa,
3. Menetapkan metode pengujian agar memperoleh buah dengan kuantitas dan kualitas yang tepat pada waktu yang tepat,
4. Menentukan tingkat toleran paling panas diantara semua spesies target melalui perendaman air panas,
5. Menentukan tingkat toleran paling panas diantara semua spesies target dengan VHT (uji kerentanan),
6. Melakukan uji mortalitas skala kecil guna menentukan kondisi mortalitas 100% dari spesies yang paling toleran panas dengan VHT.
7. Mengkonfirmasi gejala dan kerusakan yang disebabkan oleh panas karena VHT dan mengambil tindakan guna menghindari kerusakan panas,
8. Melakukan uji panas guna menghindari kerusakan panas oleh VHT,
9. Melakukan uji mortalitas skala besar guna membuktikan kondisi mortalitas 100% dari spesies yang paling toleran terhadap panas karena VHT.
Pengelola Proyek
1. Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian sebagai Project Director
2. Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura (Ditjen Horti) sebagai Project Coordinator.
3. Direktur Perlindungan Tanaman Hortikultura, Ditjen Horti dan Kepala Pusat Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Pertanian, sebagai Project Managers.
4. The Japanese Chief Advisor.
5. Japanese Experts and Indonesia Counterparts.
Periode Proyek
Oktober 2009-Maret 2013 (3,5 tahun)
Manfaat:
Melalui pengenalan teknologi perlakuan uap panas merupakan pengelolaan hama yang ramah lingkungan. Manfaat yang diharapkan dari kerjasama dengan Pemerintah Jepang adalah:
• Peningkatan pendapatan dari penjualan mangga dengan kualitas dan kuantitas yang lebih baik.
• Peningkatan ekspor mangga.
Kontribusi dari Pemerintah Jepang
1. Bangunan Laboratorium
2. Mesin VHT skala uji (2 unit)
3. Biotron (3 unit)
4. Penyimpan buah (1 unit)
5. Generator set (1 unit)
6. Peralatan pendukung lainnya.

Sumber:
Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA)
Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura
Japan International Cooperation Agency
2010
.
PINTU GERBANG BBPOPT JATISARI DIHAJAR
15.44 | Author: Urip SR
Kotabaru, Karawang (01 Desember 2010) .Kecelakaan tunggal terjadi mobil Toyota Innova nopol B 2437 CS dari arah Cikampek menabrak pintu gerbang Kantor BBPOPT sekitar pk. 15.00 WIB, dalam kecelakaan tersebut sopir mengalami luka, mobil bagian depan ringsek. Saat kejadian kondisi hujan lebat, jalan aspal didepan kantor tidak terlihat tertutup oleh genangan air hujan, diduga sang sopir menghindari genangan air, dalam kecepatan tinggi mobil oleng langsung menabrak pintu gerbang.
Suara tubrukan yang keras antara mobil dan pintu pagar tertutup oleh suara derasnya gemuruh air hujan sehingga tidak terdengar oleh karyawan, hanya disaksikan oleh seorang karyawati yang kebetulan ada diluar kantor.
Pintu gerbang kantor BBPOPT terpental masuk ke dalam, beruntung mobil tamu yang di parkir dekat pintu terhindar dari lemparan pintu gerbang yang terbuat dari besi.
Saat dikonfirmasi sang sopir masih dalam keadaan shock sehingga belum bisa diwawancarai.
Kecelakaan tersebut sempat menyita perhatian karyawan-karyawati BBPOPT, begitu ada teriakan dari karyawati yang melihat kejadian itu, langsung berlari berhamburan karyawan/wati melihat lokasi kejadian.
Beberapa karyawan tanpa komando langsung mengevakuasi sang sopir untuk diamankan di dalam kompleks kantor.
Limabelas menit setelah kejadian Polisi PJR langsung mengevakuasi korban untuk dilakukan perawatan di Puskesmas terdekat.
Jalur pantura jalan raya kaliasin memang terkenal rawan kecelakaan, lokasi kejadian 6 km sebelum cikampek merupakan jalur yang perlu diwaspadai oleh para pengendara kendaraan bermotor terutama pada saat hujan lebat, karena sebagian air hujan menggenangi jalan tepatnya di depan kantor Balai Besar Peramalan OPT Jatisari, Karawang, Jawa Barat. (USR)***
Secara umum, pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Dengan adanya kemajuan dalam bidang ilmu kimia dan pengembangan alat-alat analisis, banyak senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan telah diisolasi dan diidentifikasi bahkan telah disintesis.
Kandungan senyawa-senyawa tumbuhan dapat menunjukkan berbagai macam aktivitas biologi pada serangga seperti penghambatan/penolakan makan, aktivitas penolakan peneluran, aktivitas penghambat pertumbuhan dan perkembangan, dan efek kematian, karena itu bioaktif tersebut dapat digunakan untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Hasil deskripsi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat terdapat 54 jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida nabati. Saat ini penelitian terhadap tumbuhan bahan pestisida nabati terus berkembang.
Beberapa contoh tumbuhan yang telah diuji efektivitas daya racunnya antara lain sebagai berikut:
1. Nimba/Mimba (Azadirachta indica)
Bagian Tanaman yang digunakan adalah daun dan biji, mengandung senyawa kimia zat Azadirachtin, Meliantriol, Salanin. Efektif untuk hama wereng coklat.
Nimba mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama dan mampu berperan sebagai insektisida, fungisida, bakterisida, nematisida, moluskisida, antivirus, dan mitisida.
Nimba tidak membunuh hama secara cepat tetapi berpengaruh terhadap penghambatan daya/ nafsu makan, pertumbuhan, reproduksi, pemandulan, peletakan telur, proses ganti kulit, perkawinan, daya tetas telur dan pembentukan khitin yang akhirnya dapat menyebabkan kematian hama.
Cara sederhana membuat larutan siap semprot adalah dengan menumbuk biji sampai halus masukkan dalam air sambil diaduk-aduk dan dibiarkan 24 jam kemudian disaring, untuk 1 kg biji yang telah ditumbuk halus dilarutkan kedalam 20 lt air. Untuk daun jumlahnya 2 kali (2 kg daun mimba yang telah ditumbuk dilarutkan dalam 20 lt air).
Mengingat nimba mudah ditanam oleh petani, maka dapat dikatakan bahwa nimba adalah sebagai biopestisida mandiri bagi petani di masa depan.
2. Gadung Racun (Dioscorea hispida)
Bagian tanaman yang digunakan adalah umbi, sebagai pestisida, yang mengandung zat diosgenin dan saponin.
3. Bengkuang (Pachyrryzus erosus)
Bagian tanaman yang digunakan adalah biji polong, yang mengandung zat pachyrrizid (rotenoid) merupakan racun yang menghambat operasional sel. Diketahui efektif terhadap beberapa OPT antara lain ulat grayak, ulat krop dan ulat daun kubis.
4. Rumput Babandotan
(Ageratum conyzoides)
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun, batang, bunga dan akar, sebagai pestisida yang mengandung zat saponin, polifenol, flavonoid dan minyak atsiri
5. Sirsak (Annona muricata L)
Bagian tumbuhan yang digunakan adalah biji dan daun, yang mengandung zat annonain, bermanfaat sebagai insektisida menyebabkan kematian sel, sebagai penolak serangga dan penolak tidak mau makan.
6. Selasih (Ocimum bacilicum)
Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan biji, mengandung zat juvocimene, yang bersifat toksis/ mengganggu perkembangan serangga.
Selasih lebih dikenal sebagai pemikat lalat buah. Daun diekstrak lalu dicampur sedikit air, dan lebih efektif dengan cara menyuling sehingga menghasilkan minyak atsiri. Dipasang dengan menggunakan perangkap lalat buah.
CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI SECARA UMUM
• Bahan tumbuhan ditumbuk/digiling sampai halus, dicampur air dengan perbandingan 100 gr bahan dalam 1 lt air.
• Saring ekstrak bahan tumbuhan tersebut pada tempat yang sudah disiapkan.
• Untuk menekan/menghentikan aktifitas enzim/zat pengurai adalah dengan cara menambahkan zat pelarut metanol/etanol 70 % sebanyak 10 ml atau detergen sebanyak 10 gr teteskan atau masukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk atau dengan menggunakan alat ekstraktor selama 2 jam, kemudian biarkan ekstrak tersebut selama 24 jam (sehari semalam).
• Setelah dibiarkan selama 24 jam ekstrak tersebut baru bisa digunakan dengan cara disaring terlebih dahulu agar tidak terjadi penyumbatan pada alat semprot
• Beberapa hasil percobaan menunjukkan hasil yang efektif dengan cara mencampur beberapa tumbuhan bahan nabati seperti daun nimba dengan lengkuas dan serai, daun nimba dengan umbi gadung, daun sirsak dengan rimpang jeringau dan bawang putih; serta dapat dicampur dengan detergen atau sabun colek.

Selamat mencoba (USR)***
Dari berbagai sumber
.
Bengkuang sebagai Pestisida Nabati
11.53 | Author: Urip SR
Secara sederhana pembuatan pestisida nabati dilakukan melalui beberapa proses penanganan bahan tumbuhan secara baik agar bahan tersebut tidak kehilangan aktifitas hayatinya (bioactivity). Kehilangan aktivitas hayati dapat terjadi pada tahap pengkoleksian, penyimpanan, dan persiapan bahan atau material tumbuhan.
Soeharjan (1994) mengemukakan beberapa teknik yang sederhana untuk menghasilkan bahan pestisida nabati yaitu: 1) penggerusan, penumbukan, pembakaran atau pengepresan untuk menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta, 2) perendaman untuk produk ekstrak, 3) ekstraksi penggunaan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus untuk menghasilkan produk berupa ekstrak yang dikerjakan dengan tenaga terampil dan dengan peralatan yang khusus.
Untuk memperoleh bahan yang diharapkan memiliki aktifitas biologi dikenal dua cara koleksi yaitu koleksi bahan baku segar dan koleksi kering. Bahan baku segar akan lebih baik bila langsung diekstraksi dengan menggunakan pelarut tertentu beberapa kali seperti aseton atau alcohol. Proses ekstraksi bahan merupakan proses awal memperoleh bahan sebagai pestisida nabati.
Dalam keadaan yang tidak memungkinkan memperoleh bahan baku segar, dapat dilakukan pengeringan bahan yang dilakukan secara hati-hati menggunakan mesin pengering beku (freeze dryer) atau bahan dikeringudarakan di tempat teduh dan berangin (dalam ruangan pada suhu ruang), agar tidak terjadi kerusakan atau perubahan pada komponen kimia yang dikandung bahan tersebut. Namun untuk penggunaan yang sederhana dan mudah dilakukan oleh petani, dapat dilakukan ekstraksi sederhana baik untuk bahan segar maupun bahan kering melalui tahapan seperti yang dijelaskan dibawah.

Ekstraksi bahan segar

• Bagian tumbuhan segar (daun dsb) dibersihkan dari kotoran yang melekat, dicuci, kemudian ditumbuk dan dicampur dengan air dengan konsentrasi 25 – 100 g/l air.

BENGKUANG
(Pachyrrhyzus erosus Urban)

Bengkuang dapat tumbuh pada dataran rendah sampai dataran tinggi (1-1000 m dpl). Bengkuang merupakan tumbuhan semak semusim yang tumbuh membelit. Batang bulat, berambut dan berwarna hijau.
Daun tunggal, bulat, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, tulang daun menyirip, permukaan berbulu, panjang 7-10 cm, lebar 5-9 cm, berwarna hijau.
Bunga majemuk, bentuk tandan, letak di ketiak daun, tiap tangkai terdiri atas 2-4 kuntum, berwarna ungu kebiruan. Buah polong berbentuk pipih dan berwarna hijau. Biji keras, bentuk ginjal, berwarna kuning kotor.
Akar tunggang berumbi. Perbanyakan tanaman dengan biji.
Bagian tanaman yang digunakan: biji, mengandung rotenon yang merupakan racun penghambat operasional sel.

OPT sasaran:
Hortikultura:
Croccidolomia binotalis, Aphis fabae, A.craccivora, Bombix mori, Dysdercus megalopygus, Epilachna varivestis, Myzus persicae, Nezara viridula, Plutella xylostella dan Spodoptera litura.

Tanaman pangan:
Serbuk atau tepung biji bengkuang dapat digunakan untuk melindungi benih tanaman dari serangan hama gudang. Serangga yang teracuni mati kelaparan yang disebabkan oleh kelumpuhan alat-alat mulut.

Cara aplikasi
Biji dan daun dicuci, ditumbuk, ekstraknya diencerkan dengan aquades. Alkohol dan petroleum eter dapat digunakan sebagai pelarut. Aplikasi dilakukan dengan penghembusan atau penyemprotan ke bagian tanaman.
Ekstrak biji bengkuang bersifat toksik terhadap larva ulat krop dengan LC50 : 11,48 %. Tingkat kematian terendah 13 % pada 4 hari setelah perlakuan dengan konsentrasi 12,5 % (125 gram per liter air) (Soekarto, et al, 1999).

Dari berbagai sumber.
.
Perusahaan di mana pun juga tumbuh dan berkembang bersama masyarakat dan warga sekitar. Ironis menyaksikan sebuah perusahaan berkembang pesat sementara taraf hidup masyarakat di sekitarnya begitu rendah dan memprihatinkan.

Sudah sewajarnya apabila perusahaan ikut ambil bagian untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat. Mengikuti jalan pikiran tersbut, dewasa ini banyak perusahaan yang memasukkan upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari program tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Salah satu contoh upaya di bidang ini adalah keberhasilan panen padi dengan metode system of rice intensification (SRI) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang didukung oleh PT. HM Sampoerna Tbk.
Sampoena melalui Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK Sampoerna).

Lumbung Padi

Keberhasilan inisiatif CSR di Karawang memiliki arti penting. Sejak lama, kabupaten Karawang dikenal sebagai “lumbung padi” Jawa Barat karena merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di provinsi tersebut. Akan tetapi, julukan tersebut terancam sirna karena produksi padi Karawang terus menurun.
Data Dinas Pertanian Karawang menyebutkan, selama kurun waktu 18 tahun, yaitu antara tahun 1989 dan 2007, alih fungsi lahan teknis menjadi lahan pemukiman dan industri mencapai 2.578 hektar atau 135,6 hektare per tahun. Selain itu, faktor debit air irigasi yang semakin menurun, ketergantungan kepada sarana produksi pertanian non-organik yang semakin meningkat, dan tingkat kesuburan lahan yang semakin menurun secara keseluruhan berdampak terhadap penurunan produktifitas hasil panen. Berbagai kendala tersebut menjadi awan gelap yang membayangi nasib petani Karawang.
Yang lebih memprihatinkan, banyak generasi muda mulai meninggalkan bidang pertanian karena dianggap kurang menjanjikan. Mereka lebih memilih bekerja di sektor industri.
Menanggapi kondisi tersebut, Sampoerna tergerak melakukan inisiatif yang dapat mengembalikan potensi utama kawasan, yakni sebagai lumbung padi. “Sebagai salah satu warga usaha dan bagian dari masyarakat di Karawang, sudah sepatutnya kami tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi oleh warga sekitar tempat operasional kami berada. Menjaga kelestarian Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi di Jawa Barat serta mendorong pencapaian ketahanan pangan adalah salah satu prioritas program Corporate Social Responsibility kami untuk wilayah ini” jelas Niken Rachmad, Director Communications PT HM Sampoerna Tb.

SRI

Upaya yang dilakukan adalah menerapkan metode yang tepat untuk mendorong produksi padi. Yang dipilh adalah metode SRI, yang merupakan teknik budidaya tanaman padi yang mampu meningkatkan produktivitas tanaman melalui perbaikan pola pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara.
Metode yang dikenal ramah lingkungan ini ditemukan pada 1983 di kepulauan Madagaskar dan telah berhasil dikembangkan di sejumlah negara. Di Indonesia SRI telah dikembangkan di 14 provinsi dengan hasil yang menggembirakan. Untuk provinsi Jawa Timur sejak tahun 2007 pengembangan SRI telah dilakukan oleh PPK Samporna meliputi di Madiun, Ngawi, Jombang, Malang, Mojokerto, Pasuruhan, Jember, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Bangkalan, dan Sampang.
Dengan tujuan memperluas cakupan area penerapan padi SRI dan juga sebagai bentuk komitmen Sampoerna dalam program ketahanan pangan, bekerjasama dengan Tim Pengembang Padi SRI dari Merdeka Indonesia Sempurna dan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang melalui petugas penyuluh lapang (PPL) setempat di lahan percontohan Kabupaten Karawang di Desa Puseur Jaya seluas 1,3 hektar dan Desa Sukaluyu seluas 2 hektar dengan melibatkan lima petani binaan, budidaya padi metode SRI, Pengendalian Hama terpadu, Pembelajaran Ekologi Tanah (PET), teknis pembuatan kompos, MOL (Mikro Organisme Lokal) dan Pestisida Organik serta penanganan pasca panen.
Sekolah lapang ini bertujuan selain untuk memberikan pengetahuan tambahan kepada para petani, juga untuk memonitor dan melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh petani dan petugas SRI. Sampai saat ini terdapat 40 orang kader petani dari hasil Training of Tarainer.
Dalam rangka panen perdana SRI, pada 25 Mei 2010 lalu di lahan pertanian Desa Sukaluyu dilangsungkan kegiatan anen Perdana SRI Musim Tanam I periode Januari-April 2010 yang dihadiri oleh H. Nachrowi M. Noor Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, DR. Ir. Agus Sofyan Direktur Perluasan Areal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Prof. DR. Ir. Iswandi Anas MSc. Ketua INA SRI (Indonesia System of Rice Intensification), Lembaga Swadaya Masyarakat terkait, kelompok tani dari wilayah Kabupaten Karawang, sekaligus juga tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen PT. HM Sampoerna Tbk.
Pada musim tanam pertama tersebut lahan pertanian yang menerapkan metode SRI di Desa Puseur Jaya, hasil panennya meningkat 35,9 persen mencapai 9,48 ton per hektare, lebih baik dibandingkan hasil panen padi non SRI yang rata-rata hanya mencapai 6,24 ton per hektare. Setelah hasil panen musim pertama yang terbukti baik tersebut, maka pada musim tanam kedua diperluas area tanamnya menjadi 13,3 hektare dengan melibatkan 21 petani binaan.
Niken achmad, Director Communications PT. HM Sampoerna Tbk, menambahkan, “Dengan keunggulan-keunggulan budidaya padi metode SRI, maka kami memiliki keyakinan bahwa metode SRI ini berpotensi menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan swasembada beras, mencapai ketahanan pangan dan membentuk petani yang mandiri serta bijak dalam pengelolaan lahan yang lebih ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mensosialisasikan metode SRI, dimana saat ini areal metode SRI binaan kami sudah mencapai 502,74 hektare dengan melibatkan 1.145 petani binaan.”
Pengembangan budidaya padi metode SRI dinilai dapat menjawab tantangan yang dihadapi oleh para petani melalui teknis budidaya perakaran yang hemat air, hemat biaya produksi, peningkatan hasil panen, dapat meningkatkan kemandirian petani serta pertanian yang ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal. Metode ini juga patut dicontoh dan disebarluaskan sehingga menjadi solusi bagi kawasan-kawasan lain yang memiliki masalah serupa.
Sumber:
(Advertorial Kompas, Senin 14 Juni 2010).
.
Oleh-oleh dari HPS XXX 2010
11.26 | Author: Urip SR
Kita menyadari bahwa sebagian dari masyarakat Indonesia belum lepas dari kasus-kasus rawan pangan dan kemiskinan. Masih terdapat masalah kurang gizi dan gizi buruk yang menimpa bayi, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Inilah tantangan besar bagi kita ke depan. Pemerintah telah dan akan terus berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menangani hal tersebut melalui penyediaan anggaran yang cukup untuk menangani kasus tersebut, revitalisasi penyuluhan dan penguatan kelembagaan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat antara lain dalam bentuk Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), Lembaga yang Mandiri dan Mengakar pada Masyarakat (LM3), Program Aksi Desa Mandiri Pangan serta Program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk memantapkan ketahanan pangan adalah dengan mengurangi ketergantungan kita terhadap pangan pokok beras. Kita memiliki sumberdaya pangan local yang sangat beragam yang dapat dioptimalkan pemanfaatannya. Oleh karena itu, terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Pangan Lokal merupakan salah satu langkah penting bagi upaya ketahan pangan berkelanjutan dan pengembangan kualitas manusia Indonesia yang prima.
Kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih nyata untuk mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang sangat besar dalam menghasilkan pangan lokal yang beraneka ragam di setiap wilayah.
Penganekaragaman konsumsi pangan akan memberikan dorongan dan intensif kepada penyediaan produk pangan yang lebih beragam dan aman untuk dikonsumsi termasuk produk pangan yang berbasis sumberdaya lokal. Dengan kebijakan terpadu dan diikuti dengan kerja keras kita semua, maka masalah kerawanan pangan, gizi buruk, dan kemiskinan akan terkikis dari bumi Indonesia. Kita akan memiliki sistem ketahanan pangan dan gizi yang handal, dan diharapkan dapat menjadi model global dalam melaksanakan salah satu sasaran Milenium Development Goals (MDGs), yaitu untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan kelaparan. Dalam kerangka kerjasama Internasional dalam penanganan masalah pangan ini, Pemerintah Indonesia telah berperan aktif dalam forum-forum regional dan global. Indonesia juga telah menandatangani “Letter of Intent” dengan FAO untuk berbagi pengalaman membantu pembangunan ketahanan pangan dengan Negara-Negara berkembang dalam kerangka kerjasama Selatan-Selatan. Sebagai implementasinya, Indonesia telah memberikan bantuan teknis di bidang pertanian dan pangan kepada Negara-Negara Myanmar, Timor Leste, Samoa, Tonga, Laos, amboja, Papua New Guenea, Vanuatu, dan Madagaskar. Dalam kaitannya dengan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, Indonesia dalam forum-forum internasional selalu mengingatkan akan pentingnya penerapan konsep pembangunan “The Second Green Revolution”. Pada dasarnya konsep ini adalah konsep pembangunan pertanian dan pangan yang mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pangan dengan menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan dengan mengoptimalkan pemanfaatan inovasi teknologi di bidang: 1) optimalisasi pemanfaatan lahan dan air, 2) pengembangan teknologi perbenihan/pembibitan, 3) penerapan usaha tani terpadu, dan 4) pengembangan kelembagaan usaha tani pedesaan.
(Tim Liputan BP)!***
Sumber: Panduan Acara HPS XXX 2010
.
Memanfaatkan Mycoriza
11.20 | Author: Urip SR
Mycoriza merupakan bentuk hubungan unik antara jamur mycoriza dengan akar tanaman. Sifat hubungan tersebut adalah mutualisme, dimana baik akar maupun jamu diuntungkan. Jamur menyerap nutrisi dari tanah dengan miselianya, sedangkan tanaman membagi fotosintat dengan jamur.

Manfaat Pupuk Hayati Mycoriza

• Dapat meningkatkan penyerapan unsur hara fosfor (P), nitrogen (N), Kalium (K), serta beberapa hara mikro seperti karbon ©, oksigen (O) dan sebagainya.
• Mengefisienkan penggunaan air.
• Meningkatkan pertumbuhan tanaman.
• Memperbaiki struktur tanah.
• Menahan serangan beberapa patogen (penyakit tular tanah) yang menyerang perakaran.

Aplikasi Mycoriza pada Kentang:

Pengaruh pemberian Mycoriza 5 gram/tanaman pada umur 2 minggu setelah tanam.
• Hifa menginfeksi sel korteks akar inang, secara eksternal dapat meningkatkan volume akar dan memperluas bidang serapan hara oleh akar.
• Membantu meningkatkan serapan P mencapai 18% (Gusli, 2002, Bolan, 1991), juga N,P,K,Cu, Zn, Cl, Fe, Mo, S dan B (Burbey, 1989).
• Berpengaruh terhadap penurunan kandungan logam berat Pb, Cu, Zn dari limbah minyak bumi.
• Memberikan perlindungan efektif dalam menekan infeksi patogens akar (Jalali, 1993).
• Pemeberian Mycoriza 5 gram + pupuk organik 300 gram per tanaman meningkatkan produksi sampai 49,5 ton/ha (Syam’un, 2006).

Perbanyakan inokulum:

• Inokulum dapat diperbanyak dengan media berupa campuran pasir dengan kompos yang telah disterilkan.
• Masukkan media ke dalam polybag atau bak kayu berukuran 220x80x20 cm2 sebanyak 2/3 volumenya. Tanami dengan benih jagung pada jarak tanam 20x20 cm.
• Inokulasikan mycoriza 2 minggu setelah tanam (MST) dengan dosis 100 gr/polybag dengan mencampurkannya pada air penyiraman.
• Lakukan topping, yakni pemotongan pucuk pada saat tanaman memasuki masa pembungaan. Kondisi tanaman yang kurang baik akibat topping akan mempercepat perkembangan miselia dan pembentukan spora tahan mycoriza.
• Panen dapat dilakukan setelah 3 bulan. Potong akar hingga halus dan campurkan dengan semua media tanam yang ada.
• Kering-anginkan pada suhu ruangan selama 3 hari untuk meminimalkan kadar air.
• Untuk memperkaya fungsi pupuk hayati, dapat ditambahkan jamur antagonis Trichoderma sp.
• Bungkus pupuk di dalam plastik dan simpan pada ruangan yang kering dan bersih dengan suhu kamar.

Referensi:

Brosur/leaflet Pemanfaatan pupuk hayati mikoriza. BBP2TP Surabaya.
 Pengembangan Pengendalian NSK Skala Luas di Dieng Jawa Tengah. BBPOPT Jatisari Karawang.
Berkunjung Ke Pustaka Bogor
11.05 | Author: Urip SR
PUSTAKA merupakan perpustakaan bidang biologi dan pertanian tertua di Indonesia yang didirikan pada bulan Mei 1842. Dunia mengenalnya dengan nama Bibliotheca Bogoriensis.
PUSTAKA sebagai unit pendukung kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian Kementerian Pertanian mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan perpustakaan dan penyebaran informasi iptek pertanian. Dalam mengemban tugas tersebut, PUSTAKA selalu berupaya beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat melayani pengguna dengan prima.
Mengingat pengalaman Pustaka dalam hal Pengembangan perpustakaan maka perjalanan ke instansi tersebut diharapkan dapat membawa hasil dalam pembenahan perpustakaan di BBPOPT Jatisari yang kondisinya sungguh sangat memprihatinkan.
Sebuah perpustakaan yang kondisinya sedang mati suri karena ketiadaan penanganan yang profesional, sementara keberadaan perpustakaan masih dianggap sebagai pelengkap semata.
Dalam kunjungan dinas ke Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) di Jl. Ir. H. Juanda No. 20 Bogor, pada tanggal 23 Nopember 2010, ada beberapa pelajaran mendasar yang bisa dipetik dari diskusi dengan Kepala Bidang Perpustakaan ( Bp. Maksum), hasil diskusi tersebut antara lain:

1. Mengenal bahan pustaka dan cara mengelolanya.
2. Petunjuk teknis registrasi bahan pustaka ke dalam buku induk.
3. Petunjuk teknis tata cara penerimaan majalah.
4. Petunjuk pengelolaan pangkalan data dan pencetakan katalog menggunakan komputer.
5. Petunjuk pencetakan kartu katalog dengan program WP atau MS Word.
6. Pemanfaatan nomor panggil dalam kegiatan perpustakaan.
7. Petunjuk pembentukan nomor panggil buku dan label buku.
8. Petunjuk pencetakan label buku menggunakan komputer.
9. Petunjuk teknis penyusunan bahan pustaka di rak perpustakaan.
10. Petunjuk ringkas cara pengindekan majalah dan monograf analitik.
11. Pedoman penyusunan paket informasi Spesifik lokasi.
12. Petunjuk penggunaan kartu buku sebagai kartu kendali pada jasa sirkulasi bahan pustaka.
13. Layanan referensi.
14. Jasa penelusuran informasi.
15. Pemanfaatan jasa kesiagaan informasi.
16. Penelusuran informasi pertanian melalui CD-ROM CAB Abstract, AGRIS, AGRICOLA, TROPAG & RURAL.
17. Petunjuk pengelolaan mikrofis.
18. Petunjuk penyiapan penjilidan majalah.
19. Petunjuk penggunaan Agrovoc untuk menentukan kata kunci.
20. Petunjuk teknis penggunaan bahan klasifikasi UDC.
21. Penyiangan koleksi perpustakaan.
22. Sistem pelayanan perpustakaan.
23. Petunjuk penyusunan bibliografi.

Semoga jalan-jalan kali ini bermanfaat buat yang lain. Mari kita tanamkan gemar membaca pada anak-anak kita. membaca membuka cakrawala dunia.
.
Gurihnya Ikan Kali (sungai)....
10.28 | Author: Urip SR
Menu khas pedesaan ini telah menghiasi daftar menu di restoran sederhana dipinggir jalan Raya Semampir Banjarnegara, sangat spesial karena jarang sekali menjumpai menu seperti ini, ikan wader ukuran kecil sepintas mirip ikan teri digoreng garing dihidangkan bersama urap (kluban).
Menu lainnya yang tak kalah lezat diantaranya Ayam bakar, Gurame goreng, Nila goreng, Nila bakar, dan yang terakhir inilah yg paling unik ikan kali goreng garing. Ikan kali dari jenis wader tersedia berbagai ukuran, dari yang sebesar kelingking sampai ukuran telapak tangan dewasa.
Rumah Makan "Sari Rahayu" yang terletak di Jl. Raya Semampir Banjarnegara sengaja menjajakan menu ini sebagai daya tarik tersendiri. Langkanya komoditas ikan wader di pasar-pasar tradisional membuat banyak orang tertarik ingin mencicipi gurihnya daging wader.


Ikan wader tergolong jenis ikan yang hidup di sungai. Di RM Sari Rahayu ikan wader disulap menjadi menu andalan yang paling digemari. Ikan digoreng disajikan bersama urap (kluban) atau lalapan. Sayuran yang dipakai biasanya adalah kubis dan sedikit kemangi serta beberapa potong irisan mentimun yang disajikan di atas cobek (layah). Satu lagi yang tak mungkin ditinggalkan adalah sambal terasi.

Untuk sambalnya, Anda pun bisa memesan sesuai selera. Bisa yang mentah atau jenis sambal matang. Mau yang pedas, sedang atau bahkan sangat pedas sekalipun, pramusaji di restoran ini akan memenuhi. Dengan sepiring nasi putih dan menu ikan wader goreng menjadi terasa lebih komplit. Hmm, melihatnya saja, sudah mampu menggugah selera makan ini. Menu ikan segar ini pas sekali disantap pada waktu makan siang. Apalagi pas lagi lapar seusai beraktifitas, hmmm bener-bener mak..nyuuus.!!!

Ikan wader di alam liar memakan semua makanan yang ada di alam alias omnivora. Ia makan berbagai jenis makanan seperti telur ikan lain, lumut dan berbagai jenis serangga air. Ikan ini termasuk ikan yang rakus bahkan bersifat karnivora karena ia juga makan telur ikan wader lainnya yang ada di perairan.

Nah, siapa mau mencicipi? Yuuuk ah...!???

.

Setelah sekian minggu tak beraktifitas akhirnya keluar kandang juga memulai perjalanan surveilance OPT Padi MH. 2010/2011, ini merupakan perjalanan pertama setelah dihajar penyakit Thypus. Itung-itung uji coba, ternyata masih layak jalan juga...he2 (maklum usia semakin menua).
Rasa kangen terhadap panorama pedesaan, bau lumpur, cengkerama pak tani yang bersahaja dan hamparan hijau persawahan membuat semangat menggebu-gebu untuk beraktifitas lagi, melanglang buana, menyusuri dari desa ke desa di wilayah Kab Banyumas dan Banjarnegara.
Des..mengobati rasa rindu yang mulai menebal sama blogspot yang lama tidak pernah ditengok.
Semoga postingan di bulan Nopember ini mengawali langkah untuk kembali semangat mengobarkan "Jurnalisme Warga" dan mengasah intuisi.
Judul postingan terasa wagu, terkadang begitu sulitnya mencari judul yang enak didengar, tak apalah yang penting berjalan dulu sambil menunggu wangsit dari sang angin.
Data lapang sudah didapatkan selama seharian penuh "ngubek-ngubek" Kab. Banyumas, hal ini karena kekompakan teman2 POPT yang saling membantu, kebetulan salah satu POPT adalah teman alumni Ciawi 2004 (Baca: Latihan Fungsional angkatan th. 2004).
Sehingga ada rasa setia kawan, plus penyambutan yang ramah bahkan rela begadang di Hotel karena harus berbagi cerita setelah 6 th jarang berjumpa. Curhat nih ye....!!!

Kab. Banyumas

Hari pertama harus mengubek-ubek wilayah Banyumas, kota yang terletak disebelah barat daya dan merupakan bagian dari propinsi Jateng ini terletak diantara garis bujur timur 108' 39' 17'' sampai 109' 27' 15'' diantara garis lintang selatan 7' 15' 05'' sampai 7' 37' 10'' yang berarti berada di belahan selatan garis khatilistiwa. Kabupaten Banyumas berbatasan dengan kabupaten Tegal dan Pemalang di bagian utara, kabupaten Cilacap di bagian selatan, sebelah barat berbatasan dengan kab. Cilacap dan kab. Brebes, dan sebelah timur berbatasan dengan Kab. Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara.
Surveilance di wilayah Banyumas serasa pulang kampung (kebetulan berbatasan dengan Pemalang), yang menyenangkan adalah karena panorama alamnya antara daratan dan pegunungan serta lembah sungai Serayu yang mengalir cukup deras. Bumi dan kekayaan yang masih potensial karena terdapat Pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak 3400 m dpl.

Kab. Banjarnegara

Hari kedua dan ketiga harus menyelesaikan pengamatan di wilayah Kab. Banjarnegara, yang mempunyai luas wilayah 1.064,52 km persegi, terbagi menjadi 20 kecamatan, 12 kelurahan dan 253 desa. Dari luas wilyah tersebut pola penggunaan tanahnya dibedakan sebagai berikut tanah sawah seluas 19.389,69 hektar (18,17%) yang berpengairan teknis seluas 6.745,58 hektar (6.32%), berpengairan setengah teknis seluas 969,02 hektar (0.70%), berpengairan sederhana seluas 5.647,82 hektar (5.29%) dan tadah hujan seluas 6.027,48 hektar (5.65%).

Pengamatan OPT di wilayah kedua kabupaten ini dilakukan dengan 2 cara, yaitu pengamatan tetap dan pengamatan keliling. Secara rinci pelaksanaan pengamatan tetap dan keliling sebagai berikut:
Pengamatan tetap : masing-masing diambil 2 hamparan contoh per hamparan diamati 30 rumpun contoh tanaman padi). Dilakukan secara berkala pada lokasi/tempat/petak yang mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan yang bertujuan untuk mengetahui perubahan kepadatan populasi OPT dan musuh alami serta intensitas serangan. Petak contoh ditentukan secara purposive sampling, sehingga mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan dalam hal waktu tanam, teknik bercocok tanam dan varietas padi yang ditanam.
Selanjutnya pengamatan keliling/patroli bertujuan untuk mengetahui tanaman terserang, terancam, dan luas pengendalian, serta dilaksanakan dengan cara menjelajahi wilayah pengamatan.

Nah, inilah surveilance pertama sejak istirahat selama hampir 3 minggu (karena sakit) ternyata masih layak jalan (he2..kayak kendaraan saja)...tadinya banyak kawan2 yang menyangsikan apakah masih kuat melakukan surveilance dua kabupaten. Rindu terhadap panorama alam yang indah, sawah yang menghijau menghampar luas bak permadani bergelar, atau hamparan sawah yang menguning dan sapaan ramah bapak/ibu tani serta bau lumpur sawah...ternyata mampu membangkitkan semangat untuk tetap tegar melanglang buana dari desa ke desa.
Sampai jumpa..!!!

Ucapan terima kasih kepada:
Ir, Tri Gunawan (Pimlab Wilayah Banyumas)
Amin Sugiharto, Turyadi, Bambang Haryanto (Staf Lab)
serta Sangadi, Nardi, Pramono (POPT Banyumas)
Yogojati Prasetyo, Daryono, Ahmad Waluyo, Budi Waluyo (POPT Banjarnegara)
.
Malam itu seperti malam-malam lainnya, selepas ba'da Isya rutinitas kelurga ini menikmati sajian televisi, pk. 21.00 WIB, ia ditemani sikecil cucunya dari putri semata wayangnya pun bobo, namun malam itu agak senyap sekali, biasanya masih ada lalu lalang orang.
Iapun bergegas menuju kamarnya untuk melepas malam ditemani sang cucu, maklum sudah lama ia di tinggal sang suami menemui sang Khaliknya.
Uniyati (50) adalah seorang warga yang rumahnya tertimpa gerbong naas KA Senja Utama. Rumahnya bersebelahan dengan rel kereta api hanya berjarak kurang lebih 2,5 meter. Sedang tempat kejadian tabrakan 100 meter dari stasiun kereta api.
Di sepertiga malam manakala tidur pulas menghantarkan warga di sekitar pemukiman langit masih tampak gelap lampu penerangan hanya ada satu yang menyala di depan stasiun, seharusnya sampai radius 100 meter dari stasiun lampu neon menyala, praktis di belakang rumah yang membentang rel nampap gulita. Kala itu, sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, datanglah KA Senja Utama dari arah Jakarta menuju Semarang. Lokomotif yang menggandeng sembilan gerbong itu berhenti sejenak di trek (jalur) tiga stasiun Petarukan. KA Senja Utama berhenti, lantaran melihat ada signal stop yang dikendalikan operator stasiun.
Seiring suara angin malam sayup-sayup, 15 menit kemudian datanglah KA Argo Bromo Anggrek dari arah barat (Jakarta) menuju Surabaya dengan kecepatan tinggi. KA yang dimasinisi Mohamad Kholik ini semestinya berhenti dulu karena signal yang berada di sebelah barat stasiun masih berwarna merah. Namun karena diduga masinis mengantuk, ia pun tak mengindahkan signal tersebut dan menelusup ke jalur tiga. Dimana waktu itu, KA Senja Utama tengah berhenti di jalur tersebut. Duk...duk...duk.jegerrrrr.....suara dentuman keras memecah keheningan malam yang gulita. Tepat dibelakang rumahnya seonggok gerbong berdarah menyenggol atap rumahnya. Genteng rumah rontok satu persatu, dinding rumahpun jebol.
Suara yang memekakkan telinga dan porak porandanya rumah menjadikan ibu setengah baya itu pun minta tolong.
Penumpang yang berada di gerbong belakang atau gerbong kesembilan itu berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Namun apa daya, puluhan kaki serta tubuh beberapa penumpang yang tengah tertidur lelap itu, tak bisa berkutik. Tubuh mereka terhimpit di sela-sela gerbong. Sambil teriak minta tolong, tangannya melambai-lambai ke atas. Selain itu, adapula penumpang yang masih tertidur dengan nyenyaknya hingga tak merasakan tubuhnya sudah termutilasi oleh tajamnya plat baja. Begitulah ibu Uniyati (50) mengisahkan kronologis kejadian yang sangat memilukan hati.
"Saya sebenarnya masih trauma dengan kejadian itu," katanya lirih
"Saya baru tahu rumah porak poranda setelah pagi," katanya lagi.
Dua hari pasca kejadian ia di wawancarai oleh TV Swasta yang menayangkan kerusakan rumah dan harapan-harapan Ibu satu anak ini agar rumahnya segera diperbaiki.
Alhasil pihak PT. KAI pun tanggap, rumah yang porak-poranda itu mulai dibangun secara gotong royong bersama warga. Menurut Ibu Uniyati pihak PT.KAI menyediakan semua material dan biaya ongkos tukang bangunan.
"Alhamdulilah, seperti yang Mas lihat sekarang sedang dibangun, saya berharap cepat selesai agar bisa digunakan lagi." kata sang Ibu sambil mengenalkan suaminya yang baru saja menikahinya. Selamat ya Bu, semoga rumahnya cepat selesai dan perjalanan biduk rumah tangga ibu kembali bahagia dalam mengarungi bahtera kasih.
Malam ini keceriaan mewarnai rumah tangga Ibu Uniyati setelah seminggu melewati masa-masa yang memilukan. (USR)***
.
Bertempat di lapangan Stasiun Kereta Api Petarukan (Jum’at, 8/10/2010) PT. Kereta Api Indonesia DAOPS IV Semarang menyelenggarakan Istighosah doa bersama 7 hari pasca musibah tabrakan maut KA Senja Utama Vs Argo Bromo Anggrek yang menewaskan 34 orang minggu lalu (01/10/2010).
Menurut salah seorang sumber, kegiatan ini dimaksudkan untuk memohon keselamatan dan mendoakan bagi korban yang tewas dalam tragedi maut tersebut.
Rangkaian prosesi istighosah terbagi menjadi dua sesi acara, yang pertama acara doa bersama lingkup jajaran DAOPS IV Semarang yang dimulai sehabis sholat Jum’at, kemudian pada pk. 17.00 WIB dilanjutkan doa bersama warga masyarakat dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur muspika serta muspida kabupaten Pemalang yang berakhir dengan sholat Maghrib bersama.
Sejak pk.14.00 WIB masyarakat berdatangan menuju lokasi karena terdengar kabar komedian Tukul Arwana akan menghadiri acara tersebut, hal ini dikaitkan dengan salah seorang keponakan Tukul yang menjadi korban dalam peristiwa maut itu. Entah siapa yang pertama kali menghembuskan berita tersebut sehingga menjadi bahan obrolan yang meluas di masyarakat. Duka yang mendalam para keluarga korban yang meninggal maupun yang luka berat menoreh cerita yang menyayat hati dan merupakan lembaran hitam moda transportasi darat terutama bagi jajaran perkereta-apian Indonesia.
Menurut panitia dari PT. KAI acara ini sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa empati yang mendalam bagi keluarga yang terkena musibah dan berharap semoga arwah yang meninggal dunia mendapat tempat yang layak, diampuni segala dosanya sesuai amal ibadah semasa di dunia dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah menerima cobaan ini.
Menurut warga istighosah kali ini yang terbesar mungkin karena menelan jumlah korban banyak dan menjadi berita nasional sehingga PT KAI menggelar acara ini, karena sebelumnya juga pernah terjadi kurang lebih 6 bulan yang lalu saat terjadi kecelakaan warga kauman Petarukan tewas saat melintas rel kereta api. Atas inisiatif keluarga korban dan warga sekitar digelar acar istighosah di stasiun , ternyata acara serupa berulang lagi.
Bahkan sebagian warga pun menuturkan bahwa sebelum kejadian banyak peristiwa aneh seperti mimpi melihat mayat berserakan, anehnya mimpi seperti itu terjadi pada banyak warga disekitar pemukiman dekat stasiun.
“Setiap warga mimpinya hampir sama semua, yakni melihat banyak mayat berjejer dan orang-orang yang sedang berjualan bunga di pelataran stasiun ini,” kata Windol berkisah.
Lanjut Windol (44) berkisah sebelumnya tidak pernah terjadi mimpi massal seperti itu. Baru kali ini mengalami hal aneh yang dirasakan oleh banyak warga. Bahkan tadinya, warga menganggap mimpi itu hanya sebagai kembang tidur saja. Namun setelah melihat kejadian tragis ini, sejenak berfikir, mungkin warga sudah diingatkan lebih dulu.
“Memang mimpi ini tampak aneh, dan sulit dipercaya. Mungkin sebagai pengingat saja, supaya warga sekitar lebih berhati-hati,” paparnya.
Windol (44) bapak 6 putra yang tinggal dibelakang stasiun kereta api merasakan
ikut sedih dengan malapetaka ini. Ia pun mengucapkan turut bela sungkawa kepada keluarga korban. Meski tidak bertemu langsung dengan keluarga korban, minimal dalam hatinya selalu mendoakan arwah penumpang tersebut. Apakah ini firasat atau factor kebetulan belaka, yang jelas kecelakaan maut KA Senja Utama Vs Argo Bromo Anggrek itu benar-benar telah terjadi melengkapi daftar panjang kecelakaan kereta api di Indonesia.(USR)***
.
Sajak Duka Musibah Kereta...
00.00 | Author: Urip SR
hanya ada tangis//hanya ada duka lara//benturan dahsyat itu//merenggut jiwa insan tak berdosa//saudara saudaraku...
hanya ada pilu//hanya ada air mata//tanpa daya.
..di sela besi//dihimpit baja
(sajak duka musibah kereta : dini hari 2/10/2010)

Begitu terhenyak manakala mendengar musibah ini melalui TV swasta yang selalu terdepan mengabarkan, yah..aku terhenyak antara percaya dan tidak...betapa seringnya moda transportasi kereta api di negeri ini bertabrakan. Tabrakan maut KA Argo Anggrek Vs
Senja Utama mengawali di bulan Oktober 2010 di desa Petarukan, Kec Petarukan, Kab. Pemalang, Jawa Tengah. Jumlah tewas sampai Sabtu petang tercatat 36 orang.
Sedih, haru menjadi satu...duh gusti kenapa selalu musibah yang engkau timpakan pada negeri ini. Tentu ada yang salah sehingga di negeri ini selalu dan selalu di timpa bencana, belum lama Gunung Sinabung meletus, amuk massa dimana-mana, kekerasan merebak, tawur antar warga, kembali laka KA menambah daftar panjang kecelakaan KA di negeri ini.

Kereta itu membunuh saudara saudaraku//besi dan baja itu menghantam meremukkan//tubuh orang orang tercinta//di pagi buta.....

Ikut berbela sungkawa yang dalam kepada korban kecelakaan KA di Petarukan, smg keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan dan yg meninggal diberi tempat yg layak disisiNYA. Amin...

Pro: Pakde Ruslan Nolowijoyo (Wartawan Pantura News Pemalang) yang mengijinkan sajak-sajaknya di pakai untuk melengkapi tulisan ini. (Urip SR)***
.
Harmoni Idul Fitri 1431 H
12.36 | Author: Urip SR
Pada hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H seluruh umat Islam merayakan hari lebaran Idul Fitri. Sejak memasuki saat berbuka (9/09/2010) sampai pagi buta (10/09/2010) suara takbir ditingkahi beduk bertalu-talu menggema mengumandangkan kebesaran asma Allah SWT.
Pagi hari berduyun-duyun umat Islam melangkahkan kaki menuju Masjid, Mushola, dan tanah lapang. Sholat Ied kali ini bersama warga Perumahan Pondok mekar Indah I dilaksanakan di Masjid Jami Babussalam di lingkungan kompleks perum.
Khutbah kali menyampaikan pesan agama agar dimengerti dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari agar mempengaruhi perilaku kearah yang lebih baik dan selalu positif thinking. Intisari dari isi khutbah tersebut adalah pentingnya silaturahim, rendah diri, pemaaf dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Dan yang terpenting adalah hakikat daripada Idul Fitri itu sendiri. Seperti yang diuraikan dalam isi khutbah tersebut, ungkapan itu dapat berarti "kembali berbuka" atau bisa juga "kembali kepada kesucian, kepada otentisitas kemanusiaan".
Yang berhasil penulis catat dan ingat adalah makna yang pertama dengan mudah dapat disaksikan puasa ramadan telah usai, maka makan dan minum pada siang hari sudah tidak haram lagi.
Adapun makna kedua merupakan perjuangan tanpa kenal lelah, sebuah pendakian, sebuah latihan kejiwaan yang memerlukan komitmen total.
Itulah sebabnya Al-Quran dalam surat Al-Baqarah ayat 183 tidak serta merta menjamin bahwa orang yang berpuasa pasti akan mencapai tujuannya.
Ungkapan la'allakum tattaqun (semoga kamu berhasil meraih posisi takwa).
Orang yang bertakwa pasti dicintai dan diperlukan masyarakat luas, muslim dan non muslim. Kehadirannya dirindukan karena membawa pesan kedamaian, persaudaraan dan berita gembira buat semua.
Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar....
Takbir, tahmid dan tahlil...mengangungkan Allah dan perasaan syukur di hari Idul Fitri merupakan ujung dari seluruh dimensi spiritual puasa ramadan.
Diakhir tulisan ini dari lubuk hati yang paling dalam, ijinkan untuk mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan bathin. Satu rangkaian kata maaf yang penulis sampaikan tidak cukup untuk menebus sekian banyak kesalahan. Dengan niat hati yang bersih akan kami rangkai menjadi kalimat yang bermakna dan tulus dari dalam diri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.(Urip SR)
Teman Bloggerku Telah Tiada...
01.09 | Author: Urip SR
Namanya KAMARIAH BT MD YUSOF atau lebih dikenal dengan nickname Hamiza, seorang bloggerwati asal Malaysia. Semasa hidup almarhumah tergolong rajin menulis di blogspot miliknya http://hamiza-nky.blogspot.com/
Inilah kalimat yang tertulis di Front Page blog miliknya:
Blog Ku Untuk Semua
ASSALAMUALAIKUM buat semua sahabat2 yg sudi mengunjungi blog ku utk semua.....diharap anda semua hapy n berpuas hati dgn semua isi kandungan blog ini...semoga boleh dijadikn panduan dn untuk mengisi masa lapang anda...InsyaAllah...
Begitulah ia menyapa sahabat2nya lewat postingan bergaya layaknya anak remaja, saya mengenal Hamiza hanya sepintas, itu terjadi manakala saya menulis artikel di http://www.karawanginfo.com pada rubrik wisata kuliner yang berjudul "Ikan Gabus Bumbu Pucung". Pada tulisan tersebut terdapat 7 orang pengunjung, salah satu pengunjung itu adalah Hamiza no urutan ke 3 yang diposting pada tanggal 27 Desember 2009 Pk. 09.37 WIB. Berikut ucapannya:
salam..

Di Malaysia belum pernah dgr ikan gabus..gimana sih rupa ikan gabus..pengen mkn gitu..hehehe

Saya memang tidak pernah menanggapi ucapan Hamiza tetapi langsung menuju blog-nya dan berkomentar banyak pada salah satu artikel yang ia tulis. Saya mengunjungi lagi blog miliknya setelah hampir 7 bulan, betapa kagetnya manakala membaca postingan yang mengharukan ini.

Al-Fatihah untuk Arwah Pemilik Blog Ini. Assalamu'alaikum..wr wb Kepada semua warga pengunjung blog Hamiza-NKY ini, Saya adalah wakil kepada KAMARIAH BT MD YUSOF (HAMIZA [Nama panggilan] ).. Dengan ini, saya harap kpd semua pengunjung dapatlah kiranya sedekahkan Al-fatihah utk beliau yang telah menghembuskan nafas terakhirnya pada jam 5.30a.m 7hb Februari 2010 yg lalu di h0spital Sg.Bul0h.. Pada 4.2.2010 (khamis) yg lalu, waktu petang, beliau mengadu sakit perut yg amat sgt. Pada mulanya kami menyangka beliau hanyalah sakit perut biasa sahaja. Kami mendapatkan rawatan drpd pembantu perubatan & seterusnya refer ke hospital sungai buluh kerana sakit yg tidak reda sehingga awal pagi jam 2. Setelah membuat pemeriksaan x-ray, doktor masih ragu sama ada beliau berkemungkinan menghidap sakit Gastrik atau Apandiks. Lebih kurang jam 5 pagi, beliau telah dihantar ke wad utk pemeriksaan lanjut. Tengahari 5.2.2010, hari jumaat, kami dimaklumkan beliau telah melalui rawatan ctscan dan doktor mengesahkan terdapat ketumbuhan kecil di bawah bahagian bawah hati dan di bahagian pembuluh darah utama yang menyalurkan darah ke buah pinggang pula telah koyak dan darah beku telah menghalang pengaliran darah ke buah pinggang yg secara langsung sebelah buah pinggangnya telah rosak. Itulah yg menyebabkan beliau sakit yg teramat sangat. Kami diberitahu beliau akan dipindahkan ke hospital Serdang pada malam itu utk membuat pembedahan kerana pakar saluran darah hanya terdapat di Serdang, HKL dan IJN. Walaubagaimanapun, pemindahan tidak dpt dilakukan kerana tekanan darah yg terlalu tinggi. Jadi, doktor terpaksa menunggu tekanan darah menurun hingga ke tahap seminimum yg boleh supaya tidak menghadapi risiko yg terlalu tinggi. Doktor telah menangguhkan pemindahan pd mlm itu ke pagi sabtu 6.2.2010.. Pada pagi sabtu 6.2.2010 pula, tekanan darah masih tidak turun ke tahap yg dikehendaki namun keadaan beliau tidak menampakkan sebarang tanda2 kritikal. Hanya di waktu tengahari pada waktu melawat, lebih kurang jam 1.30pm tiba2 semua yg melawat terkejut apabila beliau tiba2 kekejangan dan semua doktor yg berada disitu bergegas memberikan rawatan. Segala usaha telah dilakukan termasuk memasang mesin2 bantuan dan doktor telah melakukan ctscan sekali lagi di bahagian otak pula. Setelah itu, kami dimaklumkan oleh doktor bahawa terdapat pula saluran darah dibahagian tengah otak telah pecah. Dan menurut doktor berkemungkinan peluang beliau utk terus hidup, amat tipis. Sehinggalah kami diberitahu lebih kurang jam 5.30a.m, beliau telah pun pergi menghadap Ilahi.Ya Allah, ampunilah dia.amiin.
--------------------------------------------------------------
Saya berharap anda semua dapat memaafkan Arwah sekiranya beliau ada terlanjur kata dan sebagainya. Saya berharap anda semua dapat memanfaatkan artikel-artikel yang telah dipostkan oleh beliau sebelum ini. Semoga segala yang baik mudah-mudahan Allah memberikan ganjaran kepada Arwah. Harapan saya sebagai wakil beliau, sm0ge Arwah ditempatkan bersama dgn 0rg2 mukmin yang beriman. Aminn..
Setelah membaca postingan dari keluarga/wali Hamiza, saya hanya bisa mengucap Innalillahi Waiinalillahi Rojiun. Selamat jalan sahabatku, semoga Allah SWT memberi jalan yang terang dan damai di alam sana. Amin...
.
Berkelok-kelok jalan menuju kawasan dataran tinggi Dieng, dinginnya hawa Dieng Plateau serta hijaunya hamparan bertingkat lahan tanaman kentang menjadi saksi abadi kiprah yang dijalankan petani di wilayah ini. Dari sinilah, profil kelompok tani yang profesional bermula. Kelompok Tani "Perkasa" demikian nama kelompok usaha tani yang didirikan sejak tahun 2005 di desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.
Keberhasilan KT "Perkasa" sangat didukung oleh SDM yang terpelajar dan muda-muda, banyak petani yang berpredikat sarjana sehingga sangat mudah dalam "Tranfer Teknologi".
Namun semuanya itu tidak terlepas dari sosok "Sang Motivator" yang selalu memberikan spirit bagi KT Perkasa.

Siapakah Sang Motivator tersebut..???

Tidak bermaksud mengecilkan peran serta anggota yang lain. Ialah Bambang Riyadi (44) bapak 3 putra yang bertekad merubah paradigma yang melekat pada petani kita yang selama ini dicitrakan sebagai petani yang miskin, bodoh dan kotor. Maka ia bertekad untuk merubah image yang selama ini melekat. Petani harus kaya, pinter dan bersih. Jadi petani itu, baik petani tanaman pangan maupun hortikultura harus kaya, pinter dan bersih. Harapan itu tidak muluk-muluk karena sekarang, ia dan anggota KT Perkasa tengah bangkit merintis ke arah yang dicita-citakan itu.
Seperti yang diungkapkan kepada penulis, bahwa hal utama dalam melakukan agribisnis adalah "keberanian berbuat atau melakukan sesuatu". Demikian pula halnya Mas Bambang begitu sapaan akrab lelaki asal Dieng Kulon, tanpa berpikir terlalu rumit, berbagai pelatihan ia serap demi kemajuan KT Perkasa, tentu yang berhubungan dengan tanaman kentang.
Berbagai nama agens hayati ia paham dan dikuasai seperti Mycoriza, Verticillium, Trichoderma dan PGPR.
Jalan hidup dipilihnya sebagai petani kentang sejati, ia terjun langsung dalam kegiatan usaha tani kentang di kampung halamannya. Beberapa petani muda di kawasan dieng pun diajaknya bergabung dalam KT Perkasa. Kalimat Perkasa bukan tanpa makna tetapi mempunyai arti Pertanian Kami Selaras Alam hal ini sesuai dengan visi dan misi KT yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam pengendalian OPT lebih mengutamakan pengendalian dengan agens hayati sesuai prinsip pengendalian hama terpadu (PHT).
Menurut Bambang, suka tidak suka petani dieng sudah hidup berdampingan dengan hama cacing emas/Nematoda Sista Kuning (NSK) Globodera rostochiensis, sehingga kita harus berpikir cerdas bagaimana caranya agar bisa meminimalisir serangan cacing emas terhadap tanaman kentang. Ancaman serangan cacing emas sudah sangat serius apabila tidak ditangani dengan baik maka tidak mustahil produksi kentang di wilayah dieng akan selalu menurun setiap kali panen.
Saat ini produksi kentang di wilayah dieng rata-rata hanya 16 ton per hektar itupun sudah dilakukan dengan aplikasi pengendalian, kalau tidak dilakukan aplikasi hanya menghasilkan 5- 10 ton per hektar. Coba bandingkan dengan waktu dulu sebelum NSK masuk ke wilayah ini, petani dieng mampu menghasilkan kentang rata-rata 25-30 ton per hektar.
Betapa sangat serius ancaman hama NSK ini...!!!
Maka upaya antisipasi pengendalian NSK terus dilakukan dengan berbagai metode, seperti upaya mem-bera-kan lahan, rotasi tanaman, melakukan survey lebih detail untuk memastikan daerah sebar dan pemetaan NSK. Selain itu juga dilakukan pemberdayaan petani yang antara lain melalui penyuluhan, penyebaran informasi, kursus SLPHT, dan penelitian/kajian pengendalian NSK bekerjasama dengan perguruan tinggi maupun istansi pemerintah.
Diakhir obrolan, Bambang atas nama kelompok tani Perkasa berharap melalui kajian yang tengah dilakukan pihak perguruan tinggi maupun instansi pemerintah tidak hanya sesaat tetapi berkelanjutan sampai ditemukan teknologi pengendalian yang tepat untuk Cacing Emas atau NSK sehingga petani betul-betul terbantu dalam memecahkan masalah hama utama pada tanaman kentang ini.
Semoga.!!! (USR)***

Ucapan terima kasih kepada semua anggota Kelompok Tani Perkasa
Desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Banjarnegara.
Terutama Mas Bambang Riyadi dan Keluarga.
.
Makna Lebaran .......???
13.10 | Author: Urip SR
Lebaran dimata anak-anak adalah baju baru, makan ketupat/lontong, sayur opor, saweran dan piknik. Tentu sah-sah saja makna itu terlontar dari pola pikir bocah (baca: anak2) yang masih lugu. Tentu ada banyak makna yang dapat kita petik di hari kemenangan ini. Salah satu dari sekian makna itu adalah membangun tali silahturahim antar sesama dan semangat kesetia-kawanan sosial.
Kesetiakawanan sosial ini terwujud dari keikhlasan membayar zakat fitrah, memang hal ini diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu.
Lalu makna apalagi yang terkandung dalam semangat idul fitri?
Bagaimana menurut anda...???
.
Mengais Rezeki di PenghujungRamadhan
11.18 | Author: Urip SR
Cikampek (09/09/2019). Memasuki H-1 lalu lintas di fly over Cikampek nampak lengang, tidak seperti biasanya di ujung fly over ini menjadi terminal bayangan sehingga menjadi sumber kemacetan setiap saat. Namun sangat kontras dengan yang terjadi dibawah jembatan fly over terjadi kemacetan oleh kendaraan roda dua berbaur dengan angkot dan tukang becak.
Sementara beberapa pedagang dadakan bermunculan mengais rezeki dipenghujung ramadhan ini, seperti pedagang cangkang ketupat. Setelah warung dadakan bermunculan kini giliran pedagang cangkang ketupat mulai menjamur memenuhi sudut kota Cikampek.
Adalah Endang (50) warga desa Jomin Timur, kecamatan Kotabaru yang jeli melihat peluang ini. Memasuki H-1 lebaran tahun ini, ia berdagang sarung/cangkang ketupat di sudut pertokoan dekat rel kereta api.
Pada pagi buta ia membawa 900 cangkang ketupat dari daun kelapa muda, setiap 10 cangkang ketupat ia jual Rp. 3000,-.
Untuk membuat 900 cangkang ia memerlukan 6 tangkal (daun) muda kelapa seharga Rp. 5000,- per tangkal. Praktis modal yang dikeluarkan sebesar Rp. 30.000,-.
Selanjutnya hanya butuh keahlian dan ketekunan untuk merangkai cangkang ketupat. Semua anggota keluarga terlibat dengan pekerjaan ini.
Pk. 06.00 pagi semua cangkang terjual habis, ia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp. 270.000,-, setelah dipotong modal Rp.30.000,- ia mendapatkan untung bersih Rp. 240.000,- . Sebuah jumlah yang cukup besar bagi ukuran Endang dan keluarganya.
Senyum mengembang diraut muka yang mulai menua. Obrolan pagi itu cukup berkesan betapa bersahajanya kehidupan rakyat di akar rumput macam Endang.
“Alhamdulilah hari ini semua cangkang terjual.” Katanya lirih.
“Ini pekerjaan sambilan Mas, daripada bengong dirumah.” Katanya lagi.
“Sehari-hari bapak mah cuma petani penggarap, jadi harus pinter cari peluang agar bisa hidup dijaman yang sulit ini”. katanya berfilsafat.
“Maaf, Mas, saya pamit dulu, mau ambil cangkang lagi dirumah”. Katanya berpamitan.
Pagi itu sebuah pelajaran berharga telah menyadarkan kita semua, betapa hidup ini harus pandai membaca peluang.
Yach…, peluang untuk memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengais rezeki demi keluarga. Di penghujung ramadhan banyak sekali sosok macam Endang di sepanjang jalur pantura dengan membuka warung dadakan.
Mereka adalah orang-orang yang pandai membaca peluang dan berjuang demi kelangsungan hidup. Harapan mereka sama seperti anggota masyarakat lainnya ikut serta merayakan hari kemenangan penuh suka cita.(Urip SR)***
.
Selamat Lebaran 1431 H
14.16 | Author: Urip SR

Buka Hati lebar-lebar...
di hari yang Fitri ini...
Biarlah Hati suci kembali...
seputih awan.

Dari lubuk hati yang paling dalam saungURIP mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.
Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
.
Mudik: Aman dan Nyaman.....
13.55 | Author: Urip SR
Karawang (08/09/2010) Memasuki H-2 jalur pantura Jawa Barat sejak pk.05.00 pagi sampai saat ini mengalami kemacetan, namun moda transportasi masih bisa bergerak walaupun pelan merayap, kondisi sedikit mencair begitu melewati pertigaan Cikalong karena di pertigaan tersebut titik bertemunya arus mudik melalui jalur alternatif dari arah Johar dan Talagasari.
Selepas pertigaan Cikalong arus padat tetapi lancar hanya sesekali terjadi penumpukan kendaraan apabila melalui pasar tumpah dan penyebrangan.
Seperti diperkirakan, Arus Mudik akan mulai padat pada hari ini Rabu (8/9/2010), seiring libur kerja di Jakarta yang baru berlangsung dan terjadi lagi peningkatan jumlah pemudik pada sore hari dimana pegawai pemerintahan sudah mulai cuti bersama.
Geliat arus pemudik sepeda motor mulai terasa sejak pk. 03.00 pagi, mereka memanfaatkan waktu sehabis sahur untuk melakukan perjalanan karena tidak terlalu panas.
Seperti yang dituturkan oleh Prasetyo (30) pemudik asal Pemalang yang dijumpai penulis di sela-sela istirahat.
“Sengaja kami berdua pilih habis sahur Mas, biar nanti sampai ditujuan ga terlalu sore”. Begitu kilahnya.
“ Disamping itu kalau terlalu siang kan tidak enak, panas”. Kembali teman partnernya menimpali.
“ Cuaca juga sangat mendukung, agak mendung jadi rada adem gitu”. Katanya lagi
Mereka memulai start dari Jakarta pk. 02.00 pagi setelah menempuh waktu kurang lebih 4 jam, istirahat melepas lelah dilakukan di warung pinggir jalan sambil sarapan pagi.
Fenomena mudik seperti ini ia lakoni setiap tahun bersama-sama teman sekampungnya.
Sudah menjadi tradisi setiap menjelang hari raya idulfitri, seluruh lapisan masyarakat yang merantau di ibukota akan kembali pulang ke kampung. Mudik, istilah ini selalu menjadi issu hangat ketika idul fitri sudah menjelang di depan mata. Fenomena menarik yang selalu hadir di setiap tahunnya adalah pemudik yang menggunakan kendaraan motor. Mudik menggunakan roda dua agaknya menjadi sebuah alternatif pilihan untuk kaum urban.
Selain murah meriah, faktor eknomilah yang menyebabkan mereka memakai sepeda motor. Dahulu waktu masih muda pun penulis mengalami dan merasakan berkendara motor untuk pulang mudik. Selain mendapatkan kesenangan karena bisa berkumpul dengan teman-teman senasib dalam perjalanan, juga menikmati kebersamaan bersama. Tentu selalu waspada dan hati-hati di jalan agar perjalanan aman dan nyaman.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pengalaman penulis berbagi tips untuk kalian yang sering berkendara motor, terutama yang akan mudik ke kampung halaman saat ini. Berikut tips yang perlu kalian cermati:
1).Sebelum berangkat, istirahatlah yang cukup pada malam harinya. Ini untuk menghindari kantuk ketika mengendara motor. 2) Makanlah makanan yang bernutrisi dan tahan lama,perbanyak asupan protein. 3) Jangan biarkan diri anda didera kelelahan ketika di perjalanan, istirahat dan menepi lah di rest area atau, mesjid. Lakukan senam ringan dan beristirahat sejenak. Ini berguna untuk memulihkan kondisi stamina. 4) Mudiklah bersama-sama dalam satu komunitas, untuk menghindari dari kejahatan. 5) Gunakanlah helm standar (SNI) untuk pengendara maupun yang dibonceng dan perlengkapan touring lainnya seperti jaket, pelindung dada, kaos tangan, serta sepatu tertutup. 6) Taati tata tertib lalu lintas seperti tidak menyalip dari kiri, tidak kebut-kebutan, serta menyalakan lampu motor anda di siang hari. 7) Pastikan kalian tidak SMS-an atau terima telpon saat berkendara karena selain akan membahayakan nyawa kalian, juga bisa membahayakan orang lain. 8) Jangan lupa, pastikan bensin anda penuh. Jika dirasa sudah menipis jangan segan untuk mampir di SPBU yang anda lewati, 9) Selalu menjaga kontrol agar selalu terjaga, dan 10) Jangan lupa berdoa semoga selamat sampai tujuan.
Lebaran sudah di depan mata. Selamat mudik dan berkumpul bersama sanak keluarga dan handai tolan di kampung.
Barangkali peribahasa ini bisa menjadi pegangan kalian selama bermudik-ria, “Alon-alon asal kelakon, biar lambat asal selamat”.
Salam buat anda yang merayakan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1431 H.
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (uripsr@ymail.com)***
.
Kompasiana adalah sebuah Media Warga (Citizen Media). Di sini, setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.

Kompasiana menampung beragam konten yang menarik, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Keterlibatan warga secara masif ini diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kompasiana juga melibatkan kalangan jurnalis Kompas Gramedia dan para tokoh masyarakat, pengamat serta pakar dari berbagai bidang, keahlian dan disiplin ilmu untuk ikut berbagi informasi, pendapat dan gagasan.

Di Kompasiana, setiap orang didorong menjadi seorang pewarta warga yang, atas nama dirinya sendiri, melaporkan peristiwa yang dialami atau terjadi di sekitarnya. Tren Jurnalisme Warga (Citizen Journalism) seperti ini sudah mewabah di banyak negara maju sebagai konsekuensi dari lahirnya web 2.0 yang memungkinkan masyarakat pengguna internet (netizen) menempatkan dan menayangkan konten dalam bentuk teks, foto dan video.

Kompasianer (sebutan orang-orang yang beraktifitas di Kompasiana) juga diberi kebebasan menyampaikan gagasan, pendapat, ulasan maupun tanggapan sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Setiap konten yang tayang di Kompasiana menjadi tanggungjawab Kompasianer yang menempatkannya.

Selain itu, Kompasiana menyediakan ruang interaksi dan komunikasi antar-anggota. Setiap Kompasianer bisa menjalin pertemanan dengan Kompasianer lain. Mereka juga dapat berkomunikasi lewat email, komentar dan fitur interaktif lainnya.

Fasilitas dan fitur Kompasiana hanya bisa digunakan oleh pengguna internet yang telah melakukan registrasi di www.kompasiana.com/registrasi. Begitu proses registrasi selesai, pengguna akan mendapatkan blog pribadi dengan alamat http://kompasiana.com/namapengguna. Tanpa registrasi, pengguna hanya bisa membaca konten Kompasiana.

Dengan beragam fitur dan fasilitas interaktif tersebut, Kompasiana yang mengusung semangat berbagi dan saling terhubung (sharing. connecting.) telah berwujud menjadi sebuah Social Media yang informatif, interaktif, komunikatif dan mencerahkan bagi setiap orang.

Kompasiana dalam Sejarah

Nama Kompasiana diusulkan oleh Budiarto Shambazy, wartawan senior Kompas yang biasa menulis kolom “Politika”. Nama ini pernah digunakan untuk kolom khusus yang dibuat pendiri Harian Kompas, PK Ojong, berisi tulisan tajam mengenai situasi mutahir pada masanya. Kumpulan rubrik Kompasiana yang ditulis PK Ojong itu sendiri sudah dibukukan.

Ide pendirian Kompasiana berangkat dari dari fakta tidak semua jurnalis akrab dengan blog. Jangankan punya, membaca blog orang barangkali belum pernah. Jadi, merupakan langkah maju dan terobosan tak terduga manakala sejumlah jurnalis Kompas menyatakan diri ingin menjadi bagian dari Kompasiana dan bahkan sudah langsung mencurahkan pandangan dan gagasannya.

Pada tanggal 1 September 2008, Kompasiana mulai online sebagai blog jurnalis. Pada perjalanannya, Kompasiana berkembang menjadi Social Blog atau blog terbuka bersama para jurnalis harian Kompas dan Kompas Gramedia (KG) serta beberapa orang penulis tamu dan artis. Antusiasme para blogger dan netizen untuk ikut ngeblog di Kompasiana sangat besar sehingga dibuatkan satu menu khusus bernama Public. Pada 22 Oktober 2008, Kompasiana sebagai Social Blog resmi diluncurkan.

Dan baru satu tahun berjalan, Kompasiana telah mengalami perubahan besar—baik dari segi tampilan maupun format dan konsep keseluruhan. Dari sebatas jaringan blog jurnalis menjadi sebuah bentuk Social Media baru yang bisa diakses dan dikelola oleh semua orang. Termasuk Anda.

Sumber: http://www.kompasiana.com/about

Menyusuri Bumi Khayangan (Part. 2)
07.06 | Author: Urip SR
Menurut sejarah di situs resmi Pemerintah kabupaten Wonosobo, nama Dieng berasal dari bahasa Sansekerta. "Di" yang berarti tempat yang tinggi atau gunung, dan "Hyang" yang berarti kayangan (surga). Tidak heran memang karena banyak hal menarik di Dieng yang jarang ditemukan di wilayah lain.

Pelajaran berharga dari petualangan di Bumi Khayangan ini yang utama adalah mensyukuri anugerah Tuhan, betapa kekayaan alam yang tak ternilai dengan panorama yang elok dan sumber daya alam (Gas Bumi), hasil pertanian (kentang) merupakan aset yang mendatangkan devisa bagi pemerintah setempat.
Melihat dan merasakan sendiri keelokan alam pegunungan yang mempesona, tak henti-hentinya mengabadikan dalam sebuah kamera dan mencatat setiap bagian dalam aliran kata-kata membentuk jajaran kalimat seperti jajaran situs candi-candi kuno yang bertebaran di bumi Dieng.
Betapa egoisnya apabila hanya dinikmati sendiri maka berbagi kepada yang lain merupakan kepuasan batin.
Jajaran candi-candi Hindu berukuran kecil, tetapi berarsitektur unik, bisa menjadi wahana pendidikan bagi anak-anak dan keluarga yang berkunjung di kompleks ini. Candi-candi tersebut diperkirakan berdiri sekitar abad ke tujuh dan delapan, dan merupakan peninggalan Dinasti Sanjaya. Beberapa cagar budaya yang dapat dikunjungi antara lain:

Kompleks Dharmacala

Bangunan tempat persistirahatan para peziarah, biasanya terdapat di sekitar candi/vihara. Di Dharmacala inilah para peziarah mempersiapkan diri untuk beribadat ke candi atau menghadap guru di vihara termasuk memepersiapkan peralatan upacara.

Gangsiran Aswotomo

Merupakan saluran air yang dahoeloe kala digunakan untuk mengeringkan dataran. Sebelumnya dataran tinggi Dieng adalah sebuah danau yang terjadi dari bekas kepundan gunung berapi. Konon menurut cerita saluran ini tembus sampai Kota Pekalongan. Wallahu alam bisawab.

Kompleks Candi

Salah satu kelompok lokasi candi yang mengelompok dalam satu kompleks anatara lain Candi Pendawa, yang memiliki lima buah deretan candi, yaitu Candi Semar, Arjuna, Srikandi, Sembadra, dan Puntadewa. Candi-candi tersebut diperkirakan berdiri sekitar abad ke tujuh dan delapan, dan merupakan peninggalan Dinasti Sanjaya.
Sedangkan candi-candi yang lain, seperti Candi Gatotkaca, Dwarawati, Bima, dan lainnya, letaknya tersebar dan terpisah-pisah.

Dieng Plateau Theater

Di dataran tinggi Dieng juga memiliki Dieng Plateau Theater, yaitu bioskop yang memberi informasi mengenai peristiwa dan kejadian alam di Dieng, seperti peristiwa Kawah Sinila yang menghembuskan udara beracun pada tahun 1979, yang menelan korban jiwa hampir 150 warga. Wahana ini memiliki kapasitas 100 kursi yang sangat nyaman bagi kita dan keluarga. Nilai edukasi pun bisa didapat karena film yang diputar membahas budaya dan kehidupan masyarakat Dieng.

Kawah

Dieng juga menyuguhkan berbagai situs yang menyajikan fenomena alam mengagumkan. Semisal, sebagai kawasan pegunungan aktif, beberapa kawah di Dieng masih mengeluarkan lumpur hitam yang mendidih, asap putih tebal, dan gas yang mengandung belerang. Kita pun berkesempatan menyaksikan Telaga Warna yang bila kita beruntung, bisa melihat aneka warna yang berbeda karena kandungan mineral pada telaga tersebut.

Bagaimana menuju kawasan Dieng Plateau?

Alhamdulilah jalan wisata Wonosobo-Dieng, Km 20 yang kemarin longsor pada awal tahun 2009, sekarang sudah bisa dilalui moda transportasi seperti mobil/truk/bus. Untuk memperlancar arus lalu lintas, jembatan beilei dan perbaikan permanen menggunakan jembatan cor beton sepanjang sekitar 40 meter sudah 80% selesai sehingga jarak tempuh menjadi lebih efisien. Dari terminal bus Wonosobo bisa menggunakan bus kecil dengan tarif Rp.8000,- menuju kawasan wisata dieng plateau. Nah mudah bukan??? Mari berkunjung dan lestarikan warisan budaya bangsa Indonesia sekaligus situs penghormatan masa lampau, candi-candi yang tersisa harus dirawat dengan maksimal. Sudah saatnya bangsa ini menghargai peninggalan masa lalu nenek moyang kita. Akhirnya, Menyusuri Bumi Khayangan sampai disini dan dirangkai dengan tulisan lain seputar kawasan dieng dengan pokok bahasan yang berbeda.

Ucapan terima kasih: Kepada keluarga Bpk Bambang Riyadi motivator Gapoktan "PERKASA", rekan-rekan Petani Kentang Desa Dieng Kulon (Kabul Suwoto, Samsul, Yahya, Budi dll), Hotel Gunung Mas (tempat kami menginap) Jl. Dieng Plateau No.42 Batur Telp. (0286) 3342017 Banjarnegara.

Menyusuri Bumi Khayangan (Part.1)
06.11 | Author: Urip SR
Diatas ketinggian 2000 m diatas permukaan laut, udara pagi yang dingin menggigit sendi-sendi tulang, hembusan napas mengeluarkan asap putih mengepul sesaat menahan dan mengeluarkannya pelan-pelan laksana asap dupa yang mengepul.
Tarikan napas dan tubuh yang menggigil walau dibalut dua lapis baju tebal tak mampu mengusir hawa dingin pagi hari.
Letaknya yang berada pada ketinggian di atas 2.000 meter dari permukaan laut, membuat suhu udara di Dieng cukup dingin, yaitu berkisar 15 hingga 20 derajat Celcius di siang hari dan 10 derajat Celcius pada malam hari. Bahkan, suhu bisa mencapai di bawah 5 derajat Celcius pada pagi hari di musim kemarau.
Perjalanan yang tak biasa ini mengantarku ke dataran tinggi Dieng bukan untuk berwisata tetapi kebetulan sedang melaksanakan Kajian Pengembangan Pengendalian Nematoda Sista Kuning (NSK) Skala Luas pada tanaman kentang, bersama Gabungan kelompok tani "Perkasa" desa Dieng Kulon, Kec. Batur, Banjarnegara. Secara geografis, Dieng merupakan dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, dengan jarak sekitar 30 kilometer dari Kota Wonosobo.
Dalam kajian itu melibatkan 50 orang petani kentang (25 orang petani dari Banjarnegara dan 25 orang petani dari Wonosobo). Sasaran dari kajian tersebut ingin mendiseminasikan teknologi PHT-NSK kepada 50 orang petani peserta, menerapkan seluruh komponen teknologi PHT-NSK pada lahan praktek percontohan, dan menerapkan sebagian komponen teknologi PHT-NSK pada 50 lahan sebagai lahan praktek mandiri masing-masing petani peserta.
Judul tersebut diatas Menyusuri Bumi Khayangan bukan tanpa alasan, karena banyak orang mengatakan Dieng adalah negeri diatas awan, diatas ketinggian 2000 m dpl memang terlihat awan berarak beriringan meliputi dataran tinggi Dieng.
Jadi cukup beralasan toh???
Naluri petualangan pun kembali mengusik manakala dalam perjalanan menempuh lokasi demplot yang kebetulan berdekatan dengan kompleks candi. Apalagi medan yang terjal, menurun, menanjak dan menukik begitu memacu adrenalinku.
Sengaja aku duduk dekat jendela mobil, agar leluasa menikmati hawa pegunungan yang segar sekaligus memandang panorama sekeliling yang mengagumkan. Hati berdegup kencang saat sopir bus mengendalikan laju kendaraannya membelah tebing tinggi dan jurang menganga yang setiap saat menyergap apabila lalai. Wuiiihhh,....amazing...!!!
Ada banyak catatan tercecer mengenai perjalanan menyusuri Bumi Khayangan yang tidak melulu menyuguhkan pemandangan pegunungan atau kesejukan udara yang bersih dan segar. Namun terdapat kompleks candi tempat bersemayan dewa-dewi yang semuanya diberi nama tokoh pewayangan. Sangat menarik bukan???(USR) ***
.