Ngopi Bareng FMC di Tengah Sawah
16.30 | Author: Urip SR
Kopi Gratis FMC (Foto: Urip SR)
Untuk menyiasati stand demplot agar ramai pengunjung FMC (PT. Bina Guna Kimia) punya cara yang cukup jitu yaitu dengan menyuguhkan Kopi Gratis di stand demplot FMC yang berada paling ujung nun jauh ditengah sawah.  Cara ini cukup efektif untuk menarik pengunjung untuk datang berkunjung ke area demplot FMC seluas 1000 M2.
Hal ini terbukti cukup berhasil, menurut Kang Deden dari hari pertama sampai terakhir (hari ke 5) FMC tetap konsisten melayani kopi gratis para pengunjung baik dari kelompok tani, petugas lapangan (POPT & PPL) maupun para pelajar.
Dari kejauhan stand demplot terlihat jelas dengan botol raksasa yang terpajang disudut demplot, 3 buah balon raksasa yang didesain mirip botol produk dari FMC mampu menyita rasa penasaran pengunjung sehingga walaupun nun jauh di tengah sawah mereka tetap menyambangi stand milik FMC.  Apakah karena ada kopi gratis atau karena ada botol raksasa.??
Yang jelas orang2 marketing memang harus jeli dan kreatif. terbukti kan?

Teknologi yang diterapkan pada demplot seluas 1000 M2 pada varietas ciherang adalah perendaman benih menggunakan BOOMFLOWER kemudian aplikasi pada pertanaman menggunakan produk : HEKSA, TI GOLD, BLASTGONE, FURADAN dan PYZERO.  Hasilnya mampu terhindar dari serangan OPT terutama Penggerek Batang padi (PBP).  Furadan diberikan pada saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST).  Sedangkan aplikasi terakhir menggunakan Boomflower dosis 3 ml/liter pada saat umur tanaman 80 HST.
Salam untuk Kang Deden dan Kang Dede yang setia melayani kopi gratis dan obrolan hangatnya.
Tetap semangat. Salam...!!! (USR)***

Yukk..Bertanam Padi Dalam Polybag
11.22 | Author: Urip SR
Tanaman padi dalam Polybag, hijau menyejukkan (Foto: Urip SR)
Padi merupakan bahan pangan pokok masyarakat Indonesia yang memegang peranan penting untuk dikembangkan.  Berbagai inovasi Teknologi telah dihasilkan untuk menunjang peningkatan produksi padi.  Solusi bagi yang berlahan sempit tetapi bisa menanam padi, sekedar menyalurkan hobi bercocok tanam, tanaman padi dalam polybag bisa bersanding dengan tanaman hortikultura lainnya yang biasa ditanam di polybag.  Menyejukkan sekaligus menghasilkan. Mau coba ? Manfaatkan tiap jengkal tanah yang ada.!
Berjejer rapi sepanjang bahu jalan antara green house berbaur menjadi satu dengan tanaman hortikultura lainnya seperti cabe, kangkung, bayam cay sim dan tomat.  Tanaman menggunakan media kompos ini dipersiapkan untuk mengisi space kosong diantara rumah kaca (green house) di kompleks kantor BBPOPT Jatsari.
Tanaman ini semuanya organik tanpa menggunakan pupuk kimia maupun pestisida.  Secara estetika kehadiran tanaman ini menambah asri pemandangan di kompleks kantor.
Sebanyak 300 tanaman padi hibrida organik berumur 35 hari setelah tanam (HST) tumbuh subur dengan rata-rata jumlah batang mencapai 22,2 batang per polybag (rumpun).
Tanaman padi organik (Foto: Urip SR)
Selain tanaman padi juga ditanam kacang kedelai, kacang hijau, dan jagung semuanya menggunakan polybag dengan media tanam kompos.
Menurut panitia semua tanaman dalam polybag dipersiapkan untuk mengisi space (ruang kosong) di kompleks kantor dalam rangka Pekan Peramalan OPT Tanaman Pangan yang baru saja berlalu.
Tanaman padi hibrida dalam polybag memberi pelajaran kepada pengunjung bahwa lahan sempit bukan halangan untuk bercocok tanam.
Salah satu tantangan dalam pembangunan pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya produktivitas lahan.  Disisi lain sumberdaya alam terus menurun sehingga perlu diupayakan untuk tetap menjaga kelestariannya.  Demikian pula dalam usahatani padi, agar usahatani padi dapat berkelanjutan, maka teknologi yang diterapkan harus memperhatikan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, sehingga agribisnis padi dapat terlanjutkan.
Penyiraman setiap 3 hari sekali (Foto: Urip SR)
Selama ini produksi padi nasional masih mengandalkan sawah irigasi, namun ke depan bila hanya mengandalkan padi sawah irigasi akan menghadapi banyak kendala.  Hal tersebut disebabkan banyaknya lahan irigasi subur yang beralih fungsi ke penggunaan lahan non pertanian, tingginya biaya pencetakan sawah baru dan berkurangnya debit air.  Dilain pihak lahan kering  tersedia cukup luas dan pemanfaatannya untuk pertanaman padi belum optimal.






Usaha Tani Padi dalam polybag :
Populasi tanaman : 300 polybag
Hasil per polybag : 40 gram GKP (Asumsi)
(300 polybag X 40 gram = 12.000 gram = 12 Kg (GKP)
Dengan rendemen 67% setelah digiling menghasilkan beras 8,04 Kg.


Coba bayangkan kalau setiap rumah tangga di Indonesia menanam padi dalam polybag? Tentu dapat dijadikan andalan produksi padi nasional?  Lahan sempit, siapa takut. Yukk tanam padi di polybag. (Urip SR/Indok)***
.