Mengenal Kutu Daun (Aphis glicines)
15.13 | Author: Urip SR
Kutu daun (Aphis glicines) Foto: Repro
Aphis glycines yang biasa disebut dengan aphis dikelompokkan ke dalam ordo         Homoptera dengan famili Aphididae.  Tubuh aphis berukuran kecil, lunak dan berwarna hijau agak kekuningan.  Panjang tubuh aphis dewasa berkisar antara 1 - 1,6 mm.  Nimfa aphis dapat dibedakan dengan imagonya dengan cara menghitung jumlah antenanya.  Pada umumnya , nimfa instar satu mempunyai antena sebanyak 4-5 ruas.  Sedangkan nimfa instar kedua berantena sebanyak 5 atau 6 ruas, dan imago sebanyak 6 ruas.
Sebagian besar jenis serangga ini tidak bersayap, tetapi bila populasi meningkat, sebagian serangga dewasanya membentuk sayap yang bening.  Selanjutnya, serangga yang bersayap pindah ke pertanaman kedelai lain untuk membentuk koloni baru. Serangga ini menyukai bagian-bagian muda dari tanaman inangnya, baik nimfa dan imago mengisap cairan tanaman.
Aphis juga bertindak sebagai vektor (serangga penular) berbagai penyakit virus kacang-kacangan (soybean mosaic virus, soybean yellow mosaic virus, bean yellow mosaic virus, soybean dwarf virus, dan peanut stripe virus).
Tanda serangan Aphis
Aphis menyerang tanaman kedelai muda sampai tua, serangan pada pucuk tanaman muda menyebabkan pertumbuhan tanaman kerdil.  Cuaca yang panas pada musim kemarau sering menyebabkan populasi hama kutu daun ini tinggi.
Cara pengendalian Aphis
Tanam serempak
Pemantauan lahan secara rutin dan pemusnahan kelompok telur dan imago.
Penggunaan pestisida nabati.
Jika populasi tinggi, semprot dengan insektisida yang direkomendasikan, antara lain yang berbahan aktif : amitraz, heksitiazok, dikofol, dan propargit.
.
|
This entry was posted on 15.13 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: