Mengkonsumsi buah-buahan segar sangat dianjurkan, karena beberapa zat yang terkandung pada buah-buahan tersebut mampu melindungi tubuh kita dari serangan penyakit. Mau tahu buah apa saja yang dapat dijadikan terapi, berikut buah-buahan yang sangat akrab di lingkungan kita.

1. Mangga (Mangifera indica L)
Pohonnya bisa mencapai ketinggian 5 - 10 meter. Buah mangga berbentuk bulat telur dengan panjang 80 - 150 mm dan diameter 50 -90 mm. Rasa buah ini manis atau manis agak asam, berkhasiat mengatur arus energi vital, meredakan batuk, dan memperkuat limpa. Buah mangga mengandung karbohidrat, glukosida mangga, mangiferin, asam organik, vitamin A, B1, B2, C dan sebagainya. Mengingat khasiatnya maka tanamlah pohon mangga dipekarangan, depan rumah juga boleh. Tanaman ini cocok sebagai peneduh.

2. Jambu Biji (Psidium guajava L)
Pohonnya kecil berdaun hijau, buahnya berbentuk seperti buah pir, dengan diameter 30 - 50 mm. Buah ini mengandung sukrosa, glukosa, fruktosa, ramnose, protein, vitamin C, asam maleik, asam sitrat, sitosterol, glukosida jambu biji kuning, tanin dan sebagainya. Khasiatnya bisa membantu menghentikan diare dan pendarahan.

3. Jeruk Manis (Citrus L)
Pohonnya bisa mencapai tinggi 5 - 10 meter. Buah ini memperkuat limpa, perut, menghilangkan rasa nyeri, berfungsi astringen (mengerutkan jaringan sehingga mengurangi sekresi), dan juga mengandung asam organik, vitamin C, tanin dan sebagainya.

4. Apel (Malus pumila = Malus domestica Borkh)
Merupakan pohon yang berganti daun dan bisa mencapai ketinggian 5 - 15 meter. Buahnya bulat dengan diameter 60 - 100 mm bagian luarnya warna merah, kuning, atau hijau pucat dengan lapisan lilin. Buah ini mengandung karbohidrat, kanji, banyak vitamin, asam maleik, ester, dan sebagainya. Berkhasiat menambah dan meningkatkan energi vital, memperkuat limpa, memperlancar keluarnya air liur dan membantu menghentikan diare.

5. Anggur (Vitis vinifera L)
Pohonnya merambat dan mencapai panjang sampai 10 meter, buahnya bulat atau oval dengan diameter 10 - 15 mm dan bergerombol. Buah ini mengandung glukosa, fruktosa, vitamin B2 dan C, karoten, protein, asam amino, lemak, mangaan, potasium, garam kalsium, asam maleik, asam sitrat, getah buah, glukosida, tanin dan sebagainya. Berkhasiat membantu mempersihkan ruam-ruam atau reupsi kulit, memperlancar air seni, mendorong diuresis dan menenangkan janin.

6. Tomat ( Lycopersicum esculentum)
Tanaman ini hidupnya tahunan yang bisa tumbuh kurang lebih satu meter tingginya, buahnya bundar, atau berbentuk bola agak gepeng dengan rata-rata diameter 30 - 80 mm. Tomat berkhasiat meredakan demam, mendinginkan darah, menghasilkan air ludah dan membantu pencernaan. Kandungan yang ada pada buah ini gula, protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, asam sitrat, alkalin tomat, vitamin B1, B2, C, karoten, asam nikonitis dan lain-lain.

Buah-buahan tersebut diatas bisa dimakan langsung sebagai buah segar atau di blender, lebih afdol diblender diminum dalam keadaan dingin. Segaaarrr rasakan sensasi buahnya.....!!!
(Bersambung pada buah-buahan yang lain...)USR***

Referensi:
Terapi Buah
Penerbit: Prestasi Pustaka, 2002
.
|
This entry was posted on 09.38 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 komentar:

On 28 Februari 2009 10.05 , buah buah mengatakan...

Terima kasih atas infonya...

 
On 28 Februari 2009 16.20 , Go Blogkar mengatakan...

Info yang bermanfaat... :)

 
On 1 Maret 2009 10.36 , zamrul mengatakan...

bener banget mas
buah2an hampir lupa dalam rutinitas kesibukan kita
bagaimana dengan produk minuman BUAHVITA
kira2 bisa mengantikan manfaat buah beneran g mas ?

 
On 1 Maret 2009 21.47 , saungURIP mengatakan...

@ NN, Go Blogkar, Zamrul..
Thanks komennya...
Buah Vita adalah produk pabrikan, boleh saja...
tergantung selera, namun lebih afdol kalau bikin sendiri tanpa bahan pengawet tentu lebih sehat

 
On 13 Maret 2009 18.27 , Anonim mengatakan...

buah-buahan apa saja yang mengandung ester????

 
On 21 Juni 2010 17.26 , Anonim mengatakan...

like this