MENYULAP SAMPAH MENJADI RUPIAH
16.46 | Author: Urip SR
Part.5
Catatan tercecer dari Kegiatan Anjangsana Amprokan Blogger 2010

Lingkungan dan pemanasan global memang menjadi perkara bagi semua orang, termasuk bagi mereka yang berkecimpung di dunia industri.
Pembuangan akhir sampah dengan sistem penimbunan secara terbuka menyebabkan pemanasan global dikarenakan gas metana (CH4) dari proses anaerobic. Konsekuensi lain dari sistem penimbunan terbuka ini adalah dampak terhadap penduduk sekitar dan juga lingkungan.
Masing-masing pihak diharapkan mengambil langkah menuju BUMI yang lebih baik. Salah satunya yang dilakukan Pemkot Bekasi dalam hal penanganan sampah kota di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantar Gebang, Bekasi.

Proyek pemusnahan gas methan di TPA Bantar gebang memiliki dampak perubahan sel sampah dari sistem terbuka menjadi sistem terkontrol dengan teknik penutupan yang disebut "Entombment Cell" dengan geomembran.
Selain menghalangi masuknya air hujan, sehingga dapat mereduksi level air lindi dalam sel, geomembrane ini menghalangi pelepasan emisi gas metana ke udara, sehingga penangkapan gas metana dapat dilakukan lebih optimal.
Dengan penutupan ini, dapat mengurangi resiko longsor, resiko kebakaran, polusi udara dan kontrol air lindi yang baik.

Gikoko mengaplikasikan teknologi yang telah terbukti dalam pengumpulkan dan pemusnahan gas metana dari tempat pembuangan akhir sampah. Gas yang telah tertangkap disalurkan melalui sebuah pipa utama menuju tabung pembakaran (Burning Chamber) lalu dimusnahkan. SEbagian dari gas tersebut nantinya digunakan untuk kebutuhan Sistem Instalasi ini sendiri.
Semua proses dimonitor di dalam site dan juga diluar site dengan jarak jauh menggunakan sebuah sistem kontrol distribusi (DCS/Distributed Control System).
Sistem ini akan merekam jumlah gas yang telah dimusnahkan yang nantinya akan disertifikasi sebagai Carbon Credits.
Dengan segala keuntungannya dari proyek ini, Gikoko menyelesaikan masalah sampah dan menanganinya sebagai sebuah sumber daya yang bernilai, bekerjasama dengan Pemkot Bekasi.

Menurut Walikota Bekasi yang disampaikan oleh wakilnya dalam acara Anjangsana Amprokan Blogger mengatakan bahwa sampah menjadi sumber pendapatan baru untuk Pemkot Bekasi.
Selain dijadikan pupuk organik, timbunan sampah di Sumur batu juga diperlukan untuk menjamin ketersediaan gas metana, gas hasil pembusukan sampah di TPA Sumurbatu. Sebagian gas metana tersebut juga digunakan untuk menggerakkan Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gas yang sudah dipasang di TPA Sumurbatu.
Dari pengelolaan TPA sumurbatu ini, Pemkot Bekasi akan mendapat pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD).
Kapasitas pengolahan sampah dengan sistem pengurangan, penggunaan ulang, dan pengolahan ulang di TPA ini akan ditingkatkan sehingga dapat menghasilkan pupuk organik yang direkayasa menjadi granule (butiran) untuk memudahkan aplikasi dilapang (sawah/kebun) oleh pengguna (petani).

Kegiatan anjangsana Amprokan Blogger ke TPA ternyata membuka wacana baru tentang pola pikir para blogger, betapa sebuah inovasi mampu mengubah sebuah citra, dari sampah yang bau disulap menjadi energi terbarukan yang bermanfaat menopang kebutuhan manusia di bumi ini.
Pada akhirnya diharapkan bahwa bekal pengetahuan yang didapat dari masing-masing blogger dapat mengubah pola pikir dan memacu kretifitas dalam kehidupan sehari-hari, dan dengan demikian Bumi yang lebih baik bukan sekedar wacana, tapi menjadi sesuatu yang lebih nyata. Semoga...!!! (uripsr@ymail.com)***

Terima kasih kepada Pemkot Bekasi, PT. Gikoko Kogyo Indonesia, Blogger Bekasi dan semua pihak yang memfasilitasi acara ini, juga kepada Pak Polisi yang mengawal Robongan para Blogger dan masyarakat Sumurbatu Bantargebang.

Catatan terakhir: Mengunjungi pabrik Boneka di UKM Bantargebang.
Tunggu postingan selanjutnya. Keep Blogging...!!!
.
This entry was posted on 16.46 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 komentar:

On 12 Maret 2010 20.53 , Hasannuh mengatakan...

Saluut buat Kang Urip nih... sampai bisa beberapa artikel dari satu acara.... saya ga jadi-jadi artikelna euy :D

 
On 13 Maret 2010 00.02 , Bayu Lebond mengatakan...

semoga menular ke kota-kota yang lainnya ya bung...

 
On 14 Maret 2010 14.14 , ariberbagi mengatakan...

wah keren juga yach ternyata sampah yang menjadi momok bisa disulap menjadi uang yang bisa menguntungkan :D

 
On 20 Juni 2010 22.27 , Blogger Anak Sekolah mengatakan...

wah,, bagus banget tu,,, sampah bisa jadi uang,, apabila uang jadi apa ya?